Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 158


__ADS_3

Kaira menelfon ibunya.


“Hallo ma, gimana Kei rewel


tidak?” Tanya Kaira.


“Tidak kok, dia nurut banget


terutama sama papa kamu. Kau tenang saja disana, pokoknya selama liburan


sekolahnya, biar Kei disini saja sama mama dan papa.” Kata ibu Kaira.


“Oh ya ma, Kaira ada kabar


bahagia.” Kata Kaira sambil tersenyum bahagia.


“Ada apa?” Tanya ibu Kaira.


“Kaira sekarang hamil ma.” Kata


Kaira.


“Apa? Mama senang sekali


mendnegarnya sayang. Kamu harus jaga diri dengan baik ya, makan yang bergizi.”


Kata ibu Kaira.


“Iya ma pasti, aku sama mas Raffa


berencana merayakan kabar bahagia ini bulan depan sekaligus perayaan hari jadi


pernikahan aku dan mas Raffa ma. Mama bisa datang kan?” Tanya Kaira.


“Mama dan papa pasti akan


usahakan untuk datang. Mau dibawakan apa kamu?” Tanya ibu Kaira.


“Aku ingin makan masakan mama,


Kaira rindu masakan mama.” Kata Kaira.


“Siap, mama bawakan banyak nanti


ya. Mama tutup dulu ya telfonnya, kasian papa kamu belum makan, dari tadi sibuk


bermain bersama Kei.” Kata ibu Kaira.


Setelah itu, Kaira menelfon


Arjuna.


“Jun, kamu dirumah atau dikantor?”


Tanya Kaira.


“Ini lagi dijalan menuju kantor

__ADS_1


bersama istriku. Ada apa?” Kata Arjuna.


“Oh ya untuk sementara aku tidak


bisa ke kantor dulu ya, aku sedang hamil sekarang.” Kata Kaira.


“Wah akhirnya, selamat ya atas


kehamilannya. Doakan istriku agar segera menyusul ya.” kata Arjuna.


“Pasti, semoga kalian cepat


diberikan juga ya.” Kata Kaira.


Setelah itu, Kaira segera ke


kamar untuk istirahat.


**


Sore itu, Renata datang ke rumah


Kaira.


“Kak Kaira dimana?” Tanya Renata


kepada Mbak Ayu salah satu pembantu rumah tangga Kaira.


“Sedang istirahat didalam kamar. Mau


“Tidak usah, biar aku saja yang


ke kamarnya. Mbak tolong buatkan saya jus ya.” Kata Renata.


“Mau dibuatkan jus apa non?”


Tanya mbak Ayu.


“Ada jus naga tidak?” Tanya


Renata.


“Ada non.” Kata mbak Ayu.


“Ok, buatkan jus naga ya, tapi


pakai susu cair ya terus tanpa gula, diganti madu saja, es batunya jangan


terlalu banyak, es batunya sekalian di jus.” Kata Renata.


“Baik non.” Kata mbak Ayu. Lalu Renata


segera ke kamarnya Kaira di lantai dua. Renata mengetuk pintu kamar Kaira.


“Kak Kaira, ini aku Renata.” Kata


Renata.

__ADS_1


Lalu Kaira terbangun dan membuka


pintu kamarnya.


“Eh Renata, tumben kesini nggak


kasih kabar dulu.” Kata Kaira.


“Sibuk tidak kak?” Tanya Renata.


“Tidak sih, ada apa?” Tanya Kaira


sambil mengikat rambutnya.


“Keluar sebentar yuk. Aku ingin


beli sesuatu.” Kata Renata.


“Memangnya mau beli apa?” Tanya


Kaira.


“Aku ingin beli tas, mumpung


sekarang masih ada stock. Soalnya tas nya limited edition. Aku pesan tiketnya


dulu ya.” Kata Renata.


“Aku siap-siap dulu ya kalau


gitu. Beli dimana Ren?” Tanya Kaira.


“Di Singapore kak.” Kata Renata.


“Apa? Berarti nginap dong disana?


Kamu mau mengajakku ke luar negeri tapi mendadak seperti ini sih Ren, aku kira


beli di mall dekat sini.” Kata Kaira.


“Adanya disana kak, tasnya ini


limited edition loh. Aku sudah pesankan tiket pesawatnya kok, kita kesana


sebentar setelah itu kita langsung balik kok.” Kata Renata.


“Hanya kita berdua saja?” Tanya


Kaira.


“Iya, tapi disana ada mami kok. Mami


sudah dua hari disana karena ada acara kumpul-kumpul sama temannya. Ayo segera


siap-siap kak, kita ada waktu tiga jam lagi. Aku tunggu dibawah ya.” Kata


Renata.

__ADS_1


__ADS_2