
Hari itu
keluarga Ji Yong pergi berlibur ke pulau Jeju.
“Mas ayo kita
berangkat sekarang.” Kata Abel.
“Senang sekali
rasanya bisa pergi berlibur kesana setelah sekian lama, aku jadi ingat saat
kita pertama kali bertemu.” Kata Ji Yong.
“Kita akan
menginap di vila itu mas?” Tanya Abel.
“Tentu saja,
biasanya Seok Kyung sering pergi berlibur kesana bersama teman-temannya. Disana
ka nada lapangan golf juga milik JK Group, aku berencana akan mengatasnamakannya
kepada Seok Kyung.” Kata Ji Yong.
“Kamu
benar-benar sangat menyayangi Seok Kyung ya padahal dia bukanlah anak
kandungmu.” Kata Abel.
“Aku tidak mau
mendengarkan kata-katamu seperti itu.” Kata Ji Yong.
“Maafkan aku
mas.” Kata Abel.
“Aku harus
memiliki anak darinya agar anakku kelak mendapatkan banyak saham dari JK Group,
daripada si Seok Kyung yang yang mendapatkannya lebih baik untuk anakku saja.”
Kata Abel dalam hati.
“Anak-anak
sudah siap belum?” Tanya Ji Yong.
“Sepertinya
sudah.” Kata Abel.
“Aku ingin
kamu membesarkan anak-anakku dengan baik dan rukunlah dengan mereka berdua.”
Kata Ji Yong.
“Aku juga
ingin memiliki anak darimu mas.” Kata Abel.
“Benarkah?”
Tanya Ji Yong.
“Tentu saja
mas, memangnya kamu tidak ingin punya anak dariku?” Tanya Abel.
“Tentu saja
sangat ingin, kita berusaha ya.” Kata Ji Yong.
Setelah itu
Abel pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman suaminya.
“Dengan
minuman ini, pasti dia akan lebih bergairah lagi nanti malam, dengan begitu aku
bisa segera memiliki anak darinya, dia bisa jadi pewaris JK Group.” Kata Abel
lirih. Namun Seok Kyung mendengarnya.
“Aku tidak
akan membiarkan keinginanmu terwujud, aku juga tidak akan rela dia memiliki
anak dari papa.” Kata Seok Kyung dalam hati.
**
Setibanya di
vila pulau Jeju. Mereka segera turun dan mengemasi barang bawaan mereka kedalam
masing-masing kamar.
“Papa.” Kata
Ha Joon.
“Iya sayang,
ada apa?” Tanya Ji Yong.
“Hari ini aku
ingin tidur berdua dengan papa.” Kata Ha Joon.
__ADS_1
“Aduh gawat.”
Kata Abel dalam hati.
“Baiklah, kita
satu kamar bertiga ya dengan mama Abel.” Kata Ji Yong.
“Tidak mau,
aku hanya ingin tidur berdua saja dengan papa.” Kata Ha Joon.
“Baiklah.”
Kata Ji Yong.
“Lalu kita
bagaimana mas?” Bisik Abel.
“Nanti setelah
Ha Joon tidur, aku akan menghampirimu sayang.” Bisik Ji Yong kepada istrinya.
Setelah itu
mereka segera makan malam bersama.
“Mas aku
membawa daging sapi super untuk dibakar.” Kata Abel dengan semangat.
“Biar aku yang
membakarnya, siapkan wine juga ya.” Kata Ji Yong.
“Kamu yakin?
Kan ada anak-anak sayang. Nanti saja kita minum berdua didalam kamar.” Kata
Abel.
“Papa, ini
wine nya untuk papa dan juga mama Abel, minum saja dan jangan pedulikan aku dan
Ha Joon. Suatu saat aku pasti akan meminumnya kok.” Kata Seok Kyung.
“Waw kamu
benar-benar peka sekali, terima kasih putriku sayang.” Kata Ji Yong.
“Biar aku yang
bakar dagingnya, papa dan mama Abel duduk saja.” Kata Seok Kyung.
“Waw
benar-benar putriku luar biasa, suasana seperti ini membuatku semakin bahagia.
Kalian akur dan tidak membuat masalah.” Kata Ji Yong.
curiga dengan sikap baik Seok Kyung, sepertinya dia sedang merencanakan
sesuatu.” Kata Abel dalam hati.
“Biar aku
saja, duduklah.” Kata Abel kepada Seok Kyung.
“Salahkah jika
aku bersikap baik?” Bisik Seok Kyung.
