
Angel dan Kenzo pergi ke restoran
untuk makan. Disana tidak sengaja bertemu dengan Raffa dan para staffnya sedang
makan.
“Mas Raffa.” Panggil Angel.
“Eh Angel, sedang apa kau disini?”
Tanya Raffa.
“Aku sedang makan dengan anakku.”
Kata Angel.
“Oh gitu, aku duluan ya kalau
begitu.” Kata Raffa.
“Iya mas hati-hati, setelah ini
aku juga mau mampir ke rumah mau menemui Kaira.” Kata Angel.
“Tidak usah, Kaira sedang
istirahat soalnya. Aku tidak mau dia kelelahan.” Kata Raffa.
“Tapi tadi dia mengirim pesan
teks kepadaku kalau dia sedang santai.” Kata Angel.
“Kalau aku bilang tidak usah ya
tidak usah.” Kata Raffa.
“Memangnya kenapa? Sepertinya
kamu tidak suka jika aku bertemu dengan istrimu. Apakah istrimu masih tidak
suka denganku atau kamu yang takut aku akan melakukan hal buruk padanya?” Tanya
Angel.
“Keduanya, jauhi Kaira.” Kata Raffa.
“Memangnya salahku apa? Kita sama-sama
sudah berkeluarga masing-masing jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.” Kata
Angel.
“Memang seharusnya tidak ada yang
perlu di khawatirkan tapi kamu sangat membahayakan untuk istri dan keluargaku.”
Kata Raffa mulai kesal.
“Aku sangat membahayakan? Hati-hati
kamu kalau berbicara.” Kata Angel kesal.
“Sebaiknya kamu yang berhati-hati
jika tidak ingin dirimu dan keluargamu dalam bahaya.” Kata Raffa, lalu dia
pergi meninggalkan Angel.
“Apakah kamu yang menabrak
tanteku?” Tanya Angel.
__ADS_1
Namun Raffa tidak peduli dan
tteap meninggalkan Angel pergi.
“Apa jangan-jangan Raffa selama
ini mencurigaiku lalu dia yang merencanakan untuk menabrak tante Intan karena
dia tau bahwa aku dan tante Intan merencanakan hal buruk kepada istrinya? Aduh bisa
gawat kalau dia melaporkannya kepada mas Rasya bisa-bisa dia marah besar
padaku.” Kata Angel dalam hati.
“Sayang, kita pulang sekarang
yuk.” Kata Angel.
“Tapi aku baru mulai makan ma.” Kata
Kenzo.
“Mama buru-buru sayang, lain kali
kita kesini lagi. Ayo kita pulang sekarang.” Kata Angel.
“Tidak mau, aku mau makan dulu
disini.” Kata Kenzo.
“Mama bilang pulang sekarang, ayo
cepat.” Kata Angel sambil menarik tangan anaknya dengan paksa, Kenzo pun
menangis karena kesakitan.
“Sakit ma tangan Kenzo huhuhu.” Kata
Kenzo sambil merengek.
mama turunkan kamu di jalan raya.” Bentak Angel.
“Mama jahat.” Kata Kenzo.
“Turun sekarang disini, cepat
turun disini.” Bentak Angel.
“Huhuhu nggak mau ma, Kenzo takut
disini sepi.” Kata Kenzo sambil menangis.
“Makanya diam jangan nangis
terus, mama pusing ini. Papa sama anak sama-sama menyusahkan saja.” Kata Angel
dengan kesal.
Setibanya dirumah.
“Ayo turun.” Kata Angel sambil
menarik tangan anaknya.
“Ada apa ini? Kenapa Kenzo
menangis seperti ini? Kamu apakan dia?” Tanya Rasya.
“Mama mau nurunin Kenzo dijalan
pa, Kenzo takut.” Kata Kenzo.
__ADS_1
“Makanya jangan menangis.” Bentak
Angel.
“Kamu bisa kan bicara yang lembut
padanya, dia itu masih anak-anak, kalau kamu bentak dan dimarahi terus yang ada
dia semakin nakal.” Kata Rasya.
“Diam kamu mas, aku lagi pusing.”
Kata Angel.
“Dasar istri tidak tau diri.” Gerutu
Rasya.
“Sakit pa tangan Kenzo tadi
ditarik sama mama.” Kata Kenzo.
“Yauda sama papa saja ya, Kenzo
sudah makan belum?” Tanya Rasya.
“Baru makan sedikit terus mama
mengajak pulang.” Kata Kenzo.
“Ayo kita pergi yuk beli makan
sama papa.” Kata Kenzo.
“Mama gimana pa? Mama tadi belum
makan pa.” Kata Kenzo.
“Sudah biarkan saja mama kamu
dirumah.” Kata Rasya.
“Nanti kalau mama kelaparan
gimana pa? Kasian mama.” Kata Kenzo.
“Kamu sayang banget sama mama ya,
meskipun tadi mama memarahimu dan kasar sama Kenzo tapi Kenzo tetap perhatian
dan sayang sama mama ya.” Kata Rasya.
“Kata guruku nggak boleh berani
sama orang tua pa dan harus sayang sama mama dan papa.” Kata Kenzo dengan
polosnya.
“Ya ampun Kenzo anakku.” Kata Rasya
sambil memeluk anaknya.
Setelah itu mereka berdua pergi.
Info :
__ADS_1
Yuk mampir juga ke ceritaku selanjutnya, judulnya Menua Bersamamu. Ada Lee min ho sama Kim go eun juga loh, yuk mampir.
Thank u