Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 28


__ADS_3

Hari itu


keluarga Ji Yong pergi berlibur ke pulau Jeju.


“Mas ayo kita


berangkat sekarang.” Kata Abel.


“Senang sekali


rasanya bisa pergi berlibur kesana setelah sekian lama, aku jadi ingat saat


kita pertama kali bertemu.” Kata Ji Yong.



“Kita akan


menginap di vila itu mas?” Tanya Abel.


“Tentu saja,


biasanya Seok Kyung sering pergi berlibur kesana bersama teman-temannya. Disana


ka nada lapangan golf juga milik JK Group, aku berencana akan mengatasnamakannya


kepada Seok Kyung.” Kata Ji Yong.


“Kamu


benar-benar sangat menyayangi Seok Kyung ya padahal dia bukanlah anak


kandungmu.” Kata Abel.


“Aku tidak mau


mendengarkan kata-katamu seperti itu.” Kata Ji Yong.


“Maafkan aku


mas.” Kata Abel.


“Aku harus


memiliki anak darinya agar anakku kelak mendapatkan banyak saham dari JK Group,


daripada si Seok Kyung yang yang mendapatkannya lebih baik untuk anakku saja.”


Kata Abel dalam hati.


“Anak-anak


sudah siap belum?” Tanya Ji Yong.


“Sepertinya


sudah.” Kata Abel.


“Aku ingin


kamu membesarkan anak-anakku dengan baik dan rukunlah dengan mereka berdua.”


Kata Ji Yong.


“Aku juga


ingin memiliki anak darimu mas.” Kata Abel.


“Benarkah?”


Tanya Ji Yong.


“Tentu saja


mas, memangnya kamu tidak ingin punya anak dariku?” Tanya Abel.


“Tentu saja


sangat ingin, kita berusaha ya.” Kata Ji Yong.


Setelah itu


Abel pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman suaminya.


“Dengan


minuman ini, pasti dia akan lebih bergairah lagi nanti malam, dengan begitu aku


bisa segera memiliki anak darinya, dia bisa jadi pewaris JK Group.” Kata Abel


lirih. Namun Seok Kyung mendengarnya.


“Aku tidak


akan membiarkan keinginanmu terwujud, aku juga tidak akan rela dia memiliki


anak dari papa.” Kata Seok Kyung dalam hati.



**


Setibanya di


vila pulau Jeju. Mereka segera turun dan mengemasi barang bawaan mereka kedalam


masing-masing kamar.


“Papa.” Kata


Ha Joon.


“Iya sayang,


ada apa?” Tanya Ji Yong.


“Hari ini aku


ingin tidur berdua dengan papa.” Kata Ha Joon.

__ADS_1


“Aduh gawat.”


Kata Abel dalam hati.


“Baiklah, kita


satu kamar bertiga ya dengan mama Abel.” Kata Ji Yong.


“Tidak mau,


aku hanya ingin tidur berdua saja dengan papa.” Kata Ha Joon.


“Baiklah.”


Kata Ji Yong.


“Lalu kita


bagaimana mas?” Bisik Abel.


“Nanti setelah


Ha Joon tidur, aku akan menghampirimu sayang.” Bisik Ji Yong kepada istrinya.


Setelah itu


mereka segera makan malam bersama.


“Mas aku


membawa daging sapi super untuk dibakar.” Kata Abel dengan semangat.


“Biar aku yang


membakarnya, siapkan wine juga ya.” Kata Ji Yong.


“Kamu yakin?


Kan ada anak-anak sayang. Nanti saja kita minum berdua didalam kamar.” Kata


Abel.


“Papa, ini


wine nya untuk papa dan juga mama Abel, minum saja dan jangan pedulikan aku dan


Ha Joon. Suatu saat aku pasti akan meminumnya kok.” Kata Seok Kyung.


“Waw kamu


benar-benar peka sekali, terima kasih putriku sayang.” Kata Ji Yong.


“Biar aku yang


bakar dagingnya, papa dan mama Abel duduk saja.” Kata Seok Kyung.


“Waw


benar-benar putriku luar biasa, suasana seperti ini membuatku semakin bahagia.


Kalian akur dan tidak membuat masalah.” Kata Ji Yong.


curiga dengan sikap baik Seok Kyung, sepertinya dia sedang merencanakan


sesuatu.” Kata Abel dalam hati.


“Biar aku


saja, duduklah.” Kata Abel kepada Seok Kyung.


“Salahkah jika


aku bersikap baik?” Bisik Seok Kyung.


