Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 75


__ADS_3

Di hotel.


“Pergi dari kamarku.” Kata Arabella.


“Tidak, aku benar-benar sangat merindukanmu dan ingin kembali lagi seperti


dulu.” Kata Jerry.


“Aku tidak mencintaimu kembali jadi lebih baik lupakan aku dan pergi dari


sini. Jangan mempermainkan adikku.” Kata Arabella.


“Aku hanya ingin dirimu sayang.” Kata Jerry.


Kemudian Arabella diam-diam merekam semua percakapannya dengan Jerry


melalui ponselnya.


“Kalau begitu sekarang jujurlah padaku, kenapa kamu bermain di belakangku? Apakah


kamu mencintai adikku?” Tanya Arabella.


“Aku tidak pernah mencintai adikmu, aku terpaksa mencintainya karena suatu


alasan.” Kata Jerry.


Karena Arabella semakin penasaran, dia memberikan sebotol wine untuk Jerry


karena Arabella tau jika Jerry sedang mabuk maka dia akan berkata jujur.


“Minumlah dan ceritakan semuanya padaku.” Kata Arabella sambil memberikan


segelas wine kepada Jerry.


“Jangan-jangan dia juga mengetahui rahasia Feya, aku harus membuatnya mabuk


agar dia menceritakan semuanya.” Kata Arabella dalam hati.


“Waduh kalau aku minum wine aku akan mabuk bisa-bisa aku berkata jujur pada


Arabella tentang rahasia Feya dan bundanya.” Kata Jerry dalam hati.


“Cepat minumlah.” Kata Arabella.


“Aku tidak ingin minum, aku hanya ingin dirirmu.” Kata Jerry.


“Biasanya kamu sangat menyukai momen seperti ini, kamu tidak pernah menolak


wine dariku. Bahkan kamu selalu menemaniku minum begitu sebaliknya tapi kenapa


kamu sekarang menolaknya.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Karena aku tidak ingin mabuk, aku ingin selalu disampingmu.” Kata Jerry


beralasan.


“Kalau begitu pergilah, aku hanya ingin sendiri sambil menikmati wine.” Kata


Arabella.


“Jangan suruh aku pergi, aku sudah lama tidak bertemu denganmu. Aku sangat


ingin sekali kembali lagi seperti dulu. Beri aku kesempatan, aku mohon.” Kata Jerry.


“Aku tidak percaya lagi denganmu, buktikan jika memang kamu masih


menyukaiku. Minumlah wine ini bersamaku.” Kata Arabella dengan menyodorkan


segelas wine tersebut ke arah Jerry. Akhirnya Jerry meminum wine tersebut namun


hanya sedikit.


“Aku sudah lama tidak minum wine bersamamu.” Kata Jerry.


“Kalau begitu habiskan. Oh iya apakah kamu mencintai adikku?” Tanya


Arabella.


“Aku menyukainya namun aku jauh lebih mencintaimu.” Kata Jerry.


sambil menuangkan segelas wine untuk Jerry kembali.


“Aku hanya memanfaatkannya dan juga melindunginya sehingga dia akan selalu


berhutang budi padaku.” Kata Jerry setengah mabuk. Arabella pun memberi minuman


lagi pada Jerry agar dia menceritakan semuanya dengan jujur.


“Memanfaatkannya dan melindunginya? Kenapa dia harus kamu lindungi? Memangnya


dia telah melakukan apa sehingga kamu harus melindunginya?” Tanya Arabella.


“Dia telah melakukan suatu hal yang tidak seharusnya dia lakukan.” Kata Jerry.


“Apa yang telah dia lakukan? Apakah dia ingin mencelakaiku?” Tanya


Arabella.


Tiba-tiba Jerry pingsan. Dia sengaja pingsan agar dia tidak berkata jujur


pada Arabella.


“Aduh kenapa dia harus pingsan sih, padahal dia akan menceritakan semuanya.”

__ADS_1


Kata Arabella dalam hati.


“Hei bangun, Jerry cepatlah bangun dan sadar.” Kata Arabella sambil


menggoyangkan tubuh Jerry agar dia sadar namun Jerry justru pingsan dan


tertidur.


“Ah sialan kenapa kamu harus tertidur sih.” Kata Arabella kesal.


Arabella semakin curiga dengan Feya sehingga dia juga akan memanfaatkan


Jerry agar dia menceritakan semuanya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar


Arabella, dan ternyata yang datang adalah Feya.


“Feya, ada apa malam-malam begini datang kesini?” Tanya Arabella.


“Dimana mas Jerry? Pasti dia ada didalam kan?” Tanya Feya.


“Kenapa kamu menanyakan keberadaan suamimu kepadaku? Aneh sekali.” Kata Arabella.


“Kalau begitu aku akan memastikannya sendiri, aku akan masuk kamarmu.” Kata


Feya.


“Tidak bisa, jangan masuk kamar orang sembarangan, aku bisa saja menyuruh


security untuk mengusirmu.” Kata Arabella sambil menghalangi Feya agar dia


tidak masuk kamarnya.


“Lepaskan aku, aku yakin pasti mas Jerry ada didalam.” Kata Feya sambil


berteriak memanggil suaminya. Namun Arabella tetap menahan dan menghalanginya.


“Cukup Feya cukup, aku semakin tidak tahan melihatmu. Jerry tidak ada


didalam, aku sedang bersama kekasihku, mengerti kamu. Pergi dari sini.” Bentak Arabella,


lalu dia segera menutup pintu kamarnya.


 


 


 


Info :


Jangan lupa ya teman-teman baca juga novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih, ditunggu juga like nya ya biar author semakin cepat update nya dan semakin semangat untuk update.

__ADS_1


__ADS_2