
Keesokan paginya, Kaira sudah sadar. Namun Raffa tidak ada di
sebelahnya, justru Kei yang ada di sebelah Kaira sambil menggandeng tangannya.
“Mami cepat sembuh ya.” Kata Kei.
“Kei.” Panggil Kaira.
“Mami.” Kata Kei dengan senangnya karena ibunya telah sadar.
“Papi dimana?” Tanya Kaira.
“Papi ke apotek untuk mengambil obatnya mami.” Kata Kei.
Tidak lama kemudian, Raffa kembali membawa obat.
“Sayang kau sudah sadar?” Tanya Raffa.
“Aku haus.” Kata Kaira.
“Ini minum dulu, aku panggil dokter dulu ya.” Kata Raffa.
Kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaan Kaira.
“Syukurlah kondisi bu Kaira sudah membaik, ibu harus banyak minum air
putih dan minum obatnya dengan tepat waktu ya.” Pesan dokter.
“Baik terimakasih banyak dokter.” Kata Kaira.
**
Mayang pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Kaira, saat ini Raffa dan
Kei sedang dirumah untuk mengambil baju Kaira. Kaira sangat terkejut melihat
Mayang dengan gayanya yang sangat berbeda sebelumnya, dia seperti orang kaya layaknya
bos besar, dia juga memakai baju yang waktu itu.
“Mayang?” Tanya Kaira.
__ADS_1
“Kenapa? Kau terkejut melihatku?” Tanya Mayang.
“Ada apa kau kesini? Darimana kau tau kalau aku sedang dirawat dirumah
sakit?” Tanya Kaira.
“Kei yang memberitahuku. Katanya dia sangat membutuhkanku untuk
menjaganya karena ibunya sedang dirawat dirumah sakit.” Kata Mayang.
“Pergilah, meskipun aku sakit tapi suamiku bisa menjaga anakku dengan
baik.” Kata Kaira.
“Yang menyuruhku datang kesini adalah Kei jadi yang mengusirku juga
harus kei sendiri.” Kata Mayang.
“Sebenarnya apa sih mau kamu? Lagipula aku sudah memecatmu.” Kata Kaira.
“Memangnya apa salahku sehingga ibu memecat dan mengusir saya? Apakah ibu
iri dengan saya? Apakah ibu menuduh saya sebagai pelakor?” Tanya Mayang.
suamiku kan, pertama kau mengasuh anakku layaknya anak sendiri lalu kau
menguasainya dan seakan akan Kei hanya bergantung padamu.” Kata Kaira.
“Memangnya selama ini ibu sudah memberikan kasih sayang pada Kei? Apakah
ibu selalu ada waktu untk Kei? Ibu selalu sibuk dan menyuruh saya untuk menjaga
Kei jadi jangan salahkan saya jika anak ibu lebih membutuhkan saya dibandingkan
ibu kandungnya sendiri.” Kata Mayang.
“Harusnya kau itu tau diri ya, siapa kamu dan siapa aku. Baju itu
sengaja kau pakai untuk membuatku marah kan? Jadi benar kan kalau baju itu
adalah pemberian suamiku?” Tanya Kaira.
“Oh baju ini, memang benar pak Raffa yang membelikan baju ini pada saya
__ADS_1
bahkan Kei membantunya untuk memilihkan baju ini pada saya. Apakah ibu tau bahwa
suami ibulah yang membujukku untuk kembali ke rumah.” Kata Mayang sambil
tersenyum.
“Apa kau bilang? Keluar kau pergi kau sekarang juga. Aku tidak ingin
melihatmu lagi.” Kata Kaira.
Kemudian Mayang mendekati Kaira sambil membisikkan sesuatu.
“Pak Raffa bahkan pernah menyuruhku untuk memijat punggungnya, dia
bahkan tidak ingin menyuruhmu karena kau sedang tertidur pulas.” Kata Mayang
sambil tersenyum puas lalu pergi.
Saat akan keluar, Raffa datang.
“Mayang?” Kata Raffa.
“Ah permisi tuan saya mau balik dulu, saya kesini karena Kei semalam
menelfon saya tapi nyonya tidak ingin saya disini jadi saya pulang.” Kata Mayang.
“Usir dia mas, aku muak melihatnya.” Kata Kaira.
“Tunggu tunggu ada apa sebenarnya, masuk dulu May kita ngobrl baik-baik.”
Kata Raffa.
“Tidak usah tuan, permisi.” Kata Mayang langsung pergi meninggalkan
rumah sakit tersebut.
Info :
Yuk daripada komentar suruh cepet update mending subscribe dulu channel youtube saya ya Bells Diary. Semakin banyak yang subscribe ya semakin banyak juga updatenya. Jangan lupa ya Bells Diary
__ADS_1