
Setelah itu, Rasya dengan ditemani istrinya pergi menemui Raffa dan juga pergi ke tempat kerja Rasya
sebelumnya. Mereka berdua naik kereta ekspres karena transportasi umum kereta harganya sangat terjangkau dibanding lainnya.
“Turun disini saja.” Kata Angel.
“Kenapa turun disini? Turun didepan supermarket mau beli apa memangnya?” Tanya Rasya.
“Aku lapar mau beli camilan dulu.” Kata Angel.
“Beli dua ya, aku juga mulai lapar ini.” Kata Rasya.
“Apa beli dua? Mana duitmu? Duit nggak punya malah mau beli banyak.” Bentak Angel.
Angel lalu segera masuk supermarket, disusul dengan suaminya. Tidak lama kemudian terlihat Kaira turun
dari mobil dan masuk ke supermarket. Kaira melihat Angel dan Rasya di kasir
yang hanya membeli camilan satu bungkus kecil saja, dan Kaira hanya tersenyum
melihat mereka. Karena Angel kesal dia menghampiri Kaira dan memarahinya.
“Kenapa kau tersenyum melihatku? Oh aku tau kau pasti menertawakanku karena sekarang aku sudah tidak punya
apa-apa lagi kan?” Kata Angel.
“Terimalah nasibmu, itulah akibat dari merampas hak orang lain dengan cara yang licik. Ini ada sedikit uang
untukmu barangkali kau membutuhkannya untuk membeli makan sehari-hari.” Kata Kaira.
“Kau anggap aku seorang pengemis? Dasar kurang ajar kau ya.” Kata Angel lalu menjambak rambut Kaira. Rasya segera melerainya. Beruntung Kaira juga melawan dan tidak pasrah dengan ulah si Angel.
“Angel sudah apa kau tidak malu dilihat banyak orang?” Bentak Rasya.
“Maafkan aku dan juga si Angel ya, tolong jangan sampai masalah ini jangan dibesar-besarkan, anggap saja ini
tidak terjadi. Aku minta maaf, aku permisi dulu ya.” Kata Rasya sambil menyeret Angel keluar.
“Dasar tidak tau diri, sudah tidak punya apa-apa masih saja sombong.” Gerutu Kaira sambil menata kembali
rambutnya yang berantakan.
**
Angel sangat kesal dengan Kaira dan juga suaminya.
__ADS_1
“Lepasin tanganku, kau itu apa-apaan sih kenapa tadi kau berusaha meleraiku. Harusnya biarkan saja aku
berkelahi dengan si kaira, dia itu berani menghina kita.” Kata Angel kesal.
“Kau harusnya sadar kalau kita salah, dan seharusnya tadi kita langsung pergi eh malah kau terpancing amarah.
Tadi juga banyak orang yang melihat kita, pasti mereka akan menyalahkanmu karena kau menyerang wanita hamil.” Kata Rasya.
“Diam kau, kalau bukan karena kebodohanmu aku tidak akan dipermalukan oleh wanita seperti dia, aku sangat
kesal melihatnya.” Kata Angel.
“Sudah sudah, lebih baik kau pulang saja, aku kesana sendiri saja. Aku takut kau terbawa suasana dan
marah-marah tidak jelas. Kau balik pulang dan tunggu aku.” Kata Rasya.
Akhirnya Angel memutuskan untuk kembali ke rumah sedangkan Rasya pergi ke tempat kerjanya dulu seorang diri.
**
Setibanya di tempat kerjanya, dia melihat jajaran para direksi dan juga CEO didalam sana, kemudian dia segera
berlari dan menemui mereka. Disana juga terdapat Raffa yang sedang berbincang dengan direksi hotel A.
“Selamat pagi pak.” Sapa Rasya.
bukan karyawan disini kau bukan juga direksi hotel ini, cepat pergi dari sini.
Seorang penipu dan perampas hak orang lain yang licik sepertimu tidak pantas
menjadi direksi hotel ini, silahkan pergi dari sini sebelum satpam menyeretmu
keluar secara paksa.”
“Ini semua hanya salah paham saja kok pak, saya akan jelaskan semuanya.” Kata Rasya.
“Tidak perlu, kami sudah mengetahui semuanya dan mulai saat ini kami juga sudah memiliki direksi baru
lagi yaitu Bapak Raffa. Kami tidak membutuhkanmu lagi jadi silahkan pergi dari sini.”
Kemudian Raffa mengajak Rasya keluar ke taman di sebelah kantor.
“Pulanglah ke Jakarta, aku akan
pesankan tiket ke Jakarta bersama istrimu. Oh ya aku juga akan memberikan
__ADS_1
alamat lokasi keberadaan anakmu. Anakmu aman kok dan dalam keadaan sehat,
sebenarnya dia tidak berada di Jakarta melainkan dia berada di salah satu kota
kecil di Jepang. Jemput anakmu lalu segera kembalilah ke Jakarta dengan
selamat. Aku tidak ingin pertengkaran kita ini memutus tali persaudaraan kita.
Aku hanya mengambil apa yang seharusnya ku miliki, makanya aku tidak
melaporkanmu kepada pihak berwajib karena aku saat itu juga merasa bersalah
padamu. Aku sudah tidak kesal lagi denganmu jadi aku mohon sudahi masalah dan
pertengkaran diantara kita berdua. Aku yakin kau adalah suami dan juga ayah
yang baik untuk keluarga kecilmu.” Pesan Raffa.
Rasya termenung dan terdiam mendengar perkataan kakaknya.
“Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi dan tidak tau harus berbuat apa.” Kata Rasya.
“Aku bisa membuka usaha restoran
disini juga atas kerja kerasku dan juga perjuanganku, semua yang aku dapatkan
tidaklah instan. Inilah saatnya kau berusaha keras kembali dari bawah. Aku akan
pesankan tiket penerbangan ke Jakarta dan sampaikan pada istrimu untuk jangan
lagi mengganggu dan menyakiti istriku.” Pesan Raffa.
“Aku tidak tau harus mengucapkan apa padamu. Apa benar kau adalah Raffa kakakku?” Tanya Rasya.
“Hei kita ini kakak adik. Mari kita
kembali seperti dulu saat kita masih kecil hidup damai tenang dan tertawa
bahagia layaknya tidak punya beban hidup sama sekali.” Kata Raffa.
“Good luck, semoga kau bisa
membawa keberuntungan bagi hotel ini dan juga restoranmu. Terimakasih banyak
dan maafkan aku sekali lagi aku minta maaf.” Kata Rasya.
__ADS_1
Kemudian Rasya kembali pulang ke rumah untuk menemui Angel, tidak lupa dia juga membawakan makanan untuknya.