
Mereka bertiga asyik menikmati
minuman dan juga ngobrol di kafe tersebut.
“Kamu sangat kuat minum ya.” Kata
Kaira.
“Ya begitulah, aku ingin berhenti
tapi sangatlah susah.” Kata Viona.
“Lebih baik dikurangi saja, tidak
baik untuk kesehatan jika terlalu banyak minum.” Kata Kaira.
“Aku akan mencobanya, namun aku
memang harus butuh security untuk mengontrolku dan mencegahku jika aku sedang
minum haha.” Kata Viona sambil melirik ke arah Raffa.
“Kalau begitu jangan dihabiskan
minuman itu.” Kata Raffa.
“Ok baiklah aku akan menuruti
kalian hahaha.” Kata Viona.
“Wah sepertinya kamu mulai mabuk
nih, stop stop jangan minum lagi.” Kata Kaira sambil mengambil botol wine Viona.
“Kalian baik sekali padaku dan
sangatlah peduli denganku, aku akan bersikap baik kepada kalian. Tegur aku ya
jika aku berbuat salah apalagi kasar kepada kalian.” Kata Viona.
“Aku sudah menegurmu jangan
habiskan minuman itu.” Kata Kaira.
“Ahahahahaha baiklah, aku sangat
senang melihat dan bekerjasama dengan kalian. Kalian itu keluarga yang
sangatlah sempurna, sangat berbeda denganku. Aku bercerai dengan suamiku dan
belum memiliki seorang anak. Kalian harus jaga dengan baik keluarga kalian agar
selalu rukun dan utuh ya.” Kata Viona.
“Tentu saja, aku akan menjaganya,
ya kan sayang?” Kata Kaira.
“Tentu saja, kita menikah sudah
__ADS_1
belasan tahun jadi kami banyak belajar dari masa lalu kami dan sudah banyak
suka duka yang kita alami.” Kata Raffa.
“Apakah kamu berencana akan
menikah lagi?” Tanya Kaira.
“Tentu saja, aku akan mencari
lelaki yang tulus kepadaku dan bisa menerimaku apa adanya bukan karena hartaku
saja.” Kata Viona.
“Kamu baik hati, cantik, pintar
dan kaya raya serta mandiri lagi pasti banyak lelaki yang mencintaimu.” Kata
Kaira.
“Memang banyak tapi mereka hanya
menginginkan hartaku saja, padahal susah payah aku bekerja keras selama ini. Oh
ya usia pernikahan kalian berapa tahun memangnya?” Tanya Viona.
“Kurang lebih 20 tahun.” Jawab
Raffa.
“Maaf setauku usia Arabella
“Arabella adalah anak angkat
kami, kami mengadopsinya saat dia berusia 7 tahun.” Kata Raffa.
“Oh maaf jika pertanyaanku
menyinggung perasaan kalian, maaf sekali.” Kata Viona.
“Tidak apa-apa kok, sudah malam
ternyata, bagaimana jika kita kembali ke kamar saja?” Kata Kaira.
“Kembalilah dulu, aku masih ingin
disini.” Kata Viona.
“Kamu tidak apa-apa sendirian
disini?” Tanya Kaira.
“Lebih baik kembalilah ke kamar
saja.” Kata Raffa.
“Tidak apa-apa, tapi kalau kalian
mau menemaniku aku akan menerimanya dengan senang hati.” Kata Viona.
__ADS_1
“Maaf kami harus kembali ke
kamar.” Kata Raffa.
“Ok tidak apa-apa kok.” Kata
Viona.
“See u tomorrow.” Kata Kaira.
Keesokan paginya, mereka
berkumpul di lobby hotel.
“Selamat pagi semuanya.” Kata
Viona.
“Selamat pagi.” Kata Raffa dan
Kaira.
“Kalian berdua cantik sekali.”
Kata Viona sambil membelai rambut Feya dan Arabella.
“Tante Viona juga sangat cantik
hari ini.” Kata Feya.
“Naik mobilku saja ya, sebentar
lagi supirku akan datang.” Kata Viona.
Beberapa menit kemudian,
datanglah supir Viona. Mereka pun segera pergi menuju ke tempat wisata.
“Kita sampai juga disini, tunggu
sebentar aku akan membelikan tiket masuk dulu.” Kata Viona.
“Tidak usah, biar aku saja yang
membeli.” Kata Raffa.
“Jangan, biar aku saja.” Kata
Viona.
“Tidak apa-apa kok. Kalian tunggu
disini.” Kata Raffa.
“Aku jadi tidak enak dengan
kalian.” Kata Viona.
“Tidak apa-apa, santai saja
__ADS_1
dengan keluargaku.” Kata Kaira.