
Setibanya dirumah, Raffa segera tertidur. Kemudian Kaira diam-diam mengecek
ponsel milik suaminya. Dia mengecek panggilan terakhir di riwayat panggilannya,
kemudian dia juga melihat semua isi pesan teks di ponsel suaminya. Ternyata Raffa
belum menghapus pesan teror tersebut sehingga Kaira membacanya dan dia sangat
terkejut dengan pesan tersebut. Kaira kemudian menyimpan nomor peneror
tersebut.
“Siapa dia? Apakah dia mengikuti dan mengawasi keluargaku? Ada hubungan apa
dengan suamiku? Apakah suamiku menyembunyikan sesuatu dariku? Apa jangan-jangan
suamiku memiliki wanita lain? Apakah dia masih belum bisa berubah? Astaga mas
apa yang kamu lakukan?” Tanya Kaira dalam hati.
Keesokan paginya.
Kaira menanyakan kejadian kemarin kepada suaminya.
“Mas, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Kata Kaira.
“Ada apa?” Tanya Raffa.
“Tentang apa yang terjadi denganmu saat kita makan bersama kemarin. Kenapa kamu
sangat aneh tiba-tiba melempar ponsel? Apakah kamu mendapat pesan dari
seseorang? Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Aku akan memaafkanmu jika
kamu jujur padaku.” Kata Kaira.
“Tidak ada apa-apa, hanya ada masalah dengan urusan kantor saja kok. Tidak
usah khawatir denganku, semua akan baik-baik saja.” Kata Raffa sambil memeluk
istrinya, namun Kaira melepasnya.
“Jujurlah padaku mas, siapa yang mengirim pesan itu? Apakah kamu memiliki
wanita lain? Bisakah kamu jujur padaku mas.” Kata Kaira dengan snagat kesal dan
juga kecewa.
“Aku tidak memiliki wanita lain sayang, percayalah padaku. Itu hanya pesan
orang yang sedang iseng saja, tidak usah dipikirkan.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Tapi kenapa kamu begitu kaget sampai melempar ponsel milikmu. Jelaskan padaku
siapa itu?” Tanya Kaira.
“Aku hanya takut jika ada orang yang berniat buruk kepada keluargaku
sayang. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini ya, percayalah padaku.” Kata Raffa.
“Apakah kamu serius dengan ucapanmu?” Tanya Kaira.
“Tentu saja sayang, percayalah padaku.” Kata Raffa.
“Baiklah aku akan mempercayaimu, tapi jika kamu menyembunyikan sesuatu
padaku, aku tidak akan pernah memaafkanmu dan tidak akan pernah percaya padamu
lagi.” Kata Kaira.
“Aku selalu jujur padamu sayang.” Kata Raffa lalu memeluk istrinya.
**
Dimeja makan.
“Papi kemana ma?” Tanya Kei.
“Dia pergi ke kantor.” Kata Kaira.
“Papi tidak ikut sarapan bersama kita?” Tanya Arabella.
“Aku sudah selesai makan, aku pergi sekarang ya ma.” Kata Arabella.
“Mau kemana kak?” Tanya Kei.
“Mau pergi menemui temanku.” Kata Arabella.
“Hati-hati ya sayang.” Kata Kaira sambil mencium Arabella.
“Lanjutkan makanmu.” Kata Kaira.
“Mami juga makanlah yang banyak. Mami ada apa kok sepertinya sedang
memikirkan sesuatu?” Tanya Kei.
“Tidak ada apa-apa kok. Oh iya mami penasaran dengan kekasihmu? Apakah dia
cantik? Kamu kenal dia dimana? Apakah dia rekan kerjamu atau dia temanmu saat
kuliah?” Tanya Kaira.
“Dia temanku saat kuliah ma.” Kata Kei.
__ADS_1
“Kamu serius tidak dengannya? Jangan sampai kamu menyakiti perasaannya ya,
jika kamu menyakiti perasaannya sama saja dengan kamu menyakiti mami.” Kata Kaira.
“Tentu saja aku tidak seperti itu ma. Aku selalu mempercayainya begitu pun
dengan dia yang selalu mempercayaiku.” Kata Kei.
“Bagus, memang setiap pasangan haruslah seperti itu.” Kata Kaira.
“Apakah mami dan papi juga begitu? Apakah mami dan papi juga saling percaya
satu sama lain?” Tanya Kei.
“Tentu saja.” Kata Kaira.
“Benarkah? Sampai sekarang?” Tanya Kei.
“Eh iya.” Kata Kaira.
“Berapa persen mami mempercayai papi?” Tanya Kei.
“Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?” Tanya Kaira.
“Karena jika aku menikah nanti aku tidak ingin ada yang kecewa baik aku
maupun istriku, jadi aku juga belajar dari mami dan papi.” Kata Kei.
“Setiap pasangan memiliki cara tersendiri untuk menjaga keutuhan dalam
rumah tangganya.” Kata Kaira.
“Apakah mami pernah kecewa dengan papi?” Tanya Kei.
“Tentu saja pernah, tapi mami tidak akan pernah berpisah dari papi demi
anak-anak mami. Mami tidak ingin anak-anak mami berpisah dari ayah kandungnya. Meskipun
papi pernah menyakiti perasaan mami tapi mami masih bisa memaafkan tapi jika
dia berani menyakiti perasaan anak-anaknya mami tidak akan pernah memaafkannya.”
Kata Kaira.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.