Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 153


__ADS_3

Mayang kembali ke rumahnya, dia


membuka pintu kamarnya untuk melihat kondisi Kaira. Saat dia mmebuka kamarnya


tiba-tiba Kaira memukulnya dengan kipas angin sehingga Mayang langsung terjatuh


dan lemas karena kesakitan.


“Kurang ajar kau ya, berani


sekali kau mengancamku dan kasar padaku, sadarlah kau itu siapa dan aku siapa.”


Kata Kaira. Kemudian Kaira segera pergi dan mengunci kosnya dari luar lalu


membuang kuncinya ke tempat sampah. Kemudian Kaira segera melaporkan kejadian


ini ke polisi.


Beberapa hari kemudian Mayang


ditangkap oleh polisi atas tuduhan pemerasan karena Mayang telah mengambil


seluruh uang yang ada di ATM milik Kaira. Akhirnya Mayang mendekap di penjara


hanya beberapa tahun saja karena Mayang mengajukan keberatan dan juga Kaira


juga bersalah telah memukul Mayang dengan keras yang membuat kepala Mayang


mengalami cedera.


**


“Jangan pernah mencari gara-gara


dengannya lagi.” Kata Raffa.


“Iya mas, aku melakukan hal ini


karena aku sangat kesal padanya. Namun dia justru kasar padaku, makanya aku


memukulnya dengan kipas angin yang ada didalam kamarnya.” Kata Kaira.


“Sudahlah yang penting kau


sekarang aman, sekarang kita fokus saja ya dengan rumah tangga kita, semoga


cobaan ini menjadi pelajaran bagi kita.” Kata Raffa.


“Iya sayang, mas aku sangat lelah


sekali rasanya.” Kata Kaira.


“Nanti aku pijit ya, mau tidak?”


Goda Raffa.


“Mau dong, kita check in hotel


yuk mas.” Kata Kaira.


“Dasar kau semakin nakal saja ya,


masih siang loh ini.” Kata Raffa.


“Tidak apa-apa, mumpung Kei

__ADS_1


sekarang lagi dirumah Rasya.” Kata Kaira.


“Ok lets go. Mau check in di


hotel mana?” Tanya Raffa.


“Bagaimana kalau disini saja


mas?” Kata Kaira sambil menunjukkan ponselnya kepada Raffa.


“Boleh juga lumayan bagus itu


kamarnya.” Kata Raffa.


“Kita pesan yang suite room saja


ya sayang.” Kata Kaira.


“Boleh, terserah kamu saja


sayang. Aku nurut apa kata istri saja.” Kata Raffa.


“Terimakasih ya sayang.” Kata


Kaira.


“Sekarang Kei kan sudah besar


bahkan usianya hampir 4 tahun, dia sepertinya sudah siap untuk memiliki seorang


adik, bagaimana menurutmu apakah kau siap untuk hamil lagi sayang?” Tanya


Raffa.


“Apakah kau benar-benar ingin


“Tentu saja. Apakah kau sudah


siap untuk hamil lagi?” Tanya Raffa.


“Kalau memang kau


menginginkannya, aku akan selalu siap mas.” Kata Kaira.


“Baguslah kalau begitu, aku jadi


semakin semangat dan tidak sabar.” Kata Raffa sambil tersenyum cerah.


“Semoga kita secepatnya diberikan


anak kedua ya mas.” Kata Kaira.


“Iya, kita harus berusaha keras


juga sayang agar keinginan kita segera tercapai. Kita makan dulu yuk.” Kata


Raffa.


“Kita makan di hotel saja mas.”


Kata Kaira.


“Aku sudah sangat lapar, lagipula


hotelnya juga masih jauh. Kita makan dulu saja di restoran depan itu.” Kata

__ADS_1


Raffa.


Raffa segera memesan makanan,


sedangkan Kaira sedang menelfon Angel untuk menanyakan keadaan anaknya.


“Hallo Angel, kau sedang dimana?”


Tanya Kaira.


“Aku sedang diluar berbelanja,


anak-anak bersama Rasya. Ada apa ya?” Tanya Angel.


“Oh jadi kau sedang diluar ya,


tadi aku mau menanyakan keadaan Kei, dia nurut kan? Dia tidak nakal kan? Kei


sama Kenzo akur tidak?” Tanya Kaira.


“Tidak usah khawatir, Kei


baik-baik saja kok, mereka berdua asyik bermain ditemani Rasya.” Kata Angel.


“Ah syukurlah kalau begitu, oh ya


apa kau tidak keberatan jika aku menitipkan Kei padamu malam ini, aku mau pergi


berdua dengan mas Raffa.” Kata Kaira.


“Haha kalian ingin segera


memiliki anak lagi ya, semoga berhasil ya. Jangan khawatirkan Kei, dia aman kok


denganku. Lagipula Kenzo sangat senang memiliki teman dan saudara seperti Kei.


Mereka bahkan selalu tertawa terkadang juga bertengkar namun akur kembali,


jangan khawatirkan dia, fokus saja dengan kalian berdua ya.” Kata Angel.


“Terimakasih banyak ya, aku titip


Kei padamu dan Rasya ya.” Kata Kaira.


“Iya, have fun ya.” Kata Angel


lalu menutup telfonnya.


“Bagaimana? Kei jadi dititipkan


ke mereka?” Tanya Raffa.


“Iya mas, mereka tidak keberatan


kok.” Kata Kaira.


“Baguslah kalau begitu,


makanannya sudah datang. Ayo kita makan dulu.” Kata Raffa.



 


Info :

__ADS_1


Yang belum bantu like dan subscribe channel youtube "Bells Diary" dilarang komentar cepetan update ya thor hehe. Ayo dong bantu author biar makin banyak update episode nya. Fyi aja ya, aku sudah ada stok episode banyak loh tinggal upload aja. Tapi kalau belum banyak yang bantu like dan subscribe, saya akan upload episode nya satu episode per hari saja. Terimakasih.


__ADS_2