Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Kisah Cinta Janda Cantik Episode 1


__ADS_3

Adena Bianca Calandra, janda


cantik berusia 31 tahun yang bekerja sebagai kepala divisi di salah satu


perusahaan bergengsi di ibukota. Kedudukan dan posisinya di kantornya memang


menjadi incaran para pegawai, selain karena gaji dan tunjangannya, juga


seringkali melakukan perjalanan baik dalam negri maupun luar negri. Parasnya yang


cantik dan tubuhnya yang ideal juga menjadi incaran para laki-laki di kantornya


namun Adena enggan membuka hatinya karena telah gagal berumah tangga


sebelumnya. Dia tinggal seorang diri karena anaknya dengan mantan suami


pertamanya tinggal bersama neneknya (ibunya Adena), sejak kecil memang anaknya


lebih sering bersama ibunya sehingga anaknya lebih memilih untuk tinggal


bersama neneknya.


Pagi itu Adena sedang memasak


untuk sarapan dan bekal untuk makan siang di kantornya, selain itu dia juga


sambil menelfon anak laki-lakinya yang bernama Abercio Alteza Putra.


“Pagi ma, Aber sudah makan belum?”


Tanya Adena.


“Dia sarapan, hari ini dia ingin


sarapan sereal.” Jawab Meylinda, ibunda Adena.


“Minggu besok Andre ingin bertemu


dengan Abercio, aku takut ma kalau Andre akan bersikap kasar kepada Abercio.”


Kata Adena.


“Tidak mungkin, dia akan ayahnya


mana mungkin dia bersikap kasar kepada anaknya sendiri. Lebih baik temani saja


saat Andre bertemu dengan Abercio.” Kata Meylinda.


“Aku tidak yakin Abercio mau

__ADS_1


bertemu dengan daddy nya. Hmmmmm jumat malam aku akan menjemput Abercio ya ma.”


Kata Adena.


“Iya, mama perlu ikut juga tidak?”


Tanya Meylinda.


“Tidak usah ma, mumpung Abercio


tinggal denganku, ini saatnya mama dan papa berquality time.” Kata Adena.


“Benar juga ya, oh iya adikmu


carikan kerja ya. Mama tidak suka melihat dia setiap malam selalu pergi bersama


teman-temannya, sepertinya dia pergi clubbing deh, bajunya saja seperti itu.


Mama juga sudah lelah menasehatinya,  tolong carikan kerja untuk adikmu ya.” Kata Meylinda.


“Kemarin Aleya menelfonku memang


ingin bekerja dan memintaku mencarikan kerja ma, nanti aku coba carikan ya ma, oh


iya bagaimana kabar kak Bastian ma? Dia baik-baik saja kan ma? Kemarin istrinya


rumahnya.” Kata Adena.


“Bastian setiap hari pulang ke


rumah mama, katanya dia tidak tahan dengan istrinya si Amel itu. Katanya setiap


hari kerjaannya marah-marah saja dan selalu memarahi kakakmu bahkan tidak


peduli lagi dengan kakakmu, mama pusing melihatnya. Papa kamu sudah menyuruhnya


pulang tapi katanya nanti dulu.” Kata Meylinda.


“Kasihan sekali kak Bastian, tapi


aku lebih kasihan lagi dengan anaknya kak Bastian ma.” Kata Adena.


“Kakakmu membawa anaknya, jadi


setiap hari mama harus mengurusi dua cucu mama, anakmu dan juga anaknya kakakmu


rasanya luar biasa.” Kata Meylinda.


“Oh, aku kira anaknya kak Bastian

__ADS_1


sama kak Amel.” Kata Adena.


“Si Amel itu kan memang tidak


terlalu peduli dengan anaknya, padahal anaknya sendiri. Kamu tidak terlambat


kerja?” Tanya Meylinda.


“Belum juga aku bicara dengan


Abercio ma, tolong sambungkan telfonnya ke Abercio ya ma.” Kata Adena.


“Tunggu sebentar ya.” Kata


Meylinda.


“Mami.” Panggil Abercio.


“Hai sayang, anak gantengnya mami.


Mami rindu sekali sayang.” Kata Adena.


“Cio juga rindu sama mami, kapan mami


jemput Cio?” Tanya Abercio.


“Hari jumat ya sayang, Abercio


mau dibelikan apa?” Tanya Adena.


“Mainan yang banyak ya.” Kata


Abercio.


“Siap, tapi menginap dirumah mami


ya.” Kata Adena.


“Iya mami, Cio berangkat sekolah


dulu ya mami.” Kata Abercio.


“Iya sayang, sekolah yang rajin


ya.” Kata Adena.


Abercio saat ini berusia tiga


tahun dan sekolah di paud dekat rumah ibunya.

__ADS_1


__ADS_2