
Sesampainya di rumah makan.
“Aku pesan yang sama denganmu saja.” Kata Raffa.
“Baiklah, katanya disuruh nunggu
10 menitan karena sedang banyak pelanggan.” Jawab Kaira.
“Iya tidak masalah. Oh ya mulai
sekarang kau belajar bahasa jepang ya atau apa kau mau kursus bahasa jepang?”
Tanya Raffa.
“Aku mau kau yang jadi guruku.” Jawab Kaira sambil tersenyum malu-malu.
“Hahaha yang ada aku makin nggak
bisa fokus mengajarimu sayang.” Jawab Raffa.
“Ya itulah tantangannya mas. Kau
harus mengajariku sampai aku benar-benar lancar dan fasih berbahasa jepang ya.”
Kata Kaira.
“Hahah aku akan berusaha semaksimal mungkin ya tapi.” Kata Raffa.
“Tapi kenapa?” Tanya Kaira.
“Tidak gratis ya.” Kata Raffa.
“Kau mau aku bayar berapa memangnya?” Tanya Kaira.
“Aku tidak butuh uangmu kok.” Jawab Raffa.
“Lalu mau dibayar dengan apa dong
kalau bukan dengan uang?” Tanya Kaira.
“Dengan senyuman, ciuman, pelukan
dan juga yak au tau sendiri lah apa mauku.” Jawab Raffa sambil tersenyum nakal.
“Dasar pikiranmu selalu saja
tertuju pada hal itu, lupakan kalau begitu. Lebih baik aku kursus saja kalau
begitu.” Jawab Kaira dengan kesal.
“Hahahaha aku tidak akan
mengijinkanmu. Ayolah baiklah aku tidak meminta yang itu tapi bagaimana jika
one day one kiss?” Tanya Raffa.
“Tidak mau.” Jawab Kaira dengan tegas.
“Bagaimana jika aku mengajarimu tapi
kau harus dipangkuanku? Ini tawaran yang cukup bagus kan?” Tanya Raffa.
“No way, lupakan.” Jawab Kaira
dengan wajah cemberut. Lalu Raffa mengelus pipinya dan berkata “Jangan cemberut
dong, iya iya aku akan ajari kau sampai bisa kok.”
“Tanpa kiss dan sebagainya.” Pinta Kaira.
“Ya boleh lah sekali-kali sayang.
Lagipula waktu itu sepertinya kau” Raffa belum selesai bicara tiba-tiba pesanan
mereka datang.
“Dasar perusak suasana saja.” Gerutu Raffa karena kesal.
“Makan dulu mas.” Kata Kaira.
“Iya, abisin semua.” Kata Raffa.
“Porsi disini banyak mas, nanti kalau aku tidak habis, kau yang habiskan ya.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Kebiasaan, yauda biarkan aja
kenapa juga aku harus menghabiskannya.” Kata Raffa.
“Mubadzir tau, sayang kalau dibuang. Gimana sih.” Gerutu Kaira.
“Hmmm iya iya mulai bawelnya deh.” Kata Raffa dengan lirih.
“Siapa yang bawel? Aku?” Tanya Kaira.
“Bukan, aku yang bawel. Puas?” Kata Raffa yang membuat Kaira tertawa.
Setelah selesai makan, mereka
berdua pergi ke fashion store untuk membeli baju.
“Mas kau mengajakku kesini untuk
apa? Kau mau belikan aku apa?” Tanya Kaira dengan kegirangan.
“Kau pilih sesukamu deh, nanti
kalau aku yang memilihkan takutnya kau tidak suka dan ngga mau memakainya.”
Kata Raffa.
“Ah kamu bisa aja deh. Aku ingin
dress mas, boleh tidak?” Tanya Kaira.
“Boleh lah. Kau mau yang mana,
terserah deh mau beli yang mana asalkan kau suka.” Kata Raffa.
“Makasih ya. Sepertinya ini
pertama kalinya deh kita ke mall bersama. Dulu saat kita masih suami istri kau
mana pernah mengajakku ke mall.” Gerutu Kaira.
“Hahaha maafkan aku, sebentar
lagi kita juga akan menjadi sepasang suami istri kan.” Jawab Raffa.
kabar ke mama papaku, mereka sangat gembira sekali dan mereka juga bersedia
untuk datang kesini mas.” Kata Kaira.
