
Raffa kembali
pulang ke rumah Viona.
“Feya belum
pulang?” Tanya Raffa.
“Dia kan anak
kamu mana aku tau dia dimana.” Kata Viona.
“Tapi saat ini
dia juga tanggungjawab kamu, kamu sendiri kan yang menyuruhnya berangkat
sendiri.” Kata Raffa.
“Itu karena
ulahmu, salah kamu sendiri kamu tidak pulang dan bermalam dirumah Kaira.” Kata
Viona.
“Jahat sekali,
aku mau keluar menjemput Feya.” Kata Raffa.
“Jangan pergi.”
Kata Viona.
“Anak aku belum
pulang dan sekarang sudah malam.” Kata Raffa.
“Aku ada pesta
malam ini, kamu harus menemani aku.” Kata Viona.
“Pergi saja
sendiri, aku akan mencari Feya dan membawanya pulang.” Kata Raffa.
“Berani kamu
pergi, aku akan mencelakai Feya.” Kata Viona.
“Kamu tega
sekali dengan anakku, aku menyesal menikah denganmu.” Kata Raffa.
“Aku tidak
peduli dengan semua perkataanmu padaku, yang aku butuhkan saat ini adalah
temani aku pergi ke pesta. Aku sudah menyiapkan setelan jas untukmu.” Kata
Viona.
“Aku akan pergi
denganmu setelah Feya kembali pulang.” Kata Raffa.
Lalu Viona menelfon
Feya.
“Kamu dimana?
Kenapa belum pulang?” Tanya Viona.
“Aku dirumah
__ADS_1
mami, ada apa mencariku?” Tanya Feya.
“Cepat pulang
sekarang juga.” Kata Viona.
“Aku tidak mau
pulang kesana, aku akan tinggal bersama mami.” Kata Feya.
“Aku bilang
cepat pulang sekarang atau kamu akan menyesal.” Ancam Viona.
Akhirnya Feya
pun menuruti keinginan Viona.
**
Dirumah Kaira.
“Aku harus
kembali pulang.” Kata Feya.
“Sudahlah kamu
menginap saja disini, untuk apa kamu takut dengannya. Kamu aman tinggal disini
dengan mami.” Kata Kaira.
“Ini semua
gara-gara mami, kalau saja mami tidak menyuruh papi kesini pasti bunda tidak
akan semarah dan setega ini denganku.” Kata Feya dengan ekspresi sedih.
“Apa kamu
kamu berubah seperti ini? Kamu sudah mulai berani dan membentak mami.” Kata
Kaira.
“Ini semua ulah
mami, aku benci dengan mami. Aku mau pergi.” Kata Feya.
“Feya Feya kamu
tidak boleh pergi.” Teriak Kaira.
“Sudahlah ma biarkan
saja, dia saja tidak peduli dengan mami jadi untuk apa mami merayunya untuk
tinggal disini. Biarkan saja, nanti kalau dia menyesal juga pasti akan kembali
lagi ke rumah ini. Mami harus tegas dengan Feya.” Kata Kei.
“Tapi dia
adikmu, anak mami juga.” Kata Kaira.
“Aku tau ma,
biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri.” Kata Kei sambil bermain ponselnya.
“Baiklah mami
akan menuruti perkataanmu.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Sekarang lebih
baik mami istirahat agar besok waktu bangun pagi pikiran menjadi lebih segar,
aku mau pergi sebentar.” Kata Kei.
“Mau kemana
memangnya?” Tanya Kaira.
“Mau beli makan,
aku lapar.” Kata Kei.
“Maafkan mami
ya, hari ini mami tidak masak untukmu.” Kata Kaira.
“Tidak apa-apa,
lagipula masakan mami tidak enak.” Kata Kei.
“Astaga, kenapa
kamu sangat jujur.” Kata Kaira.
**
Feya kembali
pulang dengan mengendarai ojek online.
“Darimana saja
kamu? Kenapa jam segini baru pulang?” Tanya Viona.
“Bukan urusan
bunda.” Kata Feya.
“Sebagai
hukumannya, kamu tidak boleh bertemu dengan ibumu selama satu minggu. Aku akan
mengawasimu.” Kata Viona.
“Kamu
keterlaluan sekali padanya.” Kata Raffa.
“Karena dia
melanggar aturan dirumah ini dan membuat khawatir. Dia pantas mendapat
hukuman.” Kata Viona.
“Aku masuk kamar
dulu pa.” Kata Feya.
“Kamu sudah
makan belum?” Tanya Raffa.
“Sudah.” Kata
Feya.
“Ayo cepat kita
harus berangkat sekarang.” Kata Viona.
“Tunggu
sebentar, aku mau mengambilkan makanan untuk Feya.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Biarkan saja,
dia kan tadi bilang kalau dia sudah makan.” Kata Viona.