Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 12


__ADS_3

Abel bekerja sebagai spg di


sebuah mall khususnya tas dan sepatu.


“Perkenalkan namaku Abel. Aku


anak baru disini, mohon bantuan dan kerja samanya ya.” Kata Abel.


“Salam kenal namaku Na Young, Cho


Na Young.” Kata rekan kerja Abel yang bernama Na Young.


“Sepertinya kamu bukan asli orang


korea ya.” Kata Na Young.


“Aku berasal dari Indonesia.”


Kata Abel.


Tidak lama kemudian, para pembeli


mulai berdatangan.


“Aku butuh tas limited edition


keluaran terbaru dari brand merk X. Cepat ambilkan tas itu, aku mau


membelinya.” Kata Seok Kyung, dia adalah pelanggan vip mall tersebut.


“Baik, tunggu sebentar.” Kata Na


Young. Abel tidak sadar jika Seok Kyung adalah pelanggan vip, lagipula dia


sedang menata tas sehingga dia tidak melihatnya.


“Ini tasnya.” Kata Na Young.


“Ok, aku akan membelinya.” Kata


Seok Kyung lalu dia memberikan kartu kredit untuk membayar.


“Mohon maaf kartu anda tidak bisa


digunakan.” Kata Na Young.


“Kamu meremehkan aku ya? Kamu


menghinaku? Kamu pikir aku tidak bisa membayar tas itu? Pasti mesin


pembayaranmu yang bermasalah. Dasar brengsek.” Kata Seok Kyung sambil


menyiramkan air ke wajah Na Young.


“Aaaaah, memang benar kartu anda


terblokir. Anda tidak berhak melakukan hal ini padaku.” Kata Na Young.


“Ada apa ini?” Tanya Abel.


“Kamu lagi? Kenapa aku harus


bertemu denganmu disini? Aku jadi tidak berselera untuk berbelanja, benar-benar


toko ini dan karyawannya merupakan sampah.” Kata Seok Kyung lalu dia pergi.


“Kamu baik-baik saja? Aku akan


membantumu, dasar kurang ajar sekali dia. Aku waktu itu juga pernah berurusan


dengannya bahkan membuatku kehilangan pekerjaan gara-gara masalah sepele.” Kata


Abel.


“Tamat sudah riwayatku, dia


adalah pelanggan vip. Pasti bos akan memecatku karena tidak melayani dengan


baik.” Kata Na Young.


“Kamu tidak salah, tapi memang


kartu kreditnya sedang bermasalah. Jangan khawatir, kamu tidak akan dipecat.”


Kata Abel.


“Bagaimana jika aku dipecat


karena dia? Seharusnya aku meminta maaf padanya atau bahkan berlutut padanya.”


Kata Na Young.


“Jangan lakukan itu, ingat kamu


tidaklah bersalah. Sudahlah lupakan saja, tidak akan terjadi hal buruk padamu.”


Kata Abel.


Keesokan harinya, benar dugaan Na


Young. Ternyata Na Young dipecat dari pekerjaannya.


“Kenapa bisa kamu dipecat?” Tanya


Abel.


“Karena aku tidak bersikap ramah


kepada pelanggan vip kita dan aku belum sempat meminta maaf. Seharusnya aku


berlutut sambil memohon maaf padanya. Dia adalah pelanggan vip kita, lagi-lagi

__ADS_1


dia menggunakan pengaruh keluarganya untuk memberhentikanku.” Kata Na Young.


“Kenapa sih ada keluarga seperti


mereka, meskipun aku dulu pernah hidup bergelimang harta tapi setidaknya aku


tidaklah seperti itu. Benar-benar menyebalkan.” Kata Abel.


“Sebaiknya kamu berhati-hati dan


jangan mencari gara-gara kepada pelanggan kemarin. Aku pamit pergi dulu ya,


jaga dirimu dengan baik.” Kata Na Young.


Karena kesal, Abel pun mendatangi


Ji Yong. Namun dia tidak sengaja bertemu Soo Ah yang sedang menelfon seseorang.


Akhirnya Abel diam-diam mendengarkan pembicaraan Soo Ah di telfon.


“Bagaimana? Aku minta segera urus


secepatnya, JK Holding harus menjadi milikku atas namaku dan  Seok Kyung. Seok Kyung harus mendapatkan saham


lebih besar dibandingkan Ha Joon. JK Holding tidak hanya memiliki gedung saja


tapi juga memiliki rumah sakit dan yayasan sekolah, segera atur agar keduanya menjadi


milikku dan milik Seok Kyung. Kalau perlu buat posisi Ji Yong menjadi terdesak


sehingga para jajaran direksi bisa mengalihkan rumah sakit dan yayasan sekolah


itu menjadi atas nama aku dan Seok Kyung. Aku akan memberikan apartemen mewah


untuk keluargamu. Ingat ya atas nama aku dan juga Seok Kyung, jangan


khawatirkan Ha Joon.” Kata Soo Ah.


“Baiklah, terima kasih banyak


sayang, aku akan segera menemuimu. Aku mencintaimu.” Kata Soo Ah.


“Untung saja aku merekamnya, jika


dia berulah aku akan menggunakan rekaman ini agar dia dan keluarganya tidak


seenaknya terhadap orang lain. Tunggu sebentar, sepertinya dia sedang


merencanakan sesuatu yang buruk dan ingin menguasai harta tuan Ji Yong. Kenapa dia


mengatasnamakan dirinya dan si anak nakal itu? Setauku dia memiliki dua orang


anak, sepertinya ada yang tidak beres. Sebaiknya aku memberitahu tuan Ji Yong,


dengan begitu Na Young bisa kembali bekerja lagi.” Kata Abel.


