Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 9


__ADS_3

Setibanya Ji


Yong didepan apartemen Abel.


“Maaf, apakah


anda sedang mencari penghuni unit 344? Dia baru saja keluar sambil membawa


koper.” Kata tetangga Abel.


“Benarkah? Dia


pergi kemana?” Tanya Ji Yong.


“Maaf saya


tidak mengetahuinya karena dia juga baru saja tinggal disini.” Kata tetangga


tersebut. Kemudian Ji Yong beserta sekretaris dan supirnya mencari keberadaan


Abel.


Lalu


sekretarisnya Ji Yong mendapatkan lokasi Abel saat ini.


“Kita berhasil


menemukan keberadaan nona Abel.” Kata sekretaris Ji Yong yang bernama


Sekretaris Cho.


“Benarkah?


Dimana dia sekarang?” Tanya Ji Yong.


“Dia menginap


di sebuah guest house tidak jauh dari sini.” Kata Sekretaris Cho.


“Kita pergi


kesana.” Kata ji Yong.


“Maaf, tapi


tuan ada makan malam bersama keluarga nyonya Han Soo Ah.” Kata sekretaris Cho.


“Sampaikan


padanya kalau aku sedang sibuk.” Kata Ji Yong.


“Tapi tuan.”


Kata Sekretaris Cho.


“Jadi kamu


mulai berani membantahku?” Tanya Ji Yong.


“Tidak tuan,


baik akan saya sampaikan sekarang.” Kata sekretaris Cho.


Kemudian Ji


Yong segera menghampiri kediaman Abel. Ji Yong menekan bel rumah Abel.


“Ji Yong-ssi?”


Tanya Abel kaget.


“Aku mencarimu


kemana-mana, bolehkah aku masuk?” Tanya Ji Yong.


“Tunggu aku


diluar saja, tempatku terlalu sempit.” Kata Abel.


“Baiklah,


temui aku didalam mobil.” Kata Ji Yong.


Beberapa menit


kemudian, Abel keluar dan segera masuk ke dalam mobil Ji Yong.


“Aku akan


mengemudi sendiri, pulanglah.” Kata Ji Yong kepada sekretarisnya.


“Baik tuan.”


Kata sekretaris Cho.

__ADS_1


Lalu Ji Yong


mengajak Abel keluar.


“Mau pergi


kemana? Bicara saja disini.” Kata Abel.


“Maafkan aku


sebelumnya.” Kata Ji Yong.


“Lupakan


masalah itu dan aku tidak ingin berurusan lagi dengan anda.” Kata Abel.


“Tunggu,


jangan pergi. Aku tidak ingin ada seseorang yang memiliki dendam padaku dan


keluargaku. Aku juga tulus meminta maaf padamu. Oh iya aku juga bisa memberimu


pekerjaan dan tempat tinggal sebagai permintaan maafku padamu.” Kata ji Yong.


“Kenapa dia


baik sekali padaku? Pasti dia ingin memanfaatkanku atau jangan-jangan dia ingin


menjebakku.” Kata Abel dalam hati.


“Turunkan aku,


aku akan memaafkan anda dan keluarga anda. Setelah ini kita tidak ada urusan


lagi.” Kata Abel.


“Baiklah.” Kata


Ji Yong.


Lalu Ji Yong


menurunkan Abel didepan gang masuk rumahnya.


“Permisi, aku


masuk dulu.” Kata Abel.


“Tunggu,


“Aku tidak mau


berhutang padamu. Aku bisa berlari.” Kata Abel.


“Hujannya


sangat lebat, tunggu hei tunggu.” Teriak Ji Yong. Lalu Ji Yong berlari dan


memayungi Abel.


“Kenapa bapak


mengikutiku? Bapak kehujanan nanti.” Kata Abel.


“Tempat


tinggalmu masih masuk kedalam dan sangat jauh dari gang, mana mungkin aku


membiarkan seorang wanita kehujanan malam hari seperti ini.” Kata Ji Yong.


“Kenapa hatiku


jadi seperti ini, kenapa aku jadi deg-degan seperti ini sih. Ingat dia sudah


berkeluarga jadi mana mungkin aku mengganggunya. Jangan berharap lebih darinya,


setelah ini tidak ada urusan lagi dengannya.” Kata Abel dalam hati.


Setibanya di


tempat tinggal Abel.


“Masuklah,


hujannya masih deras.” Kata Ji Yong.


“Baju bapak


basah kuyup, masuklah. Aku akan membuatkanmu minuman hangat, bapak bisa masuk


angin.” Kata Abel. Akhirnya Ji Yong masuk kedalam rumah Abel yang sangat sempit


itu.


“Duduklah,

__ADS_1


maaf rumahku sangat sempit dan aku belum merapikan barangku.” Kata Abel.


“Ternyata ada


juga rumah sesempit ini ya.” Kata Ji Yong dalam hati.


“Silahkan


diminum, teh madu hangat ini akan membuat tubuhmu menjadi hangat. Oh iya ini


ada jaket milikku untukmu. Pakailah jaket ini, baju kamu basah kuyup.” Kata Abel.


“Ah baiklah.” Kata


Ji Yong.


“Dia sangat


baik, istriku bahkan tidak pernah memperlakukanku seperti ini.” Kata Ji Yong


dalam hati.


Setelah itu Ji


Yong mengganti pakaiannya.


“Wah ternyata


jaket milikku pas juga hehe. Duduklah, aku membuatkan makanan untukmu. Ini makanan


dari negaraku.” Kata Abel.


“Namanya apa?”


Tanya Ji Yong.


“Namanya


bakso, silahkan dimakan.” Kata Abel sambil mengambilkan bakso untuk Ji Yong.


“Terima kasih


banyak. Sepertinya hujannya reda, aku harus kembali.” Kata Ji Yong.


“Makanlah


terlebih dahulu.” Kata Abel.


“Baiklah, aku


akan memakannya.” Kata Ji Yong.


“Bagaimana


rasanya? Enak tidak?” Tanya Abel.


“Rasanya


sangat enak dan cocok sekali dimakan saat hujan. Sepertinya kamu sangat jago


memasak ya.” Kata Ji Yong.


“Aku belajar


memasak.” Kata Abel.


Setelah selesai


makan, Ji Yong memutuskan untuk kembali pulang.


“Aku harus


kembali pulang.” Kata Ji Yong.


“Baiklah,


setelah ini kita tidak ada urusan lagi ya dan tolong jangan menghampiriku


kesini. Aku sudah memaafkan kalian.” Kata Abel.


“Terima kasih


atas makanannya, aku akan mengembalikan jaket milikmu.” Kata Ji Yong.


“Tidak perlu,


aku tidak ingin kita ada urusan lagi.” Kata Abel.


“Baiklah kalau


begitu, oh iya aku tidak akan menutup kafe tempatmu kerja.” Kata Ji Yong.


“Terima kasih


tapi aku tidak ingin kembali kesana.” Kata Abel.

__ADS_1


__ADS_2