Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 Part 3


__ADS_3

Kei mengadu


kepada ibunya.


“Mami sedang


apa?” Tanya Kei.


“Mami sedang


menyiapkan makan malam, bisa bantu mami nggak untuk menaruh makanan ini di meja


makan.” Kata Kaira.


“Baik ma, Feya


kemana ya ma?” Tanya Kei.


“Dia sedang


belajar dikamarnya, ada apa?” Tanya Kaira.


“Tidak apa-apa,


ma kenapa ya aku sangat tidak suka dengan keberadaan Arabella. Kenapa sih mami


dan papi mengangkat dia sebagai anak mami dan papi? Bukankah mami dan papi


sudah punya aku dan Feya.” Kata Kei.


“Aduh bagaimana


ini, bagaimana caraku untuk menjelaskannya pada mereka.” Tanya Kaira dalam


hati.


“Mami dan papi


mengangkat dia sebagai anak mami dan papi karena mami kasihan dengannya yang


saat itu tidak memiliki orang tua.” Kata Kaira.


“Tapi kenapa


harus dia? Dia semakin lama semakin menyebalkan saja, aku kesal dengannya.”


Kata Kei.


“Hei tidak boleh


bicara seperti itu sayang.” Kata Kaira.


“Dia itu bisanya


hanya cari muka dan cari perhatian dari papi, aku sangat kesal dengannya.” Kata


Kei.


“Mami dan papi


tidak pernah membedakan kalian, kalian semua sama anak mami dan papi, jadi


jangan pernah berfikir seperti itu lagi ya sayang.” Kata Kaira.


“Iya mami.” Kata


Kei.


Tiba-tiba

__ADS_1


Arabella menghampiri Kei dan Kaira.


“Ma buatin jus


alpukat dong, nggak pakai gula ya ganti aja pakai madu.” Kata Arabella.


“Kamu tidak


lihat kalau mami sedang sibuk, bikin saja sendiri.” Kata Kei.


“Aku menyuruh


mami bukan menyuruh kamu kenapa kamu mesti marah sih.” Kata Arabella.


“Iya nanti mami


buatkan jus untukmu.” Kata Kaira.


“Tuh lihat


sendiri mami saja tidak keberatan kenapa kamu mesti marah padaku.” Kata


Arabella.


“Sudah jangan ribut, mami akan buatkan jus alpukat untuk Arabella, Kei dan


juga untuk Feya.” Kata Kaira.


“Tidak bisa, aku tidak minum jus yang sama dengan Kei dan Feya.” Kata Arabella.


“Memangnya aku mau minum jus yang sama denganmu.” Kata Kei.


“Hei hei kenapa pada bertengkar sih kalian berdua, sudah sudah ayo kita


siap-siap untuk makan malam, cepat panggil papi sama Feya.” Kata Kaira.


“Aku akan memanggil papi, aku tidak mau memanggil Feya karena dia telah


Kaira dan Kei.


“Dasar anak tidak tau diri, ini gara-gara papi yang selalu memanjakan si


Arabella.” Kata Kei.


“Hush sudah sudah, dia kakakmu jadi panggil kakak dong.” Kata Kaira.


“Dia hanyalah kakak angkatku dan kita bukanlah saudara kandung.” Kata Kei.


“Cukup Kei, mami tidak ingin mendengar perkataanmu yang seperti itu. Mami tidak


pernah membedakanmu dengan anak mami yang lain. Semua sama kalian adalah anak


mami.” Kata Kaira.


“Maaf ma aku hanya kesal dengan kak Arabella.” Kata Kei.


**


Makan malam.


“Pa aku ingin beli ponsel baru, boleh tidak?” Tanya Arabella.


“Bukannya ponsel kamu masih bagus sayang?” Tanya Kaira.


“Tapi aku ingin ponsel merk X, memangnya papi tidak mampu membelikanku


ponsel merk X ya?” Tanya Arabella.


“Sebaiknya pakai ponselmu yang sekarang saja, untuk apa beli baru kalau

__ADS_1


ponselmu tidak rusak.” Kata Kaira.


“Iya boleh kok, besok kamu beli sama mami saja ya karena papi ada kerjaan


di kantor.” Kata Raffa.


“Mas jangan selalu dimanja, kalau memang tidak perlu ya tidak usah


dibelikan.” Kata Kaira.


“Kenapa sih mami selalu membedakan aku dengan Kei dan Feya, coba kalau Kei


atau Feya yang meminta pasti mami akan membelikannya langsung. Kemarin Kei dan


Feya pergi belanja tapi tidak mengajak Arabella, aku merasa tidak di anggap pa


dirumah ini.” Kata Arabella.


“Hei kamu tidak usah drama deh, bukankah kemarin kamu yang tidak ingin


ikut.” Kata Kei.


“Kemarin mami membelikan kak Arabella barang tapi kakak menolaknya,


sekarang kakak menyalahkan mami.” Kata Feya.


“Tuh kan papi bisa lihat sendiri, kalau papi tidak dirumah aku seperti


orang asing yang tidak di anggap pa, bahkan aku merasa seperti terbuang pa.” Kata


Arabella dengan sedih.


“Sudah sudah kenapa jadi ribut seperti ini sih, papi tidak mau mendengar


kalian semua bertengkar apalagi mengungkit hal-hal yang seperti ini. Kei dan


Feya juga seharusnya bisa bersikap sopan dengan kakak kamu. Kamu harusnya


mengajak Arabella dong sayang kalau pergi, kenapa dia justru ditinggal sendiri


dirumah.” Kata Raffa.


“Mas aku sudah mengajaknya tapi.” Kata Kaira.


“Mami memang mengajakku tapi Kei dan Feya seakan tidak suka jika aku ikut


pa makanya aku memilih untuk tidak ikut. Lebih baik aku tinggal dirumah sendiri


saja.” Kata Arabella.


“Stop stop papi tidak mau mendengar keributan di meja makan seperti ini. Papi


akan membelikanmu ponsel baru tapi belilah bersama mami, kalian itu anak-anak


papi dan mami dan kita sayang sama kalian semuanya, jadi stop merasa tidak di


anggap dan stop menuduh yang tidak-tidak.” Kata Raffa.


“Maafkan aku pa.” Kata Arabella.


“Kamu tidak salah untuk apa meminta maaf. Papi tidak mood makan, papi mau


istirahat dulu kalau gitu.” Kata Raffa, lalu Raffa pergi ke kamarnya.


“Makanya jangan macam-macam denganku.” Kata Arabella kepada Kei dan Feya.


“Arabella, mami mau bicara denganmu.” Kata Kaira.


“Aku sibuk karena ada harus mengerjakan tugas kuliah, besok saja.” Kata

__ADS_1


Arabella.


__ADS_2