Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 29


__ADS_3

Raffa kembali


pulang ke rumah Viona.


“Feya belum


pulang?” Tanya Raffa.


“Dia kan anak


kamu mana aku tau dia dimana.” Kata Viona.


“Tapi saat ini


dia juga tanggungjawab kamu, kamu sendiri kan yang menyuruhnya berangkat


sendiri.” Kata Raffa.


“Itu karena


ulahmu, salah kamu sendiri kamu tidak pulang dan bermalam dirumah Kaira.” Kata


Viona.


“Jahat sekali,


aku mau keluar menjemput Feya.” Kata Raffa.



“Jangan pergi.”


Kata Viona.


“Anak aku belum


pulang dan sekarang sudah malam.” Kata Raffa.


“Aku ada pesta


malam ini, kamu harus menemani aku.” Kata Viona.


“Pergi saja


sendiri, aku akan mencari Feya dan membawanya pulang.” Kata Raffa.


“Berani kamu


pergi, aku akan mencelakai Feya.” Kata Viona.


“Kamu tega


sekali dengan anakku, aku menyesal menikah denganmu.” Kata Raffa.


“Aku tidak


peduli dengan semua perkataanmu padaku, yang aku butuhkan saat ini adalah


temani aku pergi ke pesta. Aku sudah menyiapkan setelan jas untukmu.” Kata


Viona.


“Aku akan pergi


denganmu setelah Feya kembali pulang.” Kata Raffa.


Lalu Viona menelfon


Feya.


“Kamu dimana?


Kenapa belum pulang?” Tanya Viona.


“Aku dirumah

__ADS_1


mami, ada apa mencariku?” Tanya Feya.


“Cepat pulang


sekarang juga.” Kata Viona.


“Aku tidak mau


pulang kesana, aku akan tinggal bersama mami.” Kata Feya.


“Aku bilang


cepat pulang sekarang atau kamu akan menyesal.” Ancam Viona.


Akhirnya Feya


pun menuruti keinginan Viona.


**


Dirumah Kaira.


“Aku harus


kembali pulang.” Kata Feya.


“Sudahlah kamu


menginap saja disini, untuk apa kamu takut dengannya. Kamu aman tinggal disini


dengan mami.” Kata Kaira.



“Ini semua


gara-gara mami, kalau saja mami tidak menyuruh papi kesini pasti bunda tidak


akan semarah dan setega ini denganku.” Kata Feya dengan ekspresi sedih.


“Apa kamu


kamu berubah seperti ini? Kamu sudah mulai berani dan membentak mami.” Kata


Kaira.


“Ini semua ulah


mami, aku benci dengan mami. Aku mau pergi.” Kata Feya.


“Feya Feya kamu


tidak boleh pergi.” Teriak Kaira.


“Sudahlah ma biarkan


saja, dia saja tidak peduli dengan mami jadi untuk apa mami merayunya untuk


tinggal disini. Biarkan saja, nanti kalau dia menyesal juga pasti akan kembali


lagi ke rumah ini. Mami harus tegas dengan Feya.” Kata Kei.


“Tapi dia


adikmu, anak mami juga.” Kata Kaira.


“Aku tau ma,


biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri.” Kata Kei sambil bermain ponselnya.



“Baiklah mami


akan menuruti perkataanmu.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Sekarang lebih


baik mami istirahat agar besok waktu bangun pagi pikiran menjadi lebih segar,


aku mau pergi sebentar.” Kata Kei.


“Mau kemana


memangnya?” Tanya Kaira.


“Mau beli makan,


aku lapar.” Kata Kei.


“Maafkan mami


ya, hari ini mami tidak masak untukmu.” Kata Kaira.


“Tidak apa-apa,


lagipula masakan mami tidak enak.” Kata Kei.


“Astaga, kenapa


kamu sangat jujur.” Kata Kaira.


**


Feya kembali


pulang dengan mengendarai ojek online.


“Darimana saja


kamu? Kenapa jam segini baru pulang?” Tanya Viona.


“Bukan urusan


bunda.” Kata Feya.


“Sebagai


hukumannya, kamu tidak boleh bertemu dengan ibumu selama satu minggu. Aku akan


mengawasimu.” Kata Viona.


“Kamu


keterlaluan sekali padanya.” Kata Raffa.


“Karena dia


melanggar aturan dirumah ini dan membuat khawatir. Dia pantas mendapat


hukuman.” Kata Viona.


“Aku masuk kamar


dulu pa.” Kata Feya.


“Kamu sudah


makan belum?” Tanya Raffa.


“Sudah.” Kata


Feya.


“Ayo cepat kita


harus berangkat sekarang.” Kata Viona.


“Tunggu


sebentar, aku mau mengambilkan makanan untuk Feya.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Biarkan saja,


dia kan tadi bilang kalau dia sudah makan.” Kata Viona.


__ADS_2