Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 94


__ADS_3

Sesampainya di rumah makan.


“Aku pesan yang sama denganmu saja.” Kata Raffa.


“Baiklah, katanya disuruh nunggu


10 menitan karena sedang banyak pelanggan.” Jawab Kaira.


“Iya tidak masalah. Oh ya mulai


sekarang kau belajar bahasa jepang ya atau apa kau mau kursus bahasa jepang?”


Tanya Raffa.


“Aku mau kau yang jadi guruku.” Jawab Kaira sambil tersenyum malu-malu.


“Hahaha yang ada aku makin nggak


bisa fokus mengajarimu sayang.” Jawab Raffa.


“Ya itulah tantangannya mas. Kau


harus mengajariku sampai aku benar-benar lancar dan fasih berbahasa jepang ya.”


Kata Kaira.


“Hahah aku akan berusaha semaksimal mungkin ya tapi.” Kata Raffa.


“Tapi kenapa?” Tanya Kaira.


“Tidak gratis ya.” Kata Raffa.


“Kau mau aku bayar berapa memangnya?” Tanya Kaira.


“Aku tidak butuh uangmu kok.” Jawab Raffa.


“Lalu mau dibayar dengan apa dong


kalau bukan dengan uang?” Tanya Kaira.


“Dengan senyuman, ciuman, pelukan


dan juga yak au tau sendiri lah apa mauku.” Jawab Raffa sambil tersenyum nakal.


“Dasar pikiranmu selalu saja


tertuju pada hal itu, lupakan kalau begitu. Lebih baik aku kursus saja kalau


begitu.” Jawab Kaira dengan kesal.


“Hahahaha aku tidak akan


mengijinkanmu. Ayolah baiklah aku tidak meminta yang itu tapi bagaimana jika


one day one kiss?” Tanya Raffa.


“Tidak mau.” Jawab Kaira dengan tegas.


“Bagaimana jika aku mengajarimu tapi


kau harus dipangkuanku? Ini tawaran yang cukup bagus kan?” Tanya Raffa.


“No way, lupakan.” Jawab Kaira


dengan wajah cemberut. Lalu Raffa mengelus pipinya dan berkata “Jangan cemberut


dong, iya iya aku akan ajari kau sampai bisa kok.”


“Tanpa kiss dan sebagainya.” Pinta Kaira.


“Ya boleh lah sekali-kali sayang.


Lagipula waktu itu sepertinya kau” Raffa belum selesai bicara tiba-tiba pesanan


mereka datang.


“Dasar perusak suasana saja.” Gerutu Raffa karena kesal.


“Makan dulu mas.” Kata Kaira.


“Iya, abisin semua.” Kata Raffa.


“Porsi disini banyak mas, nanti kalau aku tidak habis, kau yang habiskan ya.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Kebiasaan, yauda biarkan aja


kenapa juga aku harus menghabiskannya.” Kata Raffa.


“Mubadzir tau, sayang kalau dibuang. Gimana sih.” Gerutu Kaira.


“Hmmm iya iya mulai bawelnya deh.” Kata Raffa dengan lirih.


“Siapa yang bawel? Aku?” Tanya Kaira.


“Bukan, aku yang bawel. Puas?” Kata Raffa yang membuat Kaira tertawa.


Setelah selesai makan, mereka


berdua pergi ke fashion store untuk membeli baju.


“Mas kau mengajakku kesini untuk


apa? Kau mau belikan aku apa?” Tanya Kaira dengan kegirangan.


“Kau pilih sesukamu deh, nanti


kalau aku yang memilihkan takutnya kau tidak suka dan ngga mau memakainya.”


Kata Raffa.


“Ah kamu bisa aja deh. Aku ingin


dress mas, boleh tidak?” Tanya Kaira.


“Boleh lah. Kau mau yang mana,


terserah deh mau beli yang mana asalkan kau suka.” Kata Raffa.


“Makasih ya. Sepertinya ini


pertama kalinya deh kita ke mall bersama. Dulu saat kita masih suami istri kau


mana pernah mengajakku ke mall.” Gerutu Kaira.


“Hahaha maafkan aku, sebentar


lagi kita juga akan menjadi sepasang suami istri kan.” Jawab Raffa.


kabar ke mama papaku, mereka sangat gembira sekali dan mereka juga bersedia


untuk datang kesini mas.” Kata Kaira.


