Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 56


__ADS_3

Arabella tinggal


di hotel untuk sementara. Dia juga sedang mencari beberapa pekerjaan di


Singapore karena dia berencana tinggal disana dan memulai kehidupan barunya


disana. Lalu dia mulai mendaftar di beberapa perusahaan yang ada disana untuk melamar


pekerjaan agar setibanya disana dia sudah mendapat pekerjaan. Kemudian Arabella


menelfon Raffa.


“Hallo pa.” Kata


Arabella.


“Iya sayang,


kamu menginap di hotel mana? Biar papi pergi menemuimu.” Kata Raffa.


“Papi tidak


perlu tau aku menginap dimana,oh ya beri aku uang untuk tiket pesawatku ke


Singapore dan biaya hidupku selama disana secukupnya, aku akan bekerja disana


dan memulai kehidupanku disana, aku harap baik papi, mami dan kedua anak papi


tidak menanyakan kabarku apalagi menghampiriku ke Singapore. Karena aku ingin


hidup tenang disana.” Kata Arabella.


“Baiklah papi


akan menurutimu tapi ijinkan papi dan mami bertemu denganmu.” Kata Raffa.


“Aku tunggu


transferan dari papi secepatnya. Aku tunggu di kafe A nanti malam pukul 7.”


Kata Arabella lalu menutup telfonnya.


**


Raffa dan Kaira


menemui Arabella. Setibanya di kafe.


“Aku tidak bisa


terlalu lama menemui mami dan papi.” Kata Arabella.


“Sayang apakah


kamu yakin akan pergi ke Singapore?” Tanya Kaira.


“Tentu saja,

__ADS_1


keputusanku sudah sangat bulat. Jaga diri mami dan papi dengan baik dan jangan


mencoba menghampiriku ke Singapore.” Kata Arabella.


“Lalu apa


rencanamu selama tinggal disana?” Tanya Raffa.


“Aku akan


memulai kehidupan baru disana. Aku juga akan mencari kerja disana.” Kata


Arabella.


“Baiklah, kalau


begitu. Kalau ada apa-apa kabari papi dan mami.” Kata Raffa.


“AKu pergi dulu


kalau begitu.” Kata Arabella.


“Jangan pergi,


kita ini keluarga dan bukan orang asing.” Kata Kaira.


“Makanlah dulu,


papi dan mami ingin makan bersamamu.” Kata Raffa.


“Baiklah,


“Apakah kamu


benar-benar harus melakukan sampai sejauh itu? Mami tidak ingin jauh darimu


sayang.” Kata Kaira.


“Tapi anak mami


yang membuat kita jadi seperti ini, aku sadar diri kok dan aku memilih untuk


mengalah dengan memulai hidup baru di luar negeri.” Kata Arabella.


“Maafkan mami


sayang.” Kata Kaira.


“Jangan meminta


maaf padaku, aku akan memakan makanannya.” Kata Arabella.


“Selamat makan.”


Kata Raffa.


“Makanlah yang

__ADS_1


banyak, selama kamu tinggal di Singapore jaga dirimu dengan baik dan jangan


sampai telat makan.” Kata Kaira.


“Aku bisa


mengurus hidupku sendiri, lebih baik mami lebih perhatikan Feya saja. Apakah


dia tidak pernah bilang pada mami kalau dia dulu pernah ada masalah di sekolah


dan dipangil ke ruang BK? Tentu saja mami tidak tau karena bunda yang


membereskannya.” Kata Arabella.


“Apa? Kenapa


Feya tidak bilang padaku.” Kata Kaira.


“Jadi lebih baik


sekarang mami dan papi lebih perhatikan Feya saja karena aku bisa mengurus


hidupku sendiri. Mungkin karena aku dibesarkan di panti asuhan jadi memiliki


survive yang tinggi juga serta tahan banting. Terima kasih papi karena telah


menitipkanku di panti asuhan. Aku pergi dulu, terima kasih.” Kata Arabella lalu


dia pergi.


“Sayang, jangan


pergi. Makan dulu makananmu.” Panggil Kaira.


“Sudah biarkan


dulu, dia masih emosi dan butuh waktu sendiri. Aku akan menemuinya di bandara


ketika dia akan pergi ke Singapore.” Kata Raffa menenangkan istrinya.


“Iya mas, tapi


aku tidak tega melihat dia pergi dan hidup sendiri disana. Kenapa keluarga kita


selalu ditimpa banyak cobaan seperti ini.” kata Kaira.


“Inilah ujian


dalam rumah tangga kita. Kita harus tetap bersyukur karena anak-anak kita masih


diberikan kesehatan. Pokoknya ini demi yang terbaik untuk anak-anak, meskipun


Arabella jauh disana tapi kita tetap bisa menelfonnya kan. Anggap saja dia


hidup bahagia disana, kamu harus tenang.” Kata Raffa.


“Baiklah mas,

__ADS_1


aku tidak nafsu makan, lebih baik kita pulang saja.” Kata Kaira.


__ADS_2