Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 27


__ADS_3

Keesokan


harinya.


Keluarga Ji


Yong sedang makan bersama tanpa Ha Joon karena dia sedang berkunjung ke rumah


kakeknya.


“Pa aku ingin


tutorku dipecat.” Kata Seok Kyung.


“Memangnya


kenapa?” Tanya Abel.


“Dia baru satu


hari mengajarmu? Kenapa memangnya? Kamu tidak menyukainya atau dia yang


menyulitkanmu?” Tanya Ji Yong.


“Dia bahkan


memberiku minum dan mengajakku minum dirumah Eun Byul. Dia juga bahkan


mengirimiku foto dia bermesraan bersama laki-laki lain..” Kata Seok Kyung.


“Apa? Tidak


mungkin, Ami orang baik dan aku mengenalnya. Pasti ada salah paham.” Kata Abel.


“Kenapa kamu


sangat yakin? Apa kamu justru menuduhku yang telah menjebaknya?” Tanya Seok


Kyung.


“Ada buktinya


kalau dia seperti itu?” Tanya Ji Yong.


“Tentu saja


ada, ini rekaman cctv di ruang belajar Eun Byul.” Kata Seok Kyung sambil


menunjukkan video.


“Apa? Pecat


dia sekarang juga, panggil dia terlebih dahulu karena aku harus memberinya


peringatan.” Kata Ji Yong.


“Tidak mungkin


dia melakukannya, dia bukanlah seseorang yang seperti itu mas. Apa yang telah


kamu lakukan padanya? Pasti ini ulah kamu dan teman-temanmu kan?” Tanya Abel


kepada Seok Kyung.


“Jadi kamu


menuduhku?” Kata Seok Kyung sangat kesal.


“Panggil dia


sekarang juga.” Kata Ji Yong.


“Aku akan


menelfonnya.” Kata Abel.


“Apakah papa


lebih mempercayai aku atau tutor itu?” Tanya Seok Kyung kepada Ji Yong.


“Bukti itu


sudah cukup bagi papa. Papa tentu saja lebih mempercayaimu.” Kata Ji Yong.


**


Ami datang ke


rumah Ji Yong.


“Masuklah,


suami dan anakku ingin bertemu denganmu.” Kata Abel.


“Baik nyonya.”

__ADS_1


Kata Ami.


“Mas, Ami


sudah datang.” Kata Abel.


Ji Yong


langsung mendorong Ami.


“Apa yang kamu


lakukan pada anakku? Bisa-bisanya kamu menyuruh dan memberikan minuman pada


anakku dan teman-temannya? Lalu apa maksud foto ini?” Kata Ji Yong.


“Saya tidak


bersalah tuan, Seok Kyung dan teman-temannya yang menyuruh saya. Foto itu saya


tidak tau. Pasti Seok Kyung yang melakukannya dan menjebakku karena saat itu saya tidak sadarkan diri.” Kata Ami.


“Bukankah kamu


yang mengirim foto itu padaku?” Kata Seok Kyung.


Lalu Ji Yong


mengambil ponsel Ami dan melihat pesan.


“Apa ini? Kamu


sendiri yang mengirim foto itu pada anakku? Masalah ini harus


segera dilaporkan ke polisi.” Kata Ji Yong.


“Jangan tuan,


saya mohon. Baiklah saya mengaku bersalah. Tolong jangan laporkan saya ke


polisi, saya akan berhenti sebagai guru tutor dan menganggap masalah ini


selesai.” Kata Ami.


“Kamu setuju


tidak?” Tanya Ji Yong kepada Seok Kyung.


“Aku ingin dia


Kyung kepada Ami.


“Itu tidak adil, bisa jadi Seok Kyung juga bersalah mas, bukankah kita harus mendengarkan penjelasan dulu dari Ami.” Kata Abel.


“Kita sudah


cukup mendengarkan penjelasan dari Seok Kyung, lihatlah dia sangat kesal. Segera


pecat Ami sekarang juga.” Kata Ji Yong.


