Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 13


__ADS_3

Keesokan harinya


Oh Tuhan badanku benar-benar kesakitan bahkan untuk bangun saja aku tidak sanggup. Lalu aku


melihat ada obat dan salep di meja samping kasurku, terdapat pula tulisan yang isinya


“Ini ada obat untuk mengurangi rasa sakit dan salep untuk menghilangkan memar di tubuh Ibu. Bibi juga sudah siapkan makanan dan suplemen agar tubuh Ibu kembali seperti semula. Cepat sembuh dan


pulih dari Bi Sari”


Aku


merasa lega sekali karena dirumah ini masih ada seseorang yang peduli denganku.


Dia adalah Bi Sari, pembantu yang senior dirumah ini. Katanya dia sudah menjadi


pembantu di keluarga Adinata sejak Raffa masih kecil. Lalu aku segera meminum


obat tersebut dan mengoleskan salep ke bagian tubuhku yang sakit.


Seharian ini aku akan beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhku yang kesakitan


akibat ulah Raffa semalam.


 


**


“Saya harus melaporkan kejadian ini kepada mas Rasya. Kasian sekali mbak Kaira kalau harus


diperlakukan seperti ini terus oleh Tuan Raffa.” Kata Bi Sari dalam hati. Lalu Bi Sari segera menelfon Rasya. Namun tidak ada jawaban.


**


Di hotel milik Rasya.


“Maaf pak apakah hp bapak tidak aktif? Karena saya berulang kali menelfon bapak tapi tidak ada jawaban.” Tanya

__ADS_1


sekretaris Rasya.


“Hp saya tadi jatuh dijalan. Jadi


saya segera beli hp baru dan otomatis nomor saya juga baru. Ini nomor saya yang


baru tolong dicatat dan disimpan. Oh ya gimana untuk persiapan meeting dengan


pihak manajemen hotel milik bapak Raffa? Apakah sudah siap semua?”


“Semua sudah saya siapkan pak,


hanya tinggal lokasinya saja. Apakah bapak menghendaki meeting disini atau


dihotel milik Pak Raffa?” Tanya sekretaris Rasya.


“Nanti saya tanyakan dulu kepada


beliau ya. Kalau sudah ada jawaban saya akan hubungi kamu.”


“Baik pak terimakasih.”


berdiri, jadi dia akan bekerjasama dengan hotel milik Raffa yang sudah berdiri


selama hampir lima tahun.


**


Hp Kaira bergetar


“Hallo sayang kita bisa ketemu


hari ini nggak? Ada yang mau aku omongkan sama kamu.” Tanya Dika kepada Kaira.


Aduh gawat kalau sampai Dika tau


kondisiku saat ini. Lebih baik aku tidak ketemu dia dulu untuk sementara waktu.

__ADS_1


“Maaf sayang, aku lagi sibuk


akhir-akhir ini karena di perusahaan tempatku kerja sedang ada event dan aku


harus mempersiapkannya. Maaf ya.” Jawabku.


“Oh gitu ya, baiklah mungkin lain


kali saja kita bertemu ya. Jaga dirimu baik-baik ya.”


Aku lega dia tidak memaksaku


untuk bertemu dan semoga dia tidak curiga kepadaku.


**


Rasya tiba-tiba datang kerumah


Raffa. Namun Raffa belum juga balik dari perusahaan. Yah bisa kita tebak lah


dia telat pulang karena harus mengunjungi wanita lainnya lagi.


“Hai Bi Sari. Bagaimana kabar


bibi? Oh ya Raffa belom balik ya soalnya mobilnya ngga ada di garasi sih.”


Tanya Rasya kepada Bi Sari.


“Kabar bibi baik kok mas. Iya Mas


Raffa belom datang. Mungkin sebentar lagi dia datang. Oh ya tadi bibi telfon


mas Rasya tapi kok tidak diangkat. Mas Rasya sibuk ya, maaf ya mas.” Kata bi


Sari.


“Oh ya hp ku jatuh

__ADS_1


dijalan jadi tadi langsung beli hp baru dan nomerku baru juga. Memangnya bibi


mau ngomong apa kok sepertinya penting sekali.” Tanya Rasya.


__ADS_2