
Angel membawa Kei pulang ke
rumahnya sedangkan Raffa menemani istri dan anaknya di rumah sakit.
“Mas kenapa ya kok Kei tidak mau
tetap disini? Bahkan dia tidak mau melihat adiknya, aku jadi khawatir nanti Kei
tidak suka dengan kehadiran adiknya.” Kata Kaira.
“Sudahlah kamu tidak usah
khawatir masalah itu, kamu fokuslah dengan dirimu dan anak kita, kamu harus
cepat pulih agar kita semua bisa segera kembali ke rumah. Putri kita cantik
sekali ya sayang, dia mirip denganmu.” Kata Raffa.
“Tentu saja mirip denganku, kita
mau kasih nama anak kita apa mas?” Tanya Kaira.
“Terserah kamu sayang, pokoknya
ada namaku di belakang.” Kata Raffa.
“Bagaimana kalau kita beri nama
Feya Luvena Adinata? Setuju tidak mas?” Tanya Kaira.
“Artinya apa itu?” Tanya Raffa.
“Feya itu artinya peri, kalau
Luvena itu bisa diartikan seperti cinta berasal dari kata love, kalau Adinata
tentu saja nama kamu mas. Nanti panggilannya adalah feya.” Kata Kaira.
“Wah luar biasa, aku setuju
sekali sayang. Terima kasih ya namanya bagus sekali.” Kata Raffa.
“Terima kasih juga sayang
akhirnya kamu memberiku anak perempuan yang sangat cantik. Nanti saat kita
sudah kembali ke rumah, secepatnya kita harus merayakan kelahiran Feya ya mas.”
Kata Kaira.
“Tentu saja, kamu tidak perlu
ikut campur biar semuanya aku yang urus.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya sayang. Dia dulu sekali mas,
mungil dan tentu saja sangat cantik.” Kata Kaira.
**
Dirumah Angel.
“Kei biasanya kalau dirumah
sarapan apa?” Tanya Angel.
“Makan nasi, kadang makan roti
tante.” Kata Kei.
“Oh ya semalam papi dan mami kamu
tidak menelfon tante sama sekali, sepertinya mereka lupa dengan Kei, mereka
lebih sayang sama adek bayi.” Kata Kei dengan ekspresi sedih.
“Jadi mami sama papi sayang sama
adek bayi aja ya tante?” Tanya Kei dengan polosnya.
“Tentu saja mami dan papi sayang
juga sama Kei, adek bayi kan baru lahir jadi masih butuh bantuan mami dan papi,
besar. Tidak ada orang tua yang tidak sayang sama anaknya.” Kata Rasya.
“Tapi mami sama papi lebih
perhatian sama adek bayi.” Kata Kei.
“Dulu waktu Kei masih kecil juga
seperti itu, semua perhatian sama Kei, nah sekarang gantian adek bayi. Nanti kita
jenguk adek bayi yuk sama om sama kakak Kenzo juga ya.” Kata Rasya.
“Sama tante Angel juga kan?”
Tanya Kei.
“Sepertinya tante Angel tidak
bisa ikut karena ada urusan. Nanti kita bertiga saja ya.” Kata Rasya.
“Tante Angel bisa ikut kok
sayang, jangan khawatir.” Kata Angel.
__ADS_1
“Jangan berani-berani menghasut
anak kecil.” Kata Rasya.
“Aku tidak peduli.” Kata Angel.
“Awas kamu ya kalau hasut Kei
lagi.” Ancam Rasya.
“Ini bukan urusan kamu mas, lebih
baik kamu tidak usah ikut campur.” Kata Angel.
“Ikut aku cepat.” Kata Rasya
sambil menarik istrinya.
“Lepaskan tanganku.” Kata Angel.
“Apa maksud kamu menghasut Kei
seperti itu?” Tanya Rasya.
“Tidak ada maksud apapun,
lagipula kenapa sih? Kamu masih ada rasa dengan si Kaira itu?” Tanya Angel.
“Jaga ucapanmu ya, mana mungkin
aku masih menyukainya. Kalau aku masih menyukainya aku tidak akan menikahimu.”
Kata Rasya.
“Pantas saja saat kamu meniduriku
dulu kamu memanggil nama Kaira, tidur denganku tapi kamu malah berani memanggil
namanya, jangan-jangan kamu justru membayangkan sedang tidur dengannya.” Kata
Angel. Rasya pun kesal dan menampar pipi istrinya.
“Apa yang kamu lakukan padaku
mas? Kamu berani menamparku hanya demi Kaira? Kamu tega padaku mas kamu kurang
ajar padaku kamu sungguh suami yang sangat kejam.” Kata Angel.
“A a aku tidak sengaja, kamu juga
berani denganku. Maafkan aku, aku tidak sengaja menamparmu karena aku kesal
dengan ucapanmu.” Kata Rasya.
__ADS_1
Lalu Angel pun menangis dan masuk
kamar serta mengunci kamarnya.