
Ji Yong dan
keluarganya pergi ke pantai dan berencana untuk menyelam.
“Mas, maafkan
aku karena semalam aku tertidur. Rencana kita jadi gagal.” Kata Abel.
“Sudahlah,
kita masih memiliki banyak waktu berdua bersama kan. Semalam Seok Kyung
merawatmu dengan baik.” Kata Ji Yong.
“Benarkah?
Sepertinya dia mulai bisa menerimaku mas.” Kata Abel.
“Baguslah
kalau begitu, aku senang melihat kalian semua akur.” Kata Ji Yong.
“Iya mas.”
Kata Abel.
“Ayo kita naik
kapal, nanti kita menyelam di tengah laut. Pemandangan dibawah laut sangat
bagus di pulau ini.” Ajak Ji Yong.
“Tapi aku
takut mas, bagaimana ini?” Kata Abel.
“Ada aku yang
selalu melindungimu.” Kata Ji Yong.
“Terima kasih
sayang, aku sangat lega mendengarnya.” Kata Abel.
Setibanya di
tengah laut, Ji Yong, Seok Kyung dan Ha Joon telah memakai perlengkapan
menyelam.
“Kamu tidak
ikut menyelam?” Tanya Ji Yong.
“Kalian
bertiga saja yang turun untuk menyelam, aku di kapal saja mas.” Kata Abel.
“Ayolah ikut
juga, kita menyelam bersama-sama.” Rayu Ji Yong.
“Ikutlah
bersama kita.” Kata Seok Kyung.
“Ma ayo cepat
bergabunglah bersama kami.” Teriak Ha Joon.
“Cepat ganti
pakaianmu, aku tunggu secepatnya ya.” Kata Ji Yong.
“Baiklah,
tunggu sebentar aku mau bersiap-siap dulu.” Kata Abel.
Beberapa menit
kemudian, Abel sudah siap dengan perlengkapannya untuk menyelam.
“Jangan takut
dan lemaskan tubuhmu.” Bisik Ji Yong.
“Pegang
tanganku selalu ya.” Kata Abel.
“Iya sayang.”
Bisik Ji Yong.
Akhirnya
mereka semua menyelam. Ji Yong menggandeng tangan Abel dan Ha Joon. Mereka
menyelam sampai dalam dan tak lupa mendokumentasinya. Namun tiba-tiba, Abel
merasa ada yang aneh dengannya, dia kesulitan bernafas. Abel berusaha meminta
bantuan kepada suami dan anaknya dengan menggelengkan kepalanya namun suaminya
tidak mengerti maksud kode istrinya hingga akhirnya Abel pingsan. Akhirnya Ji
Yong secepatnya membawa istrinya ke atas.
“Cepat tolong
istriku.” Kata Ji Yong.
Lalu mereka
segera memberikan pertolongan pertama.
“Apa yang terjadi?
Kenapa dia bisa pingsan?” Teriak Ji Yong.
Kemudian semua
tim scuba diving membantu memberikan
pertolongan pertama kepada Abel.
“Maafkan kami
tuan, ternyata tabung oksigen yang dipakai nyonya mengalami kebocoran. Maafkan
kamu tuan karena lalai.” Kata si A.
Tanpa
berkata-kata, Ji Yong segera menceburkan si A ke laut.
Setibanya di
darat, Ji Yong segera membawa istrinya ke rumah sakit terdekat.
“Kamu tidak
apa-apa kan? Ini untukmu.” Kata Seok Kyung kepada si A sambil memberikan uang
kepadanya.
“Saya baik-baik
saja, tapi saya khawatir dengan kondisi nyonya.” Bisik si A.
“Biarkan saja,
dia pantas mendapatkannya. Aku pergi dulu.” Bisik Seok Kyung.
“Baik nona.”
Kata si A.
Kemudian Seok
Kyung dan Ha Joon pergi menyusul ke rumah sakit.
“Bagaimana
kondisi mama Abel?” Tanya Seok Kyung.
“Dia masih
belum sadar, aku harus member mereka pelajaran karena mengakibatkan Abel celaka
seperti ini.” Kata Ji Yong.
