Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Angel mempengaruhi Kei


__ADS_3

Angel membawa Kei pulang ke


rumahnya sedangkan Raffa menemani istri dan anaknya di rumah sakit.


“Mas kenapa ya kok Kei tidak mau


tetap disini? Bahkan dia tidak mau melihat adiknya, aku jadi khawatir nanti Kei


tidak suka dengan kehadiran adiknya.” Kata Kaira.


“Sudahlah kamu tidak usah


khawatir masalah itu, kamu fokuslah dengan dirimu dan anak kita, kamu harus


cepat pulih agar kita semua bisa segera kembali ke rumah. Putri kita cantik


sekali ya sayang, dia mirip denganmu.” Kata Raffa.


“Tentu saja mirip denganku, kita


mau kasih nama anak kita apa mas?” Tanya Kaira.


“Terserah kamu sayang, pokoknya


ada namaku di belakang.” Kata Raffa.


“Bagaimana kalau kita beri nama


Feya Luvena Adinata? Setuju tidak mas?” Tanya Kaira.


“Artinya apa itu?” Tanya Raffa.


“Feya itu artinya peri, kalau


Luvena itu bisa diartikan seperti cinta berasal dari kata love, kalau Adinata


tentu saja nama kamu mas. Nanti panggilannya adalah feya.” Kata Kaira.


“Wah luar biasa, aku setuju


sekali sayang. Terima kasih ya namanya bagus sekali.” Kata Raffa.


“Terima kasih juga sayang


akhirnya kamu memberiku anak perempuan yang sangat cantik. Nanti saat kita


sudah kembali ke rumah, secepatnya kita harus merayakan kelahiran Feya ya mas.”


Kata Kaira.


“Tentu saja, kamu tidak perlu


ikut campur biar semuanya aku yang urus.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Iya sayang. Dia dulu sekali mas,


mungil dan tentu saja sangat cantik.” Kata Kaira.


**


Dirumah Angel.


“Kei biasanya kalau dirumah


sarapan apa?” Tanya Angel.


“Makan nasi, kadang makan roti


tante.” Kata Kei.


“Oh ya semalam papi dan mami kamu


tidak menelfon tante sama sekali, sepertinya mereka lupa dengan Kei, mereka


lebih sayang sama adek bayi.” Kata Kei dengan ekspresi sedih.


“Jadi mami sama papi sayang sama


adek bayi aja ya tante?” Tanya Kei dengan polosnya.


“Tentu saja mami dan papi sayang


juga sama Kei, adek bayi kan baru lahir jadi masih butuh bantuan mami dan papi,


besar. Tidak ada orang tua yang tidak sayang sama anaknya.” Kata Rasya.


“Tapi mami sama papi lebih


perhatian sama adek bayi.” Kata Kei.


“Dulu waktu Kei masih kecil juga


seperti itu, semua perhatian sama Kei, nah sekarang gantian adek bayi. Nanti kita


jenguk adek bayi yuk sama om sama kakak Kenzo juga ya.” Kata Rasya.


“Sama tante Angel juga kan?”


Tanya Kei.


“Sepertinya tante Angel tidak


bisa ikut karena ada urusan. Nanti kita bertiga saja ya.” Kata Rasya.


“Tante Angel bisa ikut kok


sayang, jangan khawatir.” Kata Angel.

__ADS_1


“Jangan berani-berani menghasut


anak kecil.” Kata Rasya.


“Aku tidak peduli.” Kata Angel.


“Awas kamu ya kalau hasut Kei


lagi.” Ancam Rasya.


“Ini bukan urusan kamu mas, lebih


baik kamu tidak usah ikut campur.” Kata Angel.


“Ikut aku cepat.” Kata Rasya


sambil menarik istrinya.


“Lepaskan tanganku.” Kata Angel.


“Apa maksud kamu menghasut Kei


seperti itu?” Tanya Rasya.


“Tidak ada maksud apapun,


lagipula kenapa sih? Kamu masih ada rasa dengan si Kaira itu?” Tanya Angel.


“Jaga ucapanmu ya, mana mungkin


aku masih menyukainya. Kalau aku masih menyukainya aku tidak akan menikahimu.”


Kata Rasya.


“Pantas saja saat kamu meniduriku


dulu kamu memanggil nama Kaira, tidur denganku tapi kamu malah berani memanggil


namanya, jangan-jangan kamu justru membayangkan sedang tidur dengannya.” Kata


Angel. Rasya pun kesal dan menampar pipi istrinya.


“Apa yang kamu lakukan padaku


mas? Kamu berani menamparku hanya demi Kaira? Kamu tega padaku mas kamu kurang


ajar padaku kamu sungguh suami yang sangat kejam.” Kata Angel.


“A a aku tidak sengaja, kamu juga


berani denganku. Maafkan aku, aku tidak sengaja menamparmu karena aku kesal


dengan ucapanmu.” Kata Rasya.

__ADS_1


Lalu Angel pun menangis dan masuk


kamar serta mengunci kamarnya.


__ADS_2