Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 29


__ADS_3

Ji Yong dan


keluarganya pergi ke pantai dan berencana untuk menyelam.


“Mas, maafkan


aku karena semalam aku tertidur. Rencana kita jadi gagal.” Kata Abel.


“Sudahlah,


kita masih memiliki banyak waktu berdua bersama kan. Semalam Seok Kyung


merawatmu dengan baik.” Kata Ji Yong.


“Benarkah?


Sepertinya dia mulai bisa menerimaku mas.” Kata Abel.


“Baguslah


kalau begitu, aku senang melihat kalian semua akur.” Kata Ji Yong.


“Iya mas.”


Kata Abel.


“Ayo kita naik


kapal, nanti kita menyelam di tengah laut. Pemandangan dibawah laut sangat


bagus di pulau ini.” Ajak Ji Yong.


“Tapi aku


takut mas, bagaimana ini?” Kata Abel.


“Ada aku yang


selalu melindungimu.” Kata Ji Yong.


“Terima kasih


sayang, aku sangat lega mendengarnya.” Kata Abel.


Setibanya di


tengah laut, Ji Yong, Seok Kyung dan Ha Joon telah memakai perlengkapan


menyelam.


“Kamu tidak


ikut menyelam?” Tanya Ji Yong.


“Kalian


bertiga saja yang turun untuk menyelam, aku di kapal saja mas.” Kata Abel.


“Ayolah ikut


juga, kita menyelam bersama-sama.” Rayu Ji Yong.


“Ikutlah


bersama kita.” Kata Seok Kyung.


“Ma ayo cepat


bergabunglah bersama kami.” Teriak Ha Joon.


“Cepat ganti


pakaianmu, aku tunggu secepatnya ya.” Kata Ji Yong.


“Baiklah,


tunggu sebentar aku mau bersiap-siap dulu.” Kata Abel.


Beberapa menit


kemudian, Abel sudah siap dengan perlengkapannya untuk menyelam.


“Jangan takut


dan lemaskan tubuhmu.” Bisik Ji Yong.


“Pegang


tanganku selalu ya.” Kata Abel.


“Iya sayang.”


Bisik Ji Yong.


Akhirnya


mereka semua menyelam. Ji Yong menggandeng tangan Abel dan Ha Joon. Mereka


menyelam sampai dalam dan tak lupa mendokumentasinya. Namun tiba-tiba, Abel


merasa ada yang aneh dengannya, dia kesulitan bernafas. Abel berusaha meminta


bantuan kepada suami dan anaknya dengan menggelengkan kepalanya namun suaminya


tidak mengerti maksud kode istrinya hingga akhirnya Abel pingsan. Akhirnya Ji


Yong secepatnya membawa istrinya ke atas.


“Cepat tolong


istriku.” Kata Ji Yong.


Lalu mereka


segera memberikan pertolongan pertama.


“Apa yang terjadi?


Kenapa dia bisa pingsan?” Teriak Ji Yong.


Kemudian semua


tim scuba diving  membantu memberikan


pertolongan pertama kepada Abel.


“Maafkan kami


tuan, ternyata tabung oksigen yang dipakai nyonya mengalami kebocoran. Maafkan


kamu tuan karena lalai.” Kata si A.


Tanpa


berkata-kata, Ji Yong segera menceburkan si A ke laut.


Setibanya di


darat, Ji Yong segera membawa istrinya ke rumah sakit terdekat.


“Kamu tidak


apa-apa kan? Ini untukmu.” Kata Seok Kyung kepada si A sambil memberikan uang


kepadanya.


“Saya baik-baik


saja, tapi saya khawatir dengan kondisi nyonya.” Bisik si A.


“Biarkan saja,


dia pantas mendapatkannya. Aku pergi dulu.” Bisik Seok Kyung.


“Baik nona.”


Kata si A.


Kemudian Seok


Kyung dan Ha Joon pergi menyusul ke rumah sakit.


“Bagaimana


kondisi mama Abel?” Tanya Seok Kyung.


“Dia masih


belum sadar, aku harus member mereka pelajaran karena mengakibatkan Abel celaka


seperti ini.” Kata Ji Yong.