“Jangan
khawatir pa, aku sudah melaporkannya kok pa dan ijin diving nya akan dicabut.
Lebih baik papa disini saja menjaga mama Abel, aku dan Ha Joon akan kembali ke
Seoul.” Kata Seok Kyung.
“Terima kasih
sayang, biar sekretaris Cho yang mengantar kalian pulang.” Kata Ji Yong.
“Iya pa, jaga
diri papa dengan baik ya.” Kata Seok Kyung.
**
Sekretaris Cho
mengantar Seok Kyung dan Ha Joon kembali ke Seoul.
“Pak belikan
__ADS_1
minum untukku dan Ha Joon.” Kata Seok Kyung.
“Baik nona,
tunggu sebentar.” Kata sekretaris Cho.
Kemudian
sekretaris Cho pergi membelikan Seok Kyung minum sedangkan Seok Kyung dan Ha
Joon menunggunya didalam mobil.
“Kak kenapa
mama Abel bisa pingsan?” Tanya Ha Joon.
“Tabung
oksigennya bocor.” Kata Seok Kyung.
“Apa? Kok bisa
kak? Apakah itu di sengaja?” Tanya Ha Joon.
“Menurut kamu?
Bukankah kamu ingin menyingkirkan mama Abel? Ingat ya ibu kita hanya satu yaitu
mama Soo Ah, dan Abel tidak pantas menjadi ibu kita. Memangnya kamu suka jika
anak pembunuh sepertinya menjadi ibu kita?” Tanya Seok Kyung.
“Aku tidak mau
dia menjadi ibuku.” Kata Ha Joon.
“Bagus, aku
hanya punya kamu dan papa di rumah itu.” Kata Seok Kyung.
“Aku hanya
punya kakak dan papa.” Kata Ha Joon.
“Kita harus
berpura-pura baik dengannya, dengan begitu kita bisa dengan mudah menyingkirkan
si Abel dari rumah kita.” Kata Seok Kyung.
“Bagaimana
kakak bisa membuat mama Abel celaka seperti tadi?” Tanya Ha Joon.
“Aku juga
tidak tau kenapa aku bisa melakukannya, tutup mulutmu. Tidak boleh ada yang
mengetahuinya kecuali kita berdua.” Kata Seok Kyung.
**
Satu minggu
kemudian, Abel sudah kembali pulang ke rumah dengan kondisi yang sehat.
“Sayang, besok
lusa aku akan pergi ke Dubai selama dua minggu.” Kata Ji Yong.
“Apa? Kenapa
sangat mendadak? Kenapa kamu baru saja bilang padaku?” Gerutu Abel.
“Seorang
pebisnis yang ingin sukses harus siap kapanpun sayang, jangan khawatir lagipula
ada anak-anak dan pembantu juga dirumah ini, jadi kamu tidak akan kesepian.”
Kata Ji Yong.
“Kamu pergi
dengan siapa?” Tanya Abel.
“Aku pergi
dengan sekretaris Kim.” Kata Ji Yong.
“Kenapa tidak
dengan sekretaris Cho?” Tanya Abel.
“Dia akan
menjagamu dan mengurus semua yang kamu butuhkan, jika butuh sesuatu kamu bisa
meminta bantuan padanya.” Kata Ji Yong.
Kata Abel.
**
Setelah Ji
Yong pergi ke Dubai, Abel sering pergi ke sekolah untuk sekedar menghadiri
rapat atau keperluan yang lainnya.
“Pak Cho hari
ini antarkan saya ke toko roti ya.” Kata Abel.
“Baik nyonya.”
Kata sekretaris Cho.
“Pak, suami
saya menelfon bapak tidak? Seharian dia tidak menelfonku, aku sangat khawatir.”
Kata Abel.
“Dia pasti
baik-baik saja.” Kata sekretaris Cho.
“Semoga saja,
memangnya dia ada urusan apa sih ke Dubai? Aku tanya padanya tapi dia bilang
sangat penting.” Kata Abel.
“Apakah nyonya
mempercayai tuan sepenuhnya?” Tanya sekretaris Cho.
“Tentu saja
saya mempercayai suami saya.” Kata Abel.
