
Kei mengadu
kepada ibunya.
“Mami sedang
apa?” Tanya Kei.
“Mami sedang
menyiapkan makan malam, bisa bantu mami nggak untuk menaruh makanan ini di meja
makan.” Kata Kaira.
“Baik ma, Feya
kemana ya ma?” Tanya Kei.
“Dia sedang
belajar dikamarnya, ada apa?” Tanya Kaira.
“Tidak apa-apa,
ma kenapa ya aku sangat tidak suka dengan keberadaan Arabella. Kenapa sih mami
dan papi mengangkat dia sebagai anak mami dan papi? Bukankah mami dan papi
sudah punya aku dan Feya.” Kata Kei.
“Aduh bagaimana
ini, bagaimana caraku untuk menjelaskannya pada mereka.” Tanya Kaira dalam
hati.
“Mami dan papi
mengangkat dia sebagai anak mami dan papi karena mami kasihan dengannya yang
saat itu tidak memiliki orang tua.” Kata Kaira.
“Tapi kenapa
harus dia? Dia semakin lama semakin menyebalkan saja, aku kesal dengannya.”
Kata Kei.
“Hei tidak boleh
bicara seperti itu sayang.” Kata Kaira.
“Dia itu bisanya
hanya cari muka dan cari perhatian dari papi, aku sangat kesal dengannya.” Kata
Kei.
“Mami dan papi
tidak pernah membedakan kalian, kalian semua sama anak mami dan papi, jadi
jangan pernah berfikir seperti itu lagi ya sayang.” Kata Kaira.
“Iya mami.” Kata
Kei.
Tiba-tiba
__ADS_1
Arabella menghampiri Kei dan Kaira.
“Ma buatin jus
alpukat dong, nggak pakai gula ya ganti aja pakai madu.” Kata Arabella.
“Kamu tidak
lihat kalau mami sedang sibuk, bikin saja sendiri.” Kata Kei.
“Aku menyuruh
mami bukan menyuruh kamu kenapa kamu mesti marah sih.” Kata Arabella.
“Iya nanti mami
buatkan jus untukmu.” Kata Kaira.
“Tuh lihat
sendiri mami saja tidak keberatan kenapa kamu mesti marah padaku.” Kata
Arabella.
“Sudah jangan ribut, mami akan buatkan jus alpukat untuk Arabella, Kei dan
juga untuk Feya.” Kata Kaira.
“Tidak bisa, aku tidak minum jus yang sama dengan Kei dan Feya.” Kata Arabella.
“Memangnya aku mau minum jus yang sama denganmu.” Kata Kei.
“Hei hei kenapa pada bertengkar sih kalian berdua, sudah sudah ayo kita
siap-siap untuk makan malam, cepat panggil papi sama Feya.” Kata Kaira.
“Aku akan memanggil papi, aku tidak mau memanggil Feya karena dia telah
Kaira dan Kei.
“Dasar anak tidak tau diri, ini gara-gara papi yang selalu memanjakan si
Arabella.” Kata Kei.
“Hush sudah sudah, dia kakakmu jadi panggil kakak dong.” Kata Kaira.
“Dia hanyalah kakak angkatku dan kita bukanlah saudara kandung.” Kata Kei.
“Cukup Kei, mami tidak ingin mendengar perkataanmu yang seperti itu. Mami tidak
pernah membedakanmu dengan anak mami yang lain. Semua sama kalian adalah anak
mami.” Kata Kaira.
“Maaf ma aku hanya kesal dengan kak Arabella.” Kata Kei.
**
Makan malam.
“Pa aku ingin beli ponsel baru, boleh tidak?” Tanya Arabella.
“Bukannya ponsel kamu masih bagus sayang?” Tanya Kaira.
“Tapi aku ingin ponsel merk X, memangnya papi tidak mampu membelikanku
ponsel merk X ya?” Tanya Arabella.
“Sebaiknya pakai ponselmu yang sekarang saja, untuk apa beli baru kalau
__ADS_1
ponselmu tidak rusak.” Kata Kaira.
“Iya boleh kok, besok kamu beli sama mami saja ya karena papi ada kerjaan
di kantor.” Kata Raffa.
“Mas jangan selalu dimanja, kalau memang tidak perlu ya tidak usah
dibelikan.” Kata Kaira.
“Kenapa sih mami selalu membedakan aku dengan Kei dan Feya, coba kalau Kei
atau Feya yang meminta pasti mami akan membelikannya langsung. Kemarin Kei dan
Feya pergi belanja tapi tidak mengajak Arabella, aku merasa tidak di anggap pa
dirumah ini.” Kata Arabella.
“Hei kamu tidak usah drama deh, bukankah kemarin kamu yang tidak ingin
ikut.” Kata Kei.
“Kemarin mami membelikan kak Arabella barang tapi kakak menolaknya,
sekarang kakak menyalahkan mami.” Kata Feya.
“Tuh kan papi bisa lihat sendiri, kalau papi tidak dirumah aku seperti
orang asing yang tidak di anggap pa, bahkan aku merasa seperti terbuang pa.” Kata
Arabella dengan sedih.
“Sudah sudah kenapa jadi ribut seperti ini sih, papi tidak mau mendengar
kalian semua bertengkar apalagi mengungkit hal-hal yang seperti ini. Kei dan
Feya juga seharusnya bisa bersikap sopan dengan kakak kamu. Kamu harusnya
mengajak Arabella dong sayang kalau pergi, kenapa dia justru ditinggal sendiri
dirumah.” Kata Raffa.
“Mas aku sudah mengajaknya tapi.” Kata Kaira.
“Mami memang mengajakku tapi Kei dan Feya seakan tidak suka jika aku ikut
pa makanya aku memilih untuk tidak ikut. Lebih baik aku tinggal dirumah sendiri
saja.” Kata Arabella.
“Stop stop papi tidak mau mendengar keributan di meja makan seperti ini. Papi
akan membelikanmu ponsel baru tapi belilah bersama mami, kalian itu anak-anak
papi dan mami dan kita sayang sama kalian semuanya, jadi stop merasa tidak di
anggap dan stop menuduh yang tidak-tidak.” Kata Raffa.
“Maafkan aku pa.” Kata Arabella.
“Kamu tidak salah untuk apa meminta maaf. Papi tidak mood makan, papi mau
istirahat dulu kalau gitu.” Kata Raffa, lalu Raffa pergi ke kamarnya.
“Makanya jangan macam-macam denganku.” Kata Arabella kepada Kei dan Feya.
“Arabella, mami mau bicara denganmu.” Kata Kaira.
“Aku sibuk karena ada harus mengerjakan tugas kuliah, besok saja.” Kata
__ADS_1
Arabella.