“Papa saja


yang mencarikan guru tutor untukku, aku tidak mau jika wanita itu yang


mencarikannya untukku.” Kata Seok Kyung.


“Baiklah, papa


yang akan mencarikannya untukmu. Usir dia dari rumah.” Kata Ji Yong.


“Tunggu, aku


tidak akan melepaskanmu begitu saja sebelum kamu meminta maaf kepada kami


dengan benar.” Kata Seok Kyung.


“Aku akan


meminta maaf padamu.” Kata Ami.


“Temui aku


didepan sekolahku besok jam 2 siang.” Kata Seok Kyung.


“Baiklah.” Kata


Ami sambil meneteskan air mata.


Lalu Ami pergi


meninggalkan kediaman rumah Ji Yong, namun Abel mengejarnya.


“Tunggu.” Kata


Abel.

__ADS_1


“Maafkan saya,


saya gagal sebagai guru tutor dan sebagai orang suruhan nyonya.” Kata Ami.


“Aku tau kamu


tidak bersalah.” Kata Abel. Kemudian Abel mengambil tas milik Ami dan mengambil


alat penyadap suara yang dia pasang didalam kotak kosmetik milik Ami.


“Aku memasang


ini didalam tas kamu, untuk menghadapi anak seperti Seok Kyung memang butuh


cara yang licik seperti ini. Aku sangat putus asa melihat kelakuan dia yang seperti itu, tapi bagaimanapun juga dia adalah anak dari suamiku.” Kata Abel.


“Wah saya


benar-benar tidak menyangka nyonya melakukan hal sampai sejauh ini. Lalu apa


rencana nyonya? Saya pasti akan membantu nyonya.” Tanya Ami.


“Tentu saja


aku akan menggunakan rekaman ini untuk mengancam si Seok Kyung. Jangan khawatir,


setelah ini kita tidak ada urusan lagi. Ini uang untukmu, dan tetap lakukan apa


yang di inginkan oleh Seok Kyung.” Kata Abel.


“Baik nyonya,


permisi kalau begitu.” Kata Ami.


**


Abel menghampiri


kamar Seok Kyung.


“Aku tau


sebenarnya kamu dan teman-temanmu yang telah menindas guru Ami, kamu yang telah


merencanakan semua itu. Apakah kamu senang? Apakah kamu lega setelah merundung


gurumu? Sampai kapan kamu akan menjadi anak yang nakal?” Tanya Abel.


“Jangan sok


peduli denganku, aku bahkan bukanlah anakmu jadi cukup bertingkah seolah layaknya


ibuku. Itu membuatku jijik.” Kata Seok Kyung sambil mendorong Abel. Abel pun


memutar rekaman tersebut.


“Bukankah ini


suaramu dan teman-temanmu? Bagaimana jika rekaman ini sampai ke pihak sekolah? Atau


bagaimana jika papa kamu mendengarkan rekaman ini? Aku yakin papa kamu akan


marah dan sangat membencimu.” Kata Abel.


“Apa maumu?” Kata


Seok Kyung.


“Tutup mulutmu


tentang apa yang dikatakan oleh Viona padamu, jangan pernah ceritakan masalah


itu kepada siapapun termasuk papa kamu dan perlakukan aku layaknya ibumu.” Kata


Abel.


“Lalu


bagaimana dengan Ha Joon? Aku tidak yakin jika dia bisa menyimpan rahasiamu.” Kata


Seok Kyung.


“Itu tugasmu


karena kamu yang mengajaknya. Aku juga akan tutup mulut bahwa kamulah yang sebenarnya


membawa Ha Joon dan menyebabkan dia celaka.” Kata Abel.


“Baiklah, kita


sepakat.” Kata Seok Kyung.


“Bagus, anak


yang baik.” Kata Abel sambil mengelus rambut Seok Kyung.

__ADS_1


"Kurang ajar, lihat saja pembalasanku." Kata Seok Kyung dalam hati.


__ADS_2