Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 157


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


“Mas, aku bawain bekal ya?” Tanya Kaira.


“Jangan banyak-banyak ya.” Kata Raffa.


“Iya, tenang saja. Harus dihabiskan loh pokoknya.”


Kata Kaira.


Tiba-tiba Kaira mengalami mual.


“Hoek hoek aduh perutku.” Kata Kaira.


“Ada apa sayang?” Tanya Raffa.


“Tidak tau mas perutku mual sekali rasanya. Apakah


aku salah makan ya? Kata Kaira.


“Periksa saja ke dokter, atau jangan-jangan kau


hamil?” Tanya Raffa.


“Tidak tau mas.” Kata Kaira.


“Ini kau minum dulu saja. Aku oleskan minyak kayu


putih ya biar lebih enakan.” Kata Raffa.


“Iya mas.” Kata Kaira.


“Setelah ini aku antarkan kau ke dokter saja, aku


khawatir kalau kau nantinya kenapa-kenapa.” Kata Raffa.


“Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu mas?” Tanya


Kaira.


“Tenang saja, itu bisa di atur yang penting itu


kesehatan kamu sayang. Aku ambilkan jaket ya setelah ini kita langsung pergi ke


dokter.” Kata Raffa.


“Baik mas.” Kata Kaira.


Lalu Raffa mengambilkan jaket milik Kaira.


“Aku bantu pakai jaketnya.” Kata Raffa.


“Terima kasih mas.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Bisa jalan tidak? Mau aku gendong saja?” Tanya


Raffa.


“Tidak usah mas, pegang tanganku saja mas.” Kata Kaira.


**


Kaira dan Raffa tiba di rumah sakit. Dokter segera


memeriksa keadaan Kaira.


“Bagaimana dokter keadaan istri saya? Dia baik-baik


saja kan?” Tanya Raffa.


“Sebelumnya apakah ibu Kaira pernah mengalami mual


seperti ini?” Tanya dokter.


“Ini baru pertama kali?” Jawab Kaira.


“Apakah ada rasa nyeri di bagian tertentu?” Tanya


dokter.


“Perut saya terasa mual dok. Sebenarnya saya


kenapa dok?” Tanya Kaira.


sekarang ibu Kaira harus jaga diri dengan baik ya, makanannya juga harus


dijaga, ibu Kaira untuk sementara harus banyak istirahat karena kondisi ibu


yang lemah dan mudah lelah.” Kata dokter.


“Yes, akhirnya istri saya hamil lagi. Terimakasih sayang.”


Kata Raffa.


“Akhirnya, terimakasih dokter.” Kata Kaira.


“Saya akn memberi ibu vitamin ya agar kondisi ibu


semakin sehat.” Kata dokter.


“Terimakasih banyak dokter.” Kata Kaira.


**


Kaira dan Raffa kembali ke rumah.


“Setelah mengantarkanku pulang, kau akan kembali

__ADS_1


ke kantor ya mas?” Tanya Kaira.


“Iya, kenapa?” Tanya Raffa.


“Tidak apa-apa, mas bagaimana kalau kita


mengadakan pesta menyambut kehamilanku ini. Atau mungkin makan bersama


keluarga. Bagaimana menurutmu?” Tanya Kaira.


“Boleh, kamu maunya kapan?” Tanya Raffa.


“Bagaimana kalau bertepatan dengan ulang tahun


pernikahan kita mas, bulan depan kan ulang tahun pernikahan kita.” Kata Kaira.


“Setuju, kita undang siapa saja sayang?” Tanya


Raffa.


“Cukup keluarga besar kita saja mas sama teman


dekat juga boleh, atau misalnya kamu ingin mengundang teman kerja kamu juga


boleh mas.” Kata Kaira.


“Ok aku setuju. Biar aku yang mengurus semuanya,


kau tidak perlu repot mengurus itu, aku tidak mau kamu capek apalagi sampai


stres.” Kata Raffa.


“Iya, terimakasih ya sayang.” Kata Kaira.


Setibanya dirumah mereka.


“Aku bisa turun sendiri sayang, kau pergi saja ke


kantor sekarang.” Kata Kaira.


“Kau yakin aku tinggal sekarang?” Tanya Raffa.


“Lagipula ada pembantu kan mas, nanti kalau aku


butuh sesuatu aku bisa minta tolong pada mereka.” Kata Kaira.


“Kau ingin apa? Biar nanti aku belikan.” Kata Raffa.


“Aku lagi tidak ingin apapun mas. Sudah pergilah


sekarang.” Kata Kaira.


“Iya, aku akan mencium perutmu terlebih dahulu. Papi

__ADS_1


berangkat dulu ya sayang, dedek sama mami dulu ya. Papi dan mami mencintai kamu


sayang.” Kata Raffa.


__ADS_2