
Keesokan
harinya.
Keluarga Ji
Yong sedang makan bersama tanpa Ha Joon karena dia sedang berkunjung ke rumah
kakeknya.
“Pa aku ingin
tutorku dipecat.” Kata Seok Kyung.
“Memangnya
kenapa?” Tanya Abel.
“Dia baru satu
hari mengajarmu? Kenapa memangnya? Kamu tidak menyukainya atau dia yang
menyulitkanmu?” Tanya Ji Yong.
“Dia bahkan
memberiku minum dan mengajakku minum dirumah Eun Byul. Dia juga bahkan
mengirimiku foto dia bermesraan bersama laki-laki lain..” Kata Seok Kyung.
“Apa? Tidak
mungkin, Ami orang baik dan aku mengenalnya. Pasti ada salah paham.” Kata Abel.
“Kenapa kamu
sangat yakin? Apa kamu justru menuduhku yang telah menjebaknya?” Tanya Seok
Kyung.
“Ada buktinya
kalau dia seperti itu?” Tanya Ji Yong.
“Tentu saja
ada, ini rekaman cctv di ruang belajar Eun Byul.” Kata Seok Kyung sambil
menunjukkan video.
“Apa? Pecat
dia sekarang juga, panggil dia terlebih dahulu karena aku harus memberinya
peringatan.” Kata Ji Yong.
“Tidak mungkin
dia melakukannya, dia bukanlah seseorang yang seperti itu mas. Apa yang telah
kamu lakukan padanya? Pasti ini ulah kamu dan teman-temanmu kan?” Tanya Abel
kepada Seok Kyung.
“Jadi kamu
menuduhku?” Kata Seok Kyung sangat kesal.
“Panggil dia
sekarang juga.” Kata Ji Yong.
“Aku akan
menelfonnya.” Kata Abel.
“Apakah papa
lebih mempercayai aku atau tutor itu?” Tanya Seok Kyung kepada Ji Yong.
“Bukti itu
sudah cukup bagi papa. Papa tentu saja lebih mempercayaimu.” Kata Ji Yong.
**
Ami datang ke
rumah Ji Yong.
“Masuklah,
suami dan anakku ingin bertemu denganmu.” Kata Abel.
“Baik nyonya.”
__ADS_1
Kata Ami.
“Mas, Ami
sudah datang.” Kata Abel.
Ji Yong
langsung mendorong Ami.
“Apa yang kamu
lakukan pada anakku? Bisa-bisanya kamu menyuruh dan memberikan minuman pada
anakku dan teman-temannya? Lalu apa maksud foto ini?” Kata Ji Yong.
“Saya tidak
bersalah tuan, Seok Kyung dan teman-temannya yang menyuruh saya. Foto itu saya
tidak tau. Pasti Seok Kyung yang melakukannya dan menjebakku karena saat itu saya tidak sadarkan diri.” Kata Ami.
“Bukankah kamu
yang mengirim foto itu padaku?” Kata Seok Kyung.
Lalu Ji Yong
mengambil ponsel Ami dan melihat pesan.
“Apa ini? Kamu
sendiri yang mengirim foto itu pada anakku? Masalah ini harus
segera dilaporkan ke polisi.” Kata Ji Yong.
“Jangan tuan,
saya mohon. Baiklah saya mengaku bersalah. Tolong jangan laporkan saya ke
polisi, saya akan berhenti sebagai guru tutor dan menganggap masalah ini
selesai.” Kata Ami.
“Kamu setuju
tidak?” Tanya Ji Yong kepada Seok Kyung.
“Aku ingin dia
Kyung kepada Ami.
“Itu tidak adil, bisa jadi Seok Kyung juga bersalah mas, bukankah kita harus mendengarkan penjelasan dulu dari Ami.” Kata Abel.
“Kita sudah
cukup mendengarkan penjelasan dari Seok Kyung, lihatlah dia sangat kesal. Segera
pecat Ami sekarang juga.” Kata Ji Yong.
