Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 87


__ADS_3

Arabella kembali pulang ke rumahnya setelah luka


memar diwajahnya sembuh.


“Sayang, kamu dari mana saja sih? Mami sangat


khawatir denganmu.” Kata Kaira.


“Maafkan Arabella ma, aku lagi ada masalah


akhir-akhir ini dan butuh waktu untuk sendiri. Maaf jika aku membuat mami


khawatir.” Kata Arabella.


“Kamu bisa cerita kepada mami, mami tidak akan


bertanya padamu tapi mami menunggumu untuk kamu bercerita dengan sendirinya.”


Kata Kaira sambil memeluk Arabella.


“Terima kasih mami selalu mengerti Arabella.” Kata


Arabella.


“Tentu saja, kamu sudah makan belum?” Tanya Kaira.


“Sudah kok ma, mami ada yang ingin aku katakan


pada mami.” Kata Arabella dengan ekspresi bahagia.


“Apa itu? Sepertinya itu kabar bahagia karena


terpancar aura bahagia dari wajahmu. Mami jadi penasaran, cepat ceritakan pada


mami.” Kata Kaira.


“Aku bertemu dengan atasanku Daniel, dia


menyatakan perasaannya padaku.” Kata Arabella.


“Apa? Wah pasti senang sekali. Apa mami bilang dia


itu menyukaimu. Mami jadi ingin bertemu dengannya deh.” Kata Kaira.


“Tidak, belum saatnya dia bertemu dengan mami.


Lain kali aku akan mengenalkannya pada mami dan juga papi.” Kata Arabella.


“Baiklah, pokoknya jaga cinta kalian berdua dengan


baik, harus bisa saling mengerti ya.” Kata Kaira.


“Pasti mami.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Oh iya nanti Jerry mau datang ke rumah, katanya


ada yang ingin dia bicarakan dengan mami.” Kata Kaira.


“Apa? Lebih baik dia tidak sering datang kemari.”


Kata Arabella.


“Memangnya kenapa?” Tanya Kaira.


“Aku takut dia akan mendekatiku lagi, dia masih


menyukaiku ma dan aku takut dengannya.” Kata Arabella.


“Tidak akan mami membiarkan hal itu terjadi, kamu


milik Daniel. Lagipula dia kan sedang berduka tidak sepantasnya mencari


pengganti Feya begitu cepat.” Kata Kaira.


“Tetap saja aku takut dengannya, lebih baik mami


jangan menemuinya.” Kata Arabella.


“Tapi mami terlanjur bilang bisa menemuinya,


jangan khawatir, karena dia hanya menemui mami dan bukan kamu.” Kata Kaira.


“Tetap saja akhir-akhir ini dia sering mendekatiku


“Sudahlah jangan khawatir, sekarang masuklah kamar


lalu bersihkan dirimu.” Kata Kaira.


“Baiklah ma, ma bisakah mami membuatkanku minuman


hangat untukku?” Tanya Arabella.


“Tentu saja, tunggu sebentar ya. Nanti mami akan


mengantarnya ke kamarmu.” Kata Kaira.


“Ok, papi pergi kemana ma?” Tanya Arabella.


“Tadi papi bilang katanya ada urusan di kantor


jadi dia harus lembur.” Kata Kaira.


**


Raffa pergi ke dokter untuk konsultasi.


“Saya mengalami hal aneh akhir-akhir ini dok.” Kata

__ADS_1


Raffa.


“Silahkan ceritakan semua keluhan anda.” Kata dokter.


“Saya sering bermimpi aneh dan selalu mimpi yang


sama dok.” Kata Raffa.


“Mimpi apa memangnya?” Tanya dokter.


“Saya bermimpi orang sudah pergi untuk selamanya


hidup kembali dan seakan menghantui saya. Saya merasa mimpi itu terasa sangat


nyata dan membuat saya ketakutan.” Kata Raffa.


“Siapa orang yang ada di mimpi anda dan ada


hubungan apa dengan anda?” Tanya dokter.


“Dia adalah istri kedua saya.” Kata Raffa.


“Apakah ada sesuatu hal yang ingin anda sampaikan


atau yang dia sampaikan sebelum kepergiannya?” Tanya dokter.


“Tidak ada dokter, tolong bantu saya.” Kata Raffa.


“Mungkin anda lelah dan stres karena banyak


tekanan, saya sarankan agar bapak istirahat dan jangan terlalu berpikir yang


berlebihan. Kemudian kurangi pekerjaan anda untuk sementara waktu dan nikmati


waktu luang anda.” Kata dokter.


“Apakah hal yang saya alami adalah hal yang wajar


dok?” Tanya Raffa.


“Hal yang wajar kok, mungkin anda sangat


kehilangan dia sehingga anda sering memimpikannya.” Kata dokter.


“Oh syukurlah kalau begitu. Terima kasih banyak


dok.” Kata Raffa.


 


 


Special quotes

__ADS_1


"Aku akan selalu membiarkan pintu rumahku terbuka, jadi datanglah jika merindukan ibu. Jika bunga bermekaran, angin bertiup, hujan atau salju datang ibu akan berpikir bahwa kamu datang. Terima kasih telah menjadi anak ibu." - (Uncontrollably Fond Korean Drama)


__ADS_2