Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 22


__ADS_3

Keesokan harinya.


“Assalamualaikum.” Kata Kasih.


“Walaikumsalam Ibu akhirnya pulang juga, mbok senang sekali lega rasanya.” Kata mbok Sri.


“Tolong masukkan koper saya kedalam kamar saya ya mbok, terima kasih.” Kata Kasih.


“Bapak belum berangkat kerja bu, tadi pagi saja dia bangun langsung ke masjid sholat subuh berjamaah, asli mbok kaget banget bu.” Kata mbok Sri.


“Mas Rey sholat subuh berjamaah di masjid? Mbok yakin bapak ke masjid? Siapa tau dia ternyata pergi ke tempat lain gitu.” Kata Kasih.


“Bapak saja pakai sarung dan berjalan kaki ya tentu saja ke masjid bu.” Kata mbok Sri.


“Saya mandi dulu ya mbok.” Kata Kasih.


“Iya bu, ibu mau sarapan apa? Nanti mbok siapkan.” Kata mbok Sri.


“Saya lagi pengen makan bubur ayam mbok yang biasa saya beli di gang depan kompleks.” Kata Kasih.


“Siap nanti mbok belikan spesial buat ibu.” Kata mbok Sri.


“Tidak usah mbok, biar aku dan Kasih saja yang keluar beli bubur.” Kata Rey tiba-tiba turun ke bawah untuk menemui istrinya.


“Keluar kemana mas?” Tanya Kasih.

__ADS_1


“Ayo kita keluar cari bubur ayam.” Kata Rey.


“Tapi aku belum mandi, aku mandi dulu sebentar.” Kata Kasih.


“Tidak usah kelamaan, ayo kita pergi sekarang.” Kata Rey sambil menarik tangan istrinya.


Akhirnya Rey dan Kasih pergi bersama untuk membeli bubur.


Didalam mobil,


Rey menggenggam tangan istrinya sambil memandangi wajah istrinya, sedangkan Kasih fokus menatap ke depan tanpa menoleh ke suaminya sama sekali.


“Sayang.” Panggil Rey.


“Fokus menyetir saja.” Kata Kasih.


“Maafkan aku ya, aku salah aku mohon maafkan aku.” Kata Rey.


“Kamu tulus mas meminta maaf kepadaku?” Tanya Kasih.


“Tentu saja aku tulus meminta maaf kepadamu sayang.” Kata Rey.


“Bagaimana jika kamu melanggar lagi dan melakukannya lagi?” Tanya Kasih.


“Aku tidak akan mengulanginya lagi, oh iya aku juga telah mengakhiri hubunganku dengannya.” Kata Rey.

__ADS_1


“Itu kamu mas, bagaimana dengannya? Bagaimana jika dia masih saja mengejarmu kembali? Aku tidak kuat mas, bagaimana jika ada yang melihatmu sedang bersama wanita itu?” Tanya Kasih.


“Aku tidak akan pernah mau lagi menemuinya, aku mohon maafkan aku sayang.” Kata Rey.


“Bisakah kamu memegang janjimu.” Kata Kasih.


“Tentu saja bisa, tolong jangan pernah pergi dariku ya sayang.” Kata Rey.


Setibanya di tempat orang jual bubur ayam.


“Sayang kamu disini saja, biar aku yang turun.” Kata Rey.


“Bubur ayamnya dimakan dimana? Dibungkus ya?” Tanya Kasih.


“Kita makan didalam mobil saja sayang.” Kata Rey.


Saat Rey membeli bubur ayam, ponsel Rey berdering.


“Siapa ya yang menelfon? Apa jangan-jangan si Aura?” Tanya Kasih dalam hati, karena semakin penasaran akhirnya Kasih melihat ponsel suaminya dan benar dugaan Kasih bahwa Aura yang menelfon di ponsel suaminya, dan Kasih langsung menerima telfon dari Aura.


“Ada apa lagi menelfon suamiku? Hubungan kalian kan sudah berakhir.” Kata Kasih.


“Siapa bilang hubunganku dengan Rey berakhir?” Tanya Aura.


“Jangan pernah lagi mengganggu apalagi menemui suamiku.” Kata Kasih lalu langsung mematikan ponselnya dan memblokir nomor Aura dari ponsel suaminya.

__ADS_1


“Lebih baik aku memblokir nomor dia agar dia tidak bisa lagi menelfon mas Rey.” Kata Kasih dalam hati.


Kasih benar-benar sangat kesal dengan Aura karena masih saja mengganggu Rey.


__ADS_2