“Justru
kebaikanmu membuatku curiga.” Bisik Abel.
“Aku hanya
ingin berubah menjadi baik demi keluargaku.” Bisik Seok Kyung.
“Sudahlah,
biar Seok Kyung saja.” Kata Ji Yong.
Setelah makan
bersama, Seok Kyung menyiapkan wine untuk orang tuanya.
“Taraaaaa, ini
segelas untuk papa, dan ini segelas untuk mama Abel. Ha Joon kamu tidak boleh
meminum minuman orang dewasa. Jadi aku membuatkanmu jus jeruk.” Kata Seok
Kyung.
“Terima kasih
kak.” Kata Ha Joon.
“Jangan lupa
nanti malam tidurlah bersama papa, kamu tidak ingin memiliki adik tiri kan?”
Bisik Seok Kyung kepada adiknya.
“Tentu saja
aku tidak menyukainya, aku hanya punya papa dan kakak.” Kata Ha Joon.
“Tentu saja,
kakak juga hanya memilikimu, papa dan mama Soo Ah.” Kata Seok Kyung.
Hari semakin
__ADS_1
malam, Ha Joon pergi tidur dengan ayahnya, sedangkan Abel tertidur setelah
meminum segelas wine.
“Seok Kyung-a
papa akan tidur dengan adikmu, tolong jaga ibumu ya.” Kata Ji Yong.
“Tentu saja,
jangan khawatirkan dia pa.” Kata Seok Kyung sambil membawa Abel kedalam
kamarnya.
“Aku tidak
akan membiarkanmu memiliki papaku seutuhnya, kamu boleh menikah dengan papaku
tapi jangan harap bisa memiliki dan menguasai papaku. Untung saja aku memberi
obat tidur di minumannya.” Kata Seok Kyung dalam hati.
**
Keesokan
paginya, Abel terbangun. Dia semalam tidur dikamar Seok Kyung.
“Ahhhh badanku
sakit semua.” Kata Abel.
“Selamat pagi,
sepertinya tidurmu sangat nyenyak.” Sapa Seok Kyung sambil berdandan.
“Seok Kyung-a,
kenapa aku bisa dikamarmu? Apa yang terjadi?” Tanya Abel.
“Kamu tertidur
setelah minum, lalu aku dan papa membawamu ke kamarku. Ha Joon tidur dengan
papa. Bangunlah, papa ingin mengajak kita keluar untuk ke pantai. Kita akan
diving bersama.” Kata Seok Kyung.
“Ah iya, jadi
semalam suamiku tidur dengan Ha Joon. Rencanaku gagal untuk tidur dengannya,
kenapa aku bisa mabuk sih padahal aku hanya minum segelas saja. Biasanya aku
tidak akan pingsan setelah minum segelas wine. Tunggu, kemarin Seok Kyung yang
memberiku minum, apa jangan-jangan dia memasukkan obat tidur di minumanku.” Kata
Abel dalam hati.
Lalu dia
menghampiri Seok Kyung.
“Seok Kyung-a.”
Kata Abel.
“Ada apa? Makanlah,
papa membuatkan kita sarapan dan mengajak kita sarapan bersama.” Kata Seok
Kyung.
“Ada yang
ingin aku katakan padamu.” Kata Abel.
“Ada apa
memangnya?” Tanya Seok Kyung.
“Oh iya, aku
meminta bibi untuk membuatkanmu sup pereda mabuk. Makanlah selagi masih hangat.
Oh iya mau bicara apa denganku?” Tanya Seok Kyung.
“Dia begitu
perhatian padaku, sepertinya tidak mungkin dia melakukan hal buruk padaku. Tapi
dia itu tipikal seseorang yang akan melakukan apapun demi keinginannya.” Kata Abel
dalam hati.
“Ada apa sih? Aku
lapar dan ingin segera makan.” Tanya Seok Kyung.
“Lupakan,
makanlah dulu.” Kata Abel.
“Makanlah juga
denganku, bukankah seorang ibu harus selalu sehat dan kuat.” Ajak Seok Kyung.
“Iya, aku
mandi dulu. Makanlah dulu saja dengan papa dan adikmu.” Kata Abel.
“Baiklah.” Kata
Seok Kyung.
“Sepertinya
dia mencurigaiku hahaha, aku akan bersikap baik denganmu dengan begitu aku bisa
__ADS_1
dengan mudah menyingkirkannya.” Kata Seok Kyung dalam hati.