Lalu dia menemui Ji Yong, namun


tolong, lalu Ji Yong segera dibawa ke rumah sakit.


“Apa yang terjadi padanya? Apa jangan-jangan


istrinya yang telah mencelakai tuan Ji Yong. Lebih baik aku segera pergi dari


sini sebelum istri dan anaknya melihatku.” Kata Abel.


Tidak lama kemudian datanglah Soo


Ah, Seok Kyung dan Ha Joon. Abel pun segera bersembunyi sambil mengawasi


mereka.


“Kenapa juga aku harus terlibat


dengan keluarga mereka? Aku merasa kasihan pada tuan Ji Yong tapi istri dan si


anak nakal itu benar-benar menyusahkanku. Aku harus mencari tau dan rekaman itu


harus aku berikan pada tuan Ji Yong, aku merasa bahwa istrinya yang membuat


tuan Ji Yong tak sadarkan diri.” Kata Abel lirih.


Ji Yong telah dipindahkan ke


kamar inap vip. Soo Ah dan Seok Kyung masuk kedalam kamar tersebut. Namun Ha


Joon pergi ke sebuah taman karena ibunya melarang Ha Joon untuk ikut masuk


kedalam, Abel pun mengikutinya.


“Hai kamu sedang apa?” Tanya


Abel.


“Kamu siapa?” Tanya Ha Joon.


“Namaku Abel, aku melihatmu


bersama ibu dan kakakmu masuk kedalam ruangan inap. Siapa yang sakit? Kenapa kamu


justru duduk disini?” Tanya Abel.


“Papaku sedang sakit, mama


melarangku masuk kedalam sehingga aku pergi kesini dan mendoakan yang terbaik


untuk papa. Apakah kamu mengenal papaku?” Tanya Ha Joon.


“Tentu saja karena akulah yang


menelfon rumah sakit untuk segera membawa kesini. Aku tadi datang ke kantor

__ADS_1


papa kamu tiba-tiba aku melihat papa kamu pingsan.” Kata Abel.


“Terima kasih banyak telah


menyelamatkan papaku, papa pasti akan membalas kebaikanmu.” Kata Ha Joon.


“Semoga papa kamu segera sembuh


ya, nama kamu siapa?” Tanya Abel.


“Perkenalkan namaku Park Ha Joon.


Bolehkah aku memanggilmu tante? Sepetinya tante orang baik dan sangat mengenal


papaku.” Kata Ha Joon.


“Dia sangat ramah seperti tuan Ji


Yong. Sangat berbeda dengan ibu dan kakaknya.” Kata Abel dalam hati.


“Tunggu disini, aku akan


membelikanmu minum.” Kata Abel.


“Terima kasih banyak.” Kata Ha


Joon.


Tidak lama kemudian, Abel kembali


sambil membawa air minum untuk Ha Joon.


“Sedang apa kamu disini? Cepat pulang,


pulanglah bersama bibi Kang (pengasuh Ha Joon).” Kata Soo Ah.


“Bolehkah aku menemui papa? Aku ingin


melihat keadaan papa ma.” Kata Ha Joon.


“Tidak boleh, cepat pulang


sekarang juga.” Bentak Soo Ah.


“Ayo kita pulang.” Kata bibi


Kang.


“Jangan membantah dan cepat


pulang sekarang juga.” Kata Soo Ah.


Akhirnya Ha Joon kembali pulang,


Abel segera berlari agar tidak diketahui oleh Soo Ah.


“Wah jahat sekali dia dengan


anaknya, kasihan Ha Joon. Sebaiknya aku kembali pulang saja.” Kata Abel. Namun


lagi-lagi Abel melihat Soo Ah sedang menelfon seseorang, Abel pun akhirnya


diam-diam mendengarkannya.


“Bagus sekali, sekarang Ji Yong


sedang terbaring di rumah sakit. Dengan begitu, kita bisa secepatnya


mengumpulkan para direksi, aku akan mempengaruhi ayah mertuaku yang sakit itu untuk


menyetujui agar yayasan sekolah dan rumah sakit itu menjadi milikku hahahaha.” Kata


Soo Ah lalu menutup telfonnya.


“Soo Ah kamu akan menjadi kaya


raya dan memiliki yayasan sekolah dan rumah sakit, lalu jika Ha Joon menjadi


pewaris JK Group, aku akan merebutnya, selama ini aku mendidiknya dengan sangat


baik dan selalu menuruti apapun permintaanku. Dia adalah saingan terbesar Seok


Kyung. Itu kesalahanmu karena terlahir ke dunia ini Ha Joon.” Kata Soo Ah


lirih. Lalu dia segera masuk kembali ke dalam kamar inap suaminya.


Abel yang mendengar percakapan


Soo Ah sangat kaget.


“Ji Yong dalam bahaya, sepertinya


aku harus menyelamatkannya. Bagaimanapun juga dia sangat baik padaku. Lebih baik


aku berpura-pura menjadi perawatnya saja agar aku bisa memantau perkembangannya


dan dia harus segera pulih demi dirinya dan keluarganya. Tapi haruskah aku


melakukannya sampai sejauh ini? Aku bahkan tidak ingin terlibat dengannya tapi


dia sangat baik dan ramah padaku. Bahkan dia memberikanku apartemen yang layak


untukku dan menawariku pekerjaan, meskipun aku menolaknya. Baiklah anggap saja


ini balas budiku padanya.” Kata Abel.


Akhirnya Abel memutuskan menjadi


perawat pribadinya agar dia bisa memantau Ji Yong. Dia selalu memakai masker


agar tidak ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2