“Justru


kebaikanmu membuatku curiga.” Bisik Abel.


“Aku hanya


ingin berubah menjadi baik demi keluargaku.” Bisik Seok Kyung.


“Sudahlah,


biar Seok Kyung saja.” Kata Ji Yong.


Setelah makan


bersama, Seok Kyung menyiapkan wine untuk orang tuanya.


“Taraaaaa, ini


segelas untuk papa, dan ini segelas untuk mama Abel. Ha Joon kamu tidak boleh


meminum minuman orang dewasa. Jadi aku membuatkanmu jus jeruk.” Kata Seok


Kyung.


“Terima kasih


kak.” Kata Ha Joon.



“Jangan lupa


nanti malam tidurlah bersama papa, kamu tidak ingin memiliki adik tiri kan?”


Bisik Seok Kyung kepada adiknya.


“Tentu saja


aku tidak menyukainya, aku hanya punya papa dan kakak.” Kata Ha Joon.


“Tentu saja,


kakak juga hanya memilikimu, papa dan mama Soo Ah.” Kata Seok Kyung.


Hari semakin

__ADS_1


malam, Ha Joon pergi tidur dengan ayahnya, sedangkan Abel tertidur setelah


meminum segelas wine.


“Seok Kyung-a


papa akan tidur dengan adikmu, tolong jaga ibumu ya.” Kata Ji Yong.


“Tentu saja,


jangan khawatirkan dia pa.” Kata Seok Kyung sambil membawa Abel kedalam


kamarnya.


“Aku tidak


akan membiarkanmu memiliki papaku seutuhnya, kamu boleh menikah dengan papaku


tapi jangan harap bisa memiliki dan menguasai papaku. Untung saja aku memberi


obat tidur di minumannya.” Kata Seok Kyung dalam hati.


**


Keesokan


paginya, Abel terbangun. Dia semalam tidur dikamar Seok Kyung.


“Ahhhh badanku


sakit semua.” Kata Abel.


“Selamat pagi,


sepertinya tidurmu sangat nyenyak.” Sapa Seok Kyung sambil berdandan.


“Seok Kyung-a,


kenapa aku bisa dikamarmu? Apa yang terjadi?” Tanya Abel.


“Kamu tertidur


setelah minum, lalu aku dan papa membawamu ke kamarku. Ha Joon tidur dengan


papa. Bangunlah, papa ingin mengajak kita keluar untuk ke pantai. Kita akan


diving bersama.” Kata Seok Kyung.


“Ah iya, jadi


semalam suamiku tidur dengan Ha Joon. Rencanaku gagal untuk tidur dengannya,


kenapa aku bisa mabuk sih padahal aku hanya minum segelas saja. Biasanya aku


tidak akan pingsan setelah minum segelas wine. Tunggu, kemarin Seok Kyung yang


memberiku minum, apa jangan-jangan dia memasukkan obat tidur di minumanku.” Kata


Abel dalam hati.


Lalu dia


menghampiri Seok Kyung.


“Seok Kyung-a.”


Kata Abel.


“Ada apa? Makanlah,


papa membuatkan kita sarapan dan mengajak kita sarapan bersama.” Kata Seok


Kyung.


“Ada yang


ingin aku katakan padamu.” Kata Abel.


“Ada apa


memangnya?” Tanya Seok Kyung.


“Oh iya, aku


meminta bibi untuk membuatkanmu sup pereda mabuk. Makanlah selagi masih hangat.


Oh iya mau bicara apa denganku?” Tanya Seok Kyung.


“Dia begitu


perhatian padaku, sepertinya tidak mungkin dia melakukan hal buruk padaku. Tapi


dia itu tipikal seseorang yang akan melakukan apapun demi keinginannya.” Kata Abel


dalam hati.


“Ada apa sih? Aku


lapar dan ingin segera makan.” Tanya Seok Kyung.


“Lupakan,


makanlah dulu.” Kata Abel.


“Makanlah juga


denganku, bukankah seorang ibu harus selalu sehat dan kuat.” Ajak Seok Kyung.


“Iya, aku


mandi dulu. Makanlah dulu saja dengan papa dan adikmu.” Kata Abel.


“Baiklah.” Kata


Seok Kyung.


“Sepertinya


dia mencurigaiku hahaha, aku akan bersikap baik denganmu dengan begitu aku bisa

__ADS_1


dengan mudah menyingkirkannya.” Kata Seok Kyung dalam hati.


__ADS_2