
Arabella tiba di
Indonesia, dia segera menuju hotel. Setibanya di hotel dia menelfon Kaira.
“Mami.” Kata
Arabella.
“Iya sayang.”
Kata Kaira.
“Aku sedang di
Jakarta sekarang.” Kata Arabella.
“Benarkah? Mami
senang sekali mendengarnya. Mami akan kesana bersama papi. Kamu dimana
sekarang?” Tanya Kaira.
“Temui aku satu
jam lagi di kafe A ya.” Kata Arabella.
“Iya sayang,
terima kasih banyak ya.” Kata Kaira.
Lalu Kaira dan
Raffa bersiap-siap untuk segera menemui Arabella. Sedangkan Feya sedang sibuk
fitting baju untuk acara ulang tahunnya nanti malam.
**
Pesta ulang
tahun Feya.
Semua tamu
undangan dan keluarga telah hadir di acara tersebut. Feya dan Jerry juga telah
mengumumkan berita bahagia yaitu kehamilan Feya. Saat acara makan-makan,
Arabella datang lalu mengucapkan selamat kepada Feya dan Jerry.
“Selamat ya,
pasti kalian sangat bahagia menantikan kelahiran anak itu. Kalian benar-benar
luar biasa. Tapi kenapa ekspresimu seperti itu Feya?” Tanya Arabella.
“Terima kasih
telah datang kak, kakak apa kabar? Kakak baik-baik saja kan?” Tanya Feya.
“Kamu bisa lihat
sendiri bagaimana keadaanku saat ini seperti apa, tentu saja aku baik-baik
saja.” Kata Arabella.
“Terima kasih
atas ucapannya. Kapan kamu tiba di Indonesia?” Tanya Jerry.
__ADS_1
“Tadi siang, oh
iya terima kasih telah mengirimkan undangan acara ini padaku.” Kata Arabella,
lalu dia pergi untuk menemui Kaira.
“Kamu
mengirimkan undangan ke kak Arabella mas?” Tanya Feya.
“Iya, bukankah
kamu juga menginginkan dia untuk datang.” Kata Jerry.
“Kamu masih
sering komunikasi dengan dia mas? Apakah kamu juga sering mengirim pesan
padanya?” Tanya Feya curiga.
“Memangnya salah
jika aku ingin bersikap baik dengan kakak iparku?” Tanya Jerry.
“Jelas salah,
bagaimanapun juga dia adalah mantan pacar kamu mas, aku tidak suka jika kamu
sering mengirim pesan padanya.” Kata Feya.
“Jangan
khawatir, lagipula dia tidak pernah membalas pesanku, aku mengirim pesan
melalui email karena aku tidak tau nomor ponselnya maupun social medianya.”
“Tetap saja aku
tidak menyukainya mas.” Kata Feya.
“Haruskah kita
bertengkar di hari spesialmu? Jaga ucapanmu banyak tamu yang hadir.” Kata
Jerry.
Kemudian Feya
mengajak Arabella untuk berbicara di suatu tempat.
“Aku tunggu
diluar sekarang.” Bisik Feya.
“Bicara saja di
sini, aku tidak ingin tiba-tiba kamu mendorongku ke kolam renang sama seperti
saat kamu mendorong bunda dari atap.” Bisik Arabella.
“Ikut aku
sekarang juga.” Ajak Feya sambil menarik tangan Arabella.
“Lepaskan
tanganku.” Kata Arabella.
“Apa maksud
__ADS_1
ucapanmu barusan?” Tanya Feya.
“Kenapa? Apakah
ucapanku tadi benar?” Tanya Arabella.
“Itu tidak
benar.” Kata Feya.
“Ini kalungmu
kan? Bagaimana bisa kalung ini ada di saku baju milik bunda?” Tanya Arabella.
“Memangnya
kalung ini hanya aku yang memilikinya? Siapa tau itu milik bunda Viona. Aku tau
kamu merasa terpukul dan kehilangan sosok bunda tapi aku juga tidak suka jika
kamu mencurigaiku dengan mengatakan bahwa akulah yang mendorong bunda.” Kata
Feya.
“Buktikan jika
ini bukanlah milikmu. Sepertinya bunda ingin berbicara tapi dia menyimpan
kalung ini sebagai bukti. Haruskah aku membuka kasus ini kembali untuk
menyelidikinya?” Kata Arabella.
“Kasus itu sudah
ditutup, biarkan bunda istirahat dengan tenang dan jangan menuduh orang
sembarangan.” Kata Feya.
“Lalu kenapa
waktu itu tidak ada rekaman cctv? Apakah ada seseorang yang menghapusnya?”
Tanya Arabella.
“Apakah kamu
menuduhku melakukannya? Sepertinya kakak sudah tidak waras alhasil menuduh
orang sembarangan dan bahkan kakak sudah membuat bukti palsu. Mana buktinya
jika kalung itu disimpan di saku baju bunda? Apakah kakak bisa membuktikannya?
Lalu kenapa kakak sangat yakin bahwa kalung itu milikku?” Tanya Feya, Arabella
hanya diam saja karena dia tidak memiliki bukti bahwa kalung itu milik Feya.
“Kenapa diam saja? Kakak tidak memiliki buktinya
kan? Sudahlah kak biarkan bunda tenang dan mari kita doakan dia, bukan malah
kita saling menuduh satu sama lain.” Kata Feya sambil memeluk Arabella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman pembaca dan pastikan kalian tidak ketinggalan dengan update episode selanjutnya dari cerita novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.
__ADS_1