Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 25


__ADS_3

Pagi hari


Kasih sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya dengan dibantu mbok Sri.


“Biar mbok saja yang masak bu.” Kata mbok Sri.


“Tidak usah mbok, saya juga ingin memasak untuk suami saya, saya tidak mau suami saya makan masakan buatan selain saya, hari ini saya mau masak rendang kesukaan mas Rey.” Kata Kasih.


“Iya bu, kalau gitu mbok cuci piring dulu ya.” Kata mbok Sri.


“Iya mbok.” Jawab Kasih.


Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu rumah, Kasih pun segera bergegas membuka pintu.


“Selamat pagi, hai Kasih.” Kata Aura, dia datang bersama suaminya dengan membawa makanan.


“Iya selamat pagi, ada apa pagi-pagi begini datang?” Tanya Kasih.


“Ini ada makanan untuk kalian, aku sedang bagi-bagi makanan untuk tetangga, aku tidak menyangka kita tetanggan loh Kasih, aku boleh masuk kan? Masak tamu tidak dipersilahkan masuk sih.” Kata Aura.


“Iya silahkan masuk.” Kata Kasih, kemudian Aura dan suaminya masuk kedalam rumah.


“Kasih kamu sedang masak ya? Aromanya harum sekali, aku tau pasti kamu masak rendang kan? Wah aku sudah lama tidak makan rendang, pasti masakan buatanmu enak sekali.” Kata Aura.


“Iya aku sedang masak rendang.” Kata Kasih.


“Suamimu kemana? Pergi ya?” Tanya Adit.


“Mas Rey masih dikamar bersiap-siap untuk berangkat kerja.” Kata Kasih.

__ADS_1


Tak lama kemudian Rey keluar kamar dan kaget melihat kedatangan Aura dan suaminya.


“Loh kamu.” Kata Rey.


“Hai Rey, kita sekarang tetanggan loh.” Kata Aura.


“Oh iya, eh Adit datang juga ya.” Kata Rey.


“Iya, mau berangkat kerja ya?” Tanya Adit.


“Iya tapi mau sarapan dulu, kalian sudah sarapan belum? Kalau belum sekalian saja kita sarapan bersama.” Kata Rey.


“Aku sama Adit sih mau-mau saja Rey, asalkan istrimu mengijinkan.” Kata Aura.


“Boleh kan sayang?” Tanya Rey kepada istrinya.


“Iya silahkan, kebetulan sudah siap semua sarapannya.” Kata Kasih.


“Wah banyak sekali masaknya, masak porsi besar ya.” Kata Aura.


“Iya, silahkan dimakan.” Kata Kasih tanpa memandang ke wajah Aura.


“Aku coba ya, sepertinya enak.” Kata Aura.


“Gimana enak tidak masakan buatan istriku?” Tanya Rey.


“Enak banget.” Kata Aura.


“Aku jadi ingat rendang di masakan padang yang dulu kita pernah beli, ingat tidak?” Tanya Adit.

__ADS_1


“Ah iya benar juga, aku ingat sekali waktu itu kalian berdua sampai habis dua porsi kan saking enaknya.” Kata Aura.


“Iya waktu itu kita kelaparan soalnya.” Kata Adit.


“Kelaparan dan kelelahan setelah camping, kita kuat banget loh waktu itu dan nggak nyasar padahal kita bertiga pertama kalinya camping di tempat itu.” Kata Aura.


“Iya benar sekali, sepertinya kita bertiga harus kesana lagi deh.” Kata Adit.


“Ehem.” Kata Kasih tersedak makanan.


“Kamu kenapa sayang?” Tanya Rey.


“Aku tersedak makanan mas, oh iya sarapannya sudah selesai kan? Maaf bukan berniat untuk mengusir, tapi mas Rey harus pergi bekerja.” Kata Kasih.


“Oh iya ya aduh maafkan kami, kalau begitu aku dan suami pamit pulang dulu ya, terima kasih banyak ya sarapannya.” Kata Aura, lalu dia dan suaminya pulang dari rumah Rey.


Kasih langsung membersihkan meja makan dan mencuci piring.


“Mbok tolong buang piring yang tadi dipakai sama tamu saya ya.” Kata Kasih.


“Kenapa kok dibuang bu?” Tanya mbok Sri.


“Saya takut nanti kalau bapak memakai piring bekas tamu saya, dia jadi tergoda lagi.” Kata Kasih.


“Baik bu saya buang dulu piringnya.” Kata mbok Sri.


“Kamu bicara apa sih sayang?” Tanya Rey.


“Aku hanya berbicara fakta mas, permisi aku berangkat kerja dulu.” Kata Kasih.

__ADS_1


“Aku antar saja hari ini.” Kata Rey.


Kasih terdiam dan tidak menjawab perkataan suaminya, Kasih langsung masuk saja ke mobil suaminya.


__ADS_2