“Papa saja
yang mencarikan guru tutor untukku, aku tidak mau jika wanita itu yang
mencarikannya untukku.” Kata Seok Kyung.
“Baiklah, papa
yang akan mencarikannya untukmu. Usir dia dari rumah.” Kata Ji Yong.
“Tunggu, aku
tidak akan melepaskanmu begitu saja sebelum kamu meminta maaf kepada kami
dengan benar.” Kata Seok Kyung.
“Aku akan
meminta maaf padamu.” Kata Ami.
“Temui aku
didepan sekolahku besok jam 2 siang.” Kata Seok Kyung.
“Baiklah.” Kata
Ami sambil meneteskan air mata.
Lalu Ami pergi
meninggalkan kediaman rumah Ji Yong, namun Abel mengejarnya.
“Tunggu.” Kata
Abel.
__ADS_1
“Maafkan saya,
saya gagal sebagai guru tutor dan sebagai orang suruhan nyonya.” Kata Ami.
“Aku tau kamu
tidak bersalah.” Kata Abel. Kemudian Abel mengambil tas milik Ami dan mengambil
alat penyadap suara yang dia pasang didalam kotak kosmetik milik Ami.
“Aku memasang
ini didalam tas kamu, untuk menghadapi anak seperti Seok Kyung memang butuh
cara yang licik seperti ini. Aku sangat putus asa melihat kelakuan dia yang seperti itu, tapi bagaimanapun juga dia adalah anak dari suamiku.” Kata Abel.
“Wah saya
benar-benar tidak menyangka nyonya melakukan hal sampai sejauh ini. Lalu apa
rencana nyonya? Saya pasti akan membantu nyonya.” Tanya Ami.
“Tentu saja
aku akan menggunakan rekaman ini untuk mengancam si Seok Kyung. Jangan khawatir,
setelah ini kita tidak ada urusan lagi. Ini uang untukmu, dan tetap lakukan apa
yang di inginkan oleh Seok Kyung.” Kata Abel.
“Baik nyonya,
permisi kalau begitu.” Kata Ami.
**
Abel menghampiri
kamar Seok Kyung.
“Aku tau
sebenarnya kamu dan teman-temanmu yang telah menindas guru Ami, kamu yang telah
merencanakan semua itu. Apakah kamu senang? Apakah kamu lega setelah merundung
gurumu? Sampai kapan kamu akan menjadi anak yang nakal?” Tanya Abel.
“Jangan sok
peduli denganku, aku bahkan bukanlah anakmu jadi cukup bertingkah seolah layaknya
ibuku. Itu membuatku jijik.” Kata Seok Kyung sambil mendorong Abel. Abel pun
memutar rekaman tersebut.
“Bukankah ini
suaramu dan teman-temanmu? Bagaimana jika rekaman ini sampai ke pihak sekolah? Atau
bagaimana jika papa kamu mendengarkan rekaman ini? Aku yakin papa kamu akan
marah dan sangat membencimu.” Kata Abel.
“Apa maumu?” Kata
Seok Kyung.
“Tutup mulutmu
tentang apa yang dikatakan oleh Viona padamu, jangan pernah ceritakan masalah
itu kepada siapapun termasuk papa kamu dan perlakukan aku layaknya ibumu.” Kata
Abel.
“Lalu
bagaimana dengan Ha Joon? Aku tidak yakin jika dia bisa menyimpan rahasiamu.” Kata
Seok Kyung.
“Itu tugasmu
karena kamu yang mengajaknya. Aku juga akan tutup mulut bahwa kamulah yang sebenarnya
membawa Ha Joon dan menyebabkan dia celaka.” Kata Abel.
“Baiklah, kita
sepakat.” Kata Seok Kyung.
“Bagus, anak
yang baik.” Kata Abel sambil mengelus rambut Seok Kyung.
__ADS_1
"Kurang ajar, lihat saja pembalasanku." Kata Seok Kyung dalam hati.