
“Aku akui memang aku salah telah
mencintaimu tapi menikahi Kaira, pernikahanku dengan Kaira atas kehendak kedua
orang tuaku karena kalau aku tidak menuruti perintahnya perusahaan ku akan
diambil alih oleh papaku jadi aku menikahi Kaira. Tapi aku juga sangat
mencintaimu Angel makanya aku nggak bisa pisah denganmu. Memang awalnya aku
tidak mencintai Kaira namun akhir-akhir ini aku mulai nyaman dengan
keberadaannya. Jadi aku tidak bisa jika harus memilih satu diantara kalian
berdua.” Jelas Raffa.
“Baiklah kalau begitu segera
putuskan si Angel sekarang atau kita cerai.” Pinta Kaira.
“Nggak bisa Ra.” Kata Raffa.
“Lalu bagaimana denganku mas? Apa
aku sudah tidak berharga lagi mas?” Tanya Angel.
“Stoppppp semua kalian berdua.
Aku pusing nggak bisa mikir kalo kalian berdua berantem kayak gini.” Kata
Raffa.
Tiba-tiba Angel mengeluh sakit kepala dan pingsan.
“Angel angel kamu kenapa? Aduh
gimana dong ini.” Kata Raffa.
“Yauda bawa aja ke rumah sakit.”
Kata Kaira. Lalu Raffa membawa Angel ke rumah sakit, Kaira pun juga ikut ke
rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit
__ADS_1
“Dasar pelakor, bisa-bisanya dia malah pura-pura pingsan.” Gerutu Kaira.
“Dia beneran pingsan Ra.” Kata Raffa.
“Gimana keadaan Angel dok?” Tanya Raffa.
“Bu Angel hamil usia satu minggu,
dia pingsan karena kelelahan. Jadi saya minta supaya bu angel banyak istirahat
dan agar tidak stress.” Kata Dokter.
“Apa dia hamil?” Tanya Raffa.
Kaira yang mendengar perkataan
dokter tersebut langsung syok, lalu dia segera pergi meninggalkan rumah sakit
dengan air mata yang membanjiri pipinya. Dia tidak sengaja menabrak seseorang
dan ternyata dia adalah Arka. Dia datang ke rumah sakit untuk menjenguk
temannya yang sedang sakit.
“Aku uda nggak tahan lagi dengan
kelakuan si Raffa. Si Angel Angel ternyata dia.”
“Tenang tarik nafas dulu ok. kalo
uda tenang cerita pelan-pelan.” Kata Arka.
“Angel hamil anak Raffa. Gue uda
nggak bisa maafin si Raffa lagi, gue mau cerai sama dia gue pengen pisah sama
dia.” Kata Kaira.
“Jangan ngomong sembarangan,
pikirkan baik-baik juga masa depanmu.” Kata Arka.
“Buat apa gue bertahan sama si
Raffa, apalagi sekarang si Angel malah hamil anak Raffa.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Sabar, tenangkan hati dan pikiran dulu.” Kata Arka.
“Gue pengen pisah sama Raffa.” Kata Kaira.
“Tenang, loe masih emosi makanya
nggak bisa mikir. Uda gpp loe nangis sepuasnya.” Kata Arka.
Raffa melihat Arka yang mencoba menenangkan
Kaira dari kejauhan. Dia terbakar cemburu hebat namun dia bingung harus
melakukan apa. Akhirnya dia memutuskan ke kamar tempat Angel dirawat.
“Itu anak siapa?” Tanya Raffa kepada Angel.
“Ya anak kamu lah, kan aku
ngelakuinnya cuma sama kamu doang mas. Kamu mesti tanggungjawab pokoknya mas
dan aku nggak mau gugurin anak ini. Nikahin aku secepatnya!” Pinta Angel.
“Gila apa mana mungkin kita
nikah, apa kata Kaira. Lagipula selama kita melakukan hal itu aku selalu pakai
pengaman, mana mungkin kamu bisa hamil.” Kata Raffa.
“Apa kamu yakin selalu pakai itu?
Coba kamu ingat-ingat lagi deh. Pokoknya aku minta kamu cepet nikahin aku.”
Bentak Angel.
“Kenapa sih kamu mesti hamil disaat seperti ini hah?” Bentak Raffa.
“Kamu jangan marah-marah ke aku ya.
Harusnya kamu tanggungjawab jangan hanya nyalahin orang mas.” Kata Angel.
“Aku keluar sebentar.” Kata Raffa.
“Mas mas jangan pergi, mas jangan
tinggalin aku mas.” Teriak Angel.
__ADS_1