“Jangan
terlalu mempercayai semua ucapan suami nyonya.” Kata sekretaris Cho.
“Kenapa kamu
bicara seperti itu? Bagaimanapun juga dia kan tuanmu? Berapa lama kamu bekerja
dengannya?” Tanya Abel.
“Sejak tuan
menikah dengan nyonya Soo Ah, saya telah menjadi anjingnya. Dia tidak
memperlakukan saya layaknya manusia tapi seperti binatang. Tuan memiliki dua
kepribadian, sebaiknya nyonya berhati-hati dengannya. Nyonya tidak akan bisa
lepas darinya meskipun nyonya mengetahui bagaimana aslinya tuan.” Kata
sekretaris Cho.
“Jangan bicara
sembarangan, dia sangat menyayangi keluarganya apalagi kedua anaknya.” Kata
Abel.
“Apa yang
dikatakan oleh tuan belum sepenuhnya benar. Menurut nyonya kenapa tuan
tiba-tiba menikahi nyonya?” Tanya sekretaris Cho.
“Karena dia
mencintai saya, dia bahkan mempercayakan saya menjadi direktur di sekolah dan
rumah sakit. Dia sangat berarti bagi saya. Lagipula saya tidak cantik juga
bukan berasal dari keluarga kaya raya.” Kata Abel.
“Dia menikahi
nyonya karena ingin memanfaatkan kepolosan dan kebaikan nyonya saja, wanita
yang dia cintai adalah cinta pertamanya dan ibu kandung Ha Joon.” Kata
sekretaris Cho.
“Apa? Lalu Soo
Ah? Tapi bukankah kedua wanita itu telah meninggal dunia jadi tentu saja hanya
__ADS_1
aku yang dia cintai saat ini.” Kata Abel.
“Nyonya jangan
terlalu percaya dengannya, tuan bahkan masih sering menemui cinta pertamanya.
Apa yang nyonya tau tentang ibu kandung Ha Joon?” Tanya sekretaris Cho.
“Ibu kandung
Ha Joon meninggal karena dibunuh oleh Soo Ah, itu yang dikatakan oleh suamiku.”
Kata Abel.
“Sebenarnya
tuan yang membunuh ibu kandung Ha Joon karena dia mengkhianati tuan, namun tuan
menjebak nyonya Soo Ah seolah-olah dialah pembunuhnya, tapi nyonya Soo Ah
mengancam tuan akan mengatakan pada ayah tuan kalau Ha Joon adalah anak kandung
tuan dengan wanita lain.” Kata sekretaris Cho.
“Apa? Tidak
mungkin. Memangnya ibu kandung Ha Joon mengkhianati apa?” Tanya Abel syok.
“Sesaat
setelah ibu kandung Ha Joon melahirkan dan Ha Joon dibawa ke rumah, ibu kandung
Ha Joon berusaha kabur ke luar negeri dan akan menikah dengan seorang laki-laki
pilihan orang tuanya, karena tuan tidak terima akhirnya tuan membunuhnya.” Kata
sekretaris Cho.
“Apa? Tega
sekali dia, lalu bagaimana dengan Soo Ah.” Kata Abel.
“Karena nyonya
Soo Ah selalu menuruti semua kemauan tuan sehingga tuan membiarkannya tinggal
di apartemen mewah itu, bahkan tuan tidak melarang nyonya Soo Ah untuk bertemu
dengan anak-anak. Nyonya lihat sendiri kan saat nyonya berusaha melaporkan dan
menghukum Seok Kyung karena kasus pembulian itu, tuan terlihat sangat marah dan
kesal dengan nyonya. Ya itu semua karena ajaran tuan kepada anak-anaknya, tuan
selalu mengajarkan bahwa uang dan kekuasaan adalah segalanya.” Kata sekretaris
Cho.
“Apa? Tapi Ji
Yong sangat menyayangi Seok Kyung padahal dia bukanlah anak kandungnya.” Kata
Abel.
“Mana mungkin
tuan membiarkan anak orang lain tinggal dirumah itu.” Kata sekretaris Cho.
“Jadi Seok
Kyung adalah anak kandung Ji Yong?” Tanya Abel.
