
Kasih menyiapkan makan malam untuk suaminya, dia membuat makanan khas Jawa Timur yaitu rawon. Tidak lama kemudian Rey datang.
“Mana mama sama papa?” Tanya Rey.
“Tidak jadi datang mas, oh iya mas aku membuat makanan khas yang terkenal dari Surabaya, aku membuat rawon.” Kata Kasih.
“Huuuh aku kira mama papa datang, enak tidak rawon itu?” Tanya Rey.
“Tentu saja sangat enak mas, aku siapkan di meja makan dulu ya.” Kata Kasih.
“Aku mandi dulu kalau begitu.” Kata Rey.
Tidak lama kemudian, Rey turun ke bawah.
“Kita nonton film yuk.” Ajak Rey.
“Memangnya ada mas jadwal film di bioskop jam segini?” Tanya Kasih sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.
“Kita nonton film dirumah saja, aku ada rekomendasi film bagus banget pokoknya.” Kata Rey.
“Judulnya apa mas?” Tanya Kasih.
“Sudahlah nanti kan kita menonton, tidak penting judulnya itu. Yang penting adalah cerita filmnya. Kita makan malam lalu nonton film.” Kata Rey.
“Baiklah mas, aku sudah menyiapkan makananmu.” Kata Kasih.
“Waw sepertinya sangat enak, sambalnya mana?” Tanya Rey.
__ADS_1
“Aku adanya sambal instan mas, bagaimana?” Tanya Kasih.
“Tidak masalah yang penting ada sambal.” Kata Rey.
Mereka pun menikmati makan malam mereka.
“Bagaimana mas? Enak tidak rawon buatanku?” Tanya Kasih.
“Enak, kuahnya segar dan dagingnya empuk.” Kata Rey.
“Alhamdulillah, aku senang sekali kalau kamu suka sama masakanku mas.” Kata Kasih.
“Sudah selesai makan, ayo kita nonton film.” Ajak Rey.
“Nonton film dimana mas?” Tanya Kasih.
“Dikamar mas? Di ruang tamu saja deh mas.” Kata Kasih.
“Dikamar saja biar langsung eksekusi.” Kata Rey.
“Ha? Eksekusi? Maksudnya apa mas?” Tanya Kasih.
“Nanti kamu juga tau sendiri kok, ayo kita ke kamar.” Ajak Rey sambil menggandeng tangan istrinya dan mereka pun menuju ke kamar utama yaitu kamar Rey.
Ternyata Rey telah menyiapkan makanan untuk menemani mereka nonton film, mulai dari pop corn, soft drink, hingga dessert.
“Mas kamu yang menyiapkan ini semua?” Tanya Kasih.
__ADS_1
“Tentu saja, oh iya tapi kamu harus memakai ini kalau nonton film.” Kata Rey sambil memberikan sebuah kotak kepada Kasih.
“Kotak apa ini mas? Isinya apa? Baju ya? Atau apa mas?” Tanya Kasih.
“Buka saja, kamu harus memakainya.” Kata Rey.
“Astaga, kalau hanya nonton film dirumah kenapa harus ganti baju segala sih mas.” Kata Kasih lalu dia membuka kotak tersebut, dan Kasih sangat kaget dengan isinya yang berupa lingerie, dia pun secara spontan melempar kotak tersebut.
“Aaaaaaaa.” Teriak Kasih.
“Kenapa sih kok teriak? Cepat pakai itu.” Kata Rey.
“Aku tidak mau mas, itu namanya baju haram mas.” Kata Kasih.
“Aku tau tapi kalau yang memakai kamu dan hanya didepanku saja itu tidak apa-apa, sesekali menyenangkan hati suami lah, pahalamu pasti semakin banyak.” Kata Rey.
“Tapi aku malu mas.” Kata Kasih.
“Kenapa mesti malu? Aku sudah melihat tubuhmu begitu pula denganmu yang sudah melihat tubuhku jadi untuk apa malu, kita ini suami istri sah loh. Cepat ganti baju sana, ganti baju disini saja tidak perlu ke toilet.” Kata Rey.
“Ganti baju di depanmu? Aku tidak mau lah mas.” Kata Kasih.
“Menolak perintah suami itu dosa besar loh.” Kata Rey.
“Hmmmmm giliran seperti ini saja bawa agama, kemarin-kemarin kemana? Menemui wanita yang bukan muhrimnya dan diam-diam di belakang suami juga dosa besar loh mas.” Kata Kasih.
“Sudah cepat ganti baju sana.” Kata Rey.
__ADS_1
Akhirnya Kasih mengganti pakaiannya di depan Rey.