Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 71


__ADS_3

Arka mengikuti


taxi Kaira. Namun Kaira tidak mengetahuinya.


Dalam hatinya, “Kenapa Kaira ke bandara? Apa dia mau pergi?


Tapi kemana ya? Atau dia mau ketemu seseorang ya, aku harus ikuti dia.”


Setibanya di


bandara, Kaira segera turun dari taxi dan segera menuju airport internasional. Dia


mencari-cari Raffa di sekeliling namun tak kunjung terlihat. Dia sangat cemas


dan gelisah serta takut tidak akan bisa bertemu dengan Raffa untuk selamanya. Tiba-tiba


dari belakang ada yang menepuk pundak Kaira.


“Hai.”


“Raffa?” Kata


Kaira dengan kaget.


Yang menepuk


pundak Kaira adalah Raffa. Raffa sangat senang karena Kaira datang untuk


menemuinya.


“Aku sangat


khawatir kalau kamu tidak datang kesini.” Kata Raffa.


“Memangnya kau


akan pergi kemana dan berapa lama disana?” Tanya Kaira.


“Aku akan pergi


ke Jepang, mungkin untuk selamanya. Aku ingin tinggal dengan tenang disana dan


membuka lembaran hidup baru, aku juga akan melupakan semua kejadian dan


kenangan buruk yang ada disini dan fokus menata masa depanku yang lebih baik


disana.” Kata Raffa.


“Termasuk aku?”


Tanya Kaira.


“Aku akan Tanya


untuk yang terakhir kalinya padamu. Apa kau tidak bisa memberiku kesempatan

__ADS_1


lagi?” Tanya Raffa.


“Aku tidak bisa


menjawab pertanyaanmu saat ini.” Kata Kaira.


“Lalu untuk apa


kau jauh-jauh datang kesini bahkan sampai berlarian?” Tanya Raffa.


“Aku hanya


mampir sebentar.” Kata Kaira.


“Aku masih


mencintaimu, benar-benar mencintaimu. Namun jika kamu tidak bisa memberiku


kesempatan atau kita memang benar-benar tidak bisa kembali aku akan mundur dan


merelakanmu hidup bahagia dengan orang lain dan aku janji aku tidak akan


mengganggumu lagi.” Kata Raffa.


“Aku aku aku”


Kata Kaira sambil terbata-bata.


“Aku harus


cincin pernikahan kita. Aku mencintaimu.” Bisik Raffa.


Lalu Raffa


segera pergi meninggalkan Kaira. Kaira masih terdiam dan termenung memikirkan


apakah dia harus kembali pulang atau mengatakan perasaan yang sejujurnya pada


Raffa.


Dalam hati Kaira, “Dia masih memakai cincin pernikahan itu


dan aku bisa melihat kesungguhan dirinya. Karena aku tau jika dia berkata jujur


matanya selalu berkaca-kaca dan jika dia berbohong matanya selalu membuatku


ketakutan. Yang kulihat tadi matanya sedang berkaca-kaca, berarti dia


benar-benar serius denganku. Aku juga masih sangat mencintainya bahkan ingin


kembali dengannya. Tunggu aku.”


Lalu Kaira


mengejar Raffa, namun sayangnya Raffa sudah masuk untuk melakukan boarding

__ADS_1


pass. Kaira menerobos masuk namun ditahan oleh security.


“Saya mohon


pak, saya ingin menemui seseorang. Laki-laki itu pak yang memakai kemeja biru. Saya


mohon pak sebentar saja. Kasih saya waktu 30 detik saja.”


“Maaf tidak


bisa bu.” Kata security.


Tiba-tiba Arka


datang menemui Kaira.


“Sudahlah, ayo


kita pergi dari sini.” Ajak Arka.


“AKu hanya


ingin bertemu sebentar saja.” Kata Kaira.


“Tapi kan tidak


bisa masuk. Ayo kita pulang saja.” Ajak Arka.


Dari kejauhan


Raffa melihat Kaira sedang bersama Arka. Dalam hatinya, “Ternyata dia lebih


memilih Arka. Semoga kau bahagia dengannya. Aku disini masih sangat mencintaimu


Kaira.”


Lalu Raffa


segera menuju gate pesawat sedangkan Kaira dan Arka kembali pulang. Sepanjang perjalanan,


Kaira terus saja menangis tanpa henti.


“Sudahlah. Apa kau


tidak bisa melupakannya?” Bentak Arka.


“Turunkan aku


disini.” Kata Kaira.


“Tidak. Sampai kapan


kau akan seperti ini. Tolong mengertilah bagaimana perasaanku.” Kata Arka.


Kaira hanya

__ADS_1


terdiam sambil menghapus air matanya.


__ADS_2