
Setibanya dirumah.
Adena langsung menggendong
Abercio ke kamarnya, setelah itu Adena kembali ke kamarnya.
“Huuuuft lelah sekali hari ini,
seandainya saja punya suami pasti rasa lelahku akan hilang seketika. Sudah lama
sekali aku tidak melakukan hubungan suami istri, satu-satunya penguatku
hanyalah Abercio. Sepertinya aku harus tinggal setiap hari dengan anakku agar
aku tidak kesepian. Sebaiknya aku mencari sekolah yang bagus di sekitar sini
saja untuk Abercio, pokoknya anakku harus mendapatkan fasilitas pendidikan yang
terbaik dan tentunya kasih sayang.” Kata Adena. Kemudian Adena meminum wine
untuk menghilangkan penat setelah seharian. Sambil minum wine, dia juga asyik
menonton film didalam kamarnya.
Tiba-tiba mantan atasannya
menelfon.
“Hallo selamat malam pak.” Kata
Adena.
“Maaf malam-malam begini
menelfonmu. Aku mau meminta tolong kepadamu untuk menggantikanku hadir dalam
undangan partisipasi di Bali besok pagi. Maaf mendadak karena istriku sedang
sakit dan dirawat dirumah sakit. Untuk biayanya akan dibiayai sama kantor, aku
minta tolong ya sama kamu.” Kata Ferdinan.
“Oh begitu ya pak baik pak, kalau
boleh saya tau siapa saja yang hadir pak?” Tanya Adena.
“Kalau dari perusahaan kita ya
hanya kamu saja, nanti disana akan ada beberapa tamu undangan dari kantor
cabang, pasti ada yang kamu kenal.” Kata Ferdinan.
“Baik pak Ferdinan.” Kata Adena.
__ADS_1
Sebenarnya Adena ingin
menghabiskan waktu bersama anaknya karena besok hari libur namun Adena harus
pergi ke Bali untuk menggantikan atasannya.
**
Keesokan harinya.
Adena langsung menyiapkan sarapan
untuk Abercio, setelah sarapan siap barulah dia membangunkan anaknya lalu
menyuruhnya untuk mandi karena Abercio sudah terbiasa mandi sendiri.
“Abercio, hari ini mami harus
pergi ke Bali karena ada urusan pekerjaan. Abercio mau ikut mami tidak ke Bali
atau mami pulangkan Abercio ke oma?” Tanya Adena.
“Abercio boleh ikut mami pergi ke
Bali tidak? Abercio ingin ikut mami.” Kata Abercio.
“Boleh sayang, kalau gitu
Kata Adena.
“Abercio sama bawa mainan ya
mami.” Kata Abercio.
“Iya sayang boleh kok. Cepat dimakan
sarapannya.” Kata Adena.
Setelah siap semuanya, barulah
Adena dan Abercio pergi ke bandara dengan diantar oleh supir kantor tempat
kerja Adena.
Didalam mobil.
“Mami Abercio ngantuk.” Kata Abercio.
“Sini tidur di pelukan mami.” Kata
Adena.
Lalu Adena memeluk anaknya.
__ADS_1
“Tumben bu berangkatnya hari
minggu begini, biasanya pas jam kerja.” Kata Arif, supir kantor.
“Iya karena saya kan menggantikan
pak Ferdinan.” Jawab Adena.
“Oh begitu, ibu hebat ya
membesarkan anak sendiri tanpa seorang ayah. Memangnya ibu tidak ada rencana
untuk menikah lagi ya?” Tanya Arif penasaran.
“Fokus nyetir saja pak, maaf
bukannya saya tidak ingin menjawab pertanyaan pak Arif tapi itu privasi dan
kehidupan pribadi saya.” Kata Adena.
“Maaf ya bu atas pertanyaan saya,
saya hanya kasihan saja sama anaknya bu Adena pasti kurang kasih sayang dari
seorang ayah.” Jawab Arif.
“Anak saya tidak kekurangan kasih
sayang seorang ayah kok karena saya bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk dia.”
Jawab Adena.
“Ibu itu orang baik pasti akan
berjodoh sama orang yang baik juga, memang di kantor banyak yang bilang kalau
ibu ini seperti ini seperti itu tapi saya bisa menilai sendiri ibu ini
bagaimana aslinya, karena dibalik diam dan cueknya ibu pasti banyak cerita dan
alasan kan bu.” Kata Arif.
“Iya terima kasih banyak ya pak
Arif.” Kata Adena.
“Anaknya ibu ini ganteng sekali,
dia sudah sekolah belum?” Tanya Arif.
“Sudah pak, anak saya ini
satu-satunya penguat hidup saya dan penyemangat saya.” Kata Adena.
__ADS_1