
Keesokan paginya.
“Pa ada yang ingin aku bicarakan pada papi.” Kata Arabella.
“Ada apa? Papi pusing dengan apa yang terjadi semalam.” Kata Raffa.
“Kirim aku ke luar negeri, aku tidak bisa tinggal lagi dirumah ini. Aku bisa
gila jika harus tinggal disini.” Kata Arabella.
“Tidak bisa semudah itu, papi tidak mau jauh dari anak-anak papi.” Kata Raffa.
“Aku juga tidak bisa tinggal bersama dengan si Feya. Aku sangat muak
melihatnya, jadi lebih baik aku yang pergi dari rumah ini agar bisa hidup
dengan tenang. Sudah cukup aku kehilangan bunda dan sekarang aku harus
kehilangan pacarku karena adikku. Aku tidak sanggup jika harus bertahan dirumah
ini. Segera kirim aku ke luar negeri.” Kata Arabella.
“Kamu ingin tinggal dimana?” Tanya Raffa.
“Di Singapore, setidaknya disana ada begitu banyak kenangan dengan bunda
sehingga aku bisa segera melupakan semua yang terjadi disini.” Kata Arabella.
“Baiklah papi akan aturkan semuanya.” Kata Raffa.
“Secepatnya jauh lebih baik.” Kata Arabella.
“Kamu mau pergi kemana?” Tanya Raffa.
“Aku akan tinggal di hotel untuk sementara sampai papi mengirimku ke luar
negeri.” Kata Arabella.
“Jangan pergi, tinggalah dirumah ini mami mohon.” Kata Kaira.
“Tidak bisa ma, apakah mami bisa tinggal tinggal satu rumah dengan bunda
Viona? Tidak bisa kan?” Tanya Arabella.
“Semua akan baik-baik saja setelah Feya berpisah dengan Jerry.” Kata Kaira.
“Apa? Memangnya mami tau apa keinginan Feya? Dia ingin bersama dengan Jerry
ma. Lagipula setelah kepergian bunda Viona apakah mami akan baik-baik saja?”
Tanya Arabella.
__ADS_1
“Mami mohon jangan pergi.” Kata Kaira.
“Kenapa mami tidak menjawab pertanyaanku sebelumnya? Mami tidak baik-baik
saja kan? Itu yang aku rasakan saat ini. Maafkan aku ma aku akan pergi dari
rumah ini. Jaga diri mami dan papi dengan baik.” Kata Arabella.
“Mami mohon padamu, tinggalah dirumah ini.” Kata Kaira sambil memeluk
Arabella.
“Lepaskan aku.” Kata Arabella.
“Biarkan dia pergi, itu jauh lebih baik untuknya.” Kata Raffa.
“Kalau begitu mami akan menemanimu tinggal di hotel.” Kata Kaira.
“Aku ingin sendiri untuk sementara, tolong mengerti keadaanku saat ini ma.”
Kata Arabella.
Lalu Arabella pergi dari rumah.
**
Kaira menemui Feya dikamarnya, Feya masih tertidur.
“Ada apa sih ma? Aku masih mengantuk.” Kata Feya.
“Gara-gara kamu sekarang kakakmu pergi dari rumah. Bagaimana bisa kamu
melakukan ini?” Tanya Kaira.
“Apa? Kak Arabella pergi? Dia pergi kemana ma? Dia tidak menemui kak Jerry
kan?” Tanya Feya.
“Cepat putuskan laki-laki itu, dia membuat keluarga kita jadi begini.” Kata
Kaira.
“Tidak bisa ma, aku dan kak Jerry sangat mencintai.” Kata Feya.
“Dalam keadaan seperti ini kamu masih menyebut saling mencintai? Kakakmu ingin
pergi ke luar negeri karena dia tidak ingin melihatmu dan tidak sanggup tinggal
lagi dirumah ini. Apakah kamu senang?” Tanya Kaira.
“Tentu saja tidak ma, tapi aku juga tidak bisa berpisah dengannya.” Kata Feya.
__ADS_1
“Kenapa? Kenapa tidak bisa? Jelaskan pada mami.” Teriak Kaira.
“Aku tidak bisa berpisah darinya, sama seperti mami yang tidak bisa
berpisah dengan papi meskipun saat itu papi menikahi bunda Viona.” Kata Feya.
“Jelas saja itu berbeda, lagipula kamu masih muda. Pokoknya kamu harus
segera berpisah dengan Jerry.” Kata Kaira.
“Memangnya setelah aku berpisah dengannya kak Arabella masih mau tinggal
dirumah ini?” Tanya Feya.
“Mami juga tidak tau. Mami benar-benar bingung dengan kalian, kapan
keluarga kita bisa hidup bahagia dan tenang tanpa ada gangguan maupun cobaan.” Kata
Kaira sambil menangis.
“Mami jangan menangis, aku tau bagaimana perasaan mami saat ini tapi aku
benar-benar tidak bisa berpisah dengan kak Jerry. Lagipula jika memang perginya
kak Arabella ke luar negeri adalah yang terbaik baginya, mami harus
menerimanya. Atau haruskah aku yang pergi dari rumah ini?” Tanya Feya.
“Jangan, kalian berdua tidak boleh pergi dari rumah ini. Anak-anak mami
harus tinggal dirumah bersama-sama.” Kata Kaira.
“Tapi keadaan sudah berubah ma, aku akan menemui kak Arabella dan meminta
maaf padanya. Aku bersalah padanya tapi aku juga tidak bisa berpisah dari kak
Jerry.” Kata Feya.
“Jangan temui dia untuk saat ini, dia pasti masih sangat kesal denganmu.” Kata
Kaira.
“Baiklah, mami jangan nangis ya. Maafkan aku ma karena membuat mami jadi
seperti ini.” Kata Feya.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa ya mampir juga ke novel terbaruku judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Ceritanya mudah dipahami, lucu, menarik dan pastinya tidak membuat emosi para pembacanya. Terima kasih, ditunggu like nya ya.