Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 5


__ADS_3

Setibanya dirumah.


Adena langsung menggendong


Abercio ke kamarnya, setelah itu Adena kembali ke kamarnya.


“Huuuuft lelah sekali hari ini,


seandainya saja punya suami pasti rasa lelahku akan hilang seketika. Sudah lama


sekali aku tidak melakukan hubungan suami istri, satu-satunya penguatku


hanyalah Abercio. Sepertinya aku harus tinggal setiap hari dengan anakku agar


aku tidak kesepian. Sebaiknya aku mencari sekolah yang bagus di sekitar sini


saja untuk Abercio, pokoknya anakku harus mendapatkan fasilitas pendidikan yang


terbaik dan tentunya kasih sayang.” Kata Adena. Kemudian Adena meminum wine


untuk menghilangkan penat setelah seharian. Sambil minum wine, dia juga asyik


menonton film didalam kamarnya.


Tiba-tiba mantan atasannya


menelfon.


“Hallo selamat malam pak.” Kata


Adena.


“Maaf malam-malam begini


menelfonmu. Aku mau meminta tolong kepadamu untuk menggantikanku hadir dalam


undangan partisipasi di Bali besok pagi. Maaf mendadak karena istriku sedang


sakit dan dirawat dirumah sakit. Untuk biayanya akan dibiayai sama kantor, aku


minta tolong ya sama kamu.” Kata Ferdinan.


“Oh begitu ya pak baik pak, kalau


boleh saya tau siapa saja yang hadir pak?” Tanya Adena.


“Kalau dari perusahaan kita ya


hanya kamu saja, nanti disana akan ada beberapa tamu undangan dari kantor


cabang, pasti ada yang kamu kenal.” Kata Ferdinan.


“Baik pak Ferdinan.” Kata Adena.

__ADS_1


Sebenarnya Adena ingin


menghabiskan waktu bersama anaknya karena besok hari libur namun Adena harus


pergi ke Bali untuk menggantikan atasannya.


**


Keesokan harinya.


Adena langsung menyiapkan sarapan


untuk Abercio, setelah sarapan siap barulah dia membangunkan anaknya lalu


menyuruhnya untuk mandi karena Abercio sudah terbiasa mandi sendiri.


“Abercio, hari ini mami harus


pergi ke Bali karena ada urusan pekerjaan. Abercio mau ikut mami tidak ke Bali


atau mami pulangkan Abercio ke oma?” Tanya Adena.


“Abercio boleh ikut mami pergi ke


Bali tidak? Abercio ingin ikut mami.” Kata Abercio.


“Boleh sayang, kalau gitu


Kata Adena.


“Abercio sama bawa mainan ya


mami.” Kata Abercio.


“Iya sayang boleh kok. Cepat dimakan


sarapannya.” Kata Adena.


Setelah siap semuanya, barulah


Adena dan Abercio pergi ke bandara dengan diantar oleh supir kantor tempat


kerja Adena.


Didalam mobil.


“Mami Abercio ngantuk.” Kata Abercio.


“Sini tidur di pelukan mami.” Kata


Adena.


Lalu Adena memeluk anaknya.

__ADS_1


“Tumben bu berangkatnya hari


minggu begini, biasanya pas jam kerja.” Kata Arif, supir kantor.


“Iya karena saya kan menggantikan


pak Ferdinan.” Jawab Adena.


“Oh begitu, ibu hebat ya


membesarkan anak sendiri tanpa seorang ayah. Memangnya ibu tidak ada rencana


untuk menikah lagi ya?” Tanya Arif penasaran.


“Fokus nyetir saja pak, maaf


bukannya saya tidak ingin menjawab pertanyaan pak Arif tapi itu privasi dan


kehidupan pribadi saya.” Kata Adena.


“Maaf ya bu atas pertanyaan saya,


saya hanya kasihan saja sama anaknya bu Adena pasti kurang kasih sayang dari


seorang ayah.” Jawab Arif.


“Anak saya tidak kekurangan kasih


sayang seorang ayah kok karena saya bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk dia.”


Jawab Adena.


“Ibu itu orang baik pasti akan


berjodoh sama orang yang baik juga, memang di kantor banyak yang bilang kalau


ibu ini seperti ini seperti itu tapi saya bisa menilai sendiri ibu ini


bagaimana aslinya, karena dibalik diam dan cueknya ibu pasti banyak cerita dan


alasan kan bu.” Kata Arif.


“Iya terima kasih banyak ya pak


Arif.” Kata Adena.


“Anaknya ibu ini ganteng sekali,


dia sudah sekolah belum?” Tanya Arif.


“Sudah pak, anak saya ini


satu-satunya penguat hidup saya dan penyemangat saya.” Kata Adena.

__ADS_1


__ADS_2