Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 70


__ADS_3

Sesampainya direstoran,


Arka segera memesan makanan untuknya dan Kaira.


“Aku pesan


makanan seperti biasanya.” Kata Arka. Namun Kaira hanya bengong sambil menatap


jalan raya.


“Kaira, Kaira.”


Panggil Arka.


“Eh iya ada


apa?” Jawab Kaira.


“Kau lihat apa?


Dari tadi kamu bengong, memangnya mikir apa sih?” Tanya Arka.


“Nggak apa-apa


kok, cuma liatin orang aja dijalan raya.” Jawab Kaira.


“Oh gitu.” Kata


Arka.


“Oh ya nanti


siang aku keluar sebentar ya, aku ada urusan. Aku jalan sendiri aja.” Kata


Kaira.


“Mau kemana? Aku


antar saja.” Kata Arka.


“Ada urusan


pribadi, aku bisa sendiri kok. Jangan khawatir, setelah urusanku selesai aku


segera pulang kerumah.” Kata Kaira.


“Yasudah kalau


begitu. Oh ya kita main yuk ke rumah orang tuamu, kita kan sebentar lagi akan


menikah.” Ajak Arka.


“Lain kali

__ADS_1


saja. Lagipula orang tuaku masih kecewa denganku bahkan mereka juga bilang saat


pernikahan kita nanti mereka hanya mampir sebentar dan itu tidaklah lama.” Kata


Kaira.


“Coba jelaskan


pada mereka. Memangnya mereka masih meragukanku? Aku transfer mereka sejumlah


uang ya, mungkin mereka sedang membutuhkannya.” Kata Arka.


“Tidak perlu. Setiap


bulan aku sudah kirimkan sejumlah uang kepada mereka, mereka hanyalah kecewa


denganku karena perceraianku dengan Raffa, terlebih lagi saat setelah aku bercerai,


Raffa pergi menemui kedua orang tuaku untuk meminta mereka bicara padaku agar


aku dan Raffa kembali lagi bersama. Namun aku menolaknya, itulah kenapa orang


tuaku kecewa denganku.” Jelas Kaira.


“Tapi kedua


orang tuamu tau kan bahwa Raffa saat itu memiliki anak dengan Angel?” Tanya Arka.


“Mereka tau


gagal dalam menjaga suami dan rumah tangga. Setelah aku dan Raffa berpisah, Raffa maupun


keluarga Raffa tidak lagi membiayai orang tuaku bahkan orang tua Raffa juga telah


mengambil rumah dan mobil yang sebelumnya diberikan oleh mereka kepada orang tuaku.” Jelas Kaira.


“Oh karena


itulah sekarang kedua orang tuamu pindah rumah? Maafkan aku, aku tidak


mengerti.” Kata Arka.


“Tidak perlu


minta maaf, seharusnya aku cerita ini semua tapi aku baru cerita sekarang. Maafkan


aku.” Kata Kaira.


“Aku akan


belikan rumah dan mobil untuk kedua orang tuamu ya.” Kata Arka.


“Tidak perlu. Cukup

__ADS_1


sudah mas, jangan selalu paksa aku untuk menerima semua pemberianmu, jangan


buat aku jadi merasa tidak enak denganmu mas, aku lelah dengan sikap baikmu


selama ini yang selalu memberiku apapun yang kamu inginkan. Selama ini Aku berusaha


untuk mencintaimu karena tulus dan dari hati namun sangat sulit mas. Setiap kali


aku menolak, kamu selalu saja memberiku ini dan itu yang membuatku merasa


kasian denganmu jika harus menjauh darimu apalagi menolakmu. Beri aku sedikit


kebebasan mas.” Kata Kaira.


“Maafkan aku,


aku melakukan ini semua agar kau semakin yakin denganku.” Kata Arka.


“Tapi itu


membuatku semakin tertekan mas. Maafkan aku, aku harus pergi sekarang.” Kata


Kaira. Kaira segera pergi menuju bandara karena jam menunjukkan pukul 12.00


WIB.


“Pak, tolong


lebih cepat lagi yak arena saya harus menemui seseorang.” Kata Kaira pada supir


taxi.


“Memangnya jam


keberangkatannya jam berapa mba?” Tanya supir.


“Jam 3 sore


pak.” Kata Kaira dengan cemas.


“Baik mba. Pasti


mba nya mau ketemu sama seseorang special ya. Memang cinta itu harus diperjuangkan


mba, kalau cuma menuruti gengsi aja mah nggak bakal bertahan yang ada malah


sakit hati.” Kata supir.


“Eh iya pak. Bisa


lebih cepat lagi nggak pak karena saya takut tidak bisa bertemu dengannya?” Tanya


Kaira.

__ADS_1


“Siap mba.” Kata


supir.


__ADS_2