
Setibanya Ji
Yong didepan apartemen Abel.
“Maaf, apakah
anda sedang mencari penghuni unit 344? Dia baru saja keluar sambil membawa
koper.” Kata tetangga Abel.
“Benarkah? Dia
pergi kemana?” Tanya Ji Yong.
“Maaf saya
tidak mengetahuinya karena dia juga baru saja tinggal disini.” Kata tetangga
tersebut. Kemudian Ji Yong beserta sekretaris dan supirnya mencari keberadaan
Abel.
Lalu
sekretarisnya Ji Yong mendapatkan lokasi Abel saat ini.
“Kita berhasil
menemukan keberadaan nona Abel.” Kata sekretaris Ji Yong yang bernama
Sekretaris Cho.
“Benarkah?
Dimana dia sekarang?” Tanya Ji Yong.
“Dia menginap
di sebuah guest house tidak jauh dari sini.” Kata Sekretaris Cho.
“Kita pergi
kesana.” Kata ji Yong.
“Maaf, tapi
tuan ada makan malam bersama keluarga nyonya Han Soo Ah.” Kata sekretaris Cho.
“Sampaikan
padanya kalau aku sedang sibuk.” Kata Ji Yong.
“Tapi tuan.”
Kata Sekretaris Cho.
“Jadi kamu
mulai berani membantahku?” Tanya Ji Yong.
“Tidak tuan,
baik akan saya sampaikan sekarang.” Kata sekretaris Cho.
Kemudian Ji
Yong segera menghampiri kediaman Abel. Ji Yong menekan bel rumah Abel.
“Ji Yong-ssi?”
Tanya Abel kaget.
“Aku mencarimu
kemana-mana, bolehkah aku masuk?” Tanya Ji Yong.
“Tunggu aku
diluar saja, tempatku terlalu sempit.” Kata Abel.
“Baiklah,
temui aku didalam mobil.” Kata Ji Yong.
Beberapa menit
kemudian, Abel keluar dan segera masuk ke dalam mobil Ji Yong.
“Aku akan
mengemudi sendiri, pulanglah.” Kata Ji Yong kepada sekretarisnya.
“Baik tuan.”
Kata sekretaris Cho.
__ADS_1
Lalu Ji Yong
mengajak Abel keluar.
“Mau pergi
kemana? Bicara saja disini.” Kata Abel.
“Maafkan aku
sebelumnya.” Kata Ji Yong.
“Lupakan
masalah itu dan aku tidak ingin berurusan lagi dengan anda.” Kata Abel.
“Tunggu,
jangan pergi. Aku tidak ingin ada seseorang yang memiliki dendam padaku dan
keluargaku. Aku juga tulus meminta maaf padamu. Oh iya aku juga bisa memberimu
pekerjaan dan tempat tinggal sebagai permintaan maafku padamu.” Kata ji Yong.
“Kenapa dia
baik sekali padaku? Pasti dia ingin memanfaatkanku atau jangan-jangan dia ingin
menjebakku.” Kata Abel dalam hati.
“Turunkan aku,
aku akan memaafkan anda dan keluarga anda. Setelah ini kita tidak ada urusan
lagi.” Kata Abel.
“Baiklah.” Kata
Ji Yong.
Lalu Ji Yong
menurunkan Abel didepan gang masuk rumahnya.
“Permisi, aku
masuk dulu.” Kata Abel.
“Tunggu,
“Aku tidak mau
berhutang padamu. Aku bisa berlari.” Kata Abel.
“Hujannya
sangat lebat, tunggu hei tunggu.” Teriak Ji Yong. Lalu Ji Yong berlari dan
memayungi Abel.
“Kenapa bapak
mengikutiku? Bapak kehujanan nanti.” Kata Abel.
“Tempat
tinggalmu masih masuk kedalam dan sangat jauh dari gang, mana mungkin aku
membiarkan seorang wanita kehujanan malam hari seperti ini.” Kata Ji Yong.
“Kenapa hatiku
jadi seperti ini, kenapa aku jadi deg-degan seperti ini sih. Ingat dia sudah
berkeluarga jadi mana mungkin aku mengganggunya. Jangan berharap lebih darinya,
setelah ini tidak ada urusan lagi dengannya.” Kata Abel dalam hati.
Setibanya di
tempat tinggal Abel.
“Masuklah,
hujannya masih deras.” Kata Ji Yong.
“Baju bapak
basah kuyup, masuklah. Aku akan membuatkanmu minuman hangat, bapak bisa masuk
angin.” Kata Abel. Akhirnya Ji Yong masuk kedalam rumah Abel yang sangat sempit
itu.
“Duduklah,
__ADS_1
maaf rumahku sangat sempit dan aku belum merapikan barangku.” Kata Abel.
“Ternyata ada
juga rumah sesempit ini ya.” Kata Ji Yong dalam hati.
“Silahkan
diminum, teh madu hangat ini akan membuat tubuhmu menjadi hangat. Oh iya ini
ada jaket milikku untukmu. Pakailah jaket ini, baju kamu basah kuyup.” Kata Abel.
“Ah baiklah.” Kata
Ji Yong.
“Dia sangat
baik, istriku bahkan tidak pernah memperlakukanku seperti ini.” Kata Ji Yong
dalam hati.
Setelah itu Ji
Yong mengganti pakaiannya.
“Wah ternyata
jaket milikku pas juga hehe. Duduklah, aku membuatkan makanan untukmu. Ini makanan
dari negaraku.” Kata Abel.
“Namanya apa?”
Tanya Ji Yong.
“Namanya
bakso, silahkan dimakan.” Kata Abel sambil mengambilkan bakso untuk Ji Yong.
“Terima kasih
banyak. Sepertinya hujannya reda, aku harus kembali.” Kata Ji Yong.
“Makanlah
terlebih dahulu.” Kata Abel.
“Baiklah, aku
akan memakannya.” Kata Ji Yong.
“Bagaimana
rasanya? Enak tidak?” Tanya Abel.
“Rasanya
sangat enak dan cocok sekali dimakan saat hujan. Sepertinya kamu sangat jago
memasak ya.” Kata Ji Yong.
“Aku belajar
memasak.” Kata Abel.
Setelah selesai
makan, Ji Yong memutuskan untuk kembali pulang.
“Aku harus
kembali pulang.” Kata Ji Yong.
“Baiklah,
setelah ini kita tidak ada urusan lagi ya dan tolong jangan menghampiriku
kesini. Aku sudah memaafkan kalian.” Kata Abel.
“Terima kasih
atas makanannya, aku akan mengembalikan jaket milikmu.” Kata Ji Yong.
“Tidak perlu,
aku tidak ingin kita ada urusan lagi.” Kata Abel.
“Baiklah kalau
begitu, oh iya aku tidak akan menutup kafe tempatmu kerja.” Kata Ji Yong.
“Terima kasih
tapi aku tidak ingin kembali kesana.” Kata Abel.
__ADS_1