
“Pulanglah, besok aku akan temui kau di hotel A jam 10.00 pagi.” Kata Raffa sambil mendorong Angel hingga jatuh
dan dia segera masuk kedalam apartemennya.
“Hei buka pintunya, aku belum selesai bicara. Dasar kau kurang ajar. Aku akan bikin peritungan denganmu dan
juga Kaira.” Teriak Angel.
**
“Ada si Angel diluar mas. Aku sengaja tidak membukakan pintunya karena dia sepertinya sedang sangat marah.
Ada apa sih?” Tanya Kaira.
“Tidak ada apa-apa aku hanya memberi dia sedikit peringatan agar tidak mengganggu kita kembali.” Kata Raffa.
“Tapi kok dia terlihat sangat marah mas.” Kata Kaira heran.
“Sudahlah jangan pikirkan si Angel. Aku bawakan sushi nih.” Kata Raffa.
“Yeee akhirnya dibawain sushi lagi.” Kata Kaira senang.
“Kau mau minta apa lagi sayang?” Tanya Raffa.
“Aku pengen disuapin dong sayang.” Pinta Kaira.
“Sebentar ya, aku mau mandi dulu.” Kata Raffa.
“Uda nanti saja deh kelamaan keburu laper aku mas.” Kata Kaira.
“Uda kelaparan ya?” Tanya Raffa.
“Iya mas. Aaaaaaa” Jawab Kaira sambil membuka mulutnya.
“Gimana enak tidak?” Tanya Raffa.
“Enak mas, tapi kalau makan sendiri rasanya jadi tidak enak.” Kata Kaira.
“Dasar kau yam akin pinter aja alasannya. Pokoknya makan yang banyak dan bergizi ya, susunya juga diminum.”
__ADS_1
Kata Raffa perhatian.
“Iya mas. Kalau aku makin gendut kamu nggak bakal ninggalin aku kan?” Tanya Kaira.
“Ya tidak lah, justru makin terlihat sexy dong haha.” Goda Raffa.
“Ih apaan sih kamu mas jadi malu deh.” Kata Kaira.
**
Angel kembali pulang, namun dia
mampir ke supermarket untuk membeli sesuatu, namun dia lupa tidak membawa uang
tunai maupun kartu kredit karena tasnya berada didalam mobil yang ditumpangi
oleh baby sitter dan anaknya tadi.
“Sial, tas dan dompetku tertinggal lagi, hanya ada ponsel saja. Saldo
pay ku juga habis lagi tadi untuk ongkos naik taxi sial sekali aku hari ini.
apartemen lama saja ya.” Gerutu Angel dalam hati.
Akhirnya dia pulang dengan jalan kaki menuju apartemen lamanya. Sesampainya disana dia menelfon suaminya kembali namun tetap tidak ada jawaban, kemudian dia menelfon rekan kerja suaminya yang
juga pergi ke Korea namun tidak ada jawaban juga.
Lalu Rasya mengirim pesan teks kepada Angel.
“Jangan hubungi aku dulu, aku
akan tinggal lebih lama disini. Jaga dirimu dan Kenzo baik-baik.”
Kemudian Angel menelfon suaminya namun ponsel Rasya sedang tidak aktif.
“Bagaimana ini, tas aku dompet
kartu kreditku semua ada di tas sial sial bahkan kartu identitasku juga didalam
__ADS_1
tas. Sepertinya si Raffa sengaja melakukan hal ini padaku.”
Keesokan harinya dia menelfon
sekretaris suaminya untuk meminta dibuatkan kartu kredit dan kartu lainnya.
“Hallo pak tolong uruskan dan
buatkan kartu kredit untukku lalu kartu identitasku juga hilang tolong uruskan
secepatnya.” Kata Angel.
“Mohon maaf bu, saya hanya akan menjalankan atas perintah suami ibu.”
“Kau tau kan saya siapa? Saya istri bos kamu.” Bentak Angel.
“Mohon maaf kami tidak bisa bu.
Kecuali atas persetujuan dari Pak Hirata (nama jepang Rasya).”
“Nanti pasti Pak Hirata akan
setuju kok, sudahlah cepat buatkan aku kartu kredit.” Kata Angel memaksa.
“Mohon maaf sekali kami tidak
bisa, lagipula saat ini Pak Hirata sedang pergi keluar kota, kami takut akan
terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.”
“Hmmm baiklah, kalau begitu aku
mau minta uang tunai saja, bilang saja pinjaman atas nama Pak Hirata.” Paksa
Angel.
“Mohon maaf kami juga tidak berani melakukan hal itu bu, karena pinjaman atas nama Pak Hirata cukup banyak
jadi kami tidak bisa membantu.”
__ADS_1
Lalu Angel menutup telfonnya.