
“Hallo ada apa Feya?” Tanya
Kaira.
“Mami sedang di Singapore ya? Kapan
mami kembali pulang? Katanya hanya sebentar tapi sampai sepuluh hari.” Kata Feya.
“Baguslah kalau kamu tau bahwa
mami sedang bersama kak Arabella, mami sepertinya akan lama disini karena mami
sangat merindukan anak mami juga.” Kata Kaira.
“Aku hamil ma.” Kata Feya.
“Apa? Kamu hamil? Mami sangat
senang mendengarnya, selamat ya sayang akhirnya kamu hamil.” Kata Kaira.
“Mami cepatlah kembali pulang
karena aku butuh mami.” Kata Feya.
“Sebentar, lagipula ada suamimu
yang selalu disampingmu kan.” Kata Kaira.
“Tapi suamiku sibuk ma, aku butuh
mami saat ini.” Kata Feya.
“Iya mami tau, mungkin minggu
depan mami kembali pulang.” Kata Kaira.
“Sebentar lagi hari ulang
tahunku, mami harus datang ke acara ulang tahunku.” Kata Feya.
“Pasti, kalau itu mami pasti akan
datang. Oh ya pokoknya kamu harus lebih hati-hati ya, makan yang bergizi dan
istirahat yang cukup. Olahraga teratur, ajak juga suamimu agar dia bisa
merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu hamil.” Kata Kaira.
“Iya mami, mami cepatlah kembali
pulang ya. Oh ya bagaimana kabar kak Arabella? Dia baik-baik saja kan? Apakah dia
masih membenciku?” Tanya Feya.
__ADS_1
“Mami tidak berani menanyakan
masalah itu, dia juga pasti butuh waktu. Hubunganmu dengan suamimu baik-baik
saja kan?” Tanya Kaira.
“Tentu saja baik-baik saja, oh
iya bisakah mami mengajak kak Arabella untuk datang ke acara ulang tahunku?”
Tanya Feya.
“Untuk apa kamu mengundangnya? Kamu
ingin kejadian waktu itu terulang kembali?” Tanya Kaira.
“Tentu saja tidak, aku tidak
ingin hubunganku dengan kak Arabella seperti ini selamanya, aku ingin meminta
maaf kepadanya ma. Bantulah aku ma.” Kata Feya.
“Mami tidak bisa janji bisa
memastikan dia untuk datang ke acara ulang tahunmu.” Kata Kaira.
“Aku mohon ma, aku sebenarnya
ingin sekali berbaikan dengan kak Arabella, aku akan jelaskan semuanya padanya,
“Bagaimana ya, mami takut dia
akan marah jika mami mengajaknya datang ke acaramu. Tapi mami akan mencobanya.”
Kata Kaira.
“Terima kasih banyak ya mami, aku
percaya sama mami.” Kata Feya.
“Iya, kalau begitu mami tutup
dulu ya telfonnya. Jaga dirimu dengan baik.” Kata Kaira.
“Feya hamil ya ma?” Tanya
Arabella.
“Astaga kaget mami, iya Feya sedang
hamil.” Kata Kaira.
“Sampaikan selamat dariku
__ADS_1
untuknya ya, semoga dia sehat selalu.” Kata Arabella.
“Iya sayang, oh iya apakah kamu
masih marah dan membencinya?” Tanya Kaira.
“Tentu saja, tapi aku tidak
membenci calon keponakanku. Aku hanya membenci orang tuanya.” Kata Arabella.
“Oh jadi begitu. Minggu depan dia
berulang tahun, dia bilang bahwa dia ingin kamu datang ke acara ulang tahunnya.”
Kata Kaira dengan hati-hati agar anaknya tidak marah.
“Untuk apa dia mengundangku? Apakah
dia ingin kejadian lalu terulang kembali? Memangnya dia tidak takut
dipermalukan oleh kakaknya sendiri.” Kata Arabella.
“Dia ingin meminta maaf padamu
sayang.” Kata Kaira.
“Untuk apa dia meminta maaf jika
tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula? Percuma saja dia meminta maaf
padaku, sampaikan padanya bahwa aku tidak bisa datang. Satu hal lagi aku tidak
ingin mami memohon padaku apalagi membujukku untuk datang ke acara itu, jika
mami melakukan itu aku akan sangat kecewa dengan mami dan tidak ingin mami
datang lagi kesini.” Kata Arabella.
“Baiklah mami tidak akan
memaksamu, mami hanya menyampaikan apa yang di inginkan Feya.” Kata Kaira.
“Aku pergi ke kantor dulu kalau
begitu.” Kata Arabella.
“Baiklah, hati-hati dijalan ya
sayang.” Kata Kaira.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa ya mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ayo dong mampir biar author makin semangat buat update cerita selanjutnya, ditunggu like nya ya. terima kasih.