
Di hotel.
“Pergi dari kamarku.” Kata Arabella.
“Tidak, aku benar-benar sangat merindukanmu dan ingin kembali lagi seperti
dulu.” Kata Jerry.
“Aku tidak mencintaimu kembali jadi lebih baik lupakan aku dan pergi dari
sini. Jangan mempermainkan adikku.” Kata Arabella.
“Aku hanya ingin dirimu sayang.” Kata Jerry.
Kemudian Arabella diam-diam merekam semua percakapannya dengan Jerry
melalui ponselnya.
“Kalau begitu sekarang jujurlah padaku, kenapa kamu bermain di belakangku? Apakah
kamu mencintai adikku?” Tanya Arabella.
“Aku tidak pernah mencintai adikmu, aku terpaksa mencintainya karena suatu
alasan.” Kata Jerry.
Karena Arabella semakin penasaran, dia memberikan sebotol wine untuk Jerry
karena Arabella tau jika Jerry sedang mabuk maka dia akan berkata jujur.
“Minumlah dan ceritakan semuanya padaku.” Kata Arabella sambil memberikan
segelas wine kepada Jerry.
“Jangan-jangan dia juga mengetahui rahasia Feya, aku harus membuatnya mabuk
agar dia menceritakan semuanya.” Kata Arabella dalam hati.
“Waduh kalau aku minum wine aku akan mabuk bisa-bisa aku berkata jujur pada
Arabella tentang rahasia Feya dan bundanya.” Kata Jerry dalam hati.
“Cepat minumlah.” Kata Arabella.
“Aku tidak ingin minum, aku hanya ingin dirirmu.” Kata Jerry.
“Biasanya kamu sangat menyukai momen seperti ini, kamu tidak pernah menolak
wine dariku. Bahkan kamu selalu menemaniku minum begitu sebaliknya tapi kenapa
kamu sekarang menolaknya.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Karena aku tidak ingin mabuk, aku ingin selalu disampingmu.” Kata Jerry
beralasan.
“Kalau begitu pergilah, aku hanya ingin sendiri sambil menikmati wine.” Kata
Arabella.
“Jangan suruh aku pergi, aku sudah lama tidak bertemu denganmu. Aku sangat
ingin sekali kembali lagi seperti dulu. Beri aku kesempatan, aku mohon.” Kata Jerry.
“Aku tidak percaya lagi denganmu, buktikan jika memang kamu masih
menyukaiku. Minumlah wine ini bersamaku.” Kata Arabella dengan menyodorkan
segelas wine tersebut ke arah Jerry. Akhirnya Jerry meminum wine tersebut namun
hanya sedikit.
“Aku sudah lama tidak minum wine bersamamu.” Kata Jerry.
“Kalau begitu habiskan. Oh iya apakah kamu mencintai adikku?” Tanya
Arabella.
“Aku menyukainya namun aku jauh lebih mencintaimu.” Kata Jerry.
sambil menuangkan segelas wine untuk Jerry kembali.
“Aku hanya memanfaatkannya dan juga melindunginya sehingga dia akan selalu
berhutang budi padaku.” Kata Jerry setengah mabuk. Arabella pun memberi minuman
lagi pada Jerry agar dia menceritakan semuanya dengan jujur.
“Memanfaatkannya dan melindunginya? Kenapa dia harus kamu lindungi? Memangnya
dia telah melakukan apa sehingga kamu harus melindunginya?” Tanya Arabella.
“Dia telah melakukan suatu hal yang tidak seharusnya dia lakukan.” Kata Jerry.
“Apa yang telah dia lakukan? Apakah dia ingin mencelakaiku?” Tanya
Arabella.
Tiba-tiba Jerry pingsan. Dia sengaja pingsan agar dia tidak berkata jujur
pada Arabella.
“Aduh kenapa dia harus pingsan sih, padahal dia akan menceritakan semuanya.”
__ADS_1
Kata Arabella dalam hati.
“Hei bangun, Jerry cepatlah bangun dan sadar.” Kata Arabella sambil
menggoyangkan tubuh Jerry agar dia sadar namun Jerry justru pingsan dan
tertidur.
“Ah sialan kenapa kamu harus tertidur sih.” Kata Arabella kesal.
Arabella semakin curiga dengan Feya sehingga dia juga akan memanfaatkan
Jerry agar dia menceritakan semuanya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar
Arabella, dan ternyata yang datang adalah Feya.
“Feya, ada apa malam-malam begini datang kesini?” Tanya Arabella.
“Dimana mas Jerry? Pasti dia ada didalam kan?” Tanya Feya.
“Kenapa kamu menanyakan keberadaan suamimu kepadaku? Aneh sekali.” Kata Arabella.
“Kalau begitu aku akan memastikannya sendiri, aku akan masuk kamarmu.” Kata
Feya.
“Tidak bisa, jangan masuk kamar orang sembarangan, aku bisa saja menyuruh
security untuk mengusirmu.” Kata Arabella sambil menghalangi Feya agar dia
tidak masuk kamarnya.
“Lepaskan aku, aku yakin pasti mas Jerry ada didalam.” Kata Feya sambil
berteriak memanggil suaminya. Namun Arabella tetap menahan dan menghalanginya.
“Cukup Feya cukup, aku semakin tidak tahan melihatmu. Jerry tidak ada
didalam, aku sedang bersama kekasihku, mengerti kamu. Pergi dari sini.” Bentak Arabella,
lalu dia segera menutup pintu kamarnya.
Info :
Jangan lupa ya teman-teman baca juga novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih, ditunggu juga like nya ya biar author semakin cepat update nya dan semakin semangat untuk update.
__ADS_1