
“Arabella, ada yang ingin mami dan papi bicarakan denganmu.” Kata Raffa.
“Wah ada apa pa ma? Papi sama mami mau mengajak pergi liburan ya?” Tanya
Arabella dengan antusias.
“Papi dan mami berencana mengirimmu ke luar negeri, kamu bisa melanjutkan
kuliah S2 disana, mami juga telah mencarikan kampus terbaik untukmu.” Kata
Raffa.
“Apa? Kenapa tiba-tiba sekali? Aku tidak mau pa ma.” Kata Arabella.
“Kamu tetap harus pergi.” Kata Kaira.
“Memangnya kenapa? Apakah memang mami dan papi sengaja mengirimku kesana
karena kalian sudah tidak ingin melihatku di rumah ini? Aku janji akan melakukan
apapun tapi tolong jangan kirim aku kesana pa ma.” Kata Arabella.
“Nanti papi dan mami akan menjengukmu kesana kok.” Kata Raffa.
“Aku tidak mau pa ma, aku mohon jangan lakukan hal itu padaku. Aku janji
akan lebih nurut apa kata mami dan papi, please pa jangan lakukan ini padaku.
Aku tidak mau berpisah dari papi dan mami. Aku takut tinggal disana sendirian.”
Kata Arabella sambil berlutut didepan Raffa dan Kaira.
“Pendidikan disana jauh lebih bagus loh dan itu sangat cocok denganmu, kamu
jadi semakin pandai juga kan disana.” Kata Raffa.
“Segera kemasi barangmu karena mami sudah memesankan tiket penerbanganmu.”
Kata Kaira.
“Tidak, aku tidak bisa aku tidak mau pa, pa tolong jangan lakukan ini.”
__ADS_1
Kata Arabella.
“Ini keputusan mami dan papi. Tadi kamu bilang akan menuruti perkataan papi
dan mami jadi turutilah permintaan papi dan mami. Anggap saja ini adalah yang
terbaik untukmu.” Kata Raffa.
“Jadi benar selama ini kalau mami dan papi tidak mengharapkanku lagi
dirumah ini, lalu kenapa kalian mengangkatku jadi anak kalian kalau sekarang
kalian akan mengusirku?” Tanya Arabella.
“Kita tidak mengusirmu sayang, kita mengirim kamu untuk sekolah diluar
negeri. Itu keinginan papi dan mami, tolong mengertilah.” Kata Raffa.
“Apa susahnya kamu menuruti permintaan kami setelah kami merawatmu dan
membesarkanmu dengan bergelimang harta? Anggap saja ini bentuk rasa terima
“Sayang, apa yang kamu katakan, kamu terlalu berlebihan.” Kata Raffa.
“Baiklah jika itu adalah kemauan papi dan mami, lebih baik aku pergi saja
dari rumah ini, jangan kirim aku ke luar negeri.” Kata Arabella.
“Baiklah kalau memang itu mau kamu, silahkan mami sama sekali tidak
melarangmu kok.” Kata Kaira.
Tanpa sengaja Kei dan Feya mendengarnya.
“Kasihan juga ya kak melihat kak Arabella seperti itu.” Bisik Feya.
“Iya, sepertinya mami sudah tidak tahan lagi dengannya.” Bisik Kei.
Akhirnya Arabella pergi dari rumah Kaira dan Raffa. Arabella masuk ke
kamarnya untuk mengemasi barangnya.
__ADS_1
“Sayang kamu terlalu berlebihan, diluar sedang hujan.” Kata Raffa.
“Biar dia mengerti mas biar dia bisa berubah juga. Tenang saja nanti kalau
uangnya habis pasti akan kembali lagi. Jangan mencegahnya mas, ingat itu.” Kata
Kaira.
“Aku khawatir, dia anakku sayang.” Kata Raffa sangat khawatir.
“Kei dan Feya juga anakmu. Percayalah dia tidak akan pergi jauh kok.” Kata
Kaira.
“Terima kasih semuanya, Arabella pamit dulu. Jaga diri papi dan mami dengan
baik, permisi.” Kata Arabella.
“Biarkan dia pergi mas.” Bisik Kaira.
“Diluar hujan deras sayang nanti kalau dia sakit bagaimana.” Kata Raffa.
“Dia sudah dewasa jadi dia bisa merawat dirinya sendiri.” Kata Kaira.
“Tunggu, kamu mau naik mobil kamu? Tidak bisa, itu jadi mobil milik mami.” Kata
Kaira.
“Sudahlah biarkan saja dia membawa mobilnya.” Bisik Raffa.
“Karena ini adalah keputusanmu jadi silahkan pergi dengan tanpa membawa
kendaraan pribadimu.” Kata Kaira.
“Tapi diluar hujan ma.” Kata Arabella.
“Ini pilihanmu jadi terimalah konsekuensinya.” Kata Kaira.
“Kak bawalah payung ini.” Kata Feya sambil memberikan payung kepada Arabella.
Lalu Arabella pergi dari rumah itu.
__ADS_1