Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 11


__ADS_3

Hari itu Aidan mulai masuk kembali


di kantor barunya.


“Selamat pagi pak, bagaimana kabar


bapak? Kondisi bapak sudah membaik kan?” Tanya Adena.


“Saya tunggu kamu di kantor saya.”


Kata Aidan.


Seketika seluruh staff melihat kea


rah Aidan dan Adena.


“Sepertinya bu Adena dalam masalah


ya.” Kata Reno.


“Aku dengar katanya pak Aidan itu


galak, sayang sekali ya ganteng tapi galak.” Bisik Meta.


“Sepertinya kita harus ekstra


kerja keras nih agar posisi kita selalu aman.” Kata Reno.


“Hmmmm padahal aku berencana akan


cuti, sepertinya pupus sudah harapanku untuk cuti kerja.” Kata Meta.


“Memangnya kamu cuti mau kemana


sih?” Tanya Reno.


“Mau berlibur lah sama kekasihku


lelaki tampanku.” Kata Meta.


“Sejak kapan kamu punya pacar?”


Sindir Reno.


“Baru jadian hehe.” Kata Meta.


“Wah parah, pokoknya harus traktir


aku makan.” Kata Reno.


“Hmmmmmm tunggu gajian dulu lah

__ADS_1


Ren.” Kata Meta.


**


Adena masuk kedalam ruangan Aidan.


“Selamat pagi pak.” Kata Adena.


“Mulai hari ini kamu di ruangan


saya ya, aku ingin kamu menjadi sekretaris pribadiku.” Kata Aidan.


“Apa bapak bilang? Berarti saya


turun pangkat dong.” Kata Adena keceplosan.


“Kata siapa? Justru posisimu


semakin tinggi, tapi ruangan kamu disini, satu ruangan denganku. Aku sudah


menyediakan meja dan kursi untukmu.” Kata Aidan.


“Bisa tidak kalau saya di ruangan


sendiri saja pak, saya tidak enak dan bahkan pasti akan canggung pak, alhasil


akan mempengaruhi kinerja saya.” Kata Adena.


akan mengajukan mutasi terhadapmu, bisa saja aku memutasi kamu dan


menempatkanmu di cabang di daerah pelosok atau yang sangat jauh sekalipun.” Kata


Aidan.


“Baiklah saya akan menuruti


perintah bapak, tapi maaf sebelumnya ini tidak ada hubungannya dengan kejadian


waktu itu kan, ya saya khawatir saja bapak balas dendam kepada saya.” Kata Adena.


“Mana ada balas dendam dengan cara


menaikkan posisimu, yang ada malah mengirimmu ke cabang lain atau yang lebih


parahnya lagi adalah dengan cara memberhentikanmu.” Kata Aidan.


“Maaf pak jika saya lancang, kalau


begitu saya mau mengambil barang-barang saya dulu.” Kata Adena.


“Oh iya sekalian buatkan siapkan

__ADS_1


saya makan siang, oh tidak tidak aku hanya ingin mengemil.” Kata Aidan.


“Bapak mau apa? Nanti saya


siapkan.” Kata Adena dengan raut wajah kesal.


“Aku mau kue coklat tapi tidak


sembarang kue, belikan aku kue coklat di Clairemoon Cake.” Kata Aidan.


“Bagaimana kalau beli di Dapur Kue


saja pak? Atau The Harest  saja karena


kebetulan di lobby gedung ini ada toko kue tersebut pak.” Kata Adena.


“No, untuk saat ini aku hanya


ingin makan coklat di Clairemoon Cake.” Kata Aidan.


“Sialan, sepertinya dia ingin


mengerjaiku, lihat saja pembalasanku nanti ya.” Kata Adena dalam hati.


Adena pun memesan kue pesanan


Aidan melalui online, namun membutuhkan waktu satu jam hingga tiba di kantor. Tentu


saja hal ini membuat Adena kesal dan khawatir.


Satu jam kemudian.


Adena berlari ke ruangan Aidan


sambil membawakan kue pesanan Aidan.


“Maaf pak huh huh huh ah ah ah kue


nya baru sampai karena sangat antri dan jaraknya dari sini 30 menit huh huh ah


ah ah.” Kata Adena ngos-ngosan yang membuat Aidan semakin terpesona dengan


suara nafas Adena.


“Ah I iya, ambilkan aku sepotong


kue lalu sisanya buat kamu saja.” Kata Aidan sambil memperhatikan kecantikan


Adena yang rambutnya berantakan karena berlari.


“Cantik juga dia, apalagi suara

__ADS_1


nafasnya tadi.” Kata Aidan dalam hati.


__ADS_2