Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 70


__ADS_3

“Hallo ada apa Feya?” Tanya


Kaira.


“Mami sedang di Singapore ya? Kapan


mami kembali pulang? Katanya hanya sebentar tapi sampai sepuluh hari.” Kata Feya.


“Baguslah kalau kamu tau bahwa


mami sedang bersama kak Arabella, mami sepertinya akan lama disini karena mami


sangat merindukan anak mami juga.” Kata Kaira.


“Aku hamil ma.” Kata Feya.


“Apa? Kamu hamil? Mami sangat


senang mendengarnya, selamat ya sayang akhirnya kamu hamil.” Kata Kaira.


“Mami cepatlah kembali pulang


karena aku butuh mami.” Kata Feya.


“Sebentar, lagipula ada suamimu


yang selalu disampingmu kan.” Kata Kaira.


“Tapi suamiku sibuk ma, aku butuh


mami saat ini.” Kata Feya.


“Iya mami tau, mungkin minggu


depan mami kembali pulang.” Kata Kaira.


“Sebentar lagi hari ulang


tahunku, mami harus datang ke acara ulang tahunku.” Kata Feya.


“Pasti, kalau itu mami pasti akan


datang. Oh ya pokoknya kamu harus lebih hati-hati ya, makan yang bergizi dan


istirahat yang cukup. Olahraga teratur, ajak juga suamimu agar dia bisa


merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu hamil.” Kata Kaira.


“Iya mami, mami cepatlah kembali


pulang ya. Oh ya bagaimana kabar kak Arabella? Dia baik-baik saja kan? Apakah dia


masih membenciku?” Tanya Feya.

__ADS_1


“Mami tidak berani menanyakan


masalah itu, dia juga pasti butuh waktu. Hubunganmu dengan suamimu baik-baik


saja kan?” Tanya Kaira.


“Tentu saja baik-baik saja, oh


iya bisakah mami mengajak kak Arabella untuk datang ke acara ulang tahunku?”


Tanya Feya.


“Untuk apa kamu mengundangnya? Kamu


ingin kejadian waktu itu terulang kembali?” Tanya Kaira.


“Tentu saja tidak, aku tidak


ingin hubunganku dengan kak Arabella seperti ini selamanya, aku ingin meminta


maaf kepadanya ma. Bantulah aku ma.” Kata Feya.


“Mami tidak bisa janji bisa


memastikan dia untuk datang ke acara ulang tahunmu.” Kata Kaira.


“Aku mohon ma, aku sebenarnya


ingin sekali berbaikan dengan kak Arabella, aku akan jelaskan semuanya padanya,


“Bagaimana ya, mami takut dia


akan marah jika mami mengajaknya datang ke acaramu. Tapi mami akan mencobanya.”


Kata Kaira.


“Terima kasih banyak ya mami, aku


percaya sama mami.” Kata Feya.


“Iya, kalau begitu mami tutup


dulu ya telfonnya. Jaga dirimu dengan baik.” Kata Kaira.


“Feya hamil ya ma?” Tanya


Arabella.


“Astaga kaget mami, iya Feya sedang


hamil.” Kata Kaira.


“Sampaikan selamat dariku

__ADS_1


untuknya ya, semoga dia sehat selalu.” Kata Arabella.


“Iya sayang, oh iya apakah kamu


masih marah dan membencinya?” Tanya Kaira.


“Tentu saja, tapi aku tidak


membenci calon keponakanku. Aku hanya membenci orang tuanya.” Kata Arabella.


“Oh jadi begitu. Minggu depan dia


berulang tahun, dia bilang bahwa dia ingin kamu datang ke acara ulang tahunnya.”


Kata Kaira dengan hati-hati agar anaknya tidak marah.


“Untuk apa dia mengundangku? Apakah


dia ingin kejadian lalu terulang kembali? Memangnya dia tidak takut


dipermalukan oleh kakaknya sendiri.” Kata Arabella.


“Dia ingin meminta maaf padamu


sayang.” Kata Kaira.


“Untuk apa dia meminta maaf jika


tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula? Percuma saja dia meminta maaf


padaku, sampaikan padanya bahwa aku tidak bisa datang. Satu hal lagi aku tidak


ingin mami memohon padaku apalagi membujukku untuk datang ke acara itu, jika


mami melakukan itu aku akan sangat kecewa dengan mami dan tidak ingin mami


datang lagi kesini.” Kata Arabella.


“Baiklah mami tidak akan


memaksamu, mami hanya menyampaikan apa yang di inginkan Feya.” Kata Kaira.


“Aku pergi ke kantor dulu kalau


begitu.” Kata Arabella.


“Baiklah, hati-hati dijalan ya


sayang.” Kata Kaira.


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan lupa ya mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ayo dong mampir biar author makin semangat buat update cerita selanjutnya, ditunggu like nya ya. terima kasih.


__ADS_2