
“Ada apa kok diam saja?” Tanya
Viona.
“Tadi Kaira menelfonku, dia
bilang ingin berpisah denganku.” Kata Raffa.
“Bagus dong, lagipula untuk apa
kamu mempertahankan dia.” Kata Viona.
“Aku masih mencintainya.” Kata Raffa.
“Berani sekali kamu berbicara itu
di depanku.” Kata Viona.
“Lagipula kita tidak saling
mencintai.” Kata Raffa lalu pergi meninggalkan Viona.
**
Sarapan bersama dirumah Viona.
“Bunda, aku ingin beli tas ini,
boleh tidak?” Tanya Feya sambil menunjukkan foto tas ke Viona.
“Tidak boleh, aku memang
mengijinkanmu tinggal disini tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya minta ini
dan itu sesukamu. Semua ada aturannya.” Kata Viona.
“Bukankah bunda bilang sendiri
kalau aku boleh meminta apapun yang aku inginkan?” Tanya Feya.
“Enak saja kamu bilang, kamu
tinggal dirumah ini jadi kamu harus menuruti semua perkataanku.” Kata Viona.
“Aku kan tidak pernah melanggar
apapun dirumah ini bunda. Aku pergi ke sekolah dulu.” Kata Feya.
“Hari ini kamu pergi ke sekolah
naik kendaraan umum, tidak boleh memakai supir dan mobil pribadi.” Kata Viona.
“Memangnya kenapa?” Tanya Feya.
“Dirumah ini tidak ada yang
gratis.” Kata Viona.
__ADS_1
“Bukankah aku anak bunda tapi
kenapa aku tidak boleh memakai mobil pribadi?” Tanya Feya.
“Jangan pernah bermimpi kamu
adalah anakku, selagi papi kamu masih sering bertemu dengan ibumu apalagi
menginap dirumah ibumu jangan berharap bisa mendapat uang saku dariku apalagi
memakai fasilitas dirumah ini, aku juga tidak akan membiayai biaya sekolahmu
dan biaya hidupmu.” Kata Viona.
“Jadi bunda menyalahkan mami aku?”
Tanya Feya.
“Tentu saja, papi kamu dari
kemarin tidak pulang lalu kemana lagi kalau tidak ke rumah ibumu? Kalau kamu
ingin hidup enak dirumah ini suruh papi kamu pulang sekarang juga.” Kata Viona
sambil membanting piring yang ada di meja makan.
“Ada apa sih?” Tanya Arabella
tiba-tiba datang menghampiri Feya.
“Bunda marah kak, aku takut kak.”
“Tenang ada aku kok, cepat
pergilah ke sekolah sebelum terlambat.” Kata Arabella.
“Tapi aku tidak punya uang untuk
naik angkutan umum kak, bunda tidak memberiku uang saku.” Kata Feya.
“Aku akan memesankanmu ojek
online, tunggu sebentar.” Kata Arabella.
“Baik kak, terima kasih banyak.” Kata
Feya.
**
Arabella menghampiri rumah Kaira,
disana dia melihat Kaira dan Raffa sedang makan bersama.
“Papi.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Arabella, kamu kesini dengan
siapa?” Tanya Raffa.
“Aku kesini sendiri.” Kata Arabella.
“Kamu sudah makan belum?” Tanya
Kaira.
“Aku ingin bicara dengan papi.” Kata
Arabella. Lalu Kaira membiarkan mereka berdua berbicara.
“Ada apa?” Tanya Raffa.
“Papi kenapa tidak kembali
pulang?” Tanya Arabella.
“Pulang kemana maksud kamu?”
Tanya Raffa.
“Tentu saja pulang kerumah bunda,
gara-gara papi tidak pulang bunda jadi marah dan bahkan dia tidak memberi Feya
uang saku, Feya pergi ke sekolah sendiri. Dia sangat marah dengan papi dan
melampiaskannya ke aku dan Feya.” Kata Arabella.
“Papi sudah lama tidak bertemu
dengan mami kamu.” Kata Raffa.
“Bisakah papi tinggal disana
selamanya tanpa menemui mami? Bukankah dia jauh lebih baik dibanding mami? Dia sudah
memberikan kita banyak hal dan materi tapi papi justru pergi kesini.” Kata Arabella.
“Bagaimanapun juga mami kamu
masih istri sahnya papi, jadi papi juga harus bisa berbuat adil.” Kata Raffa.
“Tapi gara-gara papi, aku dan
Feya yang kena imbasnya.” Kata Arabella.
“Maafkan papi sayang, nanti papi
akan kembali pulang. Sekarang makanlah bersama, sudah lama kan kita tidak makan
bersama mami.” Kata Raffa.
“Aku mau pulang dulu, permisi.” Kata
__ADS_1
Arabella.