Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 125


__ADS_3

Setelah itu, Rasya dengan ditemani istrinya pergi menemui Raffa dan juga pergi ke tempat kerja Rasya


sebelumnya. Mereka berdua naik kereta ekspres karena transportasi umum kereta harganya sangat terjangkau dibanding lainnya.


“Turun disini saja.” Kata Angel.


“Kenapa turun disini? Turun didepan supermarket mau beli apa memangnya?” Tanya Rasya.


“Aku lapar mau beli camilan dulu.” Kata Angel.


“Beli dua ya, aku juga mulai lapar ini.” Kata Rasya.


“Apa beli dua? Mana duitmu? Duit nggak punya malah mau beli banyak.” Bentak Angel.


Angel lalu segera masuk supermarket, disusul dengan suaminya. Tidak lama kemudian terlihat Kaira turun


dari mobil dan masuk ke supermarket. Kaira melihat Angel dan Rasya di kasir


yang hanya membeli camilan satu bungkus kecil saja, dan Kaira hanya tersenyum


melihat mereka. Karena Angel kesal dia menghampiri Kaira dan memarahinya.


“Kenapa kau tersenyum melihatku? Oh aku tau kau pasti menertawakanku karena sekarang aku sudah tidak punya


apa-apa lagi kan?” Kata Angel.


“Terimalah nasibmu, itulah akibat dari merampas hak orang lain dengan cara yang licik. Ini ada sedikit uang


untukmu barangkali kau membutuhkannya untuk membeli makan sehari-hari.” Kata Kaira.


“Kau anggap aku seorang pengemis? Dasar kurang ajar kau ya.” Kata Angel lalu menjambak rambut Kaira. Rasya segera melerainya. Beruntung Kaira juga melawan dan tidak pasrah dengan ulah si Angel.


“Angel sudah apa kau tidak malu dilihat banyak orang?” Bentak Rasya.


“Maafkan aku dan juga si Angel ya, tolong jangan sampai masalah ini jangan dibesar-besarkan, anggap saja ini


tidak terjadi. Aku minta maaf, aku permisi dulu ya.” Kata Rasya sambil menyeret Angel keluar.


“Dasar tidak tau diri, sudah tidak punya apa-apa masih saja sombong.” Gerutu Kaira sambil menata kembali


rambutnya yang berantakan.


**


Angel sangat kesal dengan Kaira dan juga suaminya.

__ADS_1


“Lepasin tanganku, kau itu apa-apaan sih kenapa tadi kau berusaha meleraiku. Harusnya biarkan saja aku


berkelahi dengan si kaira, dia itu berani menghina kita.” Kata Angel kesal.


“Kau harusnya sadar kalau kita salah, dan seharusnya tadi kita langsung pergi eh malah kau terpancing amarah.


Tadi juga banyak orang yang melihat kita, pasti mereka akan menyalahkanmu karena kau menyerang wanita hamil.” Kata Rasya.


“Diam kau, kalau bukan karena kebodohanmu aku tidak akan dipermalukan oleh wanita seperti dia, aku sangat


kesal melihatnya.” Kata Angel.


“Sudah sudah, lebih baik kau pulang saja, aku kesana sendiri saja. Aku takut kau terbawa suasana dan


marah-marah tidak jelas. Kau balik pulang dan tunggu aku.” Kata Rasya.


Akhirnya Angel memutuskan untuk kembali ke rumah sedangkan Rasya pergi ke tempat kerjanya dulu seorang diri.


**


Setibanya di tempat kerjanya, dia melihat jajaran para direksi dan juga CEO didalam sana, kemudian dia segera


berlari dan menemui mereka. Disana juga terdapat Raffa yang sedang berbincang dengan direksi hotel A.


“Selamat pagi pak.” Sapa Rasya.


bukan karyawan disini kau bukan juga direksi hotel ini, cepat pergi dari sini.


Seorang penipu dan perampas hak orang lain yang licik sepertimu tidak pantas


menjadi direksi hotel ini, silahkan pergi dari sini sebelum satpam menyeretmu


keluar secara paksa.”


“Ini semua hanya salah paham saja kok pak, saya akan jelaskan semuanya.” Kata Rasya.


“Tidak perlu, kami sudah mengetahui semuanya dan mulai saat ini kami juga sudah memiliki direksi baru


lagi yaitu Bapak Raffa. Kami tidak membutuhkanmu lagi jadi silahkan pergi dari sini.”


Kemudian Raffa mengajak Rasya keluar ke taman di sebelah kantor.


“Pulanglah ke Jakarta, aku akan


pesankan tiket ke Jakarta bersama istrimu. Oh ya aku juga akan memberikan

__ADS_1


alamat lokasi keberadaan anakmu. Anakmu aman kok dan dalam keadaan sehat,


sebenarnya dia tidak berada di Jakarta melainkan dia berada di salah satu kota


kecil di Jepang. Jemput anakmu lalu segera kembalilah ke Jakarta dengan


selamat. Aku tidak ingin pertengkaran kita ini memutus tali persaudaraan kita.


Aku hanya mengambil apa yang seharusnya ku miliki, makanya aku tidak


melaporkanmu kepada pihak berwajib karena aku saat itu juga merasa bersalah


padamu. Aku sudah tidak kesal lagi denganmu jadi aku mohon sudahi masalah dan


pertengkaran diantara kita berdua. Aku yakin kau adalah suami dan juga ayah


yang baik untuk keluarga kecilmu.” Pesan Raffa.


Rasya termenung dan terdiam mendengar perkataan kakaknya.


“Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi dan tidak tau harus berbuat apa.” Kata Rasya.


“Aku bisa membuka usaha restoran


disini juga atas kerja kerasku dan juga perjuanganku, semua yang aku dapatkan


tidaklah instan. Inilah saatnya kau berusaha keras kembali dari bawah. Aku akan


pesankan tiket penerbangan ke Jakarta dan sampaikan pada istrimu untuk jangan


lagi mengganggu dan menyakiti istriku.” Pesan Raffa.


“Aku tidak tau harus mengucapkan apa padamu. Apa benar kau adalah Raffa kakakku?” Tanya Rasya.


“Hei kita ini kakak adik. Mari kita


kembali seperti dulu saat kita masih kecil hidup damai tenang dan tertawa


bahagia layaknya tidak punya beban hidup sama sekali.” Kata Raffa.


“Good luck, semoga kau bisa


membawa keberuntungan bagi hotel ini dan juga restoranmu. Terimakasih banyak


dan maafkan aku sekali lagi aku minta maaf.” Kata Rasya.

__ADS_1


Kemudian Rasya kembali pulang ke rumah untuk menemui Angel, tidak lupa dia juga membawakan makanan untuknya.


__ADS_2