
Sesampainya direstoran,
Arka segera memesan makanan untuknya dan Kaira.
“Aku pesan
makanan seperti biasanya.” Kata Arka. Namun Kaira hanya bengong sambil menatap
jalan raya.
“Kaira, Kaira.”
Panggil Arka.
“Eh iya ada
apa?” Jawab Kaira.
“Kau lihat apa?
Dari tadi kamu bengong, memangnya mikir apa sih?” Tanya Arka.
“Nggak apa-apa
kok, cuma liatin orang aja dijalan raya.” Jawab Kaira.
“Oh gitu.” Kata
Arka.
“Oh ya nanti
siang aku keluar sebentar ya, aku ada urusan. Aku jalan sendiri aja.” Kata
Kaira.
“Mau kemana? Aku
antar saja.” Kata Arka.
“Ada urusan
pribadi, aku bisa sendiri kok. Jangan khawatir, setelah urusanku selesai aku
segera pulang kerumah.” Kata Kaira.
“Yasudah kalau
begitu. Oh ya kita main yuk ke rumah orang tuamu, kita kan sebentar lagi akan
menikah.” Ajak Arka.
“Lain kali
__ADS_1
saja. Lagipula orang tuaku masih kecewa denganku bahkan mereka juga bilang saat
pernikahan kita nanti mereka hanya mampir sebentar dan itu tidaklah lama.” Kata
Kaira.
“Coba jelaskan
pada mereka. Memangnya mereka masih meragukanku? Aku transfer mereka sejumlah
uang ya, mungkin mereka sedang membutuhkannya.” Kata Arka.
“Tidak perlu. Setiap
bulan aku sudah kirimkan sejumlah uang kepada mereka, mereka hanyalah kecewa
denganku karena perceraianku dengan Raffa, terlebih lagi saat setelah aku bercerai,
Raffa pergi menemui kedua orang tuaku untuk meminta mereka bicara padaku agar
aku dan Raffa kembali lagi bersama. Namun aku menolaknya, itulah kenapa orang
tuaku kecewa denganku.” Jelas Kaira.
“Tapi kedua
orang tuamu tau kan bahwa Raffa saat itu memiliki anak dengan Angel?” Tanya Arka.
“Mereka tau
gagal dalam menjaga suami dan rumah tangga. Setelah aku dan Raffa berpisah, Raffa maupun
keluarga Raffa tidak lagi membiayai orang tuaku bahkan orang tua Raffa juga telah
mengambil rumah dan mobil yang sebelumnya diberikan oleh mereka kepada orang tuaku.” Jelas Kaira.
“Oh karena
itulah sekarang kedua orang tuamu pindah rumah? Maafkan aku, aku tidak
mengerti.” Kata Arka.
“Tidak perlu
minta maaf, seharusnya aku cerita ini semua tapi aku baru cerita sekarang. Maafkan
aku.” Kata Kaira.
“Aku akan
belikan rumah dan mobil untuk kedua orang tuamu ya.” Kata Arka.
“Tidak perlu. Cukup
__ADS_1
sudah mas, jangan selalu paksa aku untuk menerima semua pemberianmu, jangan
buat aku jadi merasa tidak enak denganmu mas, aku lelah dengan sikap baikmu
selama ini yang selalu memberiku apapun yang kamu inginkan. Selama ini Aku berusaha
untuk mencintaimu karena tulus dan dari hati namun sangat sulit mas. Setiap kali
aku menolak, kamu selalu saja memberiku ini dan itu yang membuatku merasa
kasian denganmu jika harus menjauh darimu apalagi menolakmu. Beri aku sedikit
kebebasan mas.” Kata Kaira.
“Maafkan aku,
aku melakukan ini semua agar kau semakin yakin denganku.” Kata Arka.
“Tapi itu
membuatku semakin tertekan mas. Maafkan aku, aku harus pergi sekarang.” Kata
Kaira. Kaira segera pergi menuju bandara karena jam menunjukkan pukul 12.00
WIB.
“Pak, tolong
lebih cepat lagi yak arena saya harus menemui seseorang.” Kata Kaira pada supir
taxi.
“Memangnya jam
keberangkatannya jam berapa mba?” Tanya supir.
“Jam 3 sore
pak.” Kata Kaira dengan cemas.
“Baik mba. Pasti
mba nya mau ketemu sama seseorang special ya. Memang cinta itu harus diperjuangkan
mba, kalau cuma menuruti gengsi aja mah nggak bakal bertahan yang ada malah
sakit hati.” Kata supir.
“Eh iya pak. Bisa
lebih cepat lagi nggak pak karena saya takut tidak bisa bertemu dengannya?” Tanya
Kaira.
__ADS_1
“Siap mba.” Kata
supir.