
Setibanya dirumah sakit. Kaira segera
menghampiri anaknya.
“Mami.” Panggil Kei sambil
menangis.
“Sayangnya mami, mana yang sakit
sayang?” Tanya Kaira.
“Kei hanya demam biasa kok bu,
nanti setelah infusnya habis Kei sudah bisa kembali pulang.” Kata mbak Ayu.
“Oh syukurlah kalau begitu.” Kata
Kaira.
Setelah infusnya Kei habis,
mereka segera kembali pulang ke rumah. Setibanya dirumah.
“Mami, Kei tidur sama mami.” Kata
Kei.
“Iya sayang. Minum obat dulu
yuk.” Kata Kaira.
“Obat ma obatnya.” Kata Kei.
“Kan setelah minum obat bisa
minum air putih banyak, biar cepat sembuh sayang. Ayo minum obatnya dulu.” Kata
Kaira.
Setelah Kei minum obat, Kaira
segera menidurkan anaknya.
“Jangan lama-lama, aku tunggu
dikamar.” Kata Raffa.
“Sebentar dong sayang, lagipula
Kei sedang sakit, kamu malah minta enak-enak.” Kata Kaira kesal.
“Kei juga akan segera sembuh kok.
Cepat tidurkan dia, setelah itu cepat ke kamar.” Kata Raffa.
“Hmmmm iya iya, kamu tidur sini
saja mas sekalian. Tidur dikamar Kei.” Kata Kaira.
“Baiklah kalau begitu.” Kata
Raffa.
“Papi tidur dibawah saja, Kei mau
tidur sama mami saja.” Kata Kei.
“Nggak mau, pokoknya papi juga
ingij tidur bersama Kei.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Aaaaaaaa nggak mau, papi tidur
dibawah saja.” Kata Kei.
“Kasian dong papi nya, nanti papi
kesakitan kalau tidur dibawah, emang Kei nggak kasian sama papi kalau papi
tidur dibawah kedinginan?” Tanya Kaira.
“Hmmmm yauda papi boleh tidur
sama Kei tapi nggak boleh pegang-pegang mami. Mami punya Kei.” Kata Kei.
“Iya papi nggak akan
pegang-pegang mami kok, ayo Kei tidur sekarang biar besok cepat sembuh.” Kata
Raffa sambil mencubit pipi istrinya dibelakang anaknya.
“Setelah Kei tidur, kita pindah
ke kamar kita sendiri. Aku tidak mau melakukannya di kamar anak kita.” Kata
Raffa.
“Iya kalau aku tidak tertidur ya
sayang.” Kata Kaira.
“Aku bangunkan lah kalau kamu
tertidur.” Kata Raffa.
“Papi berisik banget.” Bentak
Kei.
“Iya iya maafkan papi. Ayo kita
Setelah Kei tertidur, Kaira pun
ikut tertidur. Lalu Raffa membangunkannya.
“Sayang, ayo bangun. Pindah ke
kamar saja.” Kata Raffa.
“Bagaimana aku bisa bangun
sayang, Kei memelukku dengan erat seperti ini.” Kata Kaira.
“Lepaskan dengan perlahan tapi
jangan sampai Kei terbangun.” Kata Raffa.
“Bantu aku mas.” Kata Kaira.
Raffa membantu Kaira namun justru
dia menggendong istrinya lalu membawanya ke kamar mereka.
“Aaaaa pelan-pelan sayang, awas
kena perutku.” Kata Kaira.
“Iya, sudah kamu jangan bersuara
nanti Kei terbangun.” Kata Raffa.
“Iya maafkan aku.” Bisik Kaira.
__ADS_1
Raffa meletakkan istrinya diatas
ranjang dengan perlahan karena takut kesakitan.
“Tunggu sebentar, aku mau mandi
dulu.” Kata Raffa.
“Tidak usah sayang, aku sudah
tidak tahan lagi.” Kata Kaira.
“Tahan dulu sayang, aku akan
mandi dengan cepat kok.” Kata Raffa.
“Tidak usah sayang aaaahhh.” Kata
Kaira.
“Baiklah, aku juga sudah tidak
sabar ingin segera melakukannya.” Kata Raffa.
“Lepaskan bajuku sayang.” Pinta
Kaira. Raffa melepas kancing baju Kaira lalu mencium bibir istrinya.
“Mas, aku mohon lakukan dengan
pelan ya.” Kata Kaira.
“Memangnya selama ini
melakukannya dengan kasar?” Tanya Raffa.
“Tidak pernah, tapi aku sekarang
sedang hamil tua mas.” Kata Kaira.
“Tenang saja, tidak usah
khawatir.” Kata Raffa.
“Mas remas dadaku sekarang juga,
ah mas.” Kata Kaira.
“Tahan ya jika aku terlalu keras
aku meremasnya.” Kata Raffa sambil meremas dada istrinya.
“Lakukan sekarang mas, aku sudah
tidak tahan lagi.” Kata Kaira.
“Sebentar sayang. Aku keluarkan
didalam atau diluar?” Tanya Raffa.
“Didalam saja tidak apa-apa
sayang, cepat lakukan mas jangan banyak bicara lagi.” Gerutu Kaira.
“Baiklah sayang, aku akan
melakukannya sekarang.” Kata Raffa.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lain ya, judulnya "Menua Bersamamu"
Terima kasih.