
Abel bekerja sebagai spg di
sebuah mall khususnya tas dan sepatu.
“Perkenalkan namaku Abel. Aku
anak baru disini, mohon bantuan dan kerja samanya ya.” Kata Abel.
“Salam kenal namaku Na Young, Cho
Na Young.” Kata rekan kerja Abel yang bernama Na Young.
“Sepertinya kamu bukan asli orang
korea ya.” Kata Na Young.
“Aku berasal dari Indonesia.”
Kata Abel.
Tidak lama kemudian, para pembeli
mulai berdatangan.
“Aku butuh tas limited edition
keluaran terbaru dari brand merk X. Cepat ambilkan tas itu, aku mau
membelinya.” Kata Seok Kyung, dia adalah pelanggan vip mall tersebut.
“Baik, tunggu sebentar.” Kata Na
Young. Abel tidak sadar jika Seok Kyung adalah pelanggan vip, lagipula dia
sedang menata tas sehingga dia tidak melihatnya.
“Ini tasnya.” Kata Na Young.
“Ok, aku akan membelinya.” Kata
Seok Kyung lalu dia memberikan kartu kredit untuk membayar.
“Mohon maaf kartu anda tidak bisa
digunakan.” Kata Na Young.
“Kamu meremehkan aku ya? Kamu
menghinaku? Kamu pikir aku tidak bisa membayar tas itu? Pasti mesin
pembayaranmu yang bermasalah. Dasar brengsek.” Kata Seok Kyung sambil
menyiramkan air ke wajah Na Young.
“Aaaaah, memang benar kartu anda
terblokir. Anda tidak berhak melakukan hal ini padaku.” Kata Na Young.
“Ada apa ini?” Tanya Abel.
“Kamu lagi? Kenapa aku harus
bertemu denganmu disini? Aku jadi tidak berselera untuk berbelanja, benar-benar
toko ini dan karyawannya merupakan sampah.” Kata Seok Kyung lalu dia pergi.
“Kamu baik-baik saja? Aku akan
membantumu, dasar kurang ajar sekali dia. Aku waktu itu juga pernah berurusan
dengannya bahkan membuatku kehilangan pekerjaan gara-gara masalah sepele.” Kata
Abel.
“Tamat sudah riwayatku, dia
adalah pelanggan vip. Pasti bos akan memecatku karena tidak melayani dengan
baik.” Kata Na Young.
“Kamu tidak salah, tapi memang
kartu kreditnya sedang bermasalah. Jangan khawatir, kamu tidak akan dipecat.”
Kata Abel.
“Bagaimana jika aku dipecat
karena dia? Seharusnya aku meminta maaf padanya atau bahkan berlutut padanya.”
Kata Na Young.
“Jangan lakukan itu, ingat kamu
tidaklah bersalah. Sudahlah lupakan saja, tidak akan terjadi hal buruk padamu.”
Kata Abel.
Keesokan harinya, benar dugaan Na
Young. Ternyata Na Young dipecat dari pekerjaannya.
“Kenapa bisa kamu dipecat?” Tanya
Abel.
“Karena aku tidak bersikap ramah
kepada pelanggan vip kita dan aku belum sempat meminta maaf. Seharusnya aku
berlutut sambil memohon maaf padanya. Dia adalah pelanggan vip kita, lagi-lagi
__ADS_1
dia menggunakan pengaruh keluarganya untuk memberhentikanku.” Kata Na Young.
“Kenapa sih ada keluarga seperti
mereka, meskipun aku dulu pernah hidup bergelimang harta tapi setidaknya aku
tidaklah seperti itu. Benar-benar menyebalkan.” Kata Abel.
“Sebaiknya kamu berhati-hati dan
jangan mencari gara-gara kepada pelanggan kemarin. Aku pamit pergi dulu ya,
jaga dirimu dengan baik.” Kata Na Young.
Karena kesal, Abel pun mendatangi
Ji Yong. Namun dia tidak sengaja bertemu Soo Ah yang sedang menelfon seseorang.
Akhirnya Abel diam-diam mendengarkan pembicaraan Soo Ah di telfon.
“Bagaimana? Aku minta segera urus
secepatnya, JK Holding harus menjadi milikku atas namaku dan Seok Kyung. Seok Kyung harus mendapatkan saham
lebih besar dibandingkan Ha Joon. JK Holding tidak hanya memiliki gedung saja
tapi juga memiliki rumah sakit dan yayasan sekolah, segera atur agar keduanya menjadi
milikku dan milik Seok Kyung. Kalau perlu buat posisi Ji Yong menjadi terdesak
sehingga para jajaran direksi bisa mengalihkan rumah sakit dan yayasan sekolah
itu menjadi atas nama aku dan Seok Kyung. Aku akan memberikan apartemen mewah
untuk keluargamu. Ingat ya atas nama aku dan juga Seok Kyung, jangan
khawatirkan Ha Joon.” Kata Soo Ah.
“Baiklah, terima kasih banyak
sayang, aku akan segera menemuimu. Aku mencintaimu.” Kata Soo Ah.
“Untung saja aku merekamnya, jika
dia berulah aku akan menggunakan rekaman ini agar dia dan keluarganya tidak
seenaknya terhadap orang lain. Tunggu sebentar, sepertinya dia sedang
merencanakan sesuatu yang buruk dan ingin menguasai harta tuan Ji Yong. Kenapa dia
mengatasnamakan dirinya dan si anak nakal itu? Setauku dia memiliki dua orang
anak, sepertinya ada yang tidak beres. Sebaiknya aku memberitahu tuan Ji Yong,
dengan begitu Na Young bisa kembali bekerja lagi.” Kata Abel.
