
Hari itu Aidan mulai masuk kembali
di kantor barunya.
“Selamat pagi pak, bagaimana kabar
bapak? Kondisi bapak sudah membaik kan?” Tanya Adena.
“Saya tunggu kamu di kantor saya.”
Kata Aidan.
Seketika seluruh staff melihat kea
rah Aidan dan Adena.
“Sepertinya bu Adena dalam masalah
ya.” Kata Reno.
“Aku dengar katanya pak Aidan itu
galak, sayang sekali ya ganteng tapi galak.” Bisik Meta.
“Sepertinya kita harus ekstra
kerja keras nih agar posisi kita selalu aman.” Kata Reno.
“Hmmmm padahal aku berencana akan
cuti, sepertinya pupus sudah harapanku untuk cuti kerja.” Kata Meta.
“Memangnya kamu cuti mau kemana
sih?” Tanya Reno.
“Mau berlibur lah sama kekasihku
lelaki tampanku.” Kata Meta.
“Sejak kapan kamu punya pacar?”
Sindir Reno.
“Baru jadian hehe.” Kata Meta.
“Wah parah, pokoknya harus traktir
aku makan.” Kata Reno.
“Hmmmmmm tunggu gajian dulu lah
__ADS_1
Ren.” Kata Meta.
**
Adena masuk kedalam ruangan Aidan.
“Selamat pagi pak.” Kata Adena.
“Mulai hari ini kamu di ruangan
saya ya, aku ingin kamu menjadi sekretaris pribadiku.” Kata Aidan.
“Apa bapak bilang? Berarti saya
turun pangkat dong.” Kata Adena keceplosan.
“Kata siapa? Justru posisimu
semakin tinggi, tapi ruangan kamu disini, satu ruangan denganku. Aku sudah
menyediakan meja dan kursi untukmu.” Kata Aidan.
“Bisa tidak kalau saya di ruangan
sendiri saja pak, saya tidak enak dan bahkan pasti akan canggung pak, alhasil
akan mempengaruhi kinerja saya.” Kata Adena.
akan mengajukan mutasi terhadapmu, bisa saja aku memutasi kamu dan
menempatkanmu di cabang di daerah pelosok atau yang sangat jauh sekalipun.” Kata
Aidan.
“Baiklah saya akan menuruti
perintah bapak, tapi maaf sebelumnya ini tidak ada hubungannya dengan kejadian
waktu itu kan, ya saya khawatir saja bapak balas dendam kepada saya.” Kata Adena.
“Mana ada balas dendam dengan cara
menaikkan posisimu, yang ada malah mengirimmu ke cabang lain atau yang lebih
parahnya lagi adalah dengan cara memberhentikanmu.” Kata Aidan.
“Maaf pak jika saya lancang, kalau
begitu saya mau mengambil barang-barang saya dulu.” Kata Adena.
“Oh iya sekalian buatkan siapkan
__ADS_1
saya makan siang, oh tidak tidak aku hanya ingin mengemil.” Kata Aidan.
“Bapak mau apa? Nanti saya
siapkan.” Kata Adena dengan raut wajah kesal.
“Aku mau kue coklat tapi tidak
sembarang kue, belikan aku kue coklat di Clairemoon Cake.” Kata Aidan.
“Bagaimana kalau beli di Dapur Kue
saja pak? Atau The Harest saja karena
kebetulan di lobby gedung ini ada toko kue tersebut pak.” Kata Adena.
“No, untuk saat ini aku hanya
ingin makan coklat di Clairemoon Cake.” Kata Aidan.
“Sialan, sepertinya dia ingin
mengerjaiku, lihat saja pembalasanku nanti ya.” Kata Adena dalam hati.
Adena pun memesan kue pesanan
Aidan melalui online, namun membutuhkan waktu satu jam hingga tiba di kantor. Tentu
saja hal ini membuat Adena kesal dan khawatir.
Satu jam kemudian.
Adena berlari ke ruangan Aidan
sambil membawakan kue pesanan Aidan.
“Maaf pak huh huh huh ah ah ah kue
nya baru sampai karena sangat antri dan jaraknya dari sini 30 menit huh huh ah
ah ah.” Kata Adena ngos-ngosan yang membuat Aidan semakin terpesona dengan
suara nafas Adena.
“Ah I iya, ambilkan aku sepotong
kue lalu sisanya buat kamu saja.” Kata Aidan sambil memperhatikan kecantikan
Adena yang rambutnya berantakan karena berlari.
“Cantik juga dia, apalagi suara
__ADS_1
nafasnya tadi.” Kata Aidan dalam hati.