
Feya semakin kesal dengan Arabella.
“Kurang ajar, kenapa dia harus membahas kalung itu bahkan dia ingin mencari
tau siapa pemilik kalung itu. Aku harus melakukan hal agar dia tidak pernah tau
bahwa akulah pemilik kalung itu.” Kata Feya dalam hati.
“Arabella sudah pulang?” Tanya Jerry.
“Sudah barusan. Mas bantu aku kali ini.” Kata Feya.
“Ada apa?” Tanya Jerry.
“Kak Arabella ingin mencari tau kebenaran dibalik kecelakaan yang menimpa
bunda di atap waktu itu.” Kata Feya.
“Apakah dia mencurigaimu?” Tanya Jerry.
“Iya, karena dia menemukan kalung milikku di saku baju milik bunda.” Kata Feya.
“Kenapa dia sangat yakin bahwa kalung itu milikmu?” Tanya Jerry.
“Karena dia pernah melihatku memakai kalung itu tapi itu sudah sangat lama
sekali, bagaimana jika dia berhasil menemukan bukti bahwa kalung itu adalah
milikku, bisa gawat mas. Aku tidak mau dipenjara.” Kata Feya.
“Kita harus membuat skenario, kita harus mencari kambing hitam atas masalah
ini.” Kata Jerry.
“Maksud kamu kita harus mencari seseorang untuk disalahkan?” Tanya Feya.
“Bisa jadi tapi lebih baik kita mencari cara atau alasan kenapa Viona waktu
__ADS_1
itu berada di atap.” Kata Jerry.
“Baik mas, tapi apa alasannya.” Tanya Feya.
“Kita akan memikirkannya mulai sekarang, aku juga sedang berpikir bagaimana
cara mengelabuinya.” Kata Jerry.
“Bagaimana jika kita ke toko perhiasan, kita membuat surat pembelian kalung
itu atas nama Viona, lalu kita taruh saja di ruang penyimpanan barang-barang
milik Viona. Aku yakin pasti kak Arabella akan mencari bukti di ruang
penyimpanan barang milik Viona. Oh iya lagipula semua perhiasan milik Viona ada
di tangan papi, jadi akan lebih mudah bagi kita untuk menaruhnya disana. Bagaimana
menurutmu mas?” Tanya Feya.
“Boleh, itu ide yang cukup mendukung rencana kita. Besok aku akan pergi ke
bertemu Arabella. Aku akan menghabiskan waktuku bersamanya.” Kata Jerry.
“Sama saja kamu menusukku dari belakang mas, kamu tega sekali padaku.” Kata
Feya.
“Hei ingat aku selama ini menyembunyikan rahasiamu.” Kata Jerry.
**
Raffa terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk.
“Astaga, kenapa dia menghampiri mimpiku. Kenapa aku harus mimpi Viona,
Viona sudah pergi tapi mimpi itu seakan sangat nyata. Itu hanyalah mimpi dan
__ADS_1
tidak mungkin dia kembali lagi.” Kata Raffa dalam hati.
“Ada apa mas?” Tanya Kaira yang juga ikut terbangun.
“Tidak ada apa-apa kok sayang, aku hanya mimpi buruk. Tidurlah kembali,
maaf jika aku membangunkanmu.” Kata Raffa.
“Memangnya mimpi apa?” Tanya Kaira.
“Tidak ada yang perlu di khawatirkan kok, cepat tidurlah kembali. Aku mau
ke toilet dulu.” Kata Raffa.
“Baiklah mas.” Kata Kaira.
Lalu Raffa pergi ke toilet untuk mencuci muka.
“Astaga apa yang terjadi pada diriku, kenapa aku harus mimpi dia.” Kata Raffa.
Tiba-tiba dia seperti melihat bayangan Viona di cermin, Raffa pun sangat
kaget dan berteriak sangat kencang.
“Pergi kamu, cepat pergi. Jangan datang kembali.” Kata Raffa.
Karena ketakutan, Raffa seakan mendengar suara Viona.
“Aku akan membalasmu, aku akan menghampirimu setiap hari.”
“Tidak, cepat pergi dari sini.” Teriak Raffa.
Lalu Kaira terbangun.
“Mas, ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Kaira.
“Tidak, aku seperti melihat bayangan di cermin.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Tidak ada apa-apa kok mas, mungkin kamu kelelahan sehingga kamu
berhalusinasi seperti ini. Ayo kita kembali tidur.” Kata Kaira.