Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 74


__ADS_3

Arabella pamit


kepada Raffa dan Kaira untuk kembali pulang.


“Aku balik dulu


ya ma pa.” Kata Arabella.


“Kamu kembali ke


Singapore kapan?” Tanya Raffa.


“Besok lusa


karena aku juga harus segera bekerja.” Kata Arabella.


“Menginaplah


dirumah hari ini.” Kata Kaira.


“Maaf tapi aku


harus kembali ke hotel.” Kata Arabella.


“Baiklah, besok


mami dan papi akan menemuimu.” Kata Raffa.


Kemudian


Arabella segera pergi untuk kembali ke hotel.Tiba-tiba Jerry mengikutinya diam-diam.


“Arabella.” Panggil Jerry.


“Astaga, apa yang kamu lakukan disini? Kamu mengikutiku?” Tanya Arabella.


“Iya, aku mengikutimu. Kembalilah padaku, aku tidak bisa melupakanmu. Aku


masih sangat mencintaimu.” Kata Jerry.


“Buang kata-kata omong kosongmu itu, aku tidak butuh semua kata-katamu itu.


Selama ini kamu telah membohongiku dan kamu telah bermain di belakangku.” Kata


Arabella sambil menampar pipi Jerry dan juga mendorongnya. Jerry pun sampai


berlutut didepan Arabella.


“Bangun, untuk apa kamu berlutut di depanku. Aku sama sekali tidak

__ADS_1


membutuhkanmu lagi saat ini. Pergilah dan jangan pernah menemuiku.” Kata


Arabella.


“Aku mohon padamu, aku benar-benar tulus mencintaimu.” Kata Jerry.


“Aku tidak butuh laki-laki pecundang sepertimu.” Kata Arabella, lalu dia


pergi. Namun Jerry menahannya dan menciumnya dengan paksa. Arabella berusaha


melepaskan diri dari pelukan dan ciuman Jerry namun Jerry memeluknya sangat


erat.


“Apa yang kamu lakukan padaku? Rasakan ini.” Kata Arabella sambil menampar


Jerry namun Jerry menahannya.


“Maafkan aku tapi aku benar-benar masih mencintaimu.” Kata Jerry.


“Lalu kamu juga mencintai Feya hingga menikahinya dan saat ini dia hamil.”


Kata Arabella.


“Aku khilaf waktu itu, hanya kamulah yang aku cintai. Aku mohon beri aku


“Sekarang putuskan salah satu, kamu memilih aku atau Feya?” Tanya Arabella.


“Aku akan memilihmu tapi aku tidak bisa menceraikan Feya karena dia sedang


hamil. Aku akan melakukan apapun untukmu dan menuruti semua ucapanmu sayang.”


Kata Jerry.


“Aku tidak menyukai lelaki pecundang sepertimu, pergilah, aku sangat muak


melihatmu.” Kata Arabella, kemudian dia segera berlari ke kamarnya dan segera


menutup pintunya. Namun Jerry berhasil menahannya dan bahkan Jerry masuk ke


kamar Arabella.


**


Feya menelfon suaminya namun tidak ada jawaban. Dia putus asa dengan


suaminya karena sulit untuk di hubungi. Kemudian dia jadi curiga dengan


suaminya.

__ADS_1


“Kemana sih mas Jerry, apa jangan-jangan dia menemui kak Arabella ya. Tapi


dia menginap dimana ya.” Kata Feya dalam hati. Kemudian dia menelfon Kaira.


“Hallo mami.” Kata Feya.


“Ada apa sayang?” Tanya Kaira.


“Apakah mami tau dimana kak Arabella menginap? Aku ingin bertemu dengannya


ma.” Kata Feya.


“Malam-malam begini kamu mau menemuinya? Besok pagi saja, lagipula kamu itu


sekarang sedang hamil jadi harus banyak istirahat sayang.” Kata Kaira.


“Nanti keburu kak Arabella kembali ke Singapore mami, lagipula aku tidak


apa-apa kok dan sehat-sehat saja. Dimana kak Arabella menginap ma? Nanti aku


kesana di antar sama supir kok.” Tanya Feya.


“Kakakmu menginap di hotel A. Jangan pergi sendiri ya sayang.” Kata Kaira.


“Baik mami, terima kasih banyak mami.” Kata Feya.


“Kenapa tidak besok pagi saja sih, besok mami akan mengantarmu menemui kak


Arabella. Jujur saja mami khawatir nanti kalian malah bertengkar.” Kata Kaira.


“Tidak kok ma, aku juga ingin baikan dengannya. Kalau begitu aku akan


menemuinya sekarang setelah itu aku akan kembali pulang kok ma.” Kata Feya.


“Minta antar supir ya, jangan pergi sendiri. Ingat kamu sekarang sedang


hamil.” Kata Kaira.


“Iya mami tenang saja.” Kata Feya.


 


 


 


Info :


Jangan lupa ya mampir juga di novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ditunggu like nya ya, setiap hari update loh. Thank u.

__ADS_1


__ADS_2