“Syukurlah kalau begitu. Nanti


biar Renata yang memesankan tiket pesawat ke Jepang. Hanya kedua orang tuamu


saja yang ingin kau undang?” Tanya Raffa.


“Memangnya aku boleh mengundang orang lain lagi?” Tanya balik Kaira.


“Boleh tapi jangan terlalu banyak.” Jawab Raffa.


“Kalau begitu aku mengundang dua


orang temanku ya, dia sahabatku. Bolehkan?” Tanya Kaira.


“Iya boleh.” Jawab Raffa.


“Makasih sayang.” Kata Kaira kegirangan.


“Kiss dulu dong kalau gitu, kalau


hanya terimakasih doang ya.” Kata Raffa. Tiba-tiba Kaira berjinjit dan mencium


pipi Raffa dengan malu-malu. Kemudian dia langsung berlari menuju both fashion


wanita.


“Hei tunggu, kenapa hanya di pipi saja sih sayang?” Goda Raffa.


“Masih mending aku melakukannya


daripada tidak sama sekali. Huuuh dasar selalu minta lebih.” Gerutu Kaira yang


membuat Raffa semakin ingin menggoda Kaira.


“Mas aku mau baju yang ini ya.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Coba dulu aja takutnya nanti kebesaran atau kekecilan.” Kata Raffa.


“Ok, aku akan coba dulu ya.” Jawab Kaira.


Setelah selesai mencoba, Kaira menunjukkannya kepada Raffa.


“Mas bagaimana bagus tidak?” Tanya Kaira.


“Wah gila kau cantik sekali pakai


dress ini. Tapi apa tidak terlalu pendek, kalau hanya kau pakai didepanku saja


sih tidak masalah. Yang jadi masalah itu jika kau pakai dress itu ditempat


umum, bisa-bisa para lelaki melototimu karena kau terlalu sexy kalau pakai


dress itu.” Kata Raffa.


“Tidak kok mas, kan panjangnya sampai lutut. Boleh yaaah.” Pinta Kaira.


“Tidak tidak, coba cari yang ada lengannya bahaya tau.” Kata Raffa.


“Hmmm iya deh.” Jawab Kaira.


“Mas bagaimana jika yang ini saja? ini ka nada lengannya, aku coba dulu ya.” Kata Kaira.


Setelah itu,


“Bagaimana mas?” Tanya Kaira.


“Lengan panjang sih tapi lihat belahannya dong hampir saja pantatmu terlihat. Tidak tidak aku tidak suka. Cari


yang lain lagi deh.” Kata Raffa.


“Hmmm iya deh.” Tanya Kaira.


Hampir dua jam lebih mereka memilih baju yang pas namun belum juga menemukan yang sesuai.


“Lama-lama aku capek juga mas.


Karena kau selalu tidak menyukai pilihanku.” Gerutu Kaira.


“Coba cari lagi di sebelah sana.” Ajak Raffa.


“Mas coba lihat deh, baju ini


lengannya panjang, tanpa ada belahan juga, gimana boleh tidak?” Tanya Kaira.


“Kau coba dulu sana.” Kata Raffa.


Setelah mencoba,


“Mas lihatlah bagaimana menurutmu?” Tanya Kaira.


“Ok aku suka, yauda yang ini saja.” Kata Raffa.


“Huuuhh akhirnya dapat juga.


Nyari satu baju saja ribet banget, uda capek pakai wedges lagi kakiku bengkak


lama-lama ini.” Gerutu Kaira.


“Lepas sepatumu. Pakai ini saja.”


Kata Raffa sambil memasangkan flat shoes ke kaki Kaira. Kaira kaget melihat


tingkah Raffa yang semakin perhatian kepadanya.


“Pas kok mas dengan kakiku. Warnanya soft aku suka sekali.” Jawab Kaira.


“Yauda nanti setelah bayar kau langsung pakai saja.” Perintah Raffa.


“Baik sayang, terimakasih banyak ya.” Kata Raffa sambil memeluk erat Raffa.


“Sama-sama, maafkan aku ya karena


baru sekarang aku memperhatikan dan membahagiakanmu bahkan sangat terlambat


untuk mencintaimu.” Kata Raffa.


“Sudahlah, tidak ada kata


terlambat untuk memulai suatu hubungan yang serius. Kita langsung pulang saja

__ADS_1


yuk.” Pinta Kaira.


__ADS_2