Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 92


__ADS_3

Setibanya dirumah, Raffa segera tertidur. Kemudian Kaira diam-diam mengecek


ponsel milik suaminya. Dia mengecek panggilan terakhir di riwayat panggilannya,


kemudian dia juga melihat semua isi pesan teks di ponsel suaminya. Ternyata Raffa


belum menghapus pesan teror tersebut sehingga Kaira membacanya dan dia sangat


terkejut dengan pesan tersebut. Kaira kemudian menyimpan nomor peneror


tersebut.


“Siapa dia? Apakah dia mengikuti dan mengawasi keluargaku? Ada hubungan apa


dengan suamiku? Apakah suamiku menyembunyikan sesuatu dariku? Apa jangan-jangan


suamiku memiliki wanita lain? Apakah dia masih belum bisa berubah? Astaga mas


apa yang kamu lakukan?” Tanya Kaira dalam hati.


Keesokan paginya.


Kaira menanyakan kejadian kemarin kepada suaminya.


“Mas, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Kata Kaira.


“Ada apa?” Tanya Raffa.


“Tentang apa yang terjadi denganmu saat kita makan bersama kemarin. Kenapa kamu


sangat aneh tiba-tiba melempar ponsel? Apakah kamu mendapat pesan dari


seseorang? Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Aku akan memaafkanmu jika


kamu jujur padaku.” Kata Kaira.


“Tidak ada apa-apa, hanya ada masalah dengan urusan kantor saja kok. Tidak


usah khawatir denganku, semua akan baik-baik saja.” Kata Raffa sambil memeluk


istrinya, namun Kaira melepasnya.


“Jujurlah padaku mas, siapa yang mengirim pesan itu? Apakah kamu memiliki


wanita lain? Bisakah kamu jujur padaku mas.” Kata Kaira dengan snagat kesal dan


juga kecewa.


“Aku tidak memiliki wanita lain sayang, percayalah padaku. Itu hanya pesan


orang yang sedang iseng saja, tidak usah dipikirkan.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Tapi kenapa kamu begitu kaget sampai melempar ponsel milikmu. Jelaskan padaku


siapa itu?” Tanya Kaira.


“Aku hanya takut jika ada orang yang berniat buruk kepada keluargaku


sayang. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini ya, percayalah padaku.” Kata Raffa.


“Apakah kamu serius dengan ucapanmu?” Tanya Kaira.


“Tentu saja sayang, percayalah padaku.” Kata Raffa.


“Baiklah aku akan mempercayaimu, tapi jika kamu menyembunyikan sesuatu


padaku, aku tidak akan pernah memaafkanmu dan tidak akan pernah percaya padamu


lagi.” Kata Kaira.


“Aku selalu jujur padamu sayang.” Kata Raffa lalu memeluk istrinya.


**


Dimeja makan.


“Papi kemana ma?” Tanya Kei.


“Dia pergi ke kantor.” Kata Kaira.


“Papi tidak ikut sarapan bersama kita?” Tanya Arabella.


“Aku sudah selesai makan, aku pergi sekarang ya ma.” Kata Arabella.


“Mau kemana kak?” Tanya Kei.


“Mau pergi menemui temanku.” Kata Arabella.


“Hati-hati ya sayang.” Kata Kaira sambil mencium Arabella.


“Lanjutkan makanmu.” Kata Kaira.


“Mami juga makanlah yang banyak. Mami ada apa kok sepertinya sedang


memikirkan sesuatu?” Tanya Kei.


“Tidak ada apa-apa kok. Oh iya mami penasaran dengan kekasihmu? Apakah dia


cantik? Kamu kenal dia dimana? Apakah dia rekan kerjamu atau dia temanmu saat


kuliah?” Tanya Kaira.


“Dia temanku saat kuliah ma.” Kata Kei.

__ADS_1


“Kamu serius tidak dengannya? Jangan sampai kamu menyakiti perasaannya ya,


jika kamu menyakiti perasaannya sama saja dengan kamu menyakiti mami.” Kata Kaira.


“Tentu saja aku tidak seperti itu ma. Aku selalu mempercayainya begitu pun


dengan dia yang selalu mempercayaiku.” Kata Kei.


“Bagus, memang setiap pasangan haruslah seperti itu.” Kata Kaira.


“Apakah mami dan papi juga begitu? Apakah mami dan papi juga saling percaya


satu sama lain?” Tanya Kei.


“Tentu saja.” Kata Kaira.


“Benarkah? Sampai sekarang?” Tanya Kei.


“Eh iya.” Kata Kaira.


“Berapa persen mami mempercayai papi?” Tanya Kei.


“Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?” Tanya Kaira.


“Karena jika aku menikah nanti aku tidak ingin ada yang kecewa baik aku


maupun istriku, jadi aku juga belajar dari mami dan papi.” Kata Kei.


“Setiap pasangan memiliki cara tersendiri untuk menjaga keutuhan dalam


rumah tangganya.” Kata Kaira.


“Apakah mami pernah kecewa dengan papi?” Tanya Kei.


“Tentu saja pernah, tapi mami tidak akan pernah berpisah dari papi demi


anak-anak mami. Mami tidak ingin anak-anak mami berpisah dari ayah kandungnya. Meskipun


papi pernah menyakiti perasaan mami tapi mami masih bisa memaafkan tapi jika


dia berani menyakiti perasaan anak-anaknya mami tidak akan pernah memaafkannya.”


Kata Kaira.


 


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2