Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 15


__ADS_3

Malam harinya, setibanya Raffa dirumah. Terlihat Rasya


asyik bercanda dengan Kaira di ruang tamu.


“Ehmm”


“Malem


banget sih baru pulang Raf?” Tanya Rasya kepada Raffa.


“Iya


sibuk banget Gue dikantor hari ini. Ada apa Loe kesini?” Tanya Raffa


“Kasian


tuh istri Loe, kalian kan pengantin baru. Oh ya minggu depan jadi meeting


dimana kita? Tempat Loe aja gimana Raf?” Tanya Rasya.


Aku


hanya bengong mendengarkan percakapan mereka.


“Boleh


deh, nanti biar diurus sama sekretaris Gue yah. Uda sana pulang aja Gue mau


bermesraan ama istri Gue.”


“Hahaha


dasar kalian. Yauda Gue balik duluan. Bye.”


“Loe


ngga bilang apa-apa kan sama si Rasya masalah kemarin?” Tanya Raffa kepadaku.


“Nggak.


Aku mau ke kamar dulu mau istirahat. Selamat malam Tuan.” Jawabku.


**


Keeseokan


harinya, Raffa pergi ke kantor dan selang beberapa jam ada seorang wanita yang


datang kerumah.

__ADS_1


“Raffa


mana?” Tanya seorang wanita tersebut kepada Bi Ratih.


“Tuan


Raffa sedang di kantor. Maaf anda siapa dan ada keperluan apa ya? Biar nanti


saya sampaikan kepada Nyonya.” Tanya Bi Ratih.


“Saya


Amelia pacarnya Raffa. Kamu tadi bilang apa? nyonya? Saya lah calon nyonya


Raffa.”


“Maaf


sebelumnya. Apakah anda tidak tau bahwa Tuan Raffa sudah menikah dengan wanita


lain yaitu Bu Kaira?” Jawab Bi Ratih.


“What?


Raffa Nikah? Berani banget dia kurang ajar kau, awas kau ya.” Kata Amelia


dengan kesal sambil mengepal tangannya seakan ingin menonjok seseorang.


Jawab Bi Ratih dengan lirih karena takut.


Lalu


Kaira keluar dari kamarnya, dia akan pergi ke mall untuk sejenak menenangkan


diri dan berbelanja namun justru bertemu dengan Amelia ketika hendak keluar


rumah.


“Ada


apa Bi? Ini siapa?” Tanya Kaira.


“Oh


jadi kamu istrinya Raffa yah? Cantik juga nggak. Dasar pelakor kau ya. Asal


kamu tau ya, aku ini pacarnya Raffa dan kita saling mencintai bahkan kita juga


sering tidur bareng. Raffa itu sama sekali tidak menyukai bahkan mencintai

__ADS_1


wanita sepertimu yang norak, biasa dan jelek karena kamu bukanlah tipe nya si


Raffa.” Kata Amelia.


“Saya


tidak peduli dengan hubungan mu dengan suami saya. Tapi yang jelas saya lah


istri dari Raffa. Dia lebih memilih saya sebagai istrinya dibandingkan dengan


Anda. Lebih baik tinggalkan dan jauhi suami saya. Sekarang juga lebih baik Anda


keluar dari rumah ini. Pak satpam tolong usir wanita ini.” Bentakku kepadanya


seraya menyuruh satpam rumah untuk mengusir dia.


“Dasar


pelakor, dasar kau wanita murahan. Lepaskan saya, saya memang akan keluar.”


Aku


segera menuju kedalam mobil dan segera berangkat ke mall dengan diantar oleh


supir pribadi Raffa. Selama di perjalanan, aku nangis tersedu-sedu. Ternyata


benar apa yang dibilang para pembantu waktu itu bahwa Raffa memiliki banyak wanita


dan bahkan wanita tadi bilang kalau mereka sering berdua bahkan tidur bersama.


Oh Tuhan apa yang harus ku lakukan, aku memang tidak mencintai Raffa dan


sebaliknya tapi hatiku sakit mendengarkan kata-kata wanita tadi, apa yang harus


kulakukan sekarang.


“Nyonya


baik-baik saja? Nyonya jangan dengarkan perkataan wanita tadi” Tanya supir Pak


Pri kepadaku. Dia terlihat khawatir kepadaku.


“Saya


nggak apa-apa kok Pak. Tenang saja Pak.” Jawabku sambil tersenyum.


“Saya


jadi kasian dengan Nyonya. Apa Nyonya ingin balik kerumah saja?”

__ADS_1


“Tidak usah Pak, kita


tetep pergi ke mall saja.”


__ADS_2