
Sore itu Kaira pergi ke dokter kandungan untuk check up, Kaira pergi sendiri dengan mengendarai mobil
suaminya. Sedangkan Raffa sedang ada meeting di kantor. Setibanya di rumahsakit
dia langsung bertemu dengan dokter.
“Kandungan ibu Kaira saat ini sehat dan kondisi janin juga sehat, saya sarankan agar ibu tetap banyak
istirahat dan juga makan makanan bergizi selain itu saya sarankan untuk
mengikuti kelas yoga ibu hamil agar lebih relaks. Apa ibu tidak keberatan jika
saya sarankan untuk mengikuti kelas yoga? Bisa yoga bareng dengan suami juga
kok.” Kata dokternya.
“Baik dok, saya akan mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil.” Kata Kaira.
“Baik kalau begitu nanti saya akan jadwalkan kelas yoga untuk ibu Kaira ya.” Kata dokter.
“Terimakasih banyak dokter.” Kata Kaira.
Lalu Kaira segera keluar dan pulang ke rumah, saat menuju ke parkiran dari kejauhan terlihat Angel. Angel
memantau Kaira lalu menghampiri Kaira dan menabraknya dengan keras hingga dia
terjatuh, Kaira menangis kesakitan karena dia takut janinnya keguguran sehingga
dia berusaha melindungi perutnya.
__ADS_1
“Emang enak rasakan tuh, semoga kau keguguran dan kehilangan anakmu. Makanya jangan cari gara-gara denganku kau Raffa dan juga Kaira.” Kata Angel didalam mobil sambil memantau kondisi Kaira dari kejauhan.
**
Kaira segera dilarikan ke IGD, dia menangis terus dan mencoba melindungi perutnya dengan memegangi perutnya.
“Tolong selamatkan bayi saya, saya tidak mau kehilangan dia, saya mohon dokter.” Pinta Kaira.
“Ibu tenang saja, kami akan lakukan yang terbaik untuk ibu.” Kata salah satu dokter.
Suster hana juga berlari menghampiri Kaira.
“Han, jangan hubungi suamiku. Aku tidak mau dia khawatir denganku, saat ini dia sedang ada meeting. Meeting nya kali ini sangat penting aku tidak mau dia gagal dan kepikiran karena diriku.” Pinta Kaira sambil menangis tersedu-sedu.
“Tapi pihak rumah sakit pasti akan membutuhkan seorang wali Ra.” Kata suster Hana.
Akhirnya Hana tidak memberitahu kondisi Kaira kepada Raffa.
Setelah dokter menangani Kaira, akhirnya Kaira tertidur.
“Kondisi dia cukup kritis karena perutnya membentur sesuatu tapi untungnya ibu dan bayinya masih bisa
diselamatkan, dia harus istirahat total untuk saat ini.” Kata dokter.
“Syukurlah kalau begitu.” Kata Hana.
**
Raffa selesai meeting, dia menelfon istrinya namun tidak ada jawaban. Lalu dia segera pulang ke rumah dan
__ADS_1
dirumahnya Kaira tidak ada. Raffa cemas karena tidak tau keberadaan istrinya, akhirnya dia menelfon suster Hana.
“Hallo Han, apa Kaira sudah pulang? Tadi dia check up kan di rumah sakit mu?” Tanya Raffa.
“Iya, dia sedang ada konsultasi dengan dokter kandungan. Tenang saja dia baik-baik saja kok.” Jawab Hana.
“Syukurlah kalau begitu, aku cemas karena dia tidak menjawab panggilan telfon dariku.” Kata Raffa.
“Dia sedang bersama dokter jadi dia tidak bisa menjawab panggilan telfon darimu, tenang saja.” Jelas Hana.
“Baiklah kalau begitu, nanti sampaikan kepada dia kalau sudah selesai segera pulang ya.” Pesan Raffa.
“Baik akan aku sampaikan kepada Kaira nanti.” Jawab Hana.
“Terimakasih banyak ya, tolong jaga dia dengan baik ya.” Kata Raffa.
“Iya tenang saja, Kaira itu calon ibu yang kuat dan tegar.” Kata Hana. Lalu Raffa mematikan telfonnya.
Dirumah sakit Hana sedang menjaga Kaira, namun Kaira masih belum sadar.
Setelah beberapa jam Kaira pun terbangun, dia melihat suster Hana disampingnya.
“Kau sudah sadar?” Tanya Hana.
“Bagaimana kondisi bayiku? Apa aku dan bayiku baik-baik saja?” Tanya Kaira.
“Tenang saja, kondisimu dan bayimu baik-baik saja kok, kau harus banyak istirahat ya karena kondisimu
sangat lemah.” Kata Hana.
__ADS_1