Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 147


__ADS_3

Kaira sudah diperbolehkan


untuk pulang.


“Mami selamat datang di


rumah kembali.” Teriak Kei sambil berlari ke arah Kaira dan memeluk ibunya.


“Kei sayang, ada apa ini


kenapa ada kue dan balon segala? Memangnya siapa yang ulang tahun?” Tanya Kaira


heran.


“Kei bikin kejutan buat


mami, tadi dibantu sama oma dan opa juga.” Kata Kei.


“Ya ampun mami jadi


terharu melihatnya.” Kata Kaira.


“Mami jangan sakit lagi


ya, Kei khawatir sama mami.” Kata Kei.


“Lihatlah sekarang mami


sudah sehat kan? Kita tiup lilinnya bareng yuk sama papi sekalian.” Kata Kaira.


Kemudian mereka bertiga meniup lilinnya bersamaan.


“I love u mami.” Kata Kei


dan Raffa bersamaan.


“I love you too,


terimakasih banyak ya. Mami suka sekali dengan kejutannya.” Kata Kaira lalu


mencium kening anak dan suaminya.


“Mulai sekarang untuk


sementara mami akan tinggal disini, mami khawatir dengan keadaan kalian


terutama kamu Kaira.” Kata ibu Raffa.


“Saya baik-baik saja kok


ma.” Kata Kaira.


“Sudahlah, hanya beberapa


hari saja kok. Lagipula mami kangen sekali dengan Kei.” Kata ibu Raffa.


“Mami aku mau bermain


dulu sama dedek Azura ya.” Kata Kei.


“Iya sayang. Jangan lari-lari


ya.” Teriak Kaira.


“Biarkan saja kak, dari


kemarin juga dia asyik bermain dengan anakku.” Kata Renata.

__ADS_1


“Biasanya kalau malam dia


mengeluh capek Ren.” Kata Kaira.


**


Ibu Raffa sedang


berbicara dengan Raffa.


“Raffa.” Kata ibu Raffa.


“Iya mi, ada apa?” Tanya


Raffa.


“Apakah kau pernah


mengunjungi adikmu?” Tanya ibu Raffa.


“Sejak aku datang ke


Jakarta ini, aku belum pernah mengunjungi atau bahkan menelfon Rasya. Lagipula Rasya


juga tidak ingin aku mengunjunginya begitu juga denganku yang tidak ingin


mengunjunginya.” Kata Raffa.


“Mami kangen sekali


dengannya, bagaimana rupanya dia lalu cucu mami si Kenzo. Mami rindu sekali


dengannya.” Kata ibu Raffa.


“Kalau memang mami ingin


pergi kesana, pergilah tapi Raffa tidak bisa menemani. Apakah papi juga ingin


“Papi pernah bilang bahwa


biarkan dia hidup tenang bersama keluarganya disana, kita tidak usah ikut


campur apalagi hanya sekedar menanyakan kabar. Anggap saja ini adalah hukuman


untuknya. Papi saja pernah bilang seperti itu pasti dia tidak ingin menemui


Rasya. Apakah dia masih bersama dengan Angel?” Tanya ibu Raffa.


“Sepertinya masih mi.” Jawab


Raffa.


“Disana Rasya kerja apa


ya? Kebutuhannya tercukupi dengan baik kan?” Tanya ibu Raffa.


“Raffa akan mencari tahu


ya. Dia dulu pernah memberikan nomor telfonnya melalui email tapi kalau alamat


pasti rumahnya Raffa tidak tau mi karena Rasya juga tidak memberitahuku. Nanti Raffa


akan menelfonnya ya.” Kata Raffa.


“Iya mami minta tolong


sama kamu ya.” Kata ibu Raffa.

__ADS_1


“Iya mi.” Jawab Raffa.


“Oh ya tadi mami sempat


mendengarkan perbincangan pembantumu kamu, tapi mereka bisik-bisik begitu. Mami


tidak sengaja mendengar kalau istrimu memecat Mayang karena dia berusaha


menggodamu dan punya rencana buruk dengan keluargamu, apakah itu benar?” Tanya


ibu Raffa.


“Iya, ya itu salahku juga


menyuruhnya dia kembali dan sepertinya dia menaruh rasa padaku mi. Makanya Kaira


cemburu dan memecatnya.” Kata Raffa.


“Lebih baik seperti itu. Kau


juga harus hati-hati, jangan sampai kejadian masa lalu terulang kembali. Apakah


kau tega ingin menyakiti hati istrimu lagi?” Tanya ibu Raffa.


“Maafkan Raffa bu, Raffa


janji tidak akan seperti itu lagi. Lagipula si Mayang juga sekarang sudah tidak


bekerja lagi disini jadi aman lah.” Kata Raffa.


“Sebentar ada panggilan


masuk tapi dari nomor yang tidak dikenal. Siapa ya ini apakah mami harus


menerima telfon ini?” Tanya ibu Raffa.


“Terima saja mi, siapa


tau itu penting.” Kata Raffa.


“Hallo, ini siapa?” Tanya


ibu Raffa.


“Ini Rasya mi, bagaimana


kabar mami? Maafkan Rasya kalau harus menelfon mami.” Kata Rasya.


“Ya ampun anakku Rasya. Kabar


mami baik nak, bagaimana denganmu?” Tanya ibu Raffa.


“Kabar Rasya juga baik


mi. Apakah boleh Rasya ke Jakarta dan menemui mami?” Tanya Rasya.


“Boleh nak tentu saja


boleh. Tapi kalau sampai Jakarta hubungi mami dahulu ya, nanti mami yang akan


menemuimu.”


“Baik mi, nanti Rasya


akan mengabari mami saat Rasya sudah di Jakarta.” Kata Rasya.


 

__ADS_1


Info :


Happy weekend readers, ayo ayo segera subscribe channel youtube author ya, nama channel youtube aku "Bells Diary". Daripada nyampah di komentar dan suka ngomel2 apalagi suruh cepet2 update cerita selanjutnya mending saling bantu yuk, cukup like, comment dan subscribe youtube aku ya. Terimakasih.


__ADS_2