
“Tidakkk aku
tidak ingin bernasib sama, tolong aku.” Teriak Adena.
“Mami mami
bangun mami kenapa? Mami mimpi buruk ya.” Kata Abercio. Kemudian Adena pun
terbangun dan langsung memeluk anaknya.
“Cio sayang
kemarilah.” Kata Adena memeluk erat anaknya.
“Ternyata aku
hanya mimpi, pertanda apakah mimpi tersebut. Oh Tuhan selamatkan aku dari
hal-hal yang tidak baik, untuk saat ini kebahagiaanku hanyalah anakku.” Kata
Adena dalam hati.
“Mami tidak
apa-apa sayang, mami hanya mimpi buruk saja. Cio lapar tidak? Makan yuk.” Kata
Adena.
“Tapi kan sudah
malam ma.” Kata Abercio.
“Loh memangnya
sekarang jam berapa? Mami kira sekarang sudah pagi.” Kata Adena sambil mengecek
jam di ponselnya.
“Sudah malam
mami.” Jawab Abercio.
“Oh iya ternyata
sekarang masih jam 12 tapi perut mami lapar, gimana kalau keluar sebentar kita
cari makan.” Kata Adena.
“Lets go mami.”
Kata Abercio.
Akhirnya mereka
pun pergi ke tempat makan dekat rumahnya. Mereka membeli nasi goreng karena
hanya nasi goreng yang masih buka sampai dini hari dan lokasinya dekat dengan
rumah mereka.
Tanpa sengaja
mereka bertemu dengan mantan suami Adena yang kedua.
“Adena.”
Panggil Rio.
__ADS_1
“Oh hai.” Sapa
Adena yang tampak kaget sekaligus canggung.
“Hai Cio, apa
kabar? Wah kamu makin ganteng ya sekarang.” Kata Rio.
“Kabarku baik,
mami ayo kita makan dirumah saja, Cio ngantuk.” Kata Abercio.
“Tunggu
sebentar sayang, pesanan kita kan belum selesai.” Kata Adena.
“Kalian pulang
saja nanti aku antarkan pesanan kalian, sepertinya Abercio kelelahan dan
ngantuk sekali.” Kata Rio.
“Tidak usah,
terima kasih banyak.” Kata Adena.
“Kasihan Cio,
nanti aku antarkan ke rumahmu. Sekarang cepat pulanglah, lagipula tengah malam
kamu ngapain keluar sambil bawa anak, cepat kembalilah pulang.” Kata Rio.
“Baiklah kalau
begitu, terima kasih banyak, maaf merepotkanmu.” Kata Adena.
“Tidak
**
Setibanya Rio
dirumah Adena.
“Oh sudah
datang ya, silahkan masuk.” Kata Adena.
“Tidak usah,
aku tidak enak kalau masuk. Ini pesanan kamu, aku langsung balik saja ya.
Setelah ini kunci semua rumah kamu.” Kata Rio.
“Uangnya tadi
gimana? Habis berapa?” Tanya Adena sambil membuka dompetnya.
“Tidak usah,
sudah cepat masuk dan makanlah bersama Abercio.” Kata Rio.
“Terima kasih
banyak ya.” Kata Adena.
“Aku pulang
__ADS_1
dulu ya, jangan lupa langsung kunci pintunya.” Kata Rio.
“Iya, hati-hati
dijalan.” Kata Adena.
**
Keesokan paginya.
Adena kembali
bekerja di kantornya. Dia takut menatap wajah Aidan gegara mimpi semalam,
akhirnya dia hanya menundukkan kepalanya dan langsung fokus mengerjakan
kerjaannya di computer, namun Aidan justru menatap wajah Adena sehingga Adena
jadi salah tingkah dan tidak sengaja menjatuhkan bulpoin.
“Kamu sedang
mengerjakan apa?” Tanya Aidan.
“Saya mengecek
laporan terbaru hari ini pak.” Jawab Adena.
“Kemarin kan
libur dan ini masih sangat pagi, memangnya siapa yang sudah mengirimkan laporan
sepagi ini.” Kata Aidan.
“Maksud saya
mengecek laporan-laporan sebelumnya pak.” Jawab Adena.
“Ayo ikut aku
keluar sebentar.” Kata Aidan.
“Bapak tidak
ada jadwal hari ini, memangnya bapak mau pergi kemana?” Tanya Adena.
“Aku suntuk
sekali jadi ingin menikmati segelas kopi.” Kata Aidan.
“Kalau begitu
saya minta tolong ke office boy dulu untuk membuatkan bapak kopi ya.” Kata
Adena.
“Tidak usah,
aku ingin menikmati kopi di kafe, dan aku ingin kamu yang menemaniku.” Kata Aidan.
“Apa? Dengan saya
pak?” Tanya Adena.
“Ayo cepat
jangan banyak bicara.” Kata Aidan.
__ADS_1
“Ah I iya pak
baiklah.” Jawab Adena.