
Kasih sedang mengikuti seminar sedangkan Rey ikut masuk kedalam ruang seminar namun dia duduk di barisan paling belakang. Tiba-tiba ibunya menyapanya.
“Rey sedang apa kamu disini?” Tanya Kartika.
“Mama, aku tadi mengantar Kasih ma lalu aku penasaran dengan apa saja yang dia lakukan makanya aku ikut seminarnya.” Jawab Rey kikuk.
“Hmmmm bilang saja kamu cemburu kan? Kasih itu dikenal sangat baik dan banyak dokter muda yang menaksirnya dulu, tapi Kasih menolaknya dengan alasan ingin fokus bekerja.” Bisik Kartika.
“Kenapa kok banyak yang menaksirnya ma? Apa kelebihannya?” Tanya Rey.
“Dia tidak hanya cantik, tapi sangat baik hatinya tulus dan murah senyum, pokoknya multitalent lah, makanya jangan pernah menyia-nyiakan istrimu.” Kata Kartika.
“Tentu saja, aku kan suaminya ma. Aku akan menjaga istriku dengan baik.” Kata Rey.
“Mama harap ucapanmu tulus ya.” Kata Kartika.
“Tentu saja.” Jawab Rey.
“Nanti kita makan siang bersama ya, nanti temui mama di ruangan mama ya.” Kata Kartika.
“Iya ma.” Jawab Rey.
**
Selesai seminar, Rey langsung menghampiri Kasih padahal Kasih masih asyik mengobrol dengan rekan kerjanya.
“Sudah selesai kan? Ayo pergi.” Ajak Rey.
“Kamu belum pulang mas?” Tanya Kasih heran.
“Aku kan ikut seminarmu.” Kata Rey.
“Astaga mas aku kira kamu sudah pulang loh, lalu kapan kamu pulang mas? Aku kan harus bekerja.” Kata Kasih.
“Kamu kerja saja, aku akan menunggumu sampai kamu selesai bekerja.” Kata Rey.
__ADS_1
“Tidak usah mas, aku bisa kok nanti pulang sendiri. Bukannya kamu harus bekerja juga mas.” Tanya Kasih.
“Hari ini aku libur, oh ya mama mengajak kita makan siang bersama.” Kata Rey.
“Iya tunggu sebentar, kamu duluan saja mas nanti aku menyusul ya.” Kata Kasih.
“Aku akan menunggumu.” Kata Rey.
“Astaga suamiku.” Goda Kasih.
“Jangan banyak omong makanya, ayo cepat.” Bisik Rey.
“Iya aku ambil tasku dulu, mama mau mengajak kita makan siang dimana memangnya mas?” Tanya Kasih.
“Di sekitar sini ada resto apa memangnya?” Tanya Rey.
“Aku kan membawa bekal biasanya mas jadi jarang makan diluar.” Kata Kasih.
“Tunggu, mama mengirim pesan.” Kata Rey.
“Mama tidak bisa ikut karena ada pasien vip.” Kata Rey.
“Kalau begitu makan di ruanganku saja mas, kita pesan makan online. Aku sedang tidak mood makan diluar mas.” Kata Kasih.
“Memangnya boleh makan di ruanganmu? Nanti kalau ada pasien yang masuk bagaimana?” Tanya Rey.
“Ini kan jam istirahat, lagipula jam istirahatnya juga ada shift nya kok mas, ada dokter lain yang gantian jaga. Ayo ikut ke ruanganku saja, aku akan memesan makan.” Kata Kasih.
“Mau pesan makan apa memangnya?” Tanya Rey.
“Aku ingin makan pizza mas, sepertinya enak sekali siang-siang begini makan pizza.” Kata Kasih.
“Baiklah cepat pesan sekarang.” Kata Rey.
“Iya ini aku pesankan.” Kata Kasih.
__ADS_1
Kasih dan Rey pergi ke ruang kerja Kasih.
“Wah ini tempatmu bekerja? Luas sekali ruangannya, hiasannya juga lucu.” Kata Rey.
“Iya mas agar anak-anak terhibur dan tidak menangis saat di periksa. Silahkan duduk mas, sebentar lagi pesanan kita datang.” Kata Kasih.
Rey justru asyik rebahan di ranjang pasien, hal ini membuat Kasih tertawa melihat kelakuan suaminya.
“Astaga kamu ngapain sih mas disitu? Kamu mau jadi pasien?” Tanya Kasih.
“Hehehe kasurnya empuk juga ternyata.” Kata Rey.
“Cepat turun mas, itu untuk anak kecil.” Kata Kasih.
“Sebentar saja kan tidak apa-apa, enak ya kalau jam istirahat bisa sambil rebahan disini.” Kata Rey.
“Aku tidak pernah mas saat jam istirahat tidur disitu, aku biasanya keluar sama teman-teman atau duduk di meja kerja saja kadang sambil mengerjakan tugas lain di komputer.” Kata Kasih.
“Kemarilah, kamu harus mencoba tiduran disini, serius ini enak sekali.” Kata Rey.
“Tidak usah mas, itu untuk pasien.” Kata Kasih.
“Dosa loh menolak permintaan suami, cepat kemarilah.” Kata Rey.
Akhirnya Kasih mendekat ke arah Rey dan duduk di atas ranjang pasien. Rey dengan sengaja menarik tangan Kasih dan memeluknya dari belakang, Kasih yang kaget pun berteriak hingga terdengar diluar dan tiba-tiba ada seorang perawat yang masuk ke dalam ruangan Kasih.
“Dokter Kasih ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya seorang perawat tersebut.
“Tidak ada apa-apa, kepalaku terbentur, cepat keluar saja dari ruanganku. Aku tidak apa-apa kok.” Kata Kasih sambil bersembunyi dibalik gorden pembatas antara meja kerja Kasih dan ranjang pasien.
“Baiklah kalau begitu, hati-hati ya dok.” Kata perawat tersebut langsung keluar dari ruangan Kasih.
Kasih pun langsung beranjak bangun dari ranjang pasien dan memukul lengan suaminya.
“Hahahaha maaf sayang.” Kata Rey sambil mencubit pipi Kasih.
__ADS_1