
Abel segera
kembali ke kafe. Tiba-tiba Jesi menampar pipi Abel.
“Awwww apa
yang kamu lakukan?” Tanya Abel kaget.
“Jangan kasar
pada temanmu.” Kata Sang Hyun.
“Kamu tau
berapa banyak uang yang aku gunakan untuk membuka kafe ini hah? Gara-gara
ulahmu, kafe ini akan ditutup dan kita tidak diperbolehkan untuk menyewa gedung
ini. Ini semua gara-gara kamu.” Kata Jesi.
“Memangnya apa
masalahnya? Aku tidak melakukan apapun.” Kata Abel.
“Pergi kamu
dari sini, aku muak melihatmu.” Kata Jesi.
“Tolong
jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Abel.
“Ikutlah aku.”
Bisik Sang Hyun.
Kemudian Sang
Hyun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“Cepat
jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Abel kepada Sang Hyun.
“Tadi kamu
menabrak seorang siswa SMA kan? Lalu dia menyuruhmu meminta maaf padamu.” Kata Sang
Hyun.
“Iya benar,
aku sudah meminta maaf padanya tapi dia sangat keterlaluan. Dia menyuruhku
berlutut didepan dia dan tema-temannya tentu saja aku tidak mau. Aku punya
harga diri bahkan aku tidak pernah berlutut dihadapan siapapun, apalagi dia
masih anak sekolah.” Kata Abel.
“Dia adalah
__ADS_1
anak pemilik gedung tempat kafe kita, dia tidak terima denganmu makanya dia
mengusir kita dan tidak akan menyewakan gedung itu untuk kafe kita. Sebelumnya
aku minta maaf kepadamu karena Jesi telah menamparmu. Aku dan Jesi meminjam
cukup banyak uang untuk membuka kafe ini karena biaya sewa gedung ini juga
sangat mahal.” Kata Sang Hyun.
“Astaga jahat
sekali anak itu, kenapa dia tega sekali.” Kata Abel.
“Dia memang
seperti itu karena orang tuanya yang sangat kaya raya dan berkuasa jadi dia
selalu seenaknya.” Kata Sang Hyun.
“Aku akan
menemuinya.” Kata Abel.
“Ini alamat
kantornya, kalau yang ini alamat rumahnya. Aku akan menemanimu.” Kata Sang
Hyun.
“Tidak perlu,
aku yang akan menemuinya karena aku yang harus bertanggungjawab karena
“Baiklah,
semoga ada kabar baik ya.” Kata Sang Hyun.
“Aku pergi
dulu, lebih baik pergilah temui Jesi.” Kata Abel.
Lalu Abel
menemui kantor pemilik gedung.
Setibanya disana.
“JK Group
Holding, aku penasaran seperti apa pemiliknya. Aku yakin pasti keluarganya
sangat sombong dan suka merendahkan orang lain.” Kata Abel dalam hati.
Abel masuk
kedalam kantor tersebut dan dia sangat terkejut melihat siapa pemilik gedung.
“Ji Yong-ssi.”
Kata Abel. (sebutan ssi di akhir nama seseorang menunjukkan rasa sopan /
__ADS_1
menunjukkan rasa hormat).
“Abel?” Tanya Ji
Yong.
“Jadi anda
pemilik gedung tempat saya bekerja?” Tanya Abel.
“Jadi kamu yang
menabrak anak saya? Kamu bekerja di kafe itu?” Tanya Ji Yong.
“Jadi anak itu
anak Ji Yong? Padahal ayahnya sangat baik dan ramah tapi anaknya seperti itu.
Aku benar-benar tidak menyangka.” Kata Abel dalam hati.
“Saya tidak
sengaja menabrak anak anda, saya bahkan telah meminta maaf pada anak anda tapi
anak anda menyuruh saya untuk berlutut di depannya dan teman-temannya. Apakah anda
tidak mengajari anak anda sopan santun kepada orang yang lebih tua darinya? Dia
bahkan membentak saya, apa yang saya lakukan tidaklah sebanding dengan bapak
tiba-tiba mengusir kami dan menutup kafe kami hanya karena masalah sepele.” Kata
Abel dengan beraninya.
“Saya tidak
mengusir dan menutup kafe itu, sepertinya ini ulah istri dan anak saya. Jangan salah
paham, saya tidak mengusir dan menutup kafe tempatmu bekerja.” Kata Ji Yong.
“Kalau begitu
tolong jangan mengusir kami apalagi sampai menutup kafe kami. Dengan tulus saya
meminta maaf pada anda dan anak anda.” Kata Abel sambil membungkuk meminta maaf
kepada Ji Yong.
“Maafkan saya
karena gagal menjadi orang tua yang buruk, jangan khawatir saya tidak akan
menutup kafe tempatmu bekerja.” Kata Ji Yong.
“Tapi tetap
saja pemilik kafe itu telah membenci saya dan mengusir saya bahkan dia tidak
ingin melihat saya lagi.” Kata Abel, lalu dia segera pergi. Namun Ji Yong
menahannya.
__ADS_1
“Tunggu
sebentar.” Kata Ji Yong menarik tangan Abel.