
Arabella pamit
kepada Raffa dan Kaira untuk kembali pulang.
“Aku balik dulu
ya ma pa.” Kata Arabella.
“Kamu kembali ke
Singapore kapan?” Tanya Raffa.
“Besok lusa
karena aku juga harus segera bekerja.” Kata Arabella.
“Menginaplah
dirumah hari ini.” Kata Kaira.
“Maaf tapi aku
harus kembali ke hotel.” Kata Arabella.
“Baiklah, besok
mami dan papi akan menemuimu.” Kata Raffa.
Kemudian
Arabella segera pergi untuk kembali ke hotel.Tiba-tiba Jerry mengikutinya diam-diam.
“Arabella.” Panggil Jerry.
“Astaga, apa yang kamu lakukan disini? Kamu mengikutiku?” Tanya Arabella.
“Iya, aku mengikutimu. Kembalilah padaku, aku tidak bisa melupakanmu. Aku
masih sangat mencintaimu.” Kata Jerry.
“Buang kata-kata omong kosongmu itu, aku tidak butuh semua kata-katamu itu.
Selama ini kamu telah membohongiku dan kamu telah bermain di belakangku.” Kata
Arabella sambil menampar pipi Jerry dan juga mendorongnya. Jerry pun sampai
berlutut didepan Arabella.
“Bangun, untuk apa kamu berlutut di depanku. Aku sama sekali tidak
__ADS_1
membutuhkanmu lagi saat ini. Pergilah dan jangan pernah menemuiku.” Kata
Arabella.
“Aku mohon padamu, aku benar-benar tulus mencintaimu.” Kata Jerry.
“Aku tidak butuh laki-laki pecundang sepertimu.” Kata Arabella, lalu dia
pergi. Namun Jerry menahannya dan menciumnya dengan paksa. Arabella berusaha
melepaskan diri dari pelukan dan ciuman Jerry namun Jerry memeluknya sangat
erat.
“Apa yang kamu lakukan padaku? Rasakan ini.” Kata Arabella sambil menampar
Jerry namun Jerry menahannya.
“Maafkan aku tapi aku benar-benar masih mencintaimu.” Kata Jerry.
“Lalu kamu juga mencintai Feya hingga menikahinya dan saat ini dia hamil.”
Kata Arabella.
“Aku khilaf waktu itu, hanya kamulah yang aku cintai. Aku mohon beri aku
“Sekarang putuskan salah satu, kamu memilih aku atau Feya?” Tanya Arabella.
“Aku akan memilihmu tapi aku tidak bisa menceraikan Feya karena dia sedang
hamil. Aku akan melakukan apapun untukmu dan menuruti semua ucapanmu sayang.”
Kata Jerry.
“Aku tidak menyukai lelaki pecundang sepertimu, pergilah, aku sangat muak
melihatmu.” Kata Arabella, kemudian dia segera berlari ke kamarnya dan segera
menutup pintunya. Namun Jerry berhasil menahannya dan bahkan Jerry masuk ke
kamar Arabella.
**
Feya menelfon suaminya namun tidak ada jawaban. Dia putus asa dengan
suaminya karena sulit untuk di hubungi. Kemudian dia jadi curiga dengan
suaminya.
__ADS_1
“Kemana sih mas Jerry, apa jangan-jangan dia menemui kak Arabella ya. Tapi
dia menginap dimana ya.” Kata Feya dalam hati. Kemudian dia menelfon Kaira.
“Hallo mami.” Kata Feya.
“Ada apa sayang?” Tanya Kaira.
“Apakah mami tau dimana kak Arabella menginap? Aku ingin bertemu dengannya
ma.” Kata Feya.
“Malam-malam begini kamu mau menemuinya? Besok pagi saja, lagipula kamu itu
sekarang sedang hamil jadi harus banyak istirahat sayang.” Kata Kaira.
“Nanti keburu kak Arabella kembali ke Singapore mami, lagipula aku tidak
apa-apa kok dan sehat-sehat saja. Dimana kak Arabella menginap ma? Nanti aku
kesana di antar sama supir kok.” Tanya Feya.
“Kakakmu menginap di hotel A. Jangan pergi sendiri ya sayang.” Kata Kaira.
“Baik mami, terima kasih banyak mami.” Kata Feya.
“Kenapa tidak besok pagi saja sih, besok mami akan mengantarmu menemui kak
Arabella. Jujur saja mami khawatir nanti kalian malah bertengkar.” Kata Kaira.
“Tidak kok ma, aku juga ingin baikan dengannya. Kalau begitu aku akan
menemuinya sekarang setelah itu aku akan kembali pulang kok ma.” Kata Feya.
“Minta antar supir ya, jangan pergi sendiri. Ingat kamu sekarang sedang
hamil.” Kata Kaira.
“Iya mami tenang saja.” Kata Feya.
Info :
Jangan lupa ya mampir juga di novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ditunggu like nya ya, setiap hari update loh. Thank u.
__ADS_1