
Ji Yong baru
saja pulang dari kantor. Dia masuk kedalam kamarnya dan melihat istrinya sedang
terlelap tidur. Lalu dia menuju ke kamar Ha Joon, ternyata dia juga sudah
tertidur. Akhirnya dia menuju ke kamarnya Seok Kyung dan ternyata dia juga
sudah tertidur. Ji Yong mengamati kamar Seok Kyung yang banyak terdapat foto
hasil gambaran anaknya.
“Dia sangat
berbakat dalam menggambar, seandainya kamu tau bahwa kamu bukanlah anak kandung
papa, pasti kamu akan sangat marah dan kesal, papa berharap semoga kamu menjadi
anak yang baik dan bisa menerima Abel sebagai ibumu. Sejujurnya papa kesal jika
selama ini ibumu selalu memanjakanmu, menghalalkan segala cara, berbuat curang
bahkan papa tau bahwa sebenarnya kamu sering merundung teman-temanmu di sekolah
tapi papa hanya diam saja karena papa pikir papa tidak berhak untuk mengekangmu
dan mengaturmu karena ada ibumu sayang. Mulai saat ini papa dan Abel akan lebih
sering memperhatikanmu dan mengarahkanmu menjadi lebih baik bukan menjadi anak
yang pembangkang dan suka seenaknya sendiri.” Kata Ji Yong dalam hati sambil memandangi Seok Kyung yang terlelap tidur.
Setelah itu dia kembali ke kamarnya.
“Sayang.” Kata Ji Yong sambil memeluk istrinya.
“Hoammmm kamu baru pulang mas?” Tanya Abel.
“Iya, ada banyak urusan di kantor tadi.” Kata Ji Yong.
“Kamu sudah makan belum? Aku siapkan makanan untukmu jika kamu belum makan
malam.” Kata Abel.
“Aku sudah makan barusan, aku membuat steak sendiri. Kita minum yuk, sudah
kama aku menikmati minum berdua bersamamu.” Kata Ji Yong.
“Ok baiklah, aku ambilkan minum dulu ya.” Kata Abel.
“Biar aku saja, kamu tunggu disini saja.” Kata Ji Yong.
Abel menikmati segelas wine bersama suaminya.
__ADS_1
“Rasanya snagat enak ditambah lagi dengan memandangmu seperti ini sayang.” Kata
Ji Yong. Kemudian Abel menghampiri suaminya dan duduk diatas pangkuannya.
“Wah kamu mulai berani sekarang ya.” Kata Ji Yong.
“Kamu membuatku menjadi lebih berani dan percaya diri.” Kata Abel.
“I love you istriku.” Kata Ji Yong sambil mencium mesra istrinya.
“Awwww pelan-pelan sayang aaaaa.” Teriak Abel. Ji Yong menggendong istrinya
dan mengajaknya keluar kamar.
“Mas turunkan aku, bagaimana jika anak-anak atau para art melihat kita. Aku
bahkan memakai baju tidur super tipis dan transparan seperti ini.” Bisik Abel.
“Diamlah, anak-anak dan para art sudah tidur semuanya.” Bisik Ji Yong.
“Kamu mau membawaku kemana?” Tanya Abel.
“Ke ruangan rahasiaku.” Kata Ji Yong.
“Ada dimana ruang rahasiamu sayang?” Tanya Abel.
Ji Yong memiliki ruang rahasia yaitu ruang bawah tanah, dan hanya Ji Yong
yang bisa masuk kedalamnya. Didalam ruangan tersebut terdapat semua dokumen
penting, foto-foto orang terkasih Ji Yong serta semua aset miliknya seperti
uang tunai, emas dan perhiasan.
“Wah ini semua milikmu mas?” Tanya Abel.
“Tentu saja.” Kata Ji Yong.
“Apakah mantan istrimu pernah kesini?” Tanya Abel.
“Hanya Ji Hyo dan kamu saja yang pernah aku bawa kemari.” Kata Ji Yong.
“Soo Ah dan ibu kandung Ha Joon?” Tanya Abel.
“Hanya orang yang paling aku cintai yang bisa masuk kedalam ruangan ini. Dulu
aku akan mengajak ibu kandung Ha Joon kemari namun terlambat karena dia pergi
meninggalkanku untuk selamanya. Kalau Soo Ah tidak pernah kesini karena aku
khawatir dia akan mengambil semua milikku.” Kata Ji Yong.
__ADS_1
“Lalu apa kamu tidak takut jika aku akan mengambil milikmu semua dan
menghancurkanmu lalu pergi meninggalkanmu?” Tanya Abel.
“Siapapun yang berani mengambil milikku akan berakhir di tanganku. Kamu lihat
sendiri kan aku menceraikan dan mengusir Soo Ah dari rumah ini. Jadi jangan coba
lakukan itu padaku, jika kamu mempercayaiku maka aku juga pasti akan
mempercayaimu.” Kata Ji Yong.
“Lalu kenapa disini terdapat pistol dan beberapa senjata? Apakah kamu
seorang psycho?” Tanya Abel.
“Musuhku sangat banyak jadi aku harus melindungi diriku sendiri. Jika kamu
berani mengkhianatiku, maka kamu tidak akan bisa lari dariku.” Kata Ji Yong.
“Lalu kenapa kamu melepaskan cinta pertamamu yaitu Ji Hyo?” Tanya Abel
semakin penasaran.
“Aku menghargai keputusannya, lagipula aku dan dia tidak pernah saling
mengkhianati.” Kata Ji Yong.
“Lalu bagaimana dengan Soo Ah?” Tanya Abel.
“Dia tidak akan berani macam-macam jadi jangan takut padanya. Jika dia
berulah dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Seok Kyung.” Kata Ji Yong.
“Sepertinya dia bukan laki-laki sembarangan, dia bisa ramah dan baik dengan
orang yang dia cintai namun dia juga bisa menakutkan dan membahayakan jika ada
yang mengkhianatinya. Aku harus berhati-hati dan tetap waspada. Aku menikahinya
memang benar karena aku mencintainya namun aku tidak ingin hidup sengsara
setelah kepergian orang-orang yang aku sayangi. Setidaknya jika aku menikah
dengannya, aku bisa hidup mewah dan bergelimang harta dan tentu saja
mendapatkan cinta yang tulus darinya. Sejujurnya aku prihatin dengannya dan
juga kedua anaknya, aku harus memberikan kasih sayang kepada kedua anaknya
layaknya anakku sendiri, aku tidak ingin hal yang menimpaku dulu terulang lagi
kepada mereka berdua yang saat ini menjadi anakku.” Kata Abel dalam hati.
__ADS_1