Lalu dia menemui Ji Yong, namun
tolong, lalu Ji Yong segera dibawa ke rumah sakit.
“Apa yang terjadi padanya? Apa jangan-jangan
istrinya yang telah mencelakai tuan Ji Yong. Lebih baik aku segera pergi dari
sini sebelum istri dan anaknya melihatku.” Kata Abel.
Tidak lama kemudian datanglah Soo
Ah, Seok Kyung dan Ha Joon. Abel pun segera bersembunyi sambil mengawasi
mereka.
“Kenapa juga aku harus terlibat
dengan keluarga mereka? Aku merasa kasihan pada tuan Ji Yong tapi istri dan si
anak nakal itu benar-benar menyusahkanku. Aku harus mencari tau dan rekaman itu
harus aku berikan pada tuan Ji Yong, aku merasa bahwa istrinya yang membuat
tuan Ji Yong tak sadarkan diri.” Kata Abel lirih.
Ji Yong telah dipindahkan ke
kamar inap vip. Soo Ah dan Seok Kyung masuk kedalam kamar tersebut. Namun Ha
Joon pergi ke sebuah taman karena ibunya melarang Ha Joon untuk ikut masuk
kedalam, Abel pun mengikutinya.
“Hai kamu sedang apa?” Tanya
Abel.
“Kamu siapa?” Tanya Ha Joon.
“Namaku Abel, aku melihatmu
bersama ibu dan kakakmu masuk kedalam ruangan inap. Siapa yang sakit? Kenapa kamu
justru duduk disini?” Tanya Abel.
“Papaku sedang sakit, mama
melarangku masuk kedalam sehingga aku pergi kesini dan mendoakan yang terbaik
untuk papa. Apakah kamu mengenal papaku?” Tanya Ha Joon.
“Tentu saja karena akulah yang
menelfon rumah sakit untuk segera membawa kesini. Aku tadi datang ke kantor
__ADS_1
papa kamu tiba-tiba aku melihat papa kamu pingsan.” Kata Abel.
“Terima kasih banyak telah
menyelamatkan papaku, papa pasti akan membalas kebaikanmu.” Kata Ha Joon.
“Semoga papa kamu segera sembuh
ya, nama kamu siapa?” Tanya Abel.
“Perkenalkan namaku Park Ha Joon.
Bolehkah aku memanggilmu tante? Sepetinya tante orang baik dan sangat mengenal
papaku.” Kata Ha Joon.
“Dia sangat ramah seperti tuan Ji
Yong. Sangat berbeda dengan ibu dan kakaknya.” Kata Abel dalam hati.
“Tunggu disini, aku akan
membelikanmu minum.” Kata Abel.
“Terima kasih banyak.” Kata Ha
Joon.
Tidak lama kemudian, Abel kembali
sambil membawa air minum untuk Ha Joon.
“Sedang apa kamu disini? Cepat pulang,
pulanglah bersama bibi Kang (pengasuh Ha Joon).” Kata Soo Ah.
“Bolehkah aku menemui papa? Aku ingin
melihat keadaan papa ma.” Kata Ha Joon.
“Tidak boleh, cepat pulang
sekarang juga.” Bentak Soo Ah.
“Ayo kita pulang.” Kata bibi
Kang.
“Jangan membantah dan cepat
pulang sekarang juga.” Kata Soo Ah.
Akhirnya Ha Joon kembali pulang,
Abel segera berlari agar tidak diketahui oleh Soo Ah.
“Wah jahat sekali dia dengan
anaknya, kasihan Ha Joon. Sebaiknya aku kembali pulang saja.” Kata Abel. Namun
lagi-lagi Abel melihat Soo Ah sedang menelfon seseorang, Abel pun akhirnya
diam-diam mendengarkannya.
“Bagus sekali, sekarang Ji Yong
sedang terbaring di rumah sakit. Dengan begitu, kita bisa secepatnya
mengumpulkan para direksi, aku akan mempengaruhi ayah mertuaku yang sakit itu untuk
menyetujui agar yayasan sekolah dan rumah sakit itu menjadi milikku hahahaha.” Kata
Soo Ah lalu menutup telfonnya.
“Soo Ah kamu akan menjadi kaya
raya dan memiliki yayasan sekolah dan rumah sakit, lalu jika Ha Joon menjadi
pewaris JK Group, aku akan merebutnya, selama ini aku mendidiknya dengan sangat
baik dan selalu menuruti apapun permintaanku. Dia adalah saingan terbesar Seok
Kyung. Itu kesalahanmu karena terlahir ke dunia ini Ha Joon.” Kata Soo Ah
lirih. Lalu dia segera masuk kembali ke dalam kamar inap suaminya.
Abel yang mendengar percakapan
Soo Ah sangat kaget.
“Ji Yong dalam bahaya, sepertinya
aku harus menyelamatkannya. Bagaimanapun juga dia sangat baik padaku. Lebih baik
aku berpura-pura menjadi perawatnya saja agar aku bisa memantau perkembangannya
dan dia harus segera pulih demi dirinya dan keluarganya. Tapi haruskah aku
melakukannya sampai sejauh ini? Aku bahkan tidak ingin terlibat dengannya tapi
dia sangat baik dan ramah padaku. Bahkan dia memberikanku apartemen yang layak
untukku dan menawariku pekerjaan, meskipun aku menolaknya. Baiklah anggap saja
ini balas budiku padanya.” Kata Abel.
Akhirnya Abel memutuskan menjadi
perawat pribadinya agar dia bisa memantau Ji Yong. Dia selalu memakai masker
agar tidak ada yang mengetahuinya.
__ADS_1