
Kaira sudah diperbolehkan
untuk pulang.
“Mami selamat datang di
rumah kembali.” Teriak Kei sambil berlari ke arah Kaira dan memeluk ibunya.
“Kei sayang, ada apa ini
kenapa ada kue dan balon segala? Memangnya siapa yang ulang tahun?” Tanya Kaira
heran.
“Kei bikin kejutan buat
mami, tadi dibantu sama oma dan opa juga.” Kata Kei.
“Ya ampun mami jadi
terharu melihatnya.” Kata Kaira.
“Mami jangan sakit lagi
ya, Kei khawatir sama mami.” Kata Kei.
“Lihatlah sekarang mami
sudah sehat kan? Kita tiup lilinnya bareng yuk sama papi sekalian.” Kata Kaira.
Kemudian mereka bertiga meniup lilinnya bersamaan.
“I love u mami.” Kata Kei
dan Raffa bersamaan.
“I love you too,
terimakasih banyak ya. Mami suka sekali dengan kejutannya.” Kata Kaira lalu
mencium kening anak dan suaminya.
“Mulai sekarang untuk
sementara mami akan tinggal disini, mami khawatir dengan keadaan kalian
terutama kamu Kaira.” Kata ibu Raffa.
“Saya baik-baik saja kok
ma.” Kata Kaira.
“Sudahlah, hanya beberapa
hari saja kok. Lagipula mami kangen sekali dengan Kei.” Kata ibu Raffa.
“Mami aku mau bermain
dulu sama dedek Azura ya.” Kata Kei.
“Iya sayang. Jangan lari-lari
ya.” Teriak Kaira.
“Biarkan saja kak, dari
kemarin juga dia asyik bermain dengan anakku.” Kata Renata.
__ADS_1
“Biasanya kalau malam dia
mengeluh capek Ren.” Kata Kaira.
**
Ibu Raffa sedang
berbicara dengan Raffa.
“Raffa.” Kata ibu Raffa.
“Iya mi, ada apa?” Tanya
Raffa.
“Apakah kau pernah
mengunjungi adikmu?” Tanya ibu Raffa.
“Sejak aku datang ke
Jakarta ini, aku belum pernah mengunjungi atau bahkan menelfon Rasya. Lagipula Rasya
juga tidak ingin aku mengunjunginya begitu juga denganku yang tidak ingin
mengunjunginya.” Kata Raffa.
“Mami kangen sekali
dengannya, bagaimana rupanya dia lalu cucu mami si Kenzo. Mami rindu sekali
dengannya.” Kata ibu Raffa.
“Kalau memang mami ingin
pergi kesana, pergilah tapi Raffa tidak bisa menemani. Apakah papi juga ingin
“Papi pernah bilang bahwa
biarkan dia hidup tenang bersama keluarganya disana, kita tidak usah ikut
campur apalagi hanya sekedar menanyakan kabar. Anggap saja ini adalah hukuman
untuknya. Papi saja pernah bilang seperti itu pasti dia tidak ingin menemui
Rasya. Apakah dia masih bersama dengan Angel?” Tanya ibu Raffa.
“Sepertinya masih mi.” Jawab
Raffa.
“Disana Rasya kerja apa
ya? Kebutuhannya tercukupi dengan baik kan?” Tanya ibu Raffa.
“Raffa akan mencari tahu
ya. Dia dulu pernah memberikan nomor telfonnya melalui email tapi kalau alamat
pasti rumahnya Raffa tidak tau mi karena Rasya juga tidak memberitahuku. Nanti Raffa
akan menelfonnya ya.” Kata Raffa.
“Iya mami minta tolong
sama kamu ya.” Kata ibu Raffa.
__ADS_1
“Iya mi.” Jawab Raffa.
“Oh ya tadi mami sempat
mendengarkan perbincangan pembantumu kamu, tapi mereka bisik-bisik begitu. Mami
tidak sengaja mendengar kalau istrimu memecat Mayang karena dia berusaha
menggodamu dan punya rencana buruk dengan keluargamu, apakah itu benar?” Tanya
ibu Raffa.
“Iya, ya itu salahku juga
menyuruhnya dia kembali dan sepertinya dia menaruh rasa padaku mi. Makanya Kaira
cemburu dan memecatnya.” Kata Raffa.
“Lebih baik seperti itu. Kau
juga harus hati-hati, jangan sampai kejadian masa lalu terulang kembali. Apakah
kau tega ingin menyakiti hati istrimu lagi?” Tanya ibu Raffa.
“Maafkan Raffa bu, Raffa
janji tidak akan seperti itu lagi. Lagipula si Mayang juga sekarang sudah tidak
bekerja lagi disini jadi aman lah.” Kata Raffa.
“Sebentar ada panggilan
masuk tapi dari nomor yang tidak dikenal. Siapa ya ini apakah mami harus
menerima telfon ini?” Tanya ibu Raffa.
“Terima saja mi, siapa
tau itu penting.” Kata Raffa.
“Hallo, ini siapa?” Tanya
ibu Raffa.
“Ini Rasya mi, bagaimana
kabar mami? Maafkan Rasya kalau harus menelfon mami.” Kata Rasya.
“Ya ampun anakku Rasya. Kabar
mami baik nak, bagaimana denganmu?” Tanya ibu Raffa.
“Kabar Rasya juga baik
mi. Apakah boleh Rasya ke Jakarta dan menemui mami?” Tanya Rasya.
“Boleh nak tentu saja
boleh. Tapi kalau sampai Jakarta hubungi mami dahulu ya, nanti mami yang akan
menemuimu.”
“Baik mi, nanti Rasya
akan mengabari mami saat Rasya sudah di Jakarta.” Kata Rasya.
__ADS_1
Info :
Happy weekend readers, ayo ayo segera subscribe channel youtube author ya, nama channel youtube aku "Bells Diary". Daripada nyampah di komentar dan suka ngomel2 apalagi suruh cepet2 update cerita selanjutnya mending saling bantu yuk, cukup like, comment dan subscribe youtube aku ya. Terimakasih.