Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 28


__ADS_3

“Ada apa kok diam saja?” Tanya


Viona.


“Tadi Kaira menelfonku, dia


bilang ingin berpisah denganku.” Kata Raffa.


“Bagus dong, lagipula untuk apa


kamu mempertahankan dia.” Kata Viona.


“Aku masih mencintainya.” Kata Raffa.


“Berani sekali kamu berbicara itu


di depanku.” Kata Viona.


“Lagipula kita tidak saling


mencintai.” Kata Raffa lalu pergi meninggalkan Viona.


**


Sarapan bersama dirumah Viona.


“Bunda, aku ingin beli tas ini,


boleh tidak?” Tanya Feya sambil menunjukkan foto tas ke Viona.


“Tidak boleh, aku memang


mengijinkanmu tinggal disini tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya minta ini


dan itu sesukamu. Semua ada aturannya.” Kata Viona.


“Bukankah bunda bilang sendiri


kalau aku boleh meminta apapun yang aku inginkan?” Tanya Feya.


“Enak saja kamu bilang, kamu


tinggal dirumah ini jadi kamu harus menuruti semua perkataanku.” Kata Viona.


“Aku kan tidak pernah melanggar


apapun dirumah ini bunda. Aku pergi ke sekolah dulu.” Kata Feya.


“Hari ini kamu pergi ke sekolah


naik kendaraan umum, tidak boleh memakai supir dan mobil pribadi.” Kata Viona.


“Memangnya kenapa?” Tanya Feya.


“Dirumah ini tidak ada yang


gratis.” Kata Viona.

__ADS_1


“Bukankah aku anak bunda tapi


kenapa aku tidak boleh memakai mobil pribadi?” Tanya Feya.


“Jangan pernah bermimpi kamu


adalah anakku, selagi papi kamu masih sering bertemu dengan ibumu apalagi


menginap dirumah ibumu jangan berharap bisa mendapat uang saku dariku apalagi


memakai fasilitas dirumah ini, aku juga tidak akan membiayai biaya sekolahmu


dan biaya hidupmu.” Kata Viona.


“Jadi bunda menyalahkan mami aku?”


Tanya Feya.


“Tentu saja, papi kamu dari


kemarin tidak pulang lalu kemana lagi kalau tidak ke rumah ibumu? Kalau kamu


ingin hidup enak dirumah ini suruh papi kamu pulang sekarang juga.” Kata Viona


sambil membanting piring yang ada di meja makan.


“Ada apa sih?” Tanya Arabella


tiba-tiba datang menghampiri Feya.


“Bunda marah kak, aku takut kak.”


“Tenang ada aku kok, cepat


pergilah ke sekolah sebelum terlambat.” Kata Arabella.


“Tapi aku tidak punya uang untuk


naik angkutan umum kak, bunda tidak memberiku uang saku.” Kata Feya.


“Aku akan memesankanmu ojek


online, tunggu sebentar.” Kata Arabella.


“Baik kak, terima kasih banyak.” Kata


Feya.


**


Arabella menghampiri rumah Kaira,


disana dia melihat Kaira dan Raffa sedang makan bersama.



“Papi.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Arabella, kamu kesini dengan


siapa?” Tanya Raffa.


“Aku kesini sendiri.” Kata Arabella.


“Kamu sudah makan belum?” Tanya


Kaira.


“Aku ingin bicara dengan papi.” Kata


Arabella. Lalu Kaira membiarkan mereka berdua berbicara.


“Ada apa?” Tanya Raffa.


“Papi kenapa tidak kembali


pulang?” Tanya Arabella.


“Pulang kemana maksud kamu?”


Tanya Raffa.


“Tentu saja pulang kerumah bunda,


gara-gara papi tidak pulang bunda jadi marah dan bahkan dia tidak memberi Feya


uang saku, Feya pergi ke sekolah sendiri. Dia sangat marah dengan papi dan


melampiaskannya ke aku dan Feya.” Kata Arabella.


“Papi sudah lama tidak bertemu


dengan mami kamu.” Kata Raffa.


“Bisakah papi tinggal disana


selamanya tanpa menemui mami? Bukankah dia jauh lebih baik dibanding mami? Dia sudah


memberikan kita banyak hal dan materi tapi papi justru pergi kesini.” Kata Arabella.


“Bagaimanapun juga mami kamu


masih istri sahnya papi, jadi papi juga harus bisa berbuat adil.” Kata Raffa.


“Tapi gara-gara papi, aku dan


Feya yang kena imbasnya.” Kata Arabella.


“Maafkan papi sayang, nanti papi


akan kembali pulang. Sekarang makanlah bersama, sudah lama kan kita tidak makan


bersama mami.” Kata Raffa.


“Aku mau pulang dulu, permisi.” Kata

__ADS_1


Arabella.


__ADS_2