
Dua minggu kemudian.
“Mas, aku bawain bekal ya?” Tanya Kaira.
“Jangan banyak-banyak ya.” Kata Raffa.
“Iya, tenang saja. Harus dihabiskan loh pokoknya.”
Kata Kaira.
Tiba-tiba Kaira mengalami mual.
“Hoek hoek aduh perutku.” Kata Kaira.
“Ada apa sayang?” Tanya Raffa.
“Tidak tau mas perutku mual sekali rasanya. Apakah
aku salah makan ya? Kata Kaira.
“Periksa saja ke dokter, atau jangan-jangan kau
hamil?” Tanya Raffa.
“Tidak tau mas.” Kata Kaira.
“Ini kau minum dulu saja. Aku oleskan minyak kayu
putih ya biar lebih enakan.” Kata Raffa.
“Iya mas.” Kata Kaira.
“Setelah ini aku antarkan kau ke dokter saja, aku
khawatir kalau kau nantinya kenapa-kenapa.” Kata Raffa.
“Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu mas?” Tanya
Kaira.
“Tenang saja, itu bisa di atur yang penting itu
kesehatan kamu sayang. Aku ambilkan jaket ya setelah ini kita langsung pergi ke
dokter.” Kata Raffa.
“Baik mas.” Kata Kaira.
Lalu Raffa mengambilkan jaket milik Kaira.
“Aku bantu pakai jaketnya.” Kata Raffa.
“Terima kasih mas.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Bisa jalan tidak? Mau aku gendong saja?” Tanya
Raffa.
“Tidak usah mas, pegang tanganku saja mas.” Kata Kaira.
**
Kaira dan Raffa tiba di rumah sakit. Dokter segera
memeriksa keadaan Kaira.
“Bagaimana dokter keadaan istri saya? Dia baik-baik
saja kan?” Tanya Raffa.
“Sebelumnya apakah ibu Kaira pernah mengalami mual
seperti ini?” Tanya dokter.
“Ini baru pertama kali?” Jawab Kaira.
“Apakah ada rasa nyeri di bagian tertentu?” Tanya
dokter.
“Perut saya terasa mual dok. Sebenarnya saya
kenapa dok?” Tanya Kaira.
sekarang ibu Kaira harus jaga diri dengan baik ya, makanannya juga harus
dijaga, ibu Kaira untuk sementara harus banyak istirahat karena kondisi ibu
yang lemah dan mudah lelah.” Kata dokter.
“Yes, akhirnya istri saya hamil lagi. Terimakasih sayang.”
Kata Raffa.
“Akhirnya, terimakasih dokter.” Kata Kaira.
“Saya akn memberi ibu vitamin ya agar kondisi ibu
semakin sehat.” Kata dokter.
“Terimakasih banyak dokter.” Kata Kaira.
**
Kaira dan Raffa kembali ke rumah.
“Setelah mengantarkanku pulang, kau akan kembali
__ADS_1
ke kantor ya mas?” Tanya Kaira.
“Iya, kenapa?” Tanya Raffa.
“Tidak apa-apa, mas bagaimana kalau kita
mengadakan pesta menyambut kehamilanku ini. Atau mungkin makan bersama
keluarga. Bagaimana menurutmu?” Tanya Kaira.
“Boleh, kamu maunya kapan?” Tanya Raffa.
“Bagaimana kalau bertepatan dengan ulang tahun
pernikahan kita mas, bulan depan kan ulang tahun pernikahan kita.” Kata Kaira.
“Setuju, kita undang siapa saja sayang?” Tanya
Raffa.
“Cukup keluarga besar kita saja mas sama teman
dekat juga boleh, atau misalnya kamu ingin mengundang teman kerja kamu juga
boleh mas.” Kata Kaira.
“Ok aku setuju. Biar aku yang mengurus semuanya,
kau tidak perlu repot mengurus itu, aku tidak mau kamu capek apalagi sampai
stres.” Kata Raffa.
“Iya, terimakasih ya sayang.” Kata Kaira.
Setibanya dirumah mereka.
“Aku bisa turun sendiri sayang, kau pergi saja ke
kantor sekarang.” Kata Kaira.
“Kau yakin aku tinggal sekarang?” Tanya Raffa.
“Lagipula ada pembantu kan mas, nanti kalau aku
butuh sesuatu aku bisa minta tolong pada mereka.” Kata Kaira.
“Kau ingin apa? Biar nanti aku belikan.” Kata Raffa.
“Aku lagi tidak ingin apapun mas. Sudah pergilah
sekarang.” Kata Kaira.
“Iya, aku akan mencium perutmu terlebih dahulu. Papi
__ADS_1
berangkat dulu ya sayang, dedek sama mami dulu ya. Papi dan mami mencintai kamu
sayang.” Kata Raffa.