Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 84


__ADS_3

Arabella sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari, dia pergi


berbelanja sendiri karena kondisi Kaira yang belum stabil. Disana dia bertemu dengan


atasannya yaitu Daniel.


“Pak Daniel.” Sapa Arabella.


“Arabella, sedang apa kamu disini.” Tanya Daniel.


“Saya sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari pak. Pak Daniel sedang


ada perjalanan dinas ya di Indonesia?” Tanya Arabella.


“Iya, kita ke suatu tempat yuk sambil ngobrol.” Kata Daniel.


“Baik pak, sebentar saya mau ke kasir dulu.” Kata Arabella.


**


Disebuah kafe.


“Kamu mau pesan apa?” Tanya Daniel.


“Saya pesan sama seperti bapak saja.” Kata Arabella.


“Baiklah.” Kata Daniel.


“Terima kasih banyak. Sebelumnya saya minta maaf sama bapak karena


saya mengundurkan diri melalui email karena akhir-akhir ini sedang banyak hal


yang terjadi dalam hidup saya. Baru saja adik saya pergi untuk selamanya


sehingga saya harus tinggal bersama kedua orang tua saya.” Jelas Arabella.


“Saya turut berduka cita ya. Kamu harus tetap tabah dan ikhlas.”


Kata Daniel.


“Iya pak, maka dari itu saya memutuskan untuk tinggal di Indonesia


bersama orang tua saya.” Kata Arabella.


“Iya, saya bisa mengerti kok. Lalu sekarang apa kesibukanmu?” Tanya


Daniel.


“Saya sementara menemani ibu saya.” Kata Arabella.


“Apakah kamu tidak ingin bekerja lagi disini?” Tanya Daniel.


“Sepertinya tidak dulu pak, mungkin karena pikiran saya juga masih


sedikit kacau.” Kata Arabella.


“Oh begitu ya, lalu kenapa kamu tidak menikah saja?” Tanya Daniel.

__ADS_1


“Saya masih belum kepikiran untuk menikah saat ini pak.” Kata


Arabella.


“Kenapa? Kamu sudah memiliki kekasih belum?” Tanya Daniel.


“Belum pak.” Kata Arabella.


“Kamu masih berharap dengan mantan kekasihmu itu? Lebih baik


jangan.” Kata Daniel.


“Tidak, saya sudah melupakannya dan berjanji pada diri saya untuk


tidak bersamanya lagi.” Kata Arabella.


“Jika ada lelaki yang ingin melamarmu bagaimana? Apakah kamu


bersedia?” Tanya Daniel.


“Memangnya laki-laki mana yang mau melamar saya pak.” Kata Arabella.


“Laki-laki didepanmu.” Kata Daniel.


“Apa? Bapak jangan bercanda. Untuk apa bos seperti bapak melamar


mantan anak buahnya.” Kata Arabella.


“Aku serius, aku menyukaimu. Kamu berbeda dengan wanita pada


umumnya.” Kata Daniel.


Arabella.


“Saya hanya menyukaimu, maukah kamu jadi kekasihku?” Tanya Daniel.


“Bapak jangan bercanda.” Kata Arabella.


“Aku menyukaimu, jadilah kekasihku.” Kata Daniel sambil menggenggam


tangan Arabella, Arabella pun mengangguk.


“Terima kasih.” Kata Daniel dengan senyum bahagia dan lega.


“Sejujurnya saya datang kesini memang untuk bertemu denganmu.” Kata


Daniel.


“Tapi bapak kan bisa menelfon saya terlebih dahulu.” Kata Arabella.


“Aku ingin memberi kejutan untukmu.” Kata Daniel.


“Astaga, aku tidak menyangka bapak mengatakan hal


ini padaku.” Kata Arabella.


“Panggil aku baby, honey atau sayang. Aku tidak

__ADS_1


suka dipanggil bapak olehmu.” Kata Daniel.


“Baiklah sayang.” Kata Arabella tersipu malu.


**


Setelah itu, Arabella kembali ke rumah, saat


perjalanan pulang Jerry menelfonnya untuk mengajaknya bertemu. Namun Arabella


menolaknya, Jerry pun terus memaksa akhirnya Arabella menemuinya.


“Ada apa sih?” Kata Arabella.


“Sekarang Feya sudah pergi untuk selamanya,


bukankah ini waktu yang sangat tepat untuk kita berdua dalam melanjutkan


hubungan ini.” Kata Jerry.


“Maaf aku tidak bisa, aku sedang berkencang dengan


orang lain.” Kata Arabella.


“Apa kamu bilang? Siapa laki-laki itu? Kamu


milikku dan selamanya kamu hanya untukku.” Kata Jerry marah.


“Istri kamu baru saja pergi bisa-bisanya kamu


ingin mengencaniku. Kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi.” Kata Arabella.


“Siapa laki-laki itu? Jawab aku.” Kata Jerry.


“Dia adalah atasanku, yaitu Daniel. Aku berkencan


dengannya.” Kata Arabella.


Plak


“Aduh, apa yang kamu lakukan padaku?” Bentak


Arabella karena Jerry memukul Arabella.


“Ikut aku sekarang juga.” Ajak Jerry sambil


menyeret Arabella. Arabella berusaha menelfon Daniel.


“Lepaskan aku.” Kata Arabella.


“Jika aku tidak bisa memilikimu dengan baik,


jangan salahkan aku jika aku menggunakan cara yang sedikit kasar.” Kata Jerry.


“Tolong lepaskan aku, aku mohon.” Kata Arabella.


“Lebih baik kamu diam.” Kata Jerry sambil

__ADS_1


memasukkan Arabella kedalam mobilnya lalu membawanya ke rumah Jerry. Arabella


berusaha kabur namun gagal.


__ADS_2