“Tentu saja,
dia anak kandung tuan dengan cinta pertamanya. Saat itu anak nyonya Soo Ah
dengan mantan kekasihnya meninggal dunia lalu dia menukarnya dengan anak
kandungnya dengan cinta pertamanya.” Kata sekretaris Cho.
“Kenapa dia
melakukan itu? Bisa saja Ji Yong menikahi cinta pertamanya dan membesarkan Seok
Kyung bersama-sama.” Kata Abel.
“Ayah tuan
tidak menyetujui hubungan tuan dengan cinta pertama tuan atau ibu kandung Seok
Kyung. Lagipula ibu kandung Seok Kyung tidak keberatan asalkan setiap saat
mereka bisa saling bertemu. Tuan bahkan telah memberikan banyak aset berharga
pada ibu kandung Seok Kyung. Sampai saat ini nyonya Soo Ah tidak tau jika Seok
Kyung bukanlah anak kandungnya.” Kata sekretaris Cho.
“Lalu kenapa
Ji Yong masih mempertahankan Soo Ah dan mempercayakan Soo Ah untuk mengurus
Seok Kyung?” Tanya Abel.
“Nyonya Soo Ah
adalah aset milik tuan, keluarga nyonya Soo Ah sangat kaya raya. Bahkan semua
harta milik nyonya Soo Ah akan diwariskan kepada nona Seok Kyung karena dialah
anak kandungnya.” Kata sekretaris Cho.
“Dengan kata
lain, Ji Yong juga berhak atas harta Seok Kyung dari Soo Ah?” Tanya Abel.
“Benar. Mereka
berdua saling berebut harta dan kekuasaan, baik tuan maupun nyonya Soo Ah.”
Kata sekretaris Cho.
“Lalu kenapa
tuan berpisah dengan Soo Ah?” Tanya Abel.
“Karena tuan
tidak ingin nyonya Soo Ah menguasai sekolah dan rumah sakit milik JK Group. Lagipula
tuan saat ini sudah menjabat sebagai direktur dan pewaris JK Group jadi ayah
tuan tidak akan bisa ikut campur dan tidak bisa merebut atau mencopot tuan dari
posisinya, ya ini juga tidak lepas dari semua campur tangan ibu kandung tuan
yang ingin menguasai JK Group.” Kata sekretaris Cho.
“Astaga, lalu
apa yang harus aku lakukan pak? Aku bahkan sangat takut dengannya. Kenapa kamu
mengatakan ini padaku?” Tanya Abel.
“Saya tidak
ingin nyonya bernasib sama dengan ibu kandung Ha Joon. Dia berusaha kabur dari
tuan namun bernasib tragis.” Kata sekretaris Cho.
“Lalu apa yang
harus saya lakukan?” Tanya Abel bingung.
“JK Group akan
hancur jika dipegang oleh tuan yang psiko, kejam dan brutal. Nyonya harus
menjadi pewaris JK Group dan menjadi wali Seok Kyung dan Ha Joon alias ibu
mereka. Mereka akan hancur jika bersama tuan. Sudah sampai di toko roti.” Kata sekretaris
Cho.
“Terima kasih,
ada banyak yang ingin aku tanyakan tentang semua rahasia tuan. Beri tau
semuanya padaku.” Kata Abel.
“Yang bisa
melakukan ini semua adalah nyonya sendiri, nyonya bisa meminta bantuan nyonya
Soo Ah karena dia juga bernasib sama dengan nyonya yaitu korban kebohongan
tuan. Tuan memiliki ruang rahasia, nyonya bisa mencarinya sendiri. Setelah nyonya
mendengarkan semua cerita saya, nyonya tidak akan pernah bertemu dengan saya
untuk selamanya, jaga diri nyonya dengan baik.” Kata sekretaris Cho.
“Memangnya
kamu mau kemana? Apakah kamu ingin berhenti?” Tanya Abel.
“Permisi
nyonya.” Kata sekretaris Cho.
Dan ternyata
sekretaris Cho melakukan bunuh diri setelah mengatakan semua kebenaran itu pada
Abel. Sekretaris Cho menjatuhkan dirinya dari atap gedung.
__ADS_1