Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 15


__ADS_3

“Tidakkk aku


tidak ingin bernasib sama, tolong aku.” Teriak Adena.


“Mami mami


bangun mami kenapa? Mami mimpi buruk ya.” Kata Abercio. Kemudian Adena pun


terbangun dan langsung memeluk anaknya.


“Cio sayang


kemarilah.” Kata Adena memeluk erat anaknya.


“Ternyata aku


hanya mimpi, pertanda apakah mimpi tersebut. Oh Tuhan selamatkan aku dari


hal-hal yang tidak baik, untuk saat ini kebahagiaanku hanyalah anakku.” Kata


Adena dalam hati.


“Mami tidak


apa-apa sayang, mami hanya mimpi buruk saja. Cio lapar tidak? Makan yuk.” Kata


Adena.


“Tapi kan sudah


malam ma.” Kata Abercio.


“Loh memangnya


sekarang jam berapa? Mami kira sekarang sudah pagi.” Kata Adena sambil mengecek


jam di ponselnya.


“Sudah malam


mami.” Jawab Abercio.


“Oh iya ternyata


sekarang masih jam 12 tapi perut mami lapar, gimana kalau keluar sebentar kita


cari makan.” Kata Adena.


“Lets go mami.”


Kata Abercio.


Akhirnya mereka


pun pergi ke tempat makan dekat rumahnya. Mereka membeli nasi goreng karena


hanya nasi goreng yang masih buka sampai dini hari dan lokasinya dekat dengan


rumah mereka.


Tanpa sengaja


mereka bertemu dengan mantan suami Adena yang kedua.


“Adena.”


Panggil Rio.

__ADS_1


“Oh hai.” Sapa


Adena yang tampak kaget sekaligus canggung.


“Hai Cio, apa


kabar? Wah kamu makin ganteng ya sekarang.” Kata Rio.


“Kabarku baik,


mami ayo kita makan dirumah saja, Cio ngantuk.” Kata Abercio.


“Tunggu


sebentar sayang, pesanan kita kan belum selesai.” Kata Adena.


“Kalian pulang


saja nanti aku antarkan pesanan kalian, sepertinya Abercio kelelahan dan


ngantuk sekali.” Kata Rio.


“Tidak usah,


terima kasih banyak.” Kata Adena.


“Kasihan Cio,


nanti aku antarkan ke rumahmu. Sekarang cepat pulanglah, lagipula tengah malam


kamu ngapain keluar sambil bawa anak, cepat kembalilah pulang.” Kata Rio.


“Baiklah kalau


begitu, terima kasih banyak, maaf merepotkanmu.” Kata Adena.


“Tidak


**


Setibanya Rio


dirumah Adena.


“Oh sudah


datang ya, silahkan masuk.” Kata Adena.


“Tidak usah,


aku tidak enak kalau masuk. Ini pesanan kamu, aku langsung balik saja ya.


Setelah ini kunci semua rumah kamu.” Kata Rio.


“Uangnya tadi


gimana? Habis berapa?” Tanya Adena sambil membuka dompetnya.


“Tidak usah,


sudah cepat masuk dan makanlah bersama Abercio.” Kata Rio.


“Terima kasih


banyak ya.” Kata Adena.


“Aku pulang

__ADS_1


dulu ya, jangan lupa langsung kunci pintunya.” Kata Rio.


“Iya, hati-hati


dijalan.” Kata Adena.


**


Keesokan paginya.


Adena kembali


bekerja di kantornya. Dia takut menatap wajah Aidan gegara mimpi semalam,


akhirnya dia hanya menundukkan kepalanya dan langsung fokus mengerjakan


kerjaannya di computer, namun Aidan justru menatap wajah Adena sehingga Adena


jadi salah tingkah dan tidak sengaja menjatuhkan bulpoin.


“Kamu sedang


mengerjakan apa?” Tanya Aidan.


“Saya mengecek


laporan terbaru hari ini pak.” Jawab Adena.


“Kemarin kan


libur dan ini masih sangat pagi, memangnya siapa yang sudah mengirimkan laporan


sepagi ini.” Kata Aidan.


“Maksud saya


mengecek laporan-laporan sebelumnya pak.” Jawab Adena.


“Ayo ikut aku


keluar sebentar.” Kata Aidan.


“Bapak tidak


ada jadwal hari ini, memangnya bapak mau pergi kemana?” Tanya Adena.


“Aku suntuk


sekali jadi ingin menikmati segelas kopi.” Kata Aidan.


“Kalau begitu


saya minta tolong ke office boy dulu untuk membuatkan bapak kopi ya.” Kata


Adena.


“Tidak usah,


aku ingin menikmati kopi di kafe, dan aku ingin kamu yang menemaniku.” Kata Aidan.


“Apa? Dengan saya


pak?” Tanya Adena.


“Ayo cepat


jangan banyak bicara.” Kata Aidan.

__ADS_1


“Ah I iya pak


baiklah.” Jawab Adena.


__ADS_2