
Kaira bertemu dengan Viona. Viona
memeluk erat Kaira.
“Maafkan aku, aku sungguh minta
maaf padamu dan keluargamu.” Kata Viona.
“Apakah kamu baik-baik saja? Aku
sangat khawatir saat kamu pingsan kemarin. Maaf aku kemarin langsung kembali ke
hotel.” Kata Kaira.
“Aku sudah membaik, ini aku ada
sesuatu untukmu. Tolong terimalah sebagai bentuk permintaan maafku padamu.”
Kata Viona.
“Astaga kenapa kamu repot-repot
memberiku sesuatu, harusnya aku yang memberimu sesuatu karena kemarin aku
datang dengan tangan kosong.” Kata Kaira sambil membuka pemberian dari Viona.
“Tidak perlu, aku sangat senang
dengan kedatanganmu.” Kata Viona.
“Wah bukankah ini tas limited
edition, pasti ini sangatlah mahal. Terima kasih banyak ya Viona.” Kata Kaira.
“Tidak kok, itu bukanlah apa-apa.
Tolong diterima ya pemberianku ini.” Kata Viona.
“Pasti, aku sangat menyukainya.
Terima kasih banyak. Oh ya apakah lelaki yang kemarin itu adalah mantan
suamimu?” Tanya Kaira.
“Iya benar, jangan percaya dengan
semua perkataannya. Dia ingin membalas dendam kepadaku karena dia tidak terima
dengan perceraian kami, dia ingin meminta hartaku juga padahal selama ini
akulah yang mengurus perusahaan milik orang tuaku, dia malah menjalin hubungan
dengan wanita lain.” Kata Viona sambil meneteskan air matanya.
“Sudahlah jangan menangis, lelaki
seperti dia tidak pantas untuk ditangisi oleh perempuan baik hati sepertimu.
Kamu itu bagaikan bidadari dan tentu saja tidak pantas untuk lelaki seperti
itu. Kamu harus sabar ya, aku akan selalu ada untukmu, aku selalu ingin
memiliki seorang sahabat sepertimu.” Kata Kaira sambil memeluk Viona.
“Terima kasih telah mau
menerimaku sebagai sahabat.” Kata Viona.
“Tentu saja karena kamu juga penyelamat
__ADS_1
perusahaan suamiku jadi sudah seharusnya aku bersikap baik kepadamu.” Kata
Kaira.
“Terima kasih banyak, oh ya
setelah ini apa rencanamu? Apakah langsung kembali ke Jakarta atau masih ingin
berlibur disini?” Tanya Viona.
“Aku akan berlibur dengan keluargaku
disini, kalau tidak keberatan kamu bisa bergabung dengan kami.” Kata Kaira.
“Jangan, aku tidak ingin
mengganggumu dan keluargamu.” Kata Viona.
“Tidak apa-apa kok, aku akan
pergi ke wahana bermain besok, ikutlah bersama kami.” Kata Kaira dengan antusias.
“Ok baiklah kalau memang kamu
memaksa, dengan senang hati aku akan ikut.” Kata Viona.
“Terima kasih ya.” Kata Kaira.
"Mari kita rayakan persahabatan kita." Kata Viona.
**
Arabella dan Feya sedang asyik
berbelanja di pusat perbelanjaan di Singapore.
tidak menurutmu?” Tanya Feya.
“Bagus, sepertinya cocok dengan
karaktermu.” Kata Arabella.
“Ok kalau begitu aku akan beli
sepatu ini.” Kata Feya.
“Aku mau beli dress sama tas ini,
ini limited edition. Bayar punyaku sekalian kalau begitu.” Kata Arabella.
“Iya, tunggu sebentar kalau
gitu.” Kata Feya.
“Aku ke toko kosmetik yang di
lantai dua ya, nanti kita ketemu disana.” Kata Arabella.
“Hmmm baiklah kak.” Kata Feya.
Arabella menuju ke lantai 2,
tidak sengaja dia bertemu dengan Viona yang sedang asyik menikmati minuman di
restoran. Viona melihat ke arah Arabella, sehingga Viona memanggilnya.
__ADS_1
“Hei Arabella, come here.” Kata
Viona. Lalu Arabella menghampirinya.
“Duduklah, kamu sedang apa
disini?” Tanya Viona.
“Saya sedang berbelanja dengan
adik saya, kalau bu Viona?” Tanya Arabella.
“Panggil saja tante Viona, aku
ini teman ibumu.” Kata Viona.
“Ah iya tante.” Kata Arabella.
“Lalu dimana adikmu?” Tanya
Viona.
“Dia sedang di lantai satu, dia
sedang membayar belanjaan kami. Tante Viona sedang apa disini sendiri?” Tanya
Arabella.
“Aku sedang menikmati makan dan
minum disini. Kamu sudah makan belum? Aku pesankan dulu ya kalau begitu.” Kata
Viona.
“Tidak perlu, saya juga akan
pergi kok.” Kata Arabella.
“Eits tidak baik loh menolak
pemberian orang tua.” Kata Viona.
“Terima kasih banyak kalau
begitu, tante Viona tinggal disini ya?” Tanya Arabella.
“Tidak, aku hanya sedang berlibur
disini.” Kata Viona.
Tiba-tiba Feya menghampiri
Arabella.
“Kak ayo kita pulang, mami
menyuruh kita untuk segera kembali ke hotel.” Kata Feya.
“Hello Feya, duduklah dulu. Nanti
tante akan mengantarmu ke hotel.” Kata Viona.
“Tidak perlu tante, saya dan adik
saya kembali sekarang saja, permisi tante.” Kata Arabella.
“Tunggu dulu, ini ada kartu nama
__ADS_1
milik tante, jika butuh sesuatu bisa telfon atau menemui tante.” Bisik Viona
kepada Arabella sambil menyelipkan kartu nama miliknya kedalam tas Arabella.