“Jangan


khawatir pa, aku sudah melaporkannya kok pa dan ijin diving nya akan dicabut.


Lebih baik papa disini saja menjaga mama Abel, aku dan Ha Joon akan kembali ke


Seoul.” Kata Seok Kyung.


“Terima kasih


sayang, biar sekretaris Cho yang mengantar kalian pulang.” Kata Ji Yong.


“Iya pa, jaga


diri papa dengan baik ya.” Kata Seok Kyung.


**


Sekretaris Cho


mengantar Seok Kyung dan Ha Joon kembali ke Seoul.


“Pak belikan

__ADS_1


minum untukku dan Ha Joon.” Kata Seok Kyung.


“Baik nona,


tunggu sebentar.” Kata sekretaris Cho.


Kemudian


sekretaris Cho pergi membelikan Seok Kyung minum sedangkan Seok Kyung dan Ha


Joon menunggunya didalam mobil.


“Kak kenapa


mama Abel bisa pingsan?” Tanya Ha Joon.


“Tabung


oksigennya bocor.” Kata Seok Kyung.


“Apa? Kok bisa


kak? Apakah itu di sengaja?” Tanya Ha Joon.


“Menurut kamu?


Bukankah kamu ingin menyingkirkan mama Abel? Ingat ya ibu kita hanya satu yaitu


mama Soo Ah, dan Abel tidak pantas menjadi ibu kita. Memangnya kamu suka jika


anak pembunuh sepertinya menjadi ibu kita?” Tanya Seok Kyung.


“Aku tidak mau


dia menjadi ibuku.” Kata Ha Joon.


“Bagus, aku


hanya punya kamu dan papa di rumah itu.” Kata Seok Kyung.


“Aku hanya


punya kakak dan papa.” Kata Ha Joon.


“Kita harus


berpura-pura baik dengannya, dengan begitu kita bisa dengan mudah menyingkirkan


si Abel dari rumah kita.” Kata Seok Kyung.


“Bagaimana


kakak bisa membuat mama Abel celaka seperti tadi?” Tanya Ha Joon.


“Aku juga


tidak tau kenapa aku bisa melakukannya, tutup mulutmu. Tidak boleh ada yang


mengetahuinya kecuali kita berdua.” Kata Seok Kyung.


**


Satu minggu


kemudian, Abel sudah kembali pulang ke rumah dengan kondisi yang sehat.


“Sayang, besok


lusa aku akan pergi ke Dubai selama dua minggu.” Kata Ji Yong.


“Apa? Kenapa


sangat mendadak? Kenapa kamu baru saja bilang padaku?” Gerutu Abel.


“Seorang


pebisnis yang ingin sukses harus siap kapanpun sayang, jangan khawatir lagipula


ada anak-anak dan pembantu juga dirumah ini, jadi kamu tidak akan kesepian.”


Kata Ji Yong.


“Kamu pergi


dengan siapa?” Tanya Abel.


“Aku pergi


dengan sekretaris Kim.” Kata Ji Yong.


“Kenapa tidak


dengan sekretaris Cho?” Tanya Abel.


“Dia akan


menjagamu dan mengurus semua yang kamu butuhkan, jika butuh sesuatu kamu bisa


meminta bantuan padanya.” Kata Ji Yong.


Kata Abel.


**


Setelah Ji


Yong pergi ke Dubai, Abel sering pergi ke sekolah untuk sekedar menghadiri


rapat atau keperluan yang lainnya.


“Pak Cho hari


ini antarkan saya ke toko roti ya.” Kata Abel.


“Baik nyonya.”


Kata sekretaris Cho.


“Pak, suami


saya menelfon bapak tidak? Seharian dia tidak menelfonku, aku sangat khawatir.”


Kata Abel.


“Dia pasti


baik-baik saja.” Kata sekretaris Cho.


“Semoga saja,


memangnya dia ada urusan apa sih ke Dubai? Aku tanya padanya tapi dia bilang


sangat penting.” Kata Abel.


“Apakah nyonya


mempercayai tuan sepenuhnya?” Tanya sekretaris Cho.


“Tentu saja


saya mempercayai suami saya.” Kata Abel.