“Syukurlah kalau begitu. Nanti
biar Renata yang memesankan tiket pesawat ke Jepang. Hanya kedua orang tuamu
saja yang ingin kau undang?” Tanya Raffa.
“Memangnya aku boleh mengundang orang lain lagi?” Tanya balik Kaira.
“Boleh tapi jangan terlalu banyak.” Jawab Raffa.
“Kalau begitu aku mengundang dua
orang temanku ya, dia sahabatku. Bolehkan?” Tanya Kaira.
“Iya boleh.” Jawab Raffa.
“Makasih sayang.” Kata Kaira kegirangan.
“Kiss dulu dong kalau gitu, kalau
hanya terimakasih doang ya.” Kata Raffa. Tiba-tiba Kaira berjinjit dan mencium
pipi Raffa dengan malu-malu. Kemudian dia langsung berlari menuju both fashion
wanita.
“Hei tunggu, kenapa hanya di pipi saja sih sayang?” Goda Raffa.
“Masih mending aku melakukannya
daripada tidak sama sekali. Huuuh dasar selalu minta lebih.” Gerutu Kaira yang
membuat Raffa semakin ingin menggoda Kaira.
“Mas aku mau baju yang ini ya.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Coba dulu aja takutnya nanti kebesaran atau kekecilan.” Kata Raffa.
“Ok, aku akan coba dulu ya.” Jawab Kaira.
Setelah selesai mencoba, Kaira menunjukkannya kepada Raffa.
“Mas bagaimana bagus tidak?” Tanya Kaira.
“Wah gila kau cantik sekali pakai
dress ini. Tapi apa tidak terlalu pendek, kalau hanya kau pakai didepanku saja
sih tidak masalah. Yang jadi masalah itu jika kau pakai dress itu ditempat
umum, bisa-bisa para lelaki melototimu karena kau terlalu sexy kalau pakai
dress itu.” Kata Raffa.
“Tidak kok mas, kan panjangnya sampai lutut. Boleh yaaah.” Pinta Kaira.
“Tidak tidak, coba cari yang ada lengannya bahaya tau.” Kata Raffa.
“Hmmm iya deh.” Jawab Kaira.
“Mas bagaimana jika yang ini saja? ini ka nada lengannya, aku coba dulu ya.” Kata Kaira.
Setelah itu,
“Bagaimana mas?” Tanya Kaira.
“Lengan panjang sih tapi lihat belahannya dong hampir saja pantatmu terlihat. Tidak tidak aku tidak suka. Cari
yang lain lagi deh.” Kata Raffa.
“Hmmm iya deh.” Tanya Kaira.
Hampir dua jam lebih mereka memilih baju yang pas namun belum juga menemukan yang sesuai.
“Lama-lama aku capek juga mas.
Karena kau selalu tidak menyukai pilihanku.” Gerutu Kaira.
“Coba cari lagi di sebelah sana.” Ajak Raffa.
“Mas coba lihat deh, baju ini
lengannya panjang, tanpa ada belahan juga, gimana boleh tidak?” Tanya Kaira.
“Kau coba dulu sana.” Kata Raffa.
Setelah mencoba,
“Mas lihatlah bagaimana menurutmu?” Tanya Kaira.
“Ok aku suka, yauda yang ini saja.” Kata Raffa.
“Huuuhh akhirnya dapat juga.
Nyari satu baju saja ribet banget, uda capek pakai wedges lagi kakiku bengkak
lama-lama ini.” Gerutu Kaira.
“Lepas sepatumu. Pakai ini saja.”
Kata Raffa sambil memasangkan flat shoes ke kaki Kaira. Kaira kaget melihat
tingkah Raffa yang semakin perhatian kepadanya.
“Pas kok mas dengan kakiku. Warnanya soft aku suka sekali.” Jawab Kaira.
“Yauda nanti setelah bayar kau langsung pakai saja.” Perintah Raffa.
“Baik sayang, terimakasih banyak ya.” Kata Raffa sambil memeluk erat Raffa.
“Sama-sama, maafkan aku ya karena
baru sekarang aku memperhatikan dan membahagiakanmu bahkan sangat terlambat
untuk mencintaimu.” Kata Raffa.
“Sudahlah, tidak ada kata
terlambat untuk memulai suatu hubungan yang serius. Kita langsung pulang saja
__ADS_1
yuk.” Pinta Kaira.