
Arabella tinggal
di hotel untuk sementara. Dia juga sedang mencari beberapa pekerjaan di
Singapore karena dia berencana tinggal disana dan memulai kehidupan barunya
disana. Lalu dia mulai mendaftar di beberapa perusahaan yang ada disana untuk melamar
pekerjaan agar setibanya disana dia sudah mendapat pekerjaan. Kemudian Arabella
menelfon Raffa.
“Hallo pa.” Kata
Arabella.
“Iya sayang,
kamu menginap di hotel mana? Biar papi pergi menemuimu.” Kata Raffa.
“Papi tidak
perlu tau aku menginap dimana,oh ya beri aku uang untuk tiket pesawatku ke
Singapore dan biaya hidupku selama disana secukupnya, aku akan bekerja disana
dan memulai kehidupanku disana, aku harap baik papi, mami dan kedua anak papi
tidak menanyakan kabarku apalagi menghampiriku ke Singapore. Karena aku ingin
hidup tenang disana.” Kata Arabella.
“Baiklah papi
akan menurutimu tapi ijinkan papi dan mami bertemu denganmu.” Kata Raffa.
“Aku tunggu
transferan dari papi secepatnya. Aku tunggu di kafe A nanti malam pukul 7.”
Kata Arabella lalu menutup telfonnya.
**
Raffa dan Kaira
menemui Arabella. Setibanya di kafe.
“Aku tidak bisa
terlalu lama menemui mami dan papi.” Kata Arabella.
“Sayang apakah
kamu yakin akan pergi ke Singapore?” Tanya Kaira.
“Tentu saja,
__ADS_1
keputusanku sudah sangat bulat. Jaga diri mami dan papi dengan baik dan jangan
mencoba menghampiriku ke Singapore.” Kata Arabella.
“Lalu apa
rencanamu selama tinggal disana?” Tanya Raffa.
“Aku akan
memulai kehidupan baru disana. Aku juga akan mencari kerja disana.” Kata
Arabella.
“Baiklah, kalau
begitu. Kalau ada apa-apa kabari papi dan mami.” Kata Raffa.
“AKu pergi dulu
kalau begitu.” Kata Arabella.
“Jangan pergi,
kita ini keluarga dan bukan orang asing.” Kata Kaira.
“Makanlah dulu,
papi dan mami ingin makan bersamamu.” Kata Raffa.
“Baiklah,
“Apakah kamu
benar-benar harus melakukan sampai sejauh itu? Mami tidak ingin jauh darimu
sayang.” Kata Kaira.
“Tapi anak mami
yang membuat kita jadi seperti ini, aku sadar diri kok dan aku memilih untuk
mengalah dengan memulai hidup baru di luar negeri.” Kata Arabella.
“Maafkan mami
sayang.” Kata Kaira.
“Jangan meminta
maaf padaku, aku akan memakan makanannya.” Kata Arabella.
“Selamat makan.”
Kata Raffa.
“Makanlah yang
__ADS_1
banyak, selama kamu tinggal di Singapore jaga dirimu dengan baik dan jangan
sampai telat makan.” Kata Kaira.
“Aku bisa
mengurus hidupku sendiri, lebih baik mami lebih perhatikan Feya saja. Apakah
dia tidak pernah bilang pada mami kalau dia dulu pernah ada masalah di sekolah
dan dipangil ke ruang BK? Tentu saja mami tidak tau karena bunda yang
membereskannya.” Kata Arabella.
“Apa? Kenapa
Feya tidak bilang padaku.” Kata Kaira.
“Jadi lebih baik
sekarang mami dan papi lebih perhatikan Feya saja karena aku bisa mengurus
hidupku sendiri. Mungkin karena aku dibesarkan di panti asuhan jadi memiliki
survive yang tinggi juga serta tahan banting. Terima kasih papi karena telah
menitipkanku di panti asuhan. Aku pergi dulu, terima kasih.” Kata Arabella lalu
dia pergi.
“Sayang, jangan
pergi. Makan dulu makananmu.” Panggil Kaira.
“Sudah biarkan
dulu, dia masih emosi dan butuh waktu sendiri. Aku akan menemuinya di bandara
ketika dia akan pergi ke Singapore.” Kata Raffa menenangkan istrinya.
“Iya mas, tapi
aku tidak tega melihat dia pergi dan hidup sendiri disana. Kenapa keluarga kita
selalu ditimpa banyak cobaan seperti ini.” kata Kaira.
“Inilah ujian
dalam rumah tangga kita. Kita harus tetap bersyukur karena anak-anak kita masih
diberikan kesehatan. Pokoknya ini demi yang terbaik untuk anak-anak, meskipun
Arabella jauh disana tapi kita tetap bisa menelfonnya kan. Anggap saja dia
hidup bahagia disana, kamu harus tenang.” Kata Raffa.
“Baiklah mas,
__ADS_1
aku tidak nafsu makan, lebih baik kita pulang saja.” Kata Kaira.