“Jangan


terlalu mempercayai semua ucapan suami nyonya.” Kata sekretaris Cho.


“Kenapa kamu


bicara seperti itu? Bagaimanapun juga dia kan tuanmu? Berapa lama kamu bekerja


dengannya?” Tanya Abel.


“Sejak tuan


menikah dengan nyonya Soo Ah, saya telah menjadi anjingnya. Dia tidak


memperlakukan saya layaknya manusia tapi seperti binatang. Tuan memiliki dua


kepribadian, sebaiknya nyonya berhati-hati dengannya. Nyonya tidak akan bisa


lepas darinya meskipun nyonya mengetahui bagaimana aslinya tuan.” Kata


sekretaris Cho.


“Jangan bicara


sembarangan, dia sangat menyayangi keluarganya apalagi kedua anaknya.” Kata


Abel.


“Apa yang


dikatakan oleh tuan belum sepenuhnya benar. Menurut nyonya kenapa tuan


tiba-tiba menikahi nyonya?” Tanya sekretaris Cho.


“Karena dia


mencintai saya, dia bahkan mempercayakan saya menjadi direktur di sekolah dan


rumah sakit. Dia sangat berarti bagi saya. Lagipula saya tidak cantik juga


bukan berasal dari keluarga kaya raya.” Kata Abel.


“Dia menikahi


nyonya karena ingin memanfaatkan kepolosan dan kebaikan nyonya saja, wanita


yang dia cintai adalah cinta pertamanya dan ibu kandung Ha Joon.” Kata


sekretaris Cho.


“Apa? Lalu Soo


Ah? Tapi bukankah kedua wanita itu telah meninggal dunia jadi tentu saja hanya

__ADS_1


aku yang dia cintai saat ini.” Kata Abel.


“Nyonya jangan


terlalu percaya dengannya, tuan bahkan masih sering menemui cinta pertamanya.


Apa yang nyonya tau tentang ibu kandung Ha Joon?” Tanya sekretaris Cho.


“Ibu kandung


Ha Joon meninggal karena dibunuh oleh Soo Ah, itu yang dikatakan oleh suamiku.”


Kata Abel.


“Sebenarnya


tuan yang membunuh ibu kandung Ha Joon karena dia mengkhianati tuan, namun tuan


menjebak nyonya Soo Ah seolah-olah dialah pembunuhnya, tapi nyonya Soo Ah


mengancam tuan akan mengatakan pada ayah tuan kalau Ha Joon adalah anak kandung


tuan dengan wanita lain.” Kata sekretaris Cho.


“Apa? Tidak


mungkin. Memangnya ibu kandung Ha Joon mengkhianati apa?” Tanya Abel syok.


“Sesaat


setelah ibu kandung Ha Joon melahirkan dan Ha Joon dibawa ke rumah, ibu kandung


Ha Joon berusaha kabur ke luar negeri dan akan menikah dengan seorang laki-laki


pilihan orang tuanya, karena tuan tidak terima akhirnya tuan membunuhnya.” Kata


sekretaris Cho.


“Apa? Tega


sekali dia, lalu bagaimana dengan Soo Ah.” Kata Abel.


“Karena nyonya


Soo Ah selalu menuruti semua kemauan tuan sehingga tuan membiarkannya tinggal


di apartemen mewah itu, bahkan tuan tidak melarang nyonya Soo Ah untuk bertemu


dengan anak-anak. Nyonya lihat sendiri kan saat nyonya berusaha melaporkan dan


menghukum Seok Kyung karena kasus pembulian itu, tuan terlihat sangat marah dan


kesal dengan nyonya. Ya itu semua karena ajaran tuan kepada anak-anaknya, tuan


selalu mengajarkan bahwa uang dan kekuasaan adalah segalanya.” Kata sekretaris


Cho.


“Apa? Tapi Ji


Yong sangat menyayangi Seok Kyung padahal dia bukanlah anak kandungnya.” Kata


Abel.


“Mana mungkin


tuan membiarkan anak orang lain tinggal dirumah itu.” Kata sekretaris Cho.


“Jadi Seok


Kyung adalah anak kandung Ji Yong?” Tanya Abel.


“Tentu saja,


dia anak kandung tuan dengan cinta pertamanya. Saat itu anak nyonya Soo Ah


dengan mantan kekasihnya meninggal dunia lalu dia menukarnya dengan anak


kandungnya dengan cinta pertamanya.” Kata sekretaris Cho.


“Kenapa dia


melakukan itu? Bisa saja Ji Yong menikahi cinta pertamanya dan membesarkan Seok


Kyung bersama-sama.” Kata Abel.


“Ayah tuan


tidak menyetujui hubungan tuan dengan cinta pertama tuan atau ibu kandung Seok


Kyung. Lagipula ibu kandung Seok Kyung tidak keberatan asalkan setiap saat


mereka bisa saling bertemu. Tuan bahkan telah memberikan banyak aset berharga


pada ibu kandung Seok Kyung. Sampai saat ini nyonya Soo Ah tidak tau jika Seok


Kyung bukanlah anak kandungnya.” Kata sekretaris Cho.


“Lalu kenapa


Ji Yong masih mempertahankan Soo Ah dan mempercayakan Soo Ah untuk mengurus


Seok Kyung?” Tanya Abel.


“Nyonya Soo Ah


adalah aset milik tuan, keluarga nyonya Soo Ah sangat kaya raya. Bahkan semua


harta milik nyonya Soo Ah akan diwariskan kepada nona Seok Kyung karena dialah


anak kandungnya.” Kata sekretaris Cho.


“Dengan kata


lain, Ji Yong juga berhak atas harta Seok Kyung dari Soo Ah?” Tanya Abel.


“Benar. Mereka


berdua saling berebut harta dan kekuasaan, baik tuan maupun nyonya Soo Ah.”


Kata sekretaris Cho.


“Lalu kenapa


tuan berpisah dengan Soo Ah?” Tanya Abel.


“Karena tuan


tidak ingin nyonya Soo Ah menguasai sekolah dan rumah sakit milik JK Group. Lagipula


tuan saat ini sudah menjabat sebagai direktur dan pewaris JK Group jadi ayah


tuan tidak akan bisa ikut campur dan tidak bisa merebut atau mencopot tuan dari


posisinya, ya ini juga tidak lepas dari semua campur tangan ibu kandung tuan


yang ingin menguasai JK Group.” Kata sekretaris Cho.


“Astaga, lalu


apa yang harus aku lakukan pak? Aku bahkan sangat takut dengannya. Kenapa kamu


mengatakan ini padaku?” Tanya Abel.


“Saya tidak


ingin nyonya bernasib sama dengan ibu kandung Ha Joon. Dia berusaha kabur dari


tuan namun bernasib tragis.” Kata sekretaris Cho.


“Lalu apa yang


harus saya lakukan?” Tanya Abel bingung.


“JK Group akan


hancur jika dipegang oleh tuan yang psiko, kejam dan brutal. Nyonya harus


menjadi pewaris JK Group dan menjadi wali Seok Kyung dan Ha Joon alias ibu


mereka. Mereka akan hancur jika bersama tuan. Sudah sampai di toko roti.” Kata sekretaris


Cho.


“Terima kasih,


ada banyak yang ingin aku tanyakan tentang semua rahasia tuan. Beri tau


semuanya padaku.” Kata Abel.


“Yang bisa


melakukan ini semua adalah nyonya sendiri, nyonya bisa meminta bantuan nyonya


Soo Ah karena dia juga bernasib sama dengan nyonya yaitu korban kebohongan


tuan. Tuan memiliki ruang rahasia, nyonya bisa mencarinya sendiri. Setelah nyonya


mendengarkan semua cerita saya, nyonya tidak akan pernah bertemu dengan saya


untuk selamanya, jaga diri nyonya dengan baik.” Kata sekretaris Cho.


“Memangnya


kamu mau kemana? Apakah kamu ingin berhenti?” Tanya Abel.


“Permisi


nyonya.” Kata sekretaris Cho.


Dan ternyata


sekretaris Cho melakukan bunuh diri setelah mengatakan semua kebenaran itu pada


Abel. Sekretaris Cho menjatuhkan dirinya dari atap gedung.

__ADS_1


__ADS_2