Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 7


__ADS_3

Abel segera


kembali ke kafe. Tiba-tiba Jesi menampar pipi Abel.


“Awwww apa


yang kamu lakukan?” Tanya Abel kaget.


“Jangan kasar


pada temanmu.” Kata Sang Hyun.


“Kamu tau


berapa banyak uang yang aku gunakan untuk membuka kafe ini hah? Gara-gara


ulahmu, kafe ini akan ditutup dan kita tidak diperbolehkan untuk menyewa gedung


ini. Ini semua gara-gara kamu.” Kata Jesi.


“Memangnya apa


masalahnya? Aku tidak melakukan apapun.” Kata Abel.


“Pergi kamu


dari sini, aku muak melihatmu.” Kata Jesi.


“Tolong


jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Abel.


“Ikutlah aku.”


Bisik Sang Hyun.


Kemudian Sang


Hyun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“Cepat


jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Abel kepada Sang Hyun.


“Tadi kamu


menabrak seorang siswa SMA kan? Lalu dia menyuruhmu meminta maaf padamu.” Kata Sang


Hyun.


“Iya benar,


aku sudah meminta maaf padanya tapi dia sangat keterlaluan. Dia menyuruhku


berlutut didepan dia dan tema-temannya tentu saja aku tidak mau. Aku punya


harga diri bahkan aku tidak pernah berlutut dihadapan siapapun, apalagi dia


masih anak sekolah.” Kata Abel.


“Dia adalah

__ADS_1


anak pemilik gedung tempat kafe kita, dia tidak terima denganmu makanya dia


mengusir kita dan tidak akan menyewakan gedung itu untuk kafe kita. Sebelumnya


aku minta maaf kepadamu karena Jesi telah menamparmu. Aku dan Jesi meminjam


cukup banyak uang untuk membuka kafe ini karena biaya sewa gedung ini juga


sangat mahal.” Kata Sang Hyun.


“Astaga jahat


sekali anak itu, kenapa dia tega sekali.” Kata Abel.


“Dia memang


seperti itu karena orang tuanya yang sangat kaya raya dan berkuasa jadi dia


selalu seenaknya.” Kata Sang Hyun.


“Aku akan


menemuinya.” Kata Abel.


“Ini alamat


kantornya, kalau yang ini alamat rumahnya. Aku akan menemanimu.” Kata Sang


Hyun.


“Tidak perlu,


aku yang akan menemuinya karena aku yang harus bertanggungjawab karena


“Baiklah,


semoga ada kabar baik ya.” Kata Sang Hyun.


“Aku pergi


dulu, lebih baik pergilah temui Jesi.” Kata Abel.


Lalu Abel


menemui kantor pemilik gedung.


Setibanya disana.


“JK Group


Holding, aku penasaran seperti apa pemiliknya. Aku yakin pasti keluarganya


sangat sombong dan suka merendahkan orang lain.” Kata Abel dalam hati.


Abel masuk


kedalam kantor tersebut dan dia sangat terkejut melihat siapa pemilik gedung.


“Ji Yong-ssi.”


Kata Abel. (sebutan ssi di akhir nama seseorang menunjukkan rasa sopan /

__ADS_1


menunjukkan rasa hormat).


“Abel?” Tanya Ji


Yong.


“Jadi anda


pemilik gedung tempat saya bekerja?” Tanya Abel.


“Jadi kamu yang


menabrak anak saya? Kamu bekerja di kafe itu?” Tanya Ji Yong.


“Jadi anak itu


anak Ji Yong? Padahal ayahnya sangat baik dan ramah tapi anaknya seperti itu.


Aku benar-benar tidak menyangka.” Kata Abel dalam hati.


“Saya tidak


sengaja menabrak anak anda, saya bahkan telah meminta maaf pada anak anda tapi


anak anda menyuruh saya untuk berlutut di depannya dan teman-temannya. Apakah anda


tidak mengajari anak anda sopan santun kepada orang yang lebih tua darinya? Dia


bahkan membentak saya, apa yang saya lakukan tidaklah sebanding dengan bapak


tiba-tiba mengusir kami dan menutup kafe kami hanya karena masalah sepele.” Kata


Abel dengan beraninya.


“Saya tidak


mengusir dan menutup kafe itu, sepertinya ini ulah istri dan anak saya. Jangan salah


paham, saya tidak mengusir dan menutup kafe tempatmu bekerja.” Kata Ji Yong.


“Kalau begitu


tolong jangan mengusir kami apalagi sampai menutup kafe kami. Dengan tulus saya


meminta maaf pada anda dan anak anda.” Kata Abel sambil membungkuk meminta maaf


kepada Ji Yong.


“Maafkan saya


karena gagal menjadi orang tua yang buruk, jangan khawatir saya tidak akan


menutup kafe tempatmu bekerja.” Kata Ji Yong.


“Tapi tetap


saja pemilik kafe itu telah membenci saya dan mengusir saya bahkan dia tidak


ingin melihat saya lagi.” Kata Abel, lalu dia segera pergi. Namun Ji Yong


menahannya.

__ADS_1


“Tunggu


sebentar.” Kata Ji Yong menarik tangan Abel.


__ADS_2