Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 57


__ADS_3

Arabella pergi


ke bandara untuk terbang ke Singapore. Setibanya di bandara, Jerry menemuinya.


“Ada apa kamu


kesini? Aku tidak ingin melihatmu untuk saat ini. Oh ya aku sudah mengirimkan


paket untuk mengembalikan semua barang-barangmu. Kita tidak ada hubungan apapun


lagi dan saat ini kita adalah orang asing.” Kata Arabella.


“Aku menemuimu


bukan untuk meminta maaf ataupun memeohon kembali padamu.” Kata Jerry.


“Lalu apa mau


kamu?” Tanya Arabella.


“Aku akan


menikahi Feya.” Kata Jerry.


Tanpa berkata


apapun, Arabella menampar dan mempermalukan Jerry ditempat umum.


Plak


“Ini jawabanku,


selamat bersenang-senang dengan adikku dan semoga kesedihan akan selalu


menyertaimu.” Kata Arabella.


“Semoga kamu


bisa menemukan lelaki yang jauh lebih baik dariku.” Kata Jerry.


“Tentu saja,


kamu hanyalah sampah yang harus aku buang.” Kata Arabella lalu dia pergi


meninggalkan Jerry.


Raffa memanggil


Arabella.


“Arabella.” Kata


Raffa.


“Papi? Untuk apa


papi datang kesini?” Tanya Arabella.


“Bolehkah papi


memelukmu?” Tanya Raffa.


Lalu Arabella


menghampiri Raffa dan memeluknya.


“Maafkan papi,


semoga kamu hidup bahagia disana dan papi mohon kabari papi ya.” Kata Raffa.


“Terima kasih


banyak pa, aku pergi dulu.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Papi


menyayangimu.” Kata Raffa.


“Aku juga sayang


papi, jaga mami dengan baik.” Kata Arabella.


**


Jerry menelfon


Feya.


“Hallo, ada


apa?” Tanya Feya.


“Aku barusan


menemui Arabella di bandara. Dia pergi ke Singapore dan tinggal disana.” Kata


Jerry.


“Apa? Lalu dia


bilang apa pada kak Jerry?” Tanya Feya.


“Dia tidak


bilang apapun. Temui aku di kafe biasanya ya, aku butuh kamu saat ini.” Kata


Jerry.


“Baiklah, aku


akan kesana kak, tunggu sebentar ya kak.” Kata Feya.


Setibanya di


“Kak Jerry. Pipi


kakak merah, apakah kakakku menampar pipi kak Jerry?” Tanya Feya.


“Iya. Tapi tidak


apa-apa kok. Aku mau bicara sesuatu padamu.” Kata Jerry.


“Mau bicara apa


kak?” Tanya Feya.


“Aku mau kita


menikah.” Kata Jerry.


“Apa? Tapi aku


masih kuliah kak, lalu bagaimana dengan kuliahku? Kenapa tiba-tiba kak Jerry


mengajakku menikah? Aku masih muda kak dan aku tidak ingin menikah muda saat


ini.” Kata Feya.


“Lalu apa maumu?


Aku lebih memilihmu daripada Arabella, menikahlah denganku dan tinggallah


bersamaku. Aku ingin kita tinggal bersama.” Kata Jerry.


“Lalu bagaimana


dengan kuliahku kak?” Tanya Feya.

__ADS_1


“Aku tidak akan


melarangmu untuk meneruskan kuliahmu, kamu masih bisa kuliah bahkan setelah


kita menikah. Kamu mau kan menikah denganku?” Tanya Jerry.


“Bagaimana


dengan kedua orang tuaku? Mami saja menyuruhku untuk berpisah dengan kak Jerry


bahkan papi juga tidak merestui hubungan kita berdua.” Kata Feya.


“Kita yakinkan


mereka berdua, aku mencintaimu dan hanya kamu satu-satunya yang aku cintai.”


Kata Jerry.


“Aku juga


mencintai kakak.” Kata Feya lalu memeluk Jerry.


“Tapi aku butuh


waktu kak, lagipula baru saja kakakku pergi dan memilih hidup di luar negeri


pasti mami dan papi akan sulit untuk bisa menerima kita apalagi merestui kita.”


Kata Feya.


“Setiap orang


tua pasti akan melakukan apapun asal anaknya bahagia. Kamu bahagia kan selama


bersamaku?” Tanya Jerry.


“Bahagia kak,


tapi aku mohon beri aku sedikit waktu.” Kata Feya.


“Baiklah, aku


serius denganmu Feya.” Kata Jerry.


“Aku juga ingin


serius dengan kak Jerry tapi aku tidak siap jika harus menikah di usia muda


lagipula aku masih kuliah kak, tunggu aku sampai lulus kak.” Kata Feya.


“Terlalu lama


jika harus menunggu sampai kuliah, aku tidak akan melarangmu untuk meneruskan


kuliahmu kok.” Kata Jerry.


“Maaf kak aku


tidak bisa.” Kata Feya.


“Lalu kapan kamu


siap? Aku bahkan sudah meninggalkan Arabella demi kamu.” Kata Jerry.


“Aku baru


berusia 19 tahun kak.” Kata Feya.


“Baiklah aku


akan memberimu waktu.” Kata Jerry.


“Tolong mengerti

__ADS_1


aku ya kak.” Kata Feya.


“Iya sayang.” Kata Jerry.


__ADS_2