
Akhirnya Viona dan Arabella pulang dengan tangan kosong, namun Viona merasa ada yang janggal akhirnya dia pergi ke panti asuhan lagi namun kali ini dia pergi sendiri. Setibanya disana dia melihat-lihat foto yang terpajang di ruang depan. Dia melihat foto masa kecil Arabella dengan seorang pengasuh. Lalu dia menanyakan foto tersebut ke pengasuh dip anti asuhan tersebut.
“Permisi, apakah anda salah satu pengasuh di panti asuhan ini?” Tanya Viona.
“Benar, anda siapa? Apakah anda orang tua yang akan mengadopsi anak dari panti asuhan ini?” Tanya pengasuh tersebut.
“Iya benar, oh ya apakah anda tau siapa pengasuh yang ada difoto ini? Saya dengar panti asuhan ini mengalami kebakaran tapi foto ini sepertinya sudah sangat lama, kok foto ini masih terlihat bagus ya?” Tanya Viona.
“Maaf, saya permisi karena banyak kerjaan yang harus saya kerjakan.” Kata pengasuh tersebut. Lalu Viona membungkam pengasuh tersebut dan membawanya kedalam mobilnya dan membawanya kerumahnya.
Setibanya dirumah Viona. Dia membangunkan pengasuh tersebut.
“Nama kamu adalah Naila, memiliki seorang anak laki-laki yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir dan sedang mencari pekerjaan kan, aku bisa kasih pekerjaan kepada anakmu itu saat ini juga namun aku juga bisa membuat dia kesulitan mendapat pekerjaan.” Kata Viona.
“Saya dimana? Tolong lepaskan saya, saya harus kembali. Anak-anak panti waktunya makan malam. Jangan lakukan apapun kepada anak saya, saya mohon.” Kata Naila.
“Jawab dulu semua pertanyaanku. Kamu tidak usah khawatir, karena saat ini ada pengasuh yang menggantikanmu. Semua tergantung jawabanmu, jika kamu masih ingin kembali bekerja ke panti asuhan itu jawab pertanyaanku.” Kata Viona.
__ADS_1
“Apa yang anda inginkan dari saya yang hanya pengasuh panti asuhan?” Tanya Naila.
“Siapa dan dimana pengasuh ini berada?” Tanya Viona sambil menunjukkan foto masa kecil Arabella dengan seorang pengasuh.
“Saya tidak tau, saya orang baru di panti asuhan itu nyonya.” Kata Naila.
“Jangan berani berbohong kepadaku, kamu sudah sangat lama bekerja di panti suhan itu. Cepat jawab pertanyaanku.” Kata Viona.
“Dia sudah lama keluar dari panti dan saat ini saya tidak tau dimana keberadaannya.” Kata Naila.
“Saya tidak tau.” Kata Naila. Lalu Viona mengancamnya dan menampar Naila.
“Cepat jawab pertanyaanku.” Kata Viona.
“Dia bernama Salma, dia keluar karena pindah ke Surabaya.” Kata Naila.
“Ada hubungan apa dengan bayi yang di gendongnya? Apakah mereka saling dekat?” Tanya Viona.
__ADS_1
“Dia adalah orang kepercayaan orang tua kandung bayi itu.” Kata Naila.
“Siapa orang tua kandung bayi itu? Bayi bernama Arabella itu sekarang tinggal bersamaku.” Kata Viona.
“Saya tidak tau nyonya.” Kata Naila, lalu Viona mengambil ponsel milik Naila. Dia mencari nama Salma di data kontak ponsel Naila.
“Cepat telfon dia dan tanyakan dimana keberadaannya.” Kata Viona.
“Tidak, memangnya anda siapa.” Tanya Naila. Karena Viona mengancamnya akan mencelakai anak Naila akhirnya Naila bersedia menelfon Salma. Dari perbincangannya ditelfon tersebut, Salma sedang berada di Jakarta.
“Jadi kamu berbohong kepadaku ya, dasar kurang ajar.” Kata Viona sambil menampar pipi Naila.
“Lebih baik jangan berurusan dengan anak itu jika tidak ingin anda bernasib sama dengan ibu kandung anak itu.” Kata Naila.
“Apa maksudmu?” Tanya Viona.
“Cepat temui Salma jika anda ingin tau kebenarannya. Tolong lepaskan saya.” Kata Naila. Akhirnya Viona melepaskan Naila namun Viona merampas ponsel milik